• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan hasil data dari angket

Dalam dokumen 4 Skripsi Ismayanti Said (Halaman 43-59)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Penyajian Hasil Analisis Data

3. Pembahasan hasil data dari angket

Hasil penelitian membuktikan bahwa masih banyak masalah yang dihadapi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Balocci Kabupaten Pangkep dalam berbicara bahasa Indonesia yang baik dan benar, informasi tentang priblematik pembelajaran keterampilan berbicara di SMP Negeri 2 Balocci Kabupaten Pangkep ini dapat diketahui melalui pertanyaan dan informasi siswa. Data tentang pertanyaan dan informasi siswa tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.

1) Untuk mengetahui apakah siswa yang menyenagi materi pelajaran bahasa Indonesia

Tabel 2. Kesenangan Siswa terhadap Materi Pelajaran Bahasa Indonesia

No Informasi Siswa Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 39 42,86

3 Ragu-ragu 2 2,20

4 Tidak Senang 0 0

5 Sangat Tidak Senang 0 0

Jumlah 91 100

Bedasarkan tabel 2 di atas, mengenai kesenangan siswa terhadap materi pelajaran bahasa indonesi di sekolah menunjukkan, 42,86% yang menyatakan sangat menyenangi mata pelajaran bahasa indoensia, 54,95% responden yang menyatakan senang terhadap mata pelajaran bahasa Indonesia, 2,10% yang menyatakan ragu-ragu, 0% responden yang kurang menyenangi mata pelajaran bahasa Indonesia, dan 0% responden yang sama sekali tidak menyenangi mata pelajaran bahasa Indonesia.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Balocci Kabupaten Pangkep lebih banyak yang menyenangi mata pelajaran bahasa Indonesia.

2) Untuk mengetahui keterkaitan siswa terhadap materi pelajaran lain daripada materi pelajaran bahasa Indonesia.

Tabel 3. Ketertarikan Siswa terhadap Materi Pelajaran Lain daripada Pelajaran Bahasa Indonesia.

No Informasi Siswa Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat tertarik 1 1,10

2 Tertarik 10 11

3 Ragu-ragu 45 49,45

4 Tidak Tertarik 33 36,26

5 Sangat Tidak Tertarik 2 2,20

Berdasarkan tabel 3 di atas, mengenai ketertarikan siswa terhadap materi pelajaran lain daripada materi pelajaran bahasa Indonesia menunjukkan bahwa 1,10% responden yang sangat tertarik , 11% responden yang tertarik terhadap materi pelajaran lain daripada materi pelajaran bahasa indoensia, 49,45% responden yang ragu-ragu tertarik mempelajari materi pelajaran lain daripada materi pelajaran bahasa indoensia, 36,26% responden yang lebih tertarik materi pelajaran bahasa Indonesia daripada materi pelajaran bahasa Indonesia, dan 2,20% responden yang sangat tidak tertarik materi pelajaran bahasa Indonesia daripada materi pelajaran lain.

Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa lebih banyak siswa yang tertarik materi pelajaran bahasa Indonesia daripada materi pelajaran yang lain.

3) Untuk mengetahui materi yang paling disenangi siswa dalam pelajaran bahasa Indonesia.

Tabel 4. Komponen Keterampilan Berbahasa yang Paling Disenangi Siswa dalam Bahasa Indonesia.

No Informasi Siswa Frekuensi Persentase (%)

1 Menulis 8 8,80

2 Membaca 58 63,74

3 Berbicara 6 6,59

4 Berbicara 17 18,68

Jumlah 91 100

Berdasarkan tabel 4 di atas, mengenai materi yag disenangi siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah menunjukkan 8,80 responden yang menyatakan menyenangi pelajaran bahasa Indonesia pada aspek menulis, 63,74% responden yang menyatakan menyenangi pelajaran bahasa Indonesia pada aspek membaca, 6,59% responden yang menyatakan menyenangi pelajaran bahasa Indonesia pada aspek berbicara, 18,68% responden yang menyatakan menyenangi pelajaran bahasa Indonesia pada aspek berbicara.

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam pelajaran bahasa Indonesia pada siswa kela VIII SMP Negeri 2 Baloci Kabupaten Pangkep lebih banyak siswa yang menyenangi pelajaran bahasa Indonesia khususnya pada aspek membaca.

4) Tanggapan siswa tentang materi keterampilan berbicara di sekolah

Tabel 5. Tanggapan Siswa tentang Materi Keterampilan Berbicara di Sekolah

No Informasi Siswa Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat sulit 18 19,78

2 Sulit 0 0

3 Mudah 72 79,12

4 Sangat mudah 1 1,09

Jumlah 91 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

Berdasarkan tabel 5 di atas, mengenai tanggapan siswa terhadap keterampilan berbicara bahasa Indonesia di sekolah, menunjukkan bahwa

79,12% responden yang menyatakan mudah, 19,78% menyatakan sangat sulit, 1,09% yang menyatakan sangat mudah dan tidak seorang pun yang menyatakan bahwa keterampilan berbicara bahasa Indonesia itu sulit

5) Tanggapan siswa waktu membaca buku tentang materi berbicara di perpustakaan

Tabel 6. Tanggapan Siswa tentang Waktu Membaca Buku Materi Berbicara di Perpustakaan

No Informasi Siswa Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Sering 3 3,30

2 Sering 19 20,88

3 Jarang 61 67,03

4 Tidak Pernah 8 8,79

Jumlah 91 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

Berdasarkan tabel 6 di atas, mengenai waktu membaca buku tentang materi berbicara di perpustakaan ada sejumlah 3,30% responden yang menyatakan sangat sering, 20,88% responden yang menyatakan sering, 67,03% responden yang menyatakan jarang dan 8,79% responden menyatakan tidak pernah membaca buku di perpustakaan.

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa waktu siswa membaca buku di perpustakaan menjadi masalah karena jumlah responden yang menyatakan jarang membaca buku di perpustakaan mencapai angka tertinggi, sedangkan untuk untuk mencapai pembelajaran keberhasilan aspek

keterampilan berbicara dituntut ketekunan dan kekerapan membaca buku agar lebih banyak pengetahuan yang diperoleh.

6) Salah satu kendala siswa dalam berbicara bahasa indonesia, yakni dipengaruhi oleh dialek Daerah/ Bahasa Pertama

Tabel 7. Kendala Siswa dalam Berbicara Bahasa Indonesia, yakni Dipengaruhi oleh Dialek Daerah/ Bahasa Pertama

No Informasi Siswa Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 16 17,58

2 Setuju 38 41,76

3 Ragu-ragu 13 14,29

4 Tidak Setuju 24 26,37

5 Sangat Tidak Setuju 0 0,00

Jumlah 91 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

Berdasarkan tabel 7 di atas, mengenai pengaruh dialek daerah/ bahasa pertama 17,58% responden yang menyatakan sangat setuju dipengaruhi, 41,76% responden yang menyatakan setuju, 14,29% responden menyatakan ragu-ragu, 26,37% responden menyatakan tidak setuju, dan tak seorang pun siswa sangat tidak setuju.

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa sangat dipengaruhi oleh dialek daerah atau bahasa pertama dalam berbicara.

7) Untuk mengetahui bahasa yang digunakan anggota keluarga siswa dalam kehidupan sehari-hari

Tabel 8. Persepsi Siswa terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Kehidupan Sehari-hari

No Informasi Siswa Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setujuh 2 2,20

2 Setujuh 40 43,96

3 Ragu-Ragu 32 35,16

4 Tidak Setujuh 13 14,29

5 Sangat Tidak Setujuh 4 4,40

Jumlah 91 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

Berdasarkan tabel 8 di atas, persepsi siswa terhadap penggunaan bahasa anggota keluarga masing-masing dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan bahwa 2,20% siswa yang menyatakan sangat setujuh menggunakan bahasa indonesia dalam kehidupan sehari-hari, 43,96% responden yang menyatakan setujuh, 35,16% responden menyatakan ragu-ragu, 14,29% reponden yang menyatakan bahwa tidak setujuh, dan 4,40% siswa yang menyatakan bahwa sangat tidak setujuh.

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa keluarga siswa hampir semuanya menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari

8) Untuk mengetahui apakah siswa lebih sering menggunakan bahasa daerah daripadai bahasa indonesia dalam berkomunikasi di luar lingkungan sekolah

Tabel 9. Persepsi Siswa tentang Keseringan Menggunakan Bahasa Daerah daripada Bahasa Indonesia dalam Komunikasi di luar Lingkungan Sekolah

No Informasi Siswa Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Sering 1 1,10

2 Sering 22 24,18

3 Jarang 15 16,48

4 Tidak sering 46 50,55

5 Sangat Tidak sering 7 7,69

Jumlah 91 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

Berdasarkan tabel 9 di atas, menunjukkan bahwa, 1,10% siswa menyatakan bahwa sangat sering menggunakan bahasa daerah di luar lingkungan sekolah, 24,18% siswa menyatakan bahwa sering menggunakan bahasa daerah di luar sekolah, 16,48% siswa menyatakan bahwa jarang menggunakan bahasa daerah di luar lingkungan sekolah, 50,55% siswa menyatakan bahwa tidak sering menggunakan bahasa daerah di luar sekolah, dan 7,69% siswa menyatakan bahwa sangat tidak sering menggunakan bahasa daerah di luar lingkungan sekolah.

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa lebih menggunakan bahasa indonesia di bandingkan dengan bahasa daerah dalam berkomunikasi di luat linkungan sekolah.

9) Faktor penyebab siswa kurang aktif dalam kegiatan keterampilan berbicara (bertanya, menjawab, mengemukakan pendapat, dan diskusi) kerana merasa malu.

Tabel 10. Persepsi Siswa terhadap Kurang Aktifnya dalam Kegiatan Keterampilan Berbicara (Bertanya, Mengemukakan Pendapat, Menjawab, dan Diskusi)

No Informasi Siswa Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 0 0,00

2 Setuju 14 15,38

3 Ragu-Ragu 19 20,88

4 Tidak Setuju 35 38,46

5 Sangat Tidak Setuju 23 25,27

Jumlah 91 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa, 0% siswa yang menyatakan sangat setuju bahwa mereka kurang aktif dalam kegiatan keterampilan berbicara karena faktor malu, 15,38% siswa yang menyatakan setuju kalau faktor malu adalah salah satu penyebab kurang aktifnya dalam berbicara, 20,88% siswa yang menyatakan ragu-ragu kalau faktor malu adalah satu penyebab kurang aktifnya dalam berbicara, 38,46% siswa menyatakan tidak setuju jika malu dianggap sebagai penyebab kurang aktifnya dalam berbicara, dan 25,27% siswa menyatakan sangat tidak setuju kalau malu dijadikan penyebab kurang aktifnya dalam berbicara.

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab kurang aktifnya siswa dalam berbicara (bertanya, menjawab, mengemukakan pendapat, dan diskusi) adalah bukan faktor rasa malu.

10)Faktor penyebab kurang aktifnya siswa dalam kegiatan keterampilan berbicara karena takut

Tabel 11. Persepsi Siswa tentang Faktor Penyebab Kurang Aktifnya Siswa dalam Kegiatan Keterampilan Berbicara karena Takut

No Informasi Siswa Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setujuh 1 1,10

2 Setujuh 22 24,18

3 Ragu-Ragu 15 16,48

4 Tidak Setujuh 46 50,55

5 Sangat Tidak Setujuh 7 7,69

Jumlah 91 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

Berdasarkan tabel 11 di atas, dapat dipahami bahwa 1,10% responden yang menyatakan sangat setujuh bahwa faktor penyebab kurang aktifnya siswa dalam berbicara adalah rasa takut, 24,18% responden yang menyatakan setuju, 16,48% responden yang menyatakan ragu-ragu, 50,55% responden yang menyatakan tidak setuju, dan 7,69% responden yang menyatakan sangat tidak setuju jika faktor penyebab kurang aktifnya siswa dalam berbicara adalah rasa takut.

Berdasarkan tabel 11 di atas, dapat disimpulkan bahwa penyebab siswa kurang aktif dalam kegiatan keterampilan berbicara adalah faktor rasa takut

11)Faktor penyebab siswa kurang aktif dalam kegiatan keterampilan berbicara karena kurang pengalaman

Tabel 12. Faktor Penyebab Siswa Kurang Aktif dalam Berbicara karena Kurang Pengalaman

No Informasi Siswa Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setujuh 1 1,10

2 Setujuh 18 19,78

3 Ragu-Ragu 22 24,18

4 Tidak Setujuh 44 48,35

5 Sangat Tidak Setujuh 6 6,59

Jumlah 91 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

Berdasarkan tabel 12 di atas, dapat diketahui bahwa 1,10% responden menyatakan sangat setuju jika penyebab siswa kurang aktif dalam keterampilan berbicara karena kurang pengalaman, 19,78% responden menyatakan setuju, 24,18% menyatakan ragu-ragu, 48,35% menyatakan tidak setuju, dan 6,59%% responden menyatakan sangat tidak setuju jika faktor penyebab siswa kurang aktif dalam kegiatan berbicara karena kurang pengalaman

Berdasarkan data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa masalah probelmatik yang dihadapi siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Baloci, Kabupaten Pangkep dalam pembelajaran berbicara adalah kurang pengalaman.

12)Faktor utama lain yang mempengaruhi siswa kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran berbicara karena kurang percaya diri.

Tabel 13. Faktor Siswa Kurang Aktif dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara karena Kurang Percara Diri

No Informasi Siswa Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 1 1,10

2 Setuju 22 24,18

3 Ragu-ragu 15 16,48

4 Tidak Setuju 46 50,55

5 Sangat Tidak Setuju 7 7,69

Jumlah 91 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

Berdasarkan tabel 13 di atas, sebanyak 1,10% responden yang menyatakan sangat setuju, 24,18% responden menyatakan setuju, 16,48% responden menyatakan ragu-ragu, 50,55% responden menyatakan tidak setuju, dan 7,69% responden menyatakan sangat tidak setuju.

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa siswa kurang aktif dalam dalam pembelajaran berbicara karena tidak dipengaruhi oleh faktor kurang percaya diri. Terlihat dari tabel di atas, responden mengaku percaya diri sebanyak 50,55%.

13)Tanggapan siswa terhadap guru yang mengajarkan materi berbicara di kelas Tabel 14. Tanggapan Siswa terhadap Guru yang Mengajarkan Materi Berbicara

di Kelas

1 Sangat Menarik 31 34,07

2 Menarik 58 63,74

3 Kurang Menarik 2 2,20

4 Tidak Menarik 0 0,00

Jumlah 91 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

Berdasarkan tabel 14 di atas, 34,07% responden menyatakan sangat menarik, 63,74% responden menyatakan kurang menarik, 2,20% responden menyatakan kurang menarik, dan tidak seorang pun menyatakan tidak menarik

Berdasarkan tabel 14 di atas, dapat disimpulkan bahwa, cara guru menyajikan materi cukup baik. Sehingga siswa tidak menemukan masalah dalam hal penyajian materi.

14)Untuk mengetahui apakah setiap siswa memiliki buku paket Tabel 15. Tanggapan Siswa mengenai Kelengkapan Buku Paket

No Informasi Siswa Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setujuh 1 1,10

2 Setujuh 11 12,09

3 Ragu-Ragu 20 21,98

4 Tidak Setujuh 55 60,44

5 Sangat Tidak Setujuh 4 4,40

Jumlah 91 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

Dari tabel di atas ditunjukkan bahwa kurangnya keterampilan dalam berbicara karena tidak memiliki buku paket, 1,10% menyatakan sangat setuju, yang menyatakan setujuh sebanyak 12,09% atau sebanyak 11 orang, yang

menyatakan ragu-ragu sebanyak 20 orang dengan persentase 21,98%, yang menyatakan tidak setujuh sebanyak 55 orang dengan persentase 60,44%, dan yang menyatakan sangat tidak setujuh sebanya 4 orang dengan persentase 4,40%.

15)Untuk mengetahui tanggapan siswa tentang metode mengajar guru Tabel 16. Tanggapan Siswa tentang Metode Mengajar Guru

No Informasi Siswa Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Menarik 3 3,30

2 Menarik 31 34,07

3 Jarang 57 62,64

4 Tidak Menarik 0 0,00

Jumlah 91 100

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

Dari tabel 16 di atas ditunjukkan bahwa kurangnya keterampilan berbicara siswa karena metode guru dalam mengajarkan materi tersebut, diketahui sebanyak 3 orang dengan persentase 3,30% siswa menyatakan sangat menarik, 31 orang dengan persentase 34,07% menyatakan menarik, 57 orang dengan persentase 62,64% yang menyatakan jarang, 0% yang menyatakan tidak menarik.

Dari data tersebut disimpulkan bahwa metode mengajar guru belum menarik sehingga siswa kurang terampil dalam berbicara.

B. Pembahasan

Berdasarkan analisis data yang dikemukakan pada bagian sebelumnya, pada bagian ini akan dibahas tentang problematik yang dihadapi siswa pada kelas VIII SMP Negeri 2 Baloci dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Indonesia.

Hasil analisis data membuktikan bahwa, masih ada beberapa problematik atau masalah yang dihadapi siswa khususnya siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Baloci Kabupaten Pangkep, masalah-masalah tersebut yaitu : 1. Siswa dipengaruhi oleh dialek atau bahasa pertama

Berdasarkan analisis data, siswa kurang aktid dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Indonesia karena dipengaruhi oleh dialek daerah atau bahasa pertama. Hal ini disebabkan kerana pengaruh lingkungan, yaitu siswa lebih serig menggunakan bahasa daerah daripada bahasa Indonesia dalama berkomunikasi. Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya siswa dibiasakan untuk senantiasa berbahasa Indonesia baku pada saat berlangsungnya proses belajar mengajar.

2. Adanya rasa malu, rasa takut, dan kurang percara diri

Siswa kurang aktif dalam pembelajaran keterampilan berbicara di kelas karena adanya rasa malu, rasa takut, dan rasa kurang percara diri. Ketiga hasl

tersebut muncul karena siswa kurang dilatih dalam berbicara di depan umum, metode yang digunakan guru sifatnya masih monoton, dan kurang motivasi dan bakat yang tertanam dalam diri siswa. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah tersebut, dalam rangka meningkatkan pembelajaran keterampilan berbicara sebaiknya siswa dibiasakan untuk berani tampil berbicara di depan kelas, dengan jalan banyak memberikan latihan dan praktik guru sebaliknya menerapkan berbagai macam metode, agar siswa terlatih dan mahir dalam berbicara.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa, faktor yang memengaruhi siswa sehingga kurang aktif dalam pembelajaran keterampilan berbicara adalah adanya faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar siswa. Misalnya siswa kurang dilatih dalam berbicara di depan umum, penerapan metode yang digunakan guru masih monoton. Faktor internal siswa yaitu, kurangnya motivasi dan bakat dalam diri siswa.

BAB V

Dalam dokumen 4 Skripsi Ismayanti Said (Halaman 43-59)

Dokumen terkait