• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Karakteristik Responden

Berdasarkan karakteristik responden, mayoritas ibu yang menjadi responden pada penelitian ini berusia antara 20-35 tahun dengan SMA sebagai pendidikan terakhir yang terbanyak. Pada umunya ibu yang menjadi responden pada penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang kebanyakan mendapat sumber informasi tentang tumbuh kembang dari petugas kesehatan.

Salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang adalah umur. Selain itu juga terdapat faktor pendidikan, dimana makin tinggi pendidikan seseorang semakin mudah pula mereka menerima informasi, dan pada akhirnya makin banyak pula pengetahuan yang dimilikinya. Sebaliknya, jika seseorang tingkat pendidikan rendah, akan menghambat pengetahuan seseorang terhadap penerimaan, informasi dan nilai-nilai yang baru diperkenalkan. Disisi lain menurut asumsi peniliti bahwa pekerjaan itu tidak terlalu mengikat, hal ini karena walaupun hanya bekerja sebagai Ibu rumah tangga tetapi ibu juga memiliki pengetahuan yang baik. Selanjutnya menurut Notoatmodjo (2003) bahwa sumber informasi mempengaruhi pengetahuan baik dari media maupun orang.

2. Pengetahuan Ibu tentang Pertumbuhan

Dari hasil penelitian yang dilakukan maka diperoleh mayoritas pengetahuan ibu tentang pertumbuhan adalah cukup sebanyak 23 orang (57,5%) dan berpengetahuan baik sebanyak 17 orang (42,5%).

Berdasarkan hasil penelitian tersebut peneliti mengklasifikasikan pertanyaan tentang pertumbuhan menjadi beberapa pokok bahasan diantaranya:

a. Berat badan

Berat badan merupakan ukuran antropometrik yang terpenting, dipakai pada setiap kesempatan memeriksa kesehatan anak pada setiap kelompok umur. Merupakan hasil keseluruhan peningkatan jaringan-jaringan tulang, otot, lemak, cairan tubuh dan lainnya. Merupakan indikator tunggal yang terbaik pada waktu ini untuk keadaan gizi dan keadaan tumbuh kembang (Narendra, et. al, 2010)

Pada penelitian ini dapat dilihat pertanyaan mengenai berat badan bayi diantaranya usia 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan dan 12 bulan. Untuk pertanyaan berat badan bayi usia 3 bulan mayoritas ibu menjawab benar yaitu sebanyak 34 orang (85,0%) dan sisanya menjawab salah. Selanjutnya pertanyaan bayi tentang berat badan usia 6 bulan kebanyakan ibu juga menjawab benar yaitu sebanyak 29 orang (72,5%) dan 11 orang (27,5%) menjawab salah. Pada pertanyaan tentang berat badan usia bayi 9 bulan sekitar 25 orang (62,5%) menjawab dengan benar dan sisanya menjawab salah dan pada pertanyaan terakhir tentang pertumbuhan berat badan bayi usia 1 tahun sebanyak 33 orang (82,5%) ibu menjawab benar dan 7 orang (17,5%) menjawab salah. Menurut asumsi peneliti pada pertanyaan tentang berat badan, mayoritas ibu dapat menjawab dengan benar karena pengukuran berat badan dilakukan setiap kali ibu datang berkunjung ke klinik untuk melakukan pemeriksaan ataupun posyandu sehingga ibu tahu bagaimana penambahan berat badan bayinya walaupun beberapa ibu lainnya tidak tahu tentang berat badan bayi semestinya pada setiap usia pertumbuhannya.

b. Panjang Badan

Panjang badan merupakan ukuran antropometrik kedua yang terpenting setelah berat badan. Pada saat penelitian dilakukan, banyak responden yang tidak tahu tentang panjang badan bayi mereka. Karna pengukuran panjang badan hanya dilakukan sesaat setelah lahir.

Beberapa pertanyaan tentang panjang badan bayi pada penelitian ini dapat dilihat pada usia 1 bulan, 5 bulan, 8 bulan dan 10 bulan. Pada usia 1 bulan panjang badan bayi dapat mencapai 55 cm dimana 27 orang (67,5%) ibu menjawab benar. Selanjutnya pada usia 5 bulan dimana panjang badan bayi sudah mencapai 60 cm hanya 18 orang (45,0%) ibu menjawab benar dan mayoritas ibu menjawab salah sebanyak 22 orang (55,0%). Pada usia 8 bulan panjang badan bayi dapat mencapai 69 cm dimana pada pertanyaan ini sebanyak 19 orang (47,5%) ibu menjawab benar dan 21 orang (52,5%) ibu menjawab salah.

Selanjutnya sebanyak 29 orang (72,5%) menjawab salah dan 11 orang (27,5%) menjawab benar pada pertanyaan tentang panjang badan bayi usia 10 bulan. Pada pertanyaan tersebut peneliti menyebutkan bahwa panjang badan bayi usia 10 bulan adalah 1 meter dimana seharusnya panjang badan normal bayi usia 10 bulan adalah sekitar 67,0 - 74,5 cm.

Berdasarkan hasil jawaban tersebut dapat dilihat bahwa mayoritas ibu tidak tahu tentang ukuran panjang badan bayi seharusnya. Meskipun pengukuran panjang badan menjadi pengukuran antropometrik terpenting kedua setelah berat badan, namun pertambahan panjang badan sangat bermanfaat dalam penilaian dan analisis pertumbuhan anak (Muslihatun, 2010).

Pada saat penelitian dilakukan, responden mengatakan bahwa bayi mereka tidak pernah dilakukan pengukuran panjang badan kecuali saat baru lahir. Hal ini yang menyebabkan mayoritas ibu tidak mengetahui panjang badan bayi mereka. Menurut asumsi peneliti, pemeriksaan panjang badan jarang dilakukan karena perlunya tenaga tambahan untuk melakukan pemeriksaan. c. Pertumbuhan gigi

Menurut Widyastuti pertumbuhan gigi terjadi pada usia yang berbeda-beda, tergantung pada irama pertumbuhan gigi masing-masing. Gigi pertama umumnya tumbuh pada usia antara 6 sampai 14 bulan.

Pada penelitian ini pertanyaan tentang awal mulai pertumbuhan gigi terdapat pada usia 4 bulan dimana mayoritas responden menjawab benar sebanyak 27 orang (67,5%) dan sisanya menjawab salah. Selain itu pada usia 7 bulan terdapat pertanyaan mengenai gigi bayi yang mulai tumbuh dimana sebanyak 26 orang (65,0%) ibu menjawab benar dan 14 orang (35,0%) menjawab salah.

3. Pengetahuan Ibu tentang Perkembangan

Penelitian tentang pengetahuan ibu mengenai perkembangan menunjukkan mayoritas pengetahuan ibu tentang perkembangan adalah baik sebanyak 26 orang (65,0%) dan berpengetahuan cukup sebanyak 14 orang (35,0%). Penilaian dalam pengetahuan tentang perkembangan mencakup dalam aspek motorik kasar, perkembangan sosial, dan perkembangan bahasa.

Pada penelitian ini mayoritas pertanyaan yang digunakan adalah mengenai motorik kasar diantaranya saat usia bayi 1 bulan, bayi sudah dapat menghisap ASI dengan baik dimana sebanyak 35 orang (87,5%) ibu menjawab benar dan

5 orang (12,5%) menjawab salah. Selanjutnya pada pertanyaan tentang bayi merangkak usia 5 bulan, dimana pertanyaan tersebut mayoritas responden menjawab salah yaitu 26 orang (65,5%) dan sisanya menjawab benar. Menurut Soetjiningsih (1995) menyatakan bahwa usia rata-rata anak belajar merangkak saat ia mulai dapat duduk tanpa bantuan yaitu antara usia 6-9 bulan. pada usia ini bayi akan mulai merangkak untuk meraih benda atau mendekati seseorang. Asumsi peneliti, mayoritas responden menjawab salah karena menurut responden kegiatan merangkak akan terjadi segera setelah bayi dapat telungkup dengan sendirinya yaitu sekitar usia bayi 4 bulan.

Pada perkembangan bahasa bayi berupa ucapan “mama/papa” mayoritas responden menjawab benar sebanyak 32 orang (80,0%) dan 8 orang (20,0%) menjawab salah. Hal ini menunjujjan perkembangan normal bayi usia 11 bulan dimana bayi mulai berbicara walaupun belum sempurna (Widyastuti, 2011).

Dokumen terkait