BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.5 Pembahasan
Efektivitas Pengendalian Internal pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk Cabang Medan Balai Kota
Berdasarkan uraian yang telah dijabarkan sebelumnya mengenai pelaksanaan pengendalian internal pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk Cabang Medan Balai Kota, maka penulis berpendapat bahwa pelaksanaan pengendalian internal telah berjalan dengan efektif sesuai ketentuan yang ada dilihat dari kriteria pengendalian internal yang efektif.
1. Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian amat penting dikarenakan menjadi dasar keefektifan unsur-unsur pengendalian intern yang lain. Lingkungan pengendalian di dalam perusahaan meliputi sikap kesadaran para karyawan terhadap pentingnya pengendalian internal dalam perusahaan tersebut. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap lingkungan pengendalian adalah struktur organisasi, kode etik perusahaan, serta praktik kepersonaliaan.
Kebijakan kode etik perusahaan pada Bank Muamalat dituangkan pada tujuh code of conduct yaitu:
• Mentaati peraturan perundang-undangan dan ketentuan perusahaan
Memegang teguh rahasia bank dan perusahaan
• Tidak menerima dalam bentuk apapun terkait tugas dan jabatan
• Menjunjung kehormatan perusahaan dan karyawan
• Bekerja sesuai dengan prinsip syariah
• Berpegang teguh pada akhlak Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari
• Bertanggung jawab terhadap kesalahan dan pelanggaran yang dilakukan
- Struktur Organisasi
Bank Muamalat Cabang Medan memiliki struktur organisasi yang baik, hal ini dapat dilihat pada pembagian tugas dan batasan wewenang masing-masing karyawan.
- Dewan Direksi dan Komite Audit
Dewan direksi yang efektif adalah yang bersifat independen terhadap manajemen. Sedangkan komite audit bertanggung jawab sebagai komunikator, baik bagi internal auditor maupun eksternak auditor.
2. Penaksiran Risiko
Perubahan-perubahan yang terjadi dalam perekonomian, industri, serta kondisi operasional internal dapat menimbulkan risiko berbeda. Manajemen yang tanggap
harus mengembangkan suatu mekanisme sehingga risiko yang mungkin dapat terjadi dapat segera dideteksi dan diatasi. Identifikasi dan penganalisaan risiko merupakan sebuah proses yang berlangsung secara terus menerus pada pengendalian intern. Pihak manajemen terkait, penting untuk memahami mengenai pengetahuan dalam penilaian risiko, seperti pengidentifikasian risiko terhadap laporan keuangan, pengevaluasian kinerja, kemungkinan terjadinya perubahan dalam hal teknologi, hingga keputusan manajemen atas suatu produk atau tindakan yang akan dilaksanakan.
Pelaksanaan proses identifikasi risiko dilakukan dengan analisis karakteristik risiko yang melekat pada produk dan kegiatan usaha bank. Sedangkan untuk pengukuran risiko, Bank Muamalat melakukan evaluasi secara berkala terhadap kesesuaian asumsi, sumber data, dan prosedur yang digunakan untuk mengukur
risiko dan penyempurnaan terhadap sistem pengukuran risiko apabila terdapat perubahan kegiatan usaha, produk, transaksi dan faktor risiko yang bersifat material pada Perseroan. Pemantauan risiko dilakukan dengan evaluasi terhadap eksposur risiko dan penyempurnaan proses pelaporan apabila terdapat perubahan kegiatan usaha, produk, transaksi, faktor risiko, teknologi informasi, dan sistem informasi manajemen risiko yang bersifat material.
Risiko operasional merupakan risiko kerugian yang diakibatkan oleh kegagalan atau tidak memadainya proses internal, manusia dan sistem, atau sebagai akibat dari
kejadian eksternal. Manajemen risiko operasional Bank Muamalat dilakukan sesuai ketentuan PBI Nomor 5/8/PBI/2003 tentang Implementasi Manajemen Risiko untuk Bank Umum. Manajemen risiko operasional untuk mengelola potensi risiko operasional yang kemungkinan dapat timbul, sehingga menyebabkan kerugian bank. Salah satu tugas utama dari Operational & Other Risks Management Department adalah memastikan fungsi independen operational risk assessment telah berjalan efektif oleh operational risk officer pada Divisi Manajemen Risiko. Selain itu, departemen ini bertugas memberikan risk opinion terhadap segenap operational risk, reputation risk maupun strategic risk yang dihadapi bank secara keseluruhan sehubungan dengan pelaksanaan aktivitas bank.
Pengidentifikasian dan pengukuran risiko operasional dilakukan oleh resident auditor yang ada di cabang seluruh Indonesia. Temuan pemeriksaan yang dilaporkan dengan menggunakan media Lembar Kerja Pencatatan Penyimpangan dan Transaksi Berisiko (LKPPTB). Pelaporan risiko operasional dilakukan oleh Operational & Other Risks Management Department, melalui pelaporan manajemen risiko triwulanan kepada Bank Indonesia dan bulanan untuk keperluan internal. Sedangkan untuk pengendalian risiko operasional dilakukan oleh seluruh Operation Manager dan Divisi Operasi Nasional. Pada dasarnya setiap karyawan bertanggung jawab meminimalisir kemungkinan terjadinya risiko dalam setiap aktivitas operasional. Bank Muamalat berkomitmen penuh untuk senantiasa meningkatkan kemampuan pengelolaan risiko operasional secara profesional dan konsisten.
3. Aktivitas Pengendalian
Aktivitas pengendalian berupa kebijakan dan prosedur yang termasuk di dalamnya memberi jaminan atas tindakan yang dilakukan dalam mencapai tujuan organisasi dan mencegah terjadinya risiko. Hal ini meliputi:
Pemisahan tugas
Kontrol yang jelas atas setiap transaksi dan aktivitas perbankan lainnya
Pengendalian fisik atas aset dan catatan-catatan penting
Pengecekan dan evaluasi secara independen atas target dan kinerja 4. Komunikasi dan Informasi
Komunikasi informasi Bank Muamalat ditangani oleh Public Relations yang berada di bawah Divisi Corporate Secretary yang bertugas merangkum seluruh komunikasi internal dan eksternal, antara organisasi dengan semua khalayak dalam rangka mencapai tujuan spesifik.
Fungsi Public Relations, adalah :
1. Menjaga reputasi Bank Muamalat
2. Menjalin dan membina hubungan harmonis dengan seluruh stakeholders secara eksternal
3. Membantu manajemen dalam menyampaikan informasi dan tanggap terhadap opini, serta isu publik terkait perusahaan
4. Menciptakan dan memelihara alur komunikasi, pengertian, dukungan, serta kerja sama perusahaan dengan publik
Tanggung Jawab Utama Public Relations :
1. Merencanakan strategi dan konsep untuk meningkatkan corporate image 2. Membuat strategi above the line & below the line advertising
3. Mempersiapkan strategi budgeting promotion and advertising 4. Menganalisis dan memilih sponsor sesuai skala prioritas 5. Mempersiapkan dan melaksanakan corporate events 6. Mempersiapkan dan melaksanakan corporate publications
7. Berkoordinasi dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) dalam pelaksanaan
corporate social responsibility
8. Merencanakan dan melaksanakan program internal relations
a. Media Penyebaran Informasi
Bank Muamalat menggunakan semua media yang tersedia untuk menyampaikan informasi yang berkaitan dengan Perseroan, antara lain sebagai berikut :
Media internet yang digunakan adalah situs web dengan alamat www.muamalatbank.com. Situs ini menyajikan beragam informasi Perseroan dengan komprehensif seperti produk, layanan, berita, laporan keuangan, dan edukasi perbankan syariah. Pada tahun 2010, situs Bank Muamalat berhasil meraih penghargaan Runner Up Website Terbaik Nasional dalam Lomba Ing Grya Perhumas Indonesia 2010 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia.
Media Massa Cetak
Bank Muamalat juga menggunakan media massa cetak. Sasaran internal perusahaan mencakup karyawan, nasabah, dan pemegang saham. Untuk keperluan penyebaran informasi internal telah diterbitkan majalah dengan nama “Muamalat Magazine”. Majalah ini berfungsi sebagai alat untuk mengkomunikasikan informasi yang berkaitan dengan Perseroan dan edukasi perbankan syariah, produk dan layanan, serta kebijakan Bank Muamalat. Sedangkan komunikasi eksternal Perseroan menargetkan masyarakat umum sebagai sasaran penyebaran informasi. Bentuk komunikasi eksternal dapat berupa komunikasi komersial, publikasi, atau edukasi. Media penyebaran informasi eksternal menggunakan media cetak umumnya seperti majalah, koran, tabloid, billboard, spanduk, dan sebagainya.
Media Massa Elektronik
Media massa elektronik (radio dan televisi) digunakan sebagai alat untuk memberikan edukasi dan promosi kepada pendengar radio atau penonton televisi. Penyampaian informasi dengan media tersebut dapat berupa iklan yang bersifat komersial dan tayangan eksklusif yang edukatif, seperti talk show atau liputan khusus.
Media Luar Ruang
Selain melalui media internet, media massa cetak dan media massa elektronik, Bank Muamalat juga menggunakan media luar ruang sebagai sarana penyampaian informasi atau promosi.
b. Pemberitaan
Publisitas melalui pemberitaan diyakini memiliki kontribusi amat besar dalam membangun citra positif Perseroan. Tercatat total pemberitaan dan editorial pada media massa nasional sejumlah 621 kali.
c. Kegiatan atau Event, dan Sponsorship
Penyebaran informasi juga dilakukan melalui kegiatan atau event, dan sponsorship sebagai salah satu alat dalam menyebarkan informasi.
5. Pemantauan
Pemantauan dilakukan oleh dewan komisaris. Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab, Dewan Komisaris bertindak secara independen, melaksanakan tugas secara obyektif, dan bebas dari tekanan dan kepentingan pihak manapun termasuk dalam hubungan sesama anggota Dewan Komisaris dan hubungan dengan Direksi. Hal ini dapat dilihat sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, Dewan Komisaris atau setiap anggota Dewan Komisaris bertugas :
a.Melakukan pengawasan dan pengurusan Perseroan oleh Direksi b. Memberi nasihat dan pengarahan strategis Perseroan
c. Memastikan bahwa sistem dan kebijakan pengaturan internal serta manajemen risiko berjalan dengan baik.
d. Memastikan dan mengembangkan praktek Good Corporate Governance telah diterapkan oleh Perseroan pada semua tingkat atau jenjang dalam setiap kegiatan bank.
e. Mengawasi efektifitas praktek penerapan Good Corporate Governance oleh Perseroan. Apabila diperlukan untuk mengubah atau menyesuaikan agar memperbaiki penerapan Good Corporate Governance.
f. Wajib melaporkan kepada Bank Indonesia paling lambat 7 (tujuh) hari kerja sejak ditemukannya :
• pelanggaran peraturan perundang-undangan dibidang keuangan dan perbankan
• suatu keadaan atau keadaan yang diprediksi dapat membahayakan kelangsungan usaha bank
Efektivitas Sistem Pemberian Produk Pembiayaan PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk
Sistem pemberian produk pembiayaan yang dilakukan PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk Cabang Medan Balai Kota sudah efektif, hal ini dilihat dari sistem pemberian produk pembiayaan sudah sesuai prinsip kredit:
a. Character, yaitu penilaian atas sifat pribadi yang mengajukan pembiayaan. Penilaian ini dilakukan dengan cara meneliti daftar riwayat hidup, reputasi dilingkungan, informasi antar bank, informasi yang bersangkutan dalam masyarakat baik yang sifatnya positif maupun negatif.
b. Capital, yaitu penilaian terhadap kemampuan dan keadaan keuangan/kekayaan dalam arti kemampuan untuk menyertakan dana atau modal sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisa laporan keuangan, akta pendirian dan akta perubahan.
c. Capacity, yaitu penilaian terhadap kemampuan untuk mengembalikan pinjamannya, dihubungkan dengan kemampuan untuk memperoleh penghasilan atau laba. Dalam penilaian ini didasarkan atas kemampuan nasabah/ mudharib pada masa sebelumnya, kemampuan berproduksi, keuangan dan manajemen penilaian kemampuan riil nasabah/ mudharib dilapangan.
d. Collateral, yaitu jaminan atau kemapuan nasabah/mudharib untuk menyerahkan barang jaminan sehubungan dengan fasilitas pembiayaan yang akan diberikan. Didalam keputusan Dewan Syariah Nasional No. 07/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan Mudharabah memang tidak diwajibkan Bank Syariah untuk meminta jaminan kepada mudharib, akan tetapi Bank Syariah akan meminta jaminan demi keamanan dalam pembiayaan yang akan diberikan sesuai dengan prinsip kehati- hatian. Kemudian dalam Undang-undang No. 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah pasal 1 angka 26 menentukan bahwa agunan adalah jaminan tambahan, baik berupa benda bergerak maupun benda tidak bergerak yang diserahkan oleh pemilik agunan kepada Bank Syariah dan atau unit usaha syariah guna menjamin pelunasan hutang nasabah yang difasilitasi.
e. Condition, yaitu penilaian terhadap faktor- faktor lingkungan seperti keadaan ekonomi, sosial, budaya, hukum, politik dan keamanan yang mungkin berpengaruh terhadap pekerjaan/usaha yang akan dibiayai dan kelancaran pengembaliannya.
Bank sebagai wakil shahibul maal menentukan pembatasan atau memberikan syarat kepada nasabah selaku mudharib dalam mengelola dana. Dalam hal jaminan, pada prinsipnya pembiayaan dapat dilakukan tanpa perlu adanya penyerahan jaminan oleh nasabah, namun untuk menghindari terjadinya penyimpangan oleh nasabah dan untuk mengurangi resiko. Pihak Bank akan meminta jaminan yang memadai dari nasabah dan pernyataan bahwa ia sanggup mengembalikan pembiayaan sesuai dengan yang telah dijanjikan.
Peranan Pengendalian, Internal dalam Menunjang Efektivitas Sistem Pemberian Produk Pembiayaan
Pengendalian internal yang diterapkan pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk sangat berperan dalam pencapaian efektivitas sistem pemberian produk pembiayaan, hal ini dapat dilihat dari tercapainya tujuan pengendalian internal yang berpengaruh terhadap efektivitas sistem pemberian produk pembiayaan.
1. Peranan Pengendalian Internal dalam Kegiatan Operasional yang Efisien dan Efektif PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk Cabang Medan Balai Kota melakukan pengendalian atas prosedur umum pembiayaan tujuannya adalah agar sistem pemberian pembiayaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga risiko kerugian baik materi maupun secara hukum dapat dihindari. Proses pengendalian yang ada dalam setiap tahapan pembiayaan, mulai dari permohonan pembiayaan hingga dana yang dipinjam itu dikembalikan, telah berjalan sesuai ketentuan yang ditetapkan, sehingga pengembalian pembiayaam berjalan dengan efektif. Jika ada laporan penyimpangan juga langsung
ditindak lanjuti manajemen sehingga dapat diselesaikan sedini mungkin dan diikuti dengan dilakukannya perbaikan prosedur.
2. Peranan Pengendalian Internal dalam Mendorong Keandalan Laporan Keuangan. Salah satu kegiatan dalam pengendalian internal adalah menjamin keandalan laporan keuangan. Hal yang dilakukan adalah secara langsung mengawasi transaksi yang terjadi sehingga data keuangan yang sah menjadi pendukung laporan keuangan yang bebas dari salah saji. Laporan keuangan harus berpedoman pada prinsip akuntansi yang berlaku umum untuk bank sehingga mudah dipahami.
3. Peranan Pengendalian Internal dalam Mendorong Ditaatinya Hukum dan Peraturan. PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk selalu berupaya menaati segala peraturan perundang-undangan dan hukum yang berlaku khususnya dalam pemberian kredit atau pembiayaan. Hal ini berguna mencegah timbulnya pelanggaran dan pengenaan sanksi, selain itu pihak manajemen bank dengan nilai etika yang dimiliki telah memberikan contoh yang baik bagi karyawannya dengan menjalankan tugas sesuai tanggungjawab dan wewenang yang dimiliki masing-masing.
Berdasarkan basil pengujian hipotesis telah diperoleh, presentase peranan pengendalian internal dalam menunjang efektivitas sistem pemberian produk pembiayaan sebesar 89,67 %. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian internal sangat berperan karena meliputi seluruh proses manajemen yang dirancang untuk memperoleh keyakinan yang memadai dalam pencapaian tujuan sistem pemberian produk pembiayaan. Hal ini
terlihat dari memadainya pengendalian internal yang diterapkan yang dapat dilihat dari efektivitas unsur-unsur pengendalian internal yaitu: lingkungan pengendalian, penaksiran resiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Meskipun ada keterbatasan pengendalian internal yang memungkinkan tidak tercapainya efektivitas sistem pemberian produk pembiayaan, dikarenakan adanya faktor-faktor lain yang tidak diteliti yang juga turut berperan dalam menunjang efektivitas sistem pemberian produk pembiayaan, pada dasarnya pengendalian internal pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Medan Balai Kota telah mendukung tercapainya efektivitas sistem pemberian produk pembiayaan. Hal ini dilihat dari penerapan prinsip dan prosedur- prosedur pemberian kredit atau pembiayaan yang baik, adanya jaminan dan agunan yang memadai, adanya kelancaran dalam pengembalian kredit atau pembiayaan dan pemberian pembiayaan yang selektif juga kesesuaian dengan peruntukkannya. Dengan demikian pengendalian internal yang ada pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Medan Balai Kota telah efektif dan berperan menunjang efektivitas sistem pemberian produk pembiayaan, yaitu berperan dalam mendorong efisiensi dan efektivitas operasional, mendorong keandalan laporan keuangan, dan mendorong ditaatinya hukum dan peraturan perundang-undangan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pada penelitian yang dilakukan pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk Cabang Medan Balai Kota, dapat disimpulkan bahwa pengendalian internal dan sistem pemberian produk pembiayaan yang dilaksanakan pada PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk Cabang Medan Balai Kota tersebut telah efektif. Hal ini dapat dilihat dari:
1. Pengendalian internal yang dilaksanakan telah memadai.
Hal ini didukung oleh hasil jawaban kuesioner yang berhubungan dengan efektivitas pengendalian internal sebesar 90, 99 % dan dibuktikan dengan adanya unsur-unsur berikut:
1) Lingkungan Pengendalian
a. Adanya struktur organisasi yang memadai yang dilengkapi dengan uraian tugas, tanggungjawab, dan wewenang yang jelas sehingga setiap karyawan dapat melaksanakan tugas masing-masing dengan baik.
b. Adanya alur yang sistematis dalam pemberian produk pembiayaan. c. Adanya etika perusahaan yang dapat dilihat dari code of conduct.
2) Penetapan Risiko Manajemen
Adanya perkiraan risiko dalam setiap perubahan secara internal, maupun perkembangan eksternal.
3) Aktivitas Pengendalian
a. Adanya otorisasi dari pejabat bank yang berwenang terhadap pemberian produk pembiayaan.
b. Adanya kaji ulang hasil yang tercapai (realisasi) dengan target yang
diharapkan.
4) Informasi dan Komunikasi
Tersedianya data dan informasi internal menyeluruh yang memadai, akurat, dan konsisten.
5) Pemantauan
a. Adanya auditor internal yang melakukan pemantauan terhadap
pelaksanaan dan kualitas pengendalian internal.
b. Adanya tindak lanjut yang segera oleh pejabat internal bank jika terjadi penyimpangan.
2. Sistem pemberian produk pembiayaan yang diterapkan di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Medan Balai Kota telah efektif.
Hal ini didukung hasil jawaban kuesioner yang berhubungan dengan efektivitas sistem pemberian produk pembiayaan sebesar 88,34 %. Dapat dibuktikan dari:
Cabang Medan Balai Kota telah sesuai dengan sistem dan prosedur yang telah ditetapkan, sehingga tidak ada penyalahgunaan atau manipulasi data nasabah.
b. Adanya jaminan yang memadai sesuai dengan jumlah kredit atau pembiayaan
yang diberikan kepada nasabah sehingga dapat dijadikan sebagai jaminan keamanan pembiayaan oleh bank.
3. Peranan pengendalian internal dalam menunjang efektivitas sistem pemberian produk pembiayaan.
Pengendalian internal dalam menunjang efektivitas sistem pemberian produk pembiayaan sudah efektif. Hal ini didukung hasil jawaban kuesioner yang berhubungan dengan peranan pengendalian internal dalam menunjang efektivitas sistem pemberian produk pembiayaan sebesar 89,67% dapat dilihat dari:
a. Pengendalian internal yang efektif telah membantu menjaga kekayaan PT.
Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Medan Balai Kota sehingga keamanan dana yang disalurkan terjamin.
b. Pengendalian internal yang baik telah mendorong ketelitian dan keandalaan data akuntansi sehingga dapat meminimalkan kasus rekayasa data.
c. Pengendalian internal yang baik telah mendorong dipatuhinya kebijakan
manajemen, sehingga tidak terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku yang telah ditetapkan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Medan Balai Kota.
Pengendalian internal yang ada di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Medan Balai Kota sudah baik. Sistem pemberian pembiayaan benar-benar melalui analisa serta perhitungan yang tepat sehingga risiko kemungkinan penyelewengan dapat diminimalisir. Sistem pemberian produk pembiayaan yang ada juga efektif. Hal ini dilihat dari pelaksanaan prinsip dan prosedur penyalurannya yang baik, pengembalian pinjaman yang lancar, dan kesesuaian pembiayaan dengan peruntukkannya sesuai dengan perjanjian.
5.2 Saran
Dari keseluruhan hasil penelitian yang dilaksanakan dan kesimpulan di atas, penulis menyarankan beberapa hal yang diharapkan berguna bagi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang Medan Balai Kota, dalam proses pengendalian terdapat beberapa hal penting yang sekiranya dapat menjadi pertimbangan bagi pimpinan antara lain:
1. Agar tetap menjadi lembaga keuangan yang benar-benar sesuai dengan syariah
Islam, maka PT. Bank Muamalat Indonesia diharapkan tetap konsisten dan menjaga produknya dari unsur riba.
2. Agar lebih efektif, diharapkan agar PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk Cabang
Medan secara rutin melakukan monitoring serta inspeksi secara mendadak kepada nasabah yang terikat dalam produk pembiayaan.
Indonesia Tbk Cabang Medan membuat laporan untuk mengetahui apakah pembiayaan yang telah diberikan digunakan secara efektif serta sesuai dengan tujuan yang tercantum dalam syarat permohonan.
4. Agar di kemudian hari PT. Bank Muamalat Indonesia semakin memperluas
jaringannya sampai ke pelosok daerah sehingga pelayanan pembiayaan berbasis syariah dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Halim, Achmad Tjahjono, Fakhri Husein Muh., 2001. Sistem Pengendalian Manajemen, Edisi Pertama, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.
Agus, Sukrisno, 2001. Auditing (Pemeriksaan Akuntan), Jilid Dua, Edisi ketiga, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.
Antonio, Muhammad Syafi’i,2001. Bank Syariah: dari Teori ke Praktik,Gema
Insani Press,Jakarta.
Arikunto, Suharsimi, 2002. Metodologi Penelitian, Penerbit PT. Rineka Cipta, Jakarta.
Efferin, Sujoko, 2004. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Ikatan Akuntan Indonesia, 2001. Standar Profesional Akuntan Publik, Salemba
Empat, Jakarta.
Firdaus Rachmat, dan Maya Ramayanti 2004. Manajemen Perkreditan Bank Umum, Alfabeta, Bandung.
Kasmir, S.E., M.M., 2002. Dasar-Dasar Perbankan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Muhammad, 2002. Manajemen Bank Syariah, UPP STIM YKPN, Yogyakarta. Muljono, Teguh Pudjo, 1999. Bank Auditing, Revisi 5, Djambatan, Jakarta. Mulyadi, 2001. Auditing, Edisi 6, Salemba Empat, Jakarta.
Nasir, Mohammad, 2003. Metodologi Penelitian, Cetakan Keempat, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Simamora, Henry, 2001. Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Bisnis, Jilid Dua, Cetakan Pertama, Salemba empat, Jakarta.
Soekanto, Soerjono, 2003. Sosiologi Suatu Pengantar. Penerbit PT. Rajagrafindo
Utama, Jakarta.
Sutedi,S.H., M.H.,Adrian, 2009. Perbankan Syariah: Tinjauan dan Beberapa Segi Hukum, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Thoha, Miftah, 2004. Perilaku Organisasi (Konsep Dasar dan Aplikasinya), PT. Grafindo Persada, Jakarta.
Tugiman, Hiro, 2001. Standar Profesional Audit Internal, Edisi Kelima, Kanisius, Yogyakarta.
Usman, Rachmadi , 2001. Aspek-aspek hukum perbankan di Indonesia,Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Wiroso, S.E., M.B.A., 2005. Penghimpunan Dana dan Distribusi Hasil Usaha Bank Syariah, Grasindo, Jakarta.
Zulkifli, Sunarto, 2003. Panduan Praktis Transaksi Perbankan Syariah, Zikrul