• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Peneitian 1. Perrmasalah

a. Sistem Akuntansi Utang dan

Suatu sistem adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu sama dengan yang lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Suatu sistem diciptkan untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.

Sistem akuntansi tidak hanya digunakan untuk mencatat transaksi keuangan yang telah terjadi, namun memiliki peran yang besar. Sistem akuntansi digunakan untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan sebuah entitas, untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, untuk memperbaiki pengendalian akuntansi, untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan koperasi, dan untuk mengurangi biaya dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

Sistem akuntansi utang ialah semua hal yang berkaitan dengan simpan anggota, dan sistem akuntansi ialah semua hal yang berkaitan dengan pinjaman dan piutang. Fungsi yang terkait dengan sistem akuntansi utang dan yaitu ; Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Anggota. Dokumen yang digunakan berupa formulir permohonan, buku simpanan anggota dan kartu piutang . Dalam pencatatan menggunakan buku

keanggotaan koperasi, daftar simpanan anggota, buku kas masuk, daftar pinjaman anggota, buku kas keluar dan daftar piutang anggota. Secara umum sistem yang ada saat ini sudah memadai untuk merekam data akuntansi yang terjadi.

Sistem akuntansi utang dirancang untuk mencatat transaksi terjadinya utang dan berkurangnya utang. Pada koperasi Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin terjadinya utang yang berasal dari simpanan anggota. Kegiatan yang berawal dari anggota yang melakukan transaksi simpanan, mulai dari simpanan pokok,simpanan wajib, uang titipan. Sistem akuntansi untuk mencatat terjadinya utang terdiri dari jaringan prosedur permohonan calon anggota, persetujuan dan simpanan anggota.

Dokumen yang digunakan sudah memadai untuk merekam data akuntansi. Formulir Permohonan Calon Anggota dan menpunyai fungsi lain sebagai formulir permohonan pinjaman dan buku simpanan anggota yang diberikan kepada anggota baru sekaligus sebagai Kartu Tanda Anggota (KTA). Buku simpanan anggota, harus dibawa ketika melakukan simpanan. Simpanan wajib di potong dari gaji anggota atau dengan bagian pemasaran mengambil iuaran tersebut setiap bulan. Untuk simpan pokok, cukup bayar pada saat menjadi calon anggot koperasi.

Formulir yang digunakan menpunyai dua fungsi yang bias digunakan sebagai permohonan calon anggota dan permohonan pinjaman anggota. Hal ini dianggap efektif oleh pengurus, namun hal ini akan menbuat sulit pada saat pengarsipan dalam menbedakan antara permohonan calon anggota dengan permohonan pinjaman. Bukti kas masuk tidak digunakan pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin, karena sudah dicatat kedalam buku kas masuk sebagai pengganti.

Penggunaan catatan sudah memadai dalam merekam data akuntansi. Pencatatan data anggota dan penyimpanan koperasi menggunakan sistem manual yaitu dengan menggunakan buku sebagai media pencatatan dan penyimpanan. Dicatatan kedalam buku keanggotaan koperasi, daftar simpanan anggota, dan buku kas masuk. Jaringan prosedur pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin tidak ada masalah, namun pada fungsi yang terkait terkadang masih adanya perangkapan tugas.

Formulir permohonan calon anggota digunakan sebagai persetujuan bahwa calon anggota diterima kelayakan persyaratan yang kemudian dapat meminjam dan akan diberikan kartu piutang . Kartu piutang disimpan oleh anggota, yang kemudian akan digunakan pada

saat anggota melakukan transaksi pembayaran . Kartu piutang juga bias dikatakan sebagai pengganti buku kas keluar.

Dokumen dan pencatatan Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin sudah dapat dikatakan memadai dalam mengolah data akuntansi. Dalam pencatatan pinjaman anggota, Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin menggunakan sistem manual yaitu menggunakan buku besar sebagai media pencatatan dan penyimpanan serta pengarsipan. Besarnya pinjaman anggota per 31 Desember dan buku kas keluar. Pembayaran piutang akan dicatat kedalam daftar piutang anggota dan kartu piutang anggota. Untuk melakukan perhitungan piutang dan jasa pinjaman, pengurusan memerlukan alat bantu kalkulator sebagai media menghitung besarnya dan jasa pinjaman.

Sistem akuntansi untuk mencatat terjadinya pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin terdiri dari jaringan prosedur permohonan pinjaman, persetujuan pinjaman dan pinjaman. Dalam perosedur ini masih ada rangkap tugas antara fungsi bendahara dan sekretaris.

b. Sistem Pengendalian Intern

Sistem pengendalian intern yang baik diciptakan untuk mengontrol kegiatan koperasi. Sistem pengendalian intern dapat

mengurangi, mencegah terhadap tindakan-tindakan yang dapat merugikan koperasi. Sistem yang mengontrol semua fungsi pada Koperasi Pedagang Era Baru, dapat menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya.

Sistem pengendalian intern mempunyai tujuan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi, dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.

Berikut ini pelakasanaan sistem pengendalian intern Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin dan kelemahannya :

1) Struktur organisasi merupakan kerangka (Framework) pembagian tanggung jawab fungsional kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok perusahan. Pembagian tnggung jawab fungsional pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin pada suatu fungsi. Fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab penuh untuk melaksanakan semua tahap suatu transaksi. Pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin sudah ada pemisahan tanggung jawab secara fungsional yang sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Namun dalam kegiatan terkadang masih terjadi perangkapab tugas antara bendahara dan sekretaris. Tugas bendahara sewaktu-waktu bias diganti oleh sekretaris dan sebaliknya. Misalnya pada saat melakuakan transaksi

penerimaan piutang, penyimpanan, pencatatan, buku kas masuk dan buku kas keluar.

2) Sistem wewenang dan prosedur pencatatan pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin dalam sistem ototisasi sudah baik. Fungsi ketu sudah sesuai dalam hal ini, mengotorisasi setiap dokumen yang diperlukan. Dapat dilihat pada saat fungsi bendahara menyerahkan formulir permohonan pinjaman anggota untuk meminta otorisasi dari ketua.

3) Praktik yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin.

a) Formulir yang dibuat dalam transaksi pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin sudah memadai. Tidak semua informasi tersedia dalam formulir tersebut, belum ditemukannya nomor keanggotan pada formulir tersebut, belum ditemukannya nomor keanggotaan pada formulir permohonan dan pada fungsi sekretaris belum ditemukannya bukti kas masuk dan bukti kas keluar.

b) Selama ini belum ada pemeriksaan mendadak (surprised audit) dilaksanakan tanpa pemberitahuan dahulu.

c) Selama ini Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin dalam kegiatan tidak dilakukan oleh satu orang atau satu unit fungsi saja.

d) Keharusan pengambilan cuti bagi karyawan yang berhak saat ini belumada, karena mengingat jumlah pengurus pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin.

e) Mutu karyawan merupakan unsur sistem pengendalin intern yang paling penting. Tingkat pendidikan para pengurusan koperasi sudah memadai.

2. Alternatif Pemecahan Masalah

a. Sistem Pengendalian Intern yang Disaranakan

Sistem pengendalian intern pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin dalam pengelolaan informasi secara manual, dengan mesin pembukuan, maupun dengan komputer, sudah berjalan baik. Namun masih terdapat beberapa kelemahan dalam pengelolaan sistem. sistem pengendalian intern yang baik diciptakan untuk mengontrol kegiatan koperasi agar tidak merugikan koperasi dalam melakukan kegiatan dana agar dapat menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya.

Berdasarkan analisa permasalahan diatas, penulis memberikan pemecahan masalh untuk beberapa hal yang dianggap sebagai kelamahan, sebagai berikut :

1) Dalam pembagian tanggung jwab dalam pengelolaan koperasi sebaiknya dibagi beberapa tahap pengelolaan dari beberapa fungsi yang ada, sehingga semua tahap tidak hanya dilakukan oleh suatu

fungsi saja. Tugas yang sewaktu-waktu bias digantikan oleh fungsi bendahara dam sekretris. Sebaiknya pada saat pergantian tugas, harus ada otorisasi dari ketua.

2) Sistem otorisasi pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin saat ini sudah baik. Fungsi ketua sudah sesuai dalam hal ini, mengotorisasi setiap dokumen yang diperlukan.

3) Praktik yang sehat

a) Formulir permohonan dengan nomor urut tercetak belum ditemukan pada Koperasi Pedagang Eceran Baru. Sebaiknya formulir calon permohonan ditambahkan dengan nomor urut tercetak untuk mendorong adanya praktik yang sehat.

b) Sebaiknya dilakukan pemeriksaan mendadak (surprised audit) untuk mendorong pengurus dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.

4) Pengurus Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin dilihat dari tingkat pendidikan sudah memadai, namun sebaiknya sering diikuti sertkan dalam pelatihan koperasi, hal ini untuk meningkatkan keahlian para pengurus,

b. Sistem Akuntansi Yang Disarankan 1) Dokumen yang disarankan

Dokumen yang digunakan pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin sudah memadai, namun pada

formulir belum ditemukannya nomor keanggotaan serta bukti kas masuk dan keluar. Sebaiknhya pengurusan menggunakan nomor anggota untuk mempermudah dalam pengarsipan dokumen, menghindari terjadinya kesamaan nama dan memastikan bahwa calon peminjm benar-benar anggota koperasi. Bukti kas masuk dan keluar memudahkan pengurusan dalam pencatatan dan pengarsipan dokumen.

Gambar 11 Bukti Kas Masuk

Gambar 12 Bukti Kas Keluar

Sumber : Diolah Penulis

c. Catatan Akuntansi yang disarankan

Catatan akuntansi yang digunakan pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin sudah baik. Pencatatan keanggotan, penyimpanan, peminjaman dan piutang per anggota dicatat ke dalam buku besar pencatatan ini masih manual. Menggunakan sistem manual memungkinkan terjadinya arsip data yang hilang dan rusak. Sebaiknya pada Koperasi Pedagang Ecaran Era Baru juga menggunakan sistem

yang terkomputerisasi, hal ini memudahakan user untuk menginputkan data berdasarkan data simpanan dan pinjaman ke program di komputer yang selanjutnya akan diproses oleh program. Sistem komputer mentitikberatkan pengendalian melalui program komputer, sehingga pembagian tanggung jawab fungsional dalam pelaksanaan transaksi dapat dikurangi.

d. Jaringan Prosedur yang Digunakan

Berdasarkan analisis yang telah diuraikan sebelumnya, jaringan prosedur untuk transaksi utang dan pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin sudah cukup baik. Tidak ada perubahan mengenai jaringan prosedur hanya terdapat dalam sistem pencatatan yang dilakukan secara manual, diubah menjadi sistem terkomputerisasi.

Berikuti penulisan jelaskan jaringan prosedur masing-masing sistem untuk bagian-bagian yang mengalami perubahan dari sistem manual ke sistem terkomputerisasi.

1) Sistem akuntansi utang yang disarankan, terdiri dari: a) Jaringan prosedur anggota baru

Pada jaringan prosedur untuk anggota baru sistem manual digantikan dengan sistem terkomputerisasi yaitu pada pencatatan simpanan anggota dilakukan secara manual oleh bendahara digantikan dengan penginputan kedalam program berdasarkan laporan data anggota yang diberikan oleh sekretaris.

Berikut merupakan jaringan prosedur selengkapnya untuk anggota baru koperasi :

(1) Prosedur permohonan calon anggota

(a) Sekretaris Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin menyerahkan formulir permohonan calon anggota (FPCA) kepada calon anggota.

(b) Calon anggota menyerahkan formulir permohonan calon anggota yang telah diisi beserta copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Pas foto yang selanjutnya diserahkan kepada ketua untuk diotorisasi

(c) Formulir permohonan calon anggota (FPCA), copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan pas foto diserahkan kembali kepada sekretaris untuk diarsipkan berdasarkan tanggal dan menginput data anggota serta mencetak laporan data anggota yang kemudian diserahkan kepada bendahara.

(2) Prosedur simpanan anggota

(a) Berdasarkan laporan data anggota bendara menginput data simpanan anggota dan menginput data pemotongan gaji anggota kemudian mencetak DPG (daftar permotongan gaji)

(b) Kemudian bendahara mengotorisasi daftar pemotongan gaji (DPG) dan mengarsip laporan data anggota daftar pemotongan gaji (DPG) diserahkan kepada ketua untuk diorotisasi kembali.

(c) Bendahara menerima sejumlah uang atas tagihan pemotonga gaji dari bendaharawan gaji

(d) Bendara mencocokan DPG dengan uang yang diterima (e) Daftar pemotongan gaji (DPG) diserahkan kepada

anggota

(f) Bendahara menyerahkan buku kas masuk (BKM) 2 (dua) rangkap kepada ketua untuk diotorisasi.

(g) BKM yang telah diotorisasi oleh fungsi ketua kemudian didistribusikan. BKM lembar ke-1 diserahkan kepada fungsi sekretaris untuk dicatat kedalam buku kas (BK) dan buku simpanan anggota dan diarsip berdasarkan tanggal.

b) Jaringan prosedur anggota lama

Dalam jaringan prosedur anggota lama yang membedakan dengan anggota baru adalah anggota tidak perlu mengajukan permohonan calon anggota baru, tetapi langsung pada prosedur pemotongan gaji yang dilakukan oleh bendahara gaji. Pada jaringan prosedur untuk anggota lama sistem manual digantikan

dengan sistem terkomputerisasi yaitu pada pembuatan daftar potongan gaji yang dilakukan secara manual diganti dengan penginputan data pemotongan gaji anggota kedalam komputer menggunakan program aplikasi dan mencetak daftar potongan gaji yang akan diserahkan kepada ketua untuk diotorisasi. Berikut merupakan jaringan prosedur untuk anggota lama : (1) Prosedur simpanan anggota

(a) Pada akhir bulan bendahara mencetak rekap, kemudian daftar potongan gaji akan diserahkan kepada ketua untuk diotorisasi kembali.

(b) Bendahara menerima sejumlah uang atas tagihan pemotongan gaji dari bendaharawan gaji.

(c) Bendahara mencocok daftar pemotonga gaji dengan uang yang terima.

(d) Daftar pemotongan gaji diserahkan kepada anggota (e) Bendahara menyerahkan BKM 2 (dua) rangkap kepada

ketua untuk diotorisasi.

(f) BKM yang telah diotorisasi oleh fungsi ketua kemudian didistribusikan. BKM lembar ke- 1 diserahkan kepada bendaharawan gaji dan BKM lembar ke- 2 diserahkan kepada fungsi sekretaris untuk dicatat kedalam buku

kas (BK) dan Buku simpanan anggota dan diarsip berdasarkan nomor.

2) Sistem akuntansi yang disarankan

Pada jaringa prosedur untuk transaksi penginputan kedalam komputer dimulai dari fungsi sekretaris yang menginputkan data pinjaman anggota koperasi berdasarkan bukti kas keluar, slip gaji, dan formulir permohonan pinjaman yang menghasilkan daftar pemotongan gaji. Jaringan prosedur yang menbentuk sistem akuntansi Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin adalah: a) Prosedur permohonan pinjaman anggota.

(1) Sekretaris menerima permohonan pinjaman dari anggota dan menyerahkan formulir permohonan pinjaman kepada anggota

(2) Anggota menerima formulir dan mengisi disertai tanda tanga suami/istri dan perwakilan instansi terkait dari anggota dan diserahkan kepada bendahara.

b) Prosedur persetujuan pinjaman

(1) Fungsi bendahara menerima formulir yang telah diisi beserta slip gaji dan melakukan pemeriksaan kelayakan untuk memastikan jumlah gaji yang dimiliki anggota amsih cukup untuk membayar piutang pinjaman.

(2) Berdasarkan formulir permohonan pinjaman, slip gaji, BKK rangkap 1 dan 2 bendahara melakukan penginputan pinjaman dan mencetak DPG, kemudian bendahara mengotorisasi DPG yang selanjutnya diserahkan kepada ketua.

(3) Setelah diotorisasi oleh ketua BKK rangkap 1, DPG beserta uang diserahkan kepada anggota dan formulir permohonan pinjaman, slip gaji dan BKK rangkap 2 diserahkan kepada sekretaris

c) Prosedur penyerahan dan penginputan

(1) Bendahara membuatkan bukti kas keluar dua rangkap sebagai bukti pengeluaran kas dan mengotorisasi bukti kas keluar

(2) Berdasarkan formulir pomohonan pinjaman, slip gaji, BKK rangkap 1 dan 2 bendahara melakukan penginputan pinjaman dan mencetak DPG, kemudian bendahara mengotorisasi DPG yang selanjutnya diserahkan kepada ketua.

(3) Selelah diotorisasi oleh ketua BKK rangkap 1, DPG beserta uang diserahkan kepada anggota dan formulir permohonan pinjaman, slip gaji dan BKK rangkap 2 diserahkan kepada sekretaris.

d) Prosedur pencatatan

Berdasarkan formulir permohonan pinjaman, slip gaji dan BKK rangkap 2 fungsi sekretaris mencatat data peminjaman kedalam buku pinjaman anggota dan mengarsipkan berdasarkan tanggal.

e. Bagan alir dokumen

Bagan alir dokumen sistem informasi utang dan yang disarankan oleh penulis adalah sebagai berikut :

flowchart Sistem Akuntansi Utang Untuk Anggota Baru yang disarankan

flowchart Sistem Akuntansi Utang Untuk Anggota Baru yang disarankan

flowchart Sistem Akuntansi Utang Untuk Anggota Lama yang disarankan

Sumber : Diolah Penulis

Flowchart Sistem Akuntansi yang Disarankan

11

Bagan 10 (lanjutan)

Flowchart Sistem Akuntansi yang Disarankan

Sumber : Diolah Penulis

1

1

Sistem informasi akuntansi simpan pinjam pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin yang sedang berjalan pada saait ini sudah cukup memadai. Tidak perlu penambahan dalam catatan akuntansi, fungsi yang terkait dan jaringan prosedur pada sistem informasi akuntansi yang disarankan. Penulis hanya menyarankan sistem yang selama ini dikerjakan manual dapat dibuat menjadi terkomputerisasi. Catatan manual seperti buku kas masuk, buku simpanan dan buku pinjaman masih dapat digunakan walaupun sudah terdokumentasi dalam program dan disajikan daftar potongan gaji. Terdapat penyempurnaan dokumen tercetak untuk bukti kas masuk dan bukti kas keluar agar mempermudah pihak koperasi dalam pengarsipan dokumen.

f. Sistem Informasi Akuntansi Simpan Pinajam Berbasis Komputer pada Koperasi Pedagang Eceran Era Baru Banjarmasin.

1) Diagram Alir Data (DAD) / Data Flow Diagram (DFD) Sitem Informasi Akuntansi Utang Dan .

DAD/DFD merupakan suatu model yang menggambarkan aliran

data dan proses untuk mengolahan data dalam suatu sistem. Simbol

pengolahan digunakan untuk menunjukan tempat-tempat dalam

menjadi data yang mengalir ke luar. Berikut merupakan data flow

Bagan 8

Diagram berjenjang Sistem Informasi Akuntansi Utang

116

Bagan 9

Diagram Konteks Sistem Informasi Akuntansi Utang

Bagan 10

Diagram Level 0 Sistem Informasi Akuntansi Utang

Bagan 11

Diagram Level 1 Proses 1 Sistem Informasi Akuntansi Utang

Bagan 12

Diagram Level 1 Proses 2 Sistem Informasi Akuntansi Utang

Bagan 13

Diagram Level 1 Proses 3 Sistem Informasi Akuntansi Utang

2) Sistem Basis Data

Berikut merupakan penjelasan sistem basis data, penggunaan keterangan tambahan Yusdi untuk setiap tabel dan nama field merupakan identifikasi nama penulis dalam mengerjakan tugas akhir. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi potansi terjadi copy paste dalam menbuatan program aplikasi.

a) Desain basis data secara logika

Sistem basis data menjadi akurat, cepat dan efisien serta dapata memberikan data yang diharapkan, maka dibentuklah normalisasi, relasi antara tabel merupakan relasi dengan normalisasi bentuk ketiga (3NF). Adapun kriteria-kriteria yang menunjukan relasi antar tabel telah dalam bentuk normalisasi ketiga(3NF), Sebagai berikut :

(1) Relasi antara tabel telah memenuhi aturan bentuk normal pertama (1NF), yaitu nilai semua atribut tidak lagi bersifat atomic atau masih dapat dipecah menjadi unit-unot yang lebih kecil.

(2) Relasi anatar tabel memenuhi aturan bentuk normal kedua (2NF) yaitu :

(a) Berada pada bentuk normal pertama (1NF). Tidak lagi atribut bukan kunci hadir dalam relasi sehingga semua atribut pada relasi adalah pada TbAnggotaYusdi yang

menjadi kunci primer adalah NomorAnggotaYusdi yang menpunyai atribut nama anggota, dan lain-lain bergantung pada NomorAnggotaYusdi.

(b) Semua atribut bukan kunci memiliki ketergantungan fungsional (dependensi fungsional) dengan kunci utama (primary key). Contohnya pada TbAnggotaYusdi yang menjadi kunci primer adalah NamaAnggotaYusdi, KodeJenisPinjamanYusdi dan lain-lain bergantung pada NomorAnggotaYusdi. (3) Telah memenuhi aturan bentuk normal ketiga (3NF) yaitu;

(a) Berada pada bentuk normal kedua (2NF)

(b) Semua atribut bukan kunci tidak boleh memiliki ketergantungan fungsional terhadap atribut buka kunci lainnya, seluru atribut bukan kunci hanya memiliki tergantungan fungsional terhadap kunci primer di relasi itu saja.

Disamping telah memenuhi syarat bentuk ketiga (3NF) diatas, maka relasi antara tabel tersebut juga telah menghindarkan anomaly-anomali berikut :

(1) Anomali Penyisipan (insertion)

Anomali penyisipan merupakan kesalahan yang terjadi sebagai akibat dari operasi menyisipkan (insert)

tuple-record pada sebuah relasi. Misalnya TbAnggotaYusdi terdapat atribut NomorAnggotaYusdi yang berisi NA001 dan NA002. Anomali insertion akan terjadi jika pada TbSimpanYusdi yang atributnya NomorAnggotaYusdi diisi dengan NA003. Dengan relasi ini maka anomali ini dapat dicegah Karena penyisipan NA003 tersebut akan ditolak oleh relasi ini

(2) Anomali Penghapusan (delete)

Anomali penghapusan merupakan kesalahan yang terjadi sebagai akibat operasi penghapusan terhadap

record dari sebuah relasi. Misalnya TbSimpanYusdi

terdapat atribut NomorAnggotaYusdi yang berisi NA001 dan NA002. Anomali delete akan terjadi jika pada TbAnggotaYusdi yaitu NA002 dihapus. Dengan relasi ini maka anomaly ini dapat dicegah Karena penghapusan NA002 tersebut akan ditolak relasi ini.

(3) Anomali Modifikasi (Update)

Anomali modifikasi atau kesalahan mengubah adalah kesalahan pada waktu mengubah suatu data pada satu tabel, maka tabel lain juga ikut diubah. Misalhnya TbAnggotaYusdi terdapat atribut NomorAnggotaYusdi yang berisi NA001 diganti dengan NA002. Anomali

update akan terjadi jika pada TbSimpanYusdi yang

atribbutnya NomorAnggotaYusdi. Dengan relasi ini maka anomali ini dapat dicegah Karena perubahan NA002 tersebut akan diyolak oleh relasi ini.

125

Gambar 15 Relasi DataBase

Sumber : Diolah Penulis

1

2

(1) Tabel TbAnggotaYusdi

Tabel TbAnggotaYusdi merupakan tabel yang digunakan untuk menyimpan data anggota. Tabel ini memiliki jenis relasi one-to-many ke TbPinjamanYusdi, dan TbSimpanYusdi dengan

keyfield NomorAnggotaYusdi. Hal ini berarti bahwa

satu data anggota bisa mempunyai banyak data pada TbPinjamanYusdi dan TbSimpanYusdi.

(2) Tabel TbPinjamanYusdi

Tabel TbPinjamanYusdi merupakan tabel yang digunakan untuk menyimpan data pinjaman anggota. Tabel ini memiliki jenis relasi one-to-many ke TbAnggotaYusdi dan TbPiutangYusdi dengan keyfield NomorAnggotaYusdi, dan NoPinjamanYusdi. Hal ini berarti bahwa satu data pinjaman pada tabel anggota bisa mempunyai banyak data pada TbSimpanYusdi. (3) Tabel TbSimpanYusdi

Tabel TbSimpanYusdi merupakan tabel yang digunakan untuk menyimpan data simpan anggota seperti simpan wajib dan uang titipan anggota. Tabel ini memiliki jenis relasi one-to-many ke TbAnggotaYusdi dan TbPiutangYusdi dengan keyfield

NoTransaksiYusdi dan kunci tamu NomorAnggotaYusdi. Hal ini berarti bahwa satu anggota pada tabel bisa mempunyai banyak data pada TbAnggota serta TbPiutangYusdi bisa mempunyai banyak data dari TbPinjamanYusdi.

(4) TbJenisPinjamanYusdi

Tabel TbJenisPinjamanYusdi merupakan tabel yang digunakan untuk menampilkan JenisPinjaman. Tabel ini memiliki jenis relasi one-to-many ke TbPinjamanYusdi dengan keyfield

KodeJenisPinjamanYusdi.

(5) TbPiutangYusdi

Tabel TbPiutangYusdi merupakan tabel yang digunakan untuk memyimpan data pembayaran anggota. Tabel ini memiliki jenis relasi one-to-many ke TbPinjamanYusdi dengan keyfield NoPinjamanYusdi. (6) TbUserYusdi

Table TbUserYusdi merupakan table yang digunakan untuk menampilkan nama pengguna dan

password-nya, table ini memiliki jenis relasi

Dokumen terkait