a. Analisa Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin.
Berdasarkan analisa permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya, dapat ditemukan masih adanya kelemahan-kelemahan dalam sistem informasi akuntansi penerimaan kas yang berjalan pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin. Kelemahan-kelemahan yang terdapat pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin dalam sistem informasi akuntansi penerimaan kas adalah sebagai berikut :
1) Informasi yang diperlukan manajemen
Informasi yang disajikan untuk manajemen pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin untuk penerimaan kas selama ini
a) Informasi data tanah kavling yang berupa lokasi, harga dan no kavling.
b) Data nasabah
c) Bukti setoran dari pembayaran angsuran nasabah dan kwitansi pembayaran.
d) Laporan pemasukan kas 2) Fungsi yang terkait
Setiap transaksi pada umumya sudah melibatkan semua bagian, seperti bagian star administrasi marketing, bagian staf administrasi dan bagian kasir.
3) Jaringan Prosedur yang membentuk sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem informasi akunatnsi penerimaan kas pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin dalam prosedur penjualan tanah kavling sampai dengan pembuatan laporan harian kas masuk sudah baik karena tidak ada perangkapan tugas.
4) Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan dalam sistem penerimaan kas pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin seperti, laporan penjualan keseluruhan, bukti setoran dan lembar laporan harian kas masuk keseluruhan. Lembar laporan harian kas masuk hendaknya di tambah dengan tanggal pembuatan sehingga mudah untuk pengarsipan.
5) Catatan akuntansi yang digunakan
Catatan Akuntansi yang digunakan PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin rekap pemasukan kasir yaitu berisikan informasi arus kas masuk dan keluar yang menghasilkan sisa saldo di akhir bulan.
6) Sistem pengendalian intern
a) Struktur Organisasi yang memisahkan tugas
Struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab dan wewenang pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin sudah cukup baik karena masing-masing bagian sudah di tetapkan tugasnya masing-masing dan tidak adanya perangkapan tugas pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin.
b) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
Sistem otorisasi pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin sudah bagus karna semua dokumen di otorisasi oleh masing-masing bagian atas sepengetahuan direktur.
c) Praktik yang sehat
Uang yang di dapat dari penerimaan kas yang terjadi setiap harinya di setor kebagian HRD/ koordinator keuangan beserta laporan harian kas masuk di sore hari.
d) Mutu karyawan sesuai dengan tanggung jawabnya
Karyawan yang bekerja di PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin dianggap mampu melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya.
b. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pengeluaran Kas
Berdasarkan analisa permasalahan yang telah di uraikan sebelumnya, dapat ditemukan masih adanya kelemahan-kelemahan dalam sistem informasi akuntansi pengeluaran kas yang berjalan pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin. Kelemahan-kelemahan yang terdapat pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin dalam sistem informasi akuntansi pengeluaran kas adalah sebagai berikut : 1) Informasi yang diperlukan manajemen
Informasi yang diperlukan manajemen selama ini bukti kas keluar dan laporan pengeluaran kas keseluruhan.
2) Fungsi yang terkait
Sistem informasi akuntansi pengeluaran kas pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin terjadi perangkapan tugas fungsi kas juga sebagai fungsi akuntansi yang dilakukan hanya bagian HRD / koordinator keuangan.
3) Jaringan Prosedur yang membentuk sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem informasi akuntansi pengeluaran kas untuk beban beban oprasional pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin sudah adanya prosedur pembuatan bukti kas keluar.
4) Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin dalam sistem informasi akuntansi pengeluaran kas bukti kas keluar. Bukti kas keluar yang di gunakan tidak memiliki nomor urut tercerak hendaknya bukti kas keluar ditambah dengan no urut tercetak.
5) Catatan akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin dalam sistem informasi akuntansi pengeluaran kas adalah rekap pengeluaran kasir.
6) Sistem pengendalian intern
Sistem Pengendalian Intern dari sistem informasi akuntansi pengeluaran untuk beban oprasional pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin yang berjalan belum memenuhi unsur sistem informasi akuntansi pengeluaran kas yaitu :
a) Struktur Organisasi yang memisahkan tugas
Struktur organisasi yang tidak ada pemisahan tanggung jawab fungsional secara tegas antara bagian HRD/
koordinator keuangan yang merupakan fungsi pengeluaran kas, ternyata juga menangani dalam hal pencatatan laporan yang merupakan fungsi akuntansi. Selain itu kurang adanya pemeriksaan intern diantara organisasi terkait.
b) Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
Pengeluaran kas untuk beban oprasional di dasarkan atas bukti kas keluar yang di otorisasi oleh HRD / koordinator keuangan sebagai kasir keluar.
c) Praktik yang sehat
Setiap transaksi pengeluaran kas sudah di catat di dalam bukti kas keluar.
d) Mutu sesuai dengan tanggung jawabnya
PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin memiliki beberapa karyawan yang mampu melaksanakan pekerjaan yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
2. Alternatif Pemecahan Masalah
a. Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas yang disarankan
Berdasarkan permasalahan yang telah di uraikan, maka penulis memberikan alternative pemecahan masalah untuk memperbaiki sistem informasi akuntansi penerimaan kas pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin yaitu :
1) Informasi yang diperlukan manajemen
Informasi yang diperlukan manajemen yang disarankan penulis untuk sistem penerimaan kas yaitu:
a) Bukti setoran
b) Laporan penjualan per lokasi c) Laporan penjualan per tanggal d) Laporan angsuran per lokasi
e) Laporan angsuran per tanggal f) Laporan angsuran per nasabah g) Laporan angsuran per tunggakan h) Laporan penerimaan lainya per tanggal i) Laporan pengeluaran kas per tanggal j) Laporan pengeluaran kas per keterangan k) Laporan pemasukan kas keseluruhan l) Laporan buku kas
2) Fungsi yang terkait
Fungsi yang terkait pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin sudah cukup baik karena sudah memiliki fungsinya masing-masing.
3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin sudah cukup efektif karena sudah sesuai dengan keperluan dan kondisi perusahaan.
4) Dokumen yang disarankan
Dokumen yang disanrakan PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin dalam penerimaan kas adalah :
a) Bukti setoran
Dokumen ini dibuat oleh bagian staf administrasi sebagai bukti pembayaran angsuran dari nasabah. Bukti setoran dibuat sebanyak 3 rangkap. PT MAH Sajajar Djaya
Banjarmasin sebelumnya sudah menggunakan bukti setoran sebagai dokumen untuk merekam transaksi penjualan.
Gambar 27
Bukti Setoran (yang disarankan)
Sumber : Dibuat Oleh Penulis b) Laporan Penjualan per lokasi
Dokumen ini di buat oleh staf administrasi marketing. Dokumen ini digunakan sebagai transaksi penjualan harian maupun bulanan. Laporan penjualan ini gunanya untuk melihat pelaksanaan operasi penjualan dalam satu lokasi. Berikut desain laporan penjualan yang disarankan penulis.
Gambar 28
Laporan Penjualan Per lokasi (yang disarankan)
Sumber : Dibuat Oleh Penulis
c) Laporan penjualan per tanggal
Dokumen ini di buat oleh staf administrasi marketing. Dokumen ini digunakan sebagai transaksi penjualan harian maupun bulanan. Laporan penjualan ini gunanya untuk melihat pelaksanaan operasi penjualan dalam satu periode. Berikut desain laporan penjualan yang disarankan penulis.
Gambar 29
Laporan Penjualan Pertanggal (yang disarankan)
Sumber : Dibuat Oleh Penulis
d) Laporan angsuran per lokasi
Dokumen ini di buat oleh bagian kasir. Dokumen ini digunakan sebagai transaksi angsuran per lokasi. Laporan angsuran ini gunanya untuk melihat pelaksanaan operasi angsuran dalam satu lokasi. Berikut desain laporan angsuran per lokasi yang disarankan penulis.
Gambar 30
Laporan angsuran Per lokasi (yang disarankan)
Sumber : Dibuat Oleh Penulis
e) Laporan angsuran per tanggal
Dokumen ini di buat oleh bagian kasir. Dokumen ini digunakan sebagai transaksi dari pembayaran angsuran harian maupun bulanan. Laporan angsuran ini gunanya untuk melihat pelaksanaan transaksi pembayaran angsuran dari nasabah dalam satu periode. Berikut desain laporan angsuran yang disarankan penulis.
Gambar 31
Laporan Angsuran Pertanggal (yang disarankan)
Sumber : Dibuat Oleh Penulis
f) Laporan angsuran per nasabah
Dokumen ini di buat oleh bagian kasir. Dokumen ini digunakan untuk mengetahui jumlah bulan yang sudah di bayar dan sisa uang yang belum di bayarkan oleh nasabah.
Berikut desain laporan angsuran per nasabah yang disarankan penulis.
Gambar 32
Laporan Angsuran Per Nasabah (yang disarankan)
Sumber : Dibuat Oleh Penulis
g) Laporan penerimaan lainya pertanggal
Dokumen ini di buat oleh bagian kasir. Dokumen ini digunakan sebagai transaksi harian maupun bulanan dari
pembayaran patok, perawatan jalan, mutasi, balik nama, dll.
Berikut desain laporan penerimaan lainya pertanggal yang disarankan penulis.
Gambar 33
Laporan Penerimaan Lainya Per Tanggal (yang disarankan)
Sumber : Dibuat Oleh Penulis
h) Laporan pemasukan kas keseluruhan
Dokumen ini di buat oleh bagian kasir. Dokumen ini digunakan sebagai transaksi harian maupun bulanan dari total pemasukan kas keseluruhan dari transaksi penjualan, transaksi pembayaran angsuran maupunn dari penerimaan lainnya. Berikut desain laporan pemasukan kas keseluruhan yang disarankan penulis.
Gambar 34
Laporan Pemasukan Kas Keseluruhan (yang disarankan)
Sumber : Dibuat Oleh Penulis
5) Catatan akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang di sarankan dalam sistem penerimaan kas pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin adalah laporan rekap kasir, yang mana semua transaksi penerimaan dan pengeluaran semuanya terekam jadi satu . Berikut desain laporan rekap kasir yang disarankan penulis.
Gambar 35
Laporan Rekap Kasir (yang disarankan)
Sumber : Dibuat Oleh Penulis
6) Bagian Alir Dokumen Yang disarankan
Bagain alir dokumen sistem informasi akuntansi penerimaan kas yang disarankan pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin. Berdasarkan bagan alir dokumen penerimaan kas pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin yang di sarankan dapat di jelaskan sebagai berikut :
Bagan 4
Bagan Alir Dokumen Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin
Staf Administrasi
Kasir
FPKTK = Formulir Pendaftaran Kredit Tanah Kavling
SPJBKTK = Surat Perjanjian Jual Beli Kredit Tanah Kavling
LPH = laporan Penjualan Harian BS = Bukti Setoran
LPK = Laporan Pemasukan Keseluruhan
LHKM = Laporan Harian Kas Masuk BKM = Bukti Kas Masuk
LRK = Laporan Rekap Kasir LPK = Laporan Pemasukan Kas KP = Kwitansi Pembayaran
T
Koordinator Keuangan
Sumber : Dibuat Oleh Penulis
Direktur LPK
Otorisas i
5
Membuat LRK
T
Selesai LRK LPK
Beserta Uang
Membu at BKM
Cetak LRK
Otorisasi
Berdasarkan bagan alir dokumen sistem informasi akuntansi penerimaan kas pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin dapat dijelaskan sebagai berikut :
a) Staf Administrasi Marketing
(1) Menerima pendaftaran nasabah baru.
(2) Mengisi formulir pendaftaran kredit tanah kavling (formulir juga bisa di isi oleh nasabah yang bersangkutan).
(3) Input data nasabah baru.
(4) Melakukan transaksi penjualan tanah kavling dengan sistem komputer.
(5) Mencetak surat perjanjian jual beli kredit tanah kavling.
(6) Formulir pendaftaran kredit tanah kavling rangkap pertama di arsip permanen.
(7) Formulir pendaftaran kredit tanah kavling rangkap kedua di serahkan kebagian kasir beserta uang pendaftaran.
(8) Formulir pendaftaran kredit tanah kavling rangkap ketiga di serahkan nasabah.
(9) Memberitahu untuk membayar angsuran ke bagian staf administrasi marketing.
b) Staf adminstrasi
(1) Menerima pembayaran angsuran dari nasabah.
(2) Input transaksi angsuran dengan sistem komputer (3) Cetak bukti setoran sebanyak tiga rangkap.
(4) Bukti setoran rangkap pertama di berikan kepada nasabah.
(5) Bukti setoran rangkap kedua dan ketiga di berikan kepada bagian kasir.
(6) Menerima pembayaran patok, mutasi dan biaya lain-lain.
(7) Input transaksi penerimaan lainnya.
(8) Melakukan transaski dengan sistem komputer (9) Cetak kwitansi sebanyak 2 rangkap
(10) Kwitansi rangkap pertama di serahkan kepada nasabah (11) Kwitansi rangkap kedua di serahkan kebagian kasir.
e) Kasir
(1) Menerima formulir pendaftaran kredit tanah kavling beserta uang pendaftaran dari bagian staf admimistrasi marketing.
(2) Menerima bukti setoran rangkap kedua dan rangkap ketiga dari staf administrasi.
(3) Menerima kwitansi rangkap kedua dari bagian staf administrasi.
(4) Mencetak laporan pemasukan keseluruhan
(5) Formulir pendaftaran kredit tanah kavling, bukti setorang rangkap kedua dan ketiga dan kwitansi di arsip permanen oleh bagian kasir.
(6) Laporan pemasukan keseluruhan beserta uang di serahkan kebagian HRD / koordinator keuangan.
f) Keuangan
(1) Menrima laporan pemasukan keseluruhan beserta uang dari bagian kasir.
(2) Laporan pemasukan kseluruhan di otorisasi oleh bagian HRD / koordinator keuangan.
(3) Membuat bukti kas masuk.
(4) Bukti kas masuk di arsip permanen.
(5) Mencektak laporan rekap kasir.
(6) Cetak rekap kasir.
(7) Laporan rekap kasir di serahkan kedirektur dan meminta otorisasi di rektur.
b. Sistem informasi pengeluaran kas yang disarankan
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan, maka penulis akan memberikan alternatif pemecahan masalah untuk sistem informasi akuantansi pengeluaran kas pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin.
1) Informasi yang diperlukan manajemen yang disarankan
Informasi yang diperlukan manajemen yang disarankan penulis untuk sistem pengeluaran kas yaitu laporan pengeluaran kas per tanggal, laporan pengeluaran per keterangan.
2) Fungsi yang terkait
Fungsi yang terkait pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin yaitu fungsi kas sekaligus meakukan fungsi akuntansi
yang di lakukan oleh bagian HRD/ koordinator keuangan, bagian HRD/ koordinator keuangan bertanggung jawab untuk melakukan untuk mengeluarkan kas dan pencatatan pengeluaran kas serta membuat laporan.
3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem
Jaringan prosedur yang di sarankan dari sistem informasi akuntansi pengeluaran kas pelaksanaan prosedurnya berdasarkan pada diagram alir data yang di sarankan
a) Prosedur pengeluaran kas
Pada prosedur ini fungsi kas bertanggung jawab untuk membuat bukti kas keluar sebanyak dua rangkap, rangkap pertama di serahkan kepenerima dan rangkap kedua di arsip secara permanen berdasarkan nomor.
b) Prosedur pencatatan pengeluaran kas
Pada prosedur ini setelah fungsi kas membuat bukti kas keluar, di buatlah laporan pengeluaran kas oleh fungsi kas menggunakan program aplikasi.
4) Bagan alir dokumen yang di sarankan
Bagan alir dokumen sistem informasi akuntansi pengeluaran kas yang di sarankan pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin
Bagan 5
Bagan Alir Dokumen Sitem Informasi Akuntansi Pengeluaran Kas pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin.
HRD / Koordinator Keuangan
Mulai
LPK = Laporan Pengeluaran Kasir LRP = Laporan Rekap Kasir
Su
Berdasarkan bagan alir dokumen pengeluaran kas pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin yang disarankan dapat dijelaska sebegai berikut :
a) Membuat bukti kas keluar
b) Melakukan transaksi pengeluaran kas dengan sistem komputer.
c) Cetak bukti kas keluar sebanyak dua rangkap.
d) Di otorisasi oleh bagian HRD / koordinator keuangan.
e) Bukti kas keluar rangkap pertama di serahkan kepada penerima beserta uang dan meminta otorisasi penerima.
f) Mencetak laporan rekap kasir.
g) Bukti kas keluar di arsip permanen oleh bagian HRD / koordinator keuangan.
h) Laporan rekap kasir di serahkan ke direktur dan meminta otorisasi direktur.
5) Sistem Pengendalian Intern
a) Struktur Organisasi yang memisahkan tugas
Semua fungsi tidak boleh diberikan tanggung jawab penuh untuk melaksanakan semua tahap suatu transaksi. Hal ini dimaksud untuk menghindari terjadinya perangkapan tugas, sehingga tidak akan membuka kesempatan untuk melakukan penyimpangan dan kecurangan dalam transaksi pengeluaran kas yang terjadi. Pembagian tanggung jawab pada PT MAH Sajajar
Djaya Banjarmasin harus dipisahkan fungsi kas dan fungsi akuntansi. Fungsi kas memiliki wewenang untuk menangani kas yang keluar. Bagian akuntansi sebagai fungsi akuntansi memiliki wewenang untuk mencatat transaksi pengeluaran kas.
Dengan menggunakan program aplikasi yang telah dibuat oleh penulis maka fungsi akuntansi dalam hal pencatatan transaksi pengeluaran kas akan dilakukan oleh fungsi kas yang membuat berbagai laporan secara otomatis menggunakan prgram aplikasi.
b) Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
Bukti kas keluar di otoritas oleh bagian HRD / Koordinator keuangan.
c) Praktik yang Sehat
Secara periodik diadakan pencocokan jumlah fisik kas yang ada ditangani dengan jumlah kas menurut rekap pengeluaran kasir.
d) Mutu Karyawan Sesuai dengan Tanggung Jawabnya
PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin memiliki beberapa karyawan yang mampu melaksanakan pekerjaan yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
c. Sistem Informasi Akuntansi Penrimaan Kas dan Pengeluaran Kas Berbasis Komputer yang Disarankan
1) Normalisasi
Normalisasi adalah bagian perancangan basis data. Tanpa normalisasi sistem basis data menjadi tidak akurat, tidak efisien serta tidak memberikan data yang diharapkan. Berikut ini adalah penjelasan empat tahap normalisasi :
a) Unnormalisasi
Tabel-tabel data yang digunakan dalam mendesain sistem. Pada tabel terdiri dari field. Berikut ini field-field yang digunakan dalam mendesain sistem informasi akuntansi penerimaan dan pengeluaran kas pada PT MAH Sajajar Djaya Banjarmasin adalah sebagai berikut :
Tabel 6 Tabel Unnormalisasi
No Nama Field No kodekavlingMuna77
1 kodekavlingMuna77 24 kodenasabahMuna77
2 kodeblokMuna77 25 kodepemasarMuna77
3 kodelokasiMuna77 26 tanggalawalkontralMuna77 4 kodeukuranMuna77 27 tanggalahirkontrakMuna77
5 hargaMuna77 28 hargaMuna77
6 angsuranperbulanMuna77 29 biayaadminMuna77
7 sttskavling 30 keteranganMuna77
8 blokMuna77 31 noktpMuna77
9 Lokasi 32 namaMuna77
10 ukuranMuna77 33 tempatlahirMuna77
11 noTransaksiMuna77 34 tanggalLahirMuna77
12 tanggalMuna77 35 alamatnasabahMuna77
13 keteranganMuna77 36 nohpnasabahMuna77
14 biayaMuna77 37 pekerjaanMuna77
15 kodekontrakMuna77 38 namapekerjaanMuna77 16 namakontakdaruratMuna77 39 alamatpekerjaanMuna77 17 nohpkontakdaruratMuna77 40 namaahliwarisMuna77 18 alamatkontakdaruratMuna77 41 kodeangsuranMuna77 19 TanggalangsuranMuna77 42 namapemasarMuna77
20 AngsuranKeMuna77 43 noBKKMuna77
21 AngsuranTerbayarMuna77 44 tanggalMuna77 22 AngsuranPerbulanMuna77 45 keteranganMuna77 23 viapembayaranMuna77 46 biayaMuna77 Sumber : Dibuat Oleh Penulis
b) Bentuk normal pertama (1NF)
Bentuk normal pertama yaitu nilai untuk semua data adalah atomic, yang artinya data tersebut tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi unit-unit yang lebih kecil dan nilai berulang. Contohnya adalah tb_nasabahMuna77 terdapat field namaMuna77 dimana data tersebut tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi unit-unit yang lebih kecil.
c) Bentuk normal kedua (2NF)
Sebuah tabel bentuk normal kedua menyatakan tabel dengan kunci utama gabungan hanya terdapat pada bentuk 1 NF, tetapi tidak pada 2 NF. Sebuah tabel relasional berada pada bentuk normal kedua jika dia berada pada 1NF dan setiap kolom bukan kunci yang sepenuhnya tergantung dengan kunci utama. Contohnya data namaMuna77, kodenasabahMuna77 bergantung penuh pada kunci relasi kodenasabahMuna77 pada table tb_nasabahMuna77.
d) Bentuk normal ketiga (3NF)
Bentuk normal ketiga mengharuskan semua kolom pada tabel relasional tergantung hanya pada kunci utama.
Sebuah tabel relasional berada pada bentuk normal ketiga jika tabel sudah berada pada 2NF dan setiap kolom yang bukan kunci tidak tergantung secara transitif pada kunci utamnya. Contohnya pada TableDetailPenjualanMuna77 terdapat kolom bukan kunci namaMuna77, kolom tersebut tergantung sepenuhnya pada kunci utama kodekontrakMuna77 dan kodenasabahMuna77.
Selain telah memenuhi syarat bentuk normal ketiga (3NF) diatas, maka relasi antar tabel tersebut memenuhi anomali – anomali berikut :
(1) Anomali Penyisipan (Insertion)
Anomali penyisipan merupakan kesalahan yang terjadi sebagai akibat dari operasi menyisipkan (insert) tuple-record pada sebuah relasi. Misalnya tb_nasabah terdapat atribut kodenasabahMuna77 yang berisi KN00001 dan KN00002. Anomali insertion akan terjadi jika pada TableHeaderPenjualanMuna77 yang atributnya kodenasabahMuna77 diisi dengan KN00003.
Dengan relasi ini maka anomali ini dapat dicegah karena penyisipan KN00003 tersebut akan ditolak oleh relasi ini.
(2) Anomali Penghapusan (Deleting)
Anomali penghapusan merupakan kesalahan yang terjadi sebagai akibat operasi penghapusan terhadap record dari sebuah relasi. Misalnya tb_nasabahMuna77 dan TableHeaderPenjualanMuna77 terdapat atribut kodenasabahMuna77 yang berisi KN00001 dan KN00002. Anomali penghapusan akan terjadi jika pada tabel TableHeaderPenjualanMuna77 yang atributnya kodenasahMuna77 data KN00002
dihapus, tetapi KN00002 pada
TableHeaderPenjualanMuna77 masih ada. Dengan relasi ini maka anomali ini dapat dicegah karena penghapusan KN00002 tersebut akan ditolak oleh relasi
ini atau KN00002 juga terhapus pada TableHeaderPenjualanMuna77.
(3) Anomali Modifikasi (Update)
Anomali modifikasi atau kesalahan mengubah adalah kesalahan pada waktu mengubah suatu data pada satu tabel, maka tabel lain juga ikut dirubah. Misalnya tb_nasabahMuna77 terdapat atribut kodenasabahMuna77 yang berisi KN00001 dan KN00002 . Anomali update akan terjadi jika pada TableHeaderPenjualanMuna77 yang atributnya kodenasabahMuna77 diupdate dengan KN00003.
Dengan relasi ini maka anomali ini dapat dicegah
karena modifikasi KN00003 pada
TableHeaderPenjualanMuna77 tersebut akan ditolak oleh relasi ini.
2) Sistem Basis Data (SBD)
1) Desain Basis Data Secara Logika
Penambahan kata Muna77 pada setiap nama tabel dan nama field merupakan identifikasi nama penulis dalam mengerjakan tugas akhir. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi potensi terjadinya copy paste dalam pembuatan program aplikasi. Penambahan kata Muna77 tersebut sesuai dengan yang telah dianjurkan oleh pembimbing pada saat
bimbingan Tugas Akhir. Berikut ini akan penulis tampilkan diagram relasi antar tabel yang dapat dilihat pada Gambar berikut ini:
Gambar 36 Relasi Antar Tabel
Sumber : Dibuat Oleh Penulis
Penjelasan dari gambar relasi antar tabel pada gambar diatas adalah sebagai berikut :
(1) Tabel tb_kavlingMuna77 digunakan untuk menyimpan data tanah kavling baru dan memasukan data tanah kavling baru dengan keyfield kodekavlingMuna77. Tabel ini memiliki relasi one-to-many dengan tabel
TableHeaderPenjualanMuna77 dan
TablePenerimaanMuna77.
(2) Tabel tb_lokasiMuna77 digunakan untuk menyimpan data lokasi dan memasukan data lokasi baru dengan keyfield kodelokasiMuna77. Tabel ini memiliki relasi one-to-many dengan tabel tb_kavlingMuna77.
(3) Tabel tb_blokMuna77 digunakan untuk menyimpan data blok dan memasukan data blok baru dengan keyfield kodeblokMuna77. Tabel ini memiliki relasi one-to-many dengan tabel tb_kavlingMuna77.
(4) Tabel tb_ukuranMuna77 digunakan untuk menyimpan data ukuran dan memasukan data ukuran baru dengan keyfield kodeukuranMuna77. Tabel ini memiliki relasi one-to-many dengan tabel tb_kavlingMuna77.
(5) Tabel tb_pemasarMuna77 digunakan untuk menyimpan data pemasar dan memasukan data pemasar baru dengan keyfield kodepemasarMuna77. Tabel ini memiliki relasi one-to-many dengan tabel TableHeaderPenjualanMuna77.
(6) Tabel tb_nasabahMuna77 digunakan untuk menyimpan data nasabah dan memasukan data nasabah baru dengan keyfield kodenasabahMuna77. Tabel ini memiliki relasi one-to-many dengan tabel TableHeaderPenjualanMuna77 dan TablePenerimaanMuna77.
(7) Tabel TablePenerimaanMuna77 digunakan untuk
(7) Tabel TablePenerimaanMuna77 digunakan untuk