• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Dari analisis data diatas dapat diketahui bagaimana tingkat

kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan di KPP Pratama

Yogyakarta, KPP Pratama Sleman, KPP Pratama Wates, KPP Pratama

Wonosari pada tahun 2007, 2008, 2009. Berikut adalah pembahasan hasil

analisis tingkat kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan dalam

melaporkan/menyampaikan SPT Tahunannya.

1. Tingkat Kepatuhan Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Orang

Pribadi

Dari hasil analisa diketahui pada KPP Pratama Yogyakarta tahun

2007 tingkat persentase kepatuhan Wajib Pajak adalah sebesar 71% untuk

69

2009 tingkat persentase kepatuhan Wajib Pajak kembali mengalami

peningkatan yaitu sebesar 43%.

Berdasarkan hasil penelitian jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang

melaporkan/menyampaikan SPT Tahunannya di KPP Pratama Yogyakarta

pada tahun 2007 sudah melampaui target yang diberikan oleh Direktorat

Jenderal Pajak, yaitu sebesar 65% untuk setiap wilayah kerja Kantor

Pelayanan Pajak Pratama DIY, sedangkan 2008, 2009 belum melampaui

target yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak, yaitu sebesar 65% untuk

setiap wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama DIY.

Dari hasil analisa diketahui pada KPP Pratama Sleman tahun 2007

tingkat persentase kepatuhan adalah sebesar 56% untuk tahun 2008

mengalami peningkatan yang cukup besar yaitu sebesar 92%. Pada tahun

2009 tingkat persentase kepatuhan Wajib Pajak kembali mengalami

penurunan yaitu 70%.

Berdasarkan hasil penelitian jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang

melaporkan/menyampaikan SPT Tahunannya di KPP Pratama Sleman pada

tahun 2007 belum melampaui target yang diberikan oleh Direktorat Jenderal

Pajak. Sedangkan tahun 2008, 2009 sudah melampaui target yang diberikan

oleh Direktorat Jenderal Pajak, yaitu sebesar 65% untuk setiap wilayah kerja

Kantor Pelayanan Pajak Pratama DIY.

Dari hasil analisa diketahui pada KPP Pratama Wates pada tahun

2007 tingkat persentase kepatuhan adalah sebesar 72% untuk tahun 2008

70

tahun 2009 tingkat persentase kepatuhan Wajib Pajak kembali mengalami

penurunan yang sangat signifikan yaitu sebesar 98%.

Berdasarkan hasil penelitian jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang

melaporkan/menyampaikan SPT Tahunannya di KPP Pratama Wates pada

tahun 2007, 2008, 2009 sudah melampaui target yang diberikan oleh

Direktorat Jenderal Pajak, yaitu sebesar 65% untuk setiap wilayah kerja

Kantor Pelayanan Pajak Pratama DIY.

Dari hasil analisa diketahui pada KPP Pratama Wonosari pada tahun

2007 tingkat persentase kepatuhan adalah sebesar 50% untuk tahun 2008

mengalami peningkatan yang cukup besar yaitu sebesar 88%. Pada tahun

2009 tingkat persentase kepatuhan Wajib Pajak kembali mengalami

peningkatan yaitu sebesar 101%.

Berdasarkan hasil penelitian jumlah Wajib Pajak Orang Pribadi yang

melaporkan/menyampaikan SPT Tahunannya di KPP Pratama Wonosari pada

tahun 2007 belum melampaui target yang diberikan oleh Direktorat Jenderal

Pajak, sedangkan tahun 2008, 2009 sudah melampaui target yang diberikan

oleh Direktorat Jenderal Pajak, yaitu sebesar 65% untuk setiap wilayah kerja

Kantor Pelayanan Pajak Pratama DIY.

2. Tingkat Kepatuhan Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak Badan

Dari hasil analisa diketahui pada KPP Pratama Yogyakarta tahun

2007 tingkat persentase kepatuhan Wajib Pajak adalah sebesar 88% untuk

71

tahun 2009 tingkat persentase kepatuhan Wajib Pajak kembali mengalami

peningkatan yaitu sebesar 45%.

Berdasarkan hasil penelitian jumlah Wajib Pajak Badan yang

melaporkan/menyampaikan SPT Tahunannya di KPP Pratama Yogyakarta

pada tahun 2007 sudah melampaui target yang diberikan oleh Direktorat

Jenderal Pajak, yaitu sebesar 65% untuk setiap wilayah kerja Kantor

Pelayanan Pajak Pratama DIY, sedangkan 2008, 2009 belum melampaui

target yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak, yaitu sebesar 65%

untuk setiap wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama DIY.

Dari hasil analisa diketahui pada KPP Pratama Sleman tahun

2007 tingkat persentase kepatuhan adalah sebesar 51% untuk tahun 2008

mengalami penurunan yang cukup besar yaitu sebesar 47%. Pada tahun

2009 tingkat persentase kepatuhan Wajib Pajak kembali mengalami

penurunan yaitu 38%.

Berdasarkan hasil penelitian jumlah Wajib Pajak Badan yang

melaporkan/menyampaikan SPT Tahunannya di KPP Pratama Sleman

pada tahun 2007, 2008, 2009 belum melampaui target yang diberikan oleh

Direktorat Jenderal Pajak, yaitu sebesar 65% untuk setiap wilayah kerja

Kantor Pelayanan Pajak Pratama DIY.

Dari hasil analisa diketahui pada KPP Pratama Wates pada tahun

2007 tingkat persentase kepatuhan adalah sebesar 64% untuk tahun 2008

72

kepatuhan Wajib Pajak kembali mengalami penurunan yang yaitu sebesar

54%.

Berdasarkan hasil penelitian jumlah Wajib Pajak Badan yang

melaporkan/menyampaikan SPT Tahunannya di KPP Pratama Wates pada

tahun 2007, 2008, 2009 belum melampaui target yang diberikan oleh

Direktorat Jenderal Pajak, yaitu sebesar 65% untuk setiap wilayah kerja

Kantor Pelayanan Pajak Pratama DIY.

Dari hasil analisa diketahui pada KPP Pratama Wonosari pada

tahun 2007 tingkat persentase kepatuhan adalah sebesar 54% untuk tahun

2008 mengalami peningkatan yang cukup besar yaitu sebesar 77% tetapi

pada tahun 2009 tingkat persentase kepatuhan Wajib Pajak kembali

mengalami penurunan yang sangat signifikan yaitu sebesar 69%.

Berdasarkan hasil penelitian jumlah Wajib Pajak Badan yang

melaporkan/menyampaikan SPT Tahunannya di KPP Pratama Wonosari

pada tahun 2007 belum melampaui target yang diberikan oleh Direktorat

Jenderal Pajak, sedangkan tahun 2008, 2009 sudah melampaui target yang

diberikan oleh Direktorat Jenderal Pajak, yaitu sebesar 65% untuk setiap

wilayah kerja Kantor Pelayanan Pajak Pratama DIY.

3. Tingkat perbedaan Kepatuhan Pelaporan SPT Tahunan Wajib Pajak

Orang Pribadi dan Wajib Pajak Badan.

Selanjutnya penulis ingin mengetahui apakah terdapat perbedaan

73

penyampaian/pelaporan SPT Tahunannya. Untuk mengetahui perbedaan

tersebut maka data dianalisis menggunakan Independent Sampel T-test. Dari hasil perhitungan yang dilakukan, diperoleh hasil ada perbedaan yang

dignifikan antara Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan dalam

penyampaian/pelaporan SPT Tahunannya.

Hal ini dikarenakan Wajib Pajak Orang Pribadi menanggung

resiko sendiri akan segala sanksi perpajakan. Kecenderungan individu

merasa terbebani ketika menanggung resiko sendiri, sehingga dengan

anggapan tertib aturan maka produk hukum perpajakan tidak akan

ditujukan kepada Wajib Pajak tersebut. Hal tersebut menyebabkan tingkat

kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi menjadi tinggi.

Lain halnya dengan Wajib Pajak Badan, dikarenakan masih dalam

kesatuan unit usaha maka kecenderungan dimungkinkan tidak memiliki

komitmen atau tanggungjawab dari masing-masing individu. Adanya

anggapan bahwa sanksi perpajakan nantiya akan ditanggung oleh

perusahaan tersebut menyebabkan individu merasa tidak terbebani atas

sanksi perpajakan. Bisa juga dari staf pemimpinan itu sendiri yang kurang

kesadarannya untuk memenuhi perpajakan. Pemenuhan kewajiban

perpajakan dilaksanakan ketika adanya produk hukum yang diterbitkan

oleh KPP Pratama setempat dengan alasan peraturan dan praktek

perpajakan di Indonesia sangat komplek dan terus berubah, sehingga

seringkali para praktisi bisnis kesulitan untuk mengikuti perkembangan

74

Dokumen terkait