BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Pembahasan Indeks Kesukaran Soal Pilihan Ganda
Setelah indeks kesukaran diketahui, maka dapat diketahui kurang dari 14 siswa menjawab salah pada nomor 4, 7, 11, 12, 13, 15, 17, 20, 23,
31, 35 dan 41. Berdasarkan indeks kesukaran, soal-soal tersebut termasuk kualifikasi soal sukar.
Kesulitan yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan dagang :
a. Identifikasi Bukti Transaksi
Kualifikasi rata-rata indeks kesukaran soal pilihan ganda untuk indikator identifikasi bukti transaksi sebesar 0,53 yaitu berkategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata siswa tidak mengalami kesulitan yang mendalam dalam mengerjakan soal identifikasi bukti transaksi.
Namun demikian, berdasarkan analisis indeks kesukaran, soal no 41 termasuk soal yang sukar bagi banyak siswa. Soal tersebut berhubungan dengan sumber pencatatatan transaksi. Hal ini merupakan indikasi bahwa banyak siswa yang kurang paham mengenai macam-macam sumber pencatatan transaksi sehingga banyak siswa menjawab salah. Dari 30 siswa yang diteliti, ternyata hanya 2 orang menjawab benar soal no 41.
Naskah untuk soal 41 :
41.Sumber pencatatan transaksi pembelian adalah … a. Faktur asli
b. Nota debet asli c. Nota kredit salinan d. Nota kredit asli e. Faktur salinan
Kunci : C
Butir soal nomor 41 dengan materi identifikasi bukti transaksi merupakan butir yang sukar, butir ini dijawab benar oleh 2 orang peserta tes (7 %), jika diperhatikan daya pembeda butir ini adalah -0,1, tanda minus (-) bermakna bahwa peserta tes yang pandai justru menjawab salah soal ini sebaliknya bahwa peserta tes yang kurang pandai justru menjawab soal dengan benar. Rata-rata dari siswa menjawab soal ini dengan memilih jawaban A. Dari soal di atas kesulitan yang dihadapi siswa dikarenakan siswa kurang memahami mengenai jenis bukti transaksi yang digunakan, sehingga siswa bingung untuk memilih jawaban mengenai transaksi pembelian. Dengan demikian siswa salah dalam menjawab soal.
b. Jurnal khusus
Kualifikasi rata-rata indeks kesukaran soal pilihan ganda untuk indikator jurnal khusus sebesar 0,7 yaitu berkategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata siswa tidak mengalami kesulitan yang mendalam dalam mengerjakan soal jurnal khusus. Dalam materi jurnal khusus tidak terdapat soal yang sukar bagi siswa
c. Buku besar
Kualifikasi rata-rata indeks kesukaran soal pilihan ganda untuk indikator buku besar sebesar 0,7 yaitu berkategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata siswa tidak mengalami kesulitan yang mendalam dalam mengerjakan soal buku besar. Dalam materi buku besar tidak terdapat soal yang sukar bagi siswa
d. Laporan HPP
Kualifikasi rata-rata indeks kesukaran soal pilihan ganda untuk indikator laporan HPP sebesar 0,4 yaitu berkategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata siswa tidak mengalami kesulitan yang mendalam dalam mengerjakan soal Laporan HPP.
Namun semikian, berdasarkan analisis indeks kesukaran, soal no 7, dan 31 termasuk soal yang sukar bagi banyak siswa. Soal tersebut berhubungan dengan laporan HPP. Hal ini merupakan indikasi bahwa banyak siswa yang tidak dapat menghitung HPP, sehingga banyak siswa menjawab salah. Dari 30 siswa yang diteliti, ternyata hanya 6 orang benar menjawab soal no 7, dan 6 orang menjawab benar soal no 31.
Naskah soal :
7. Persediaan awal barang dagang Rp. 2.500.000,-. Persediaan akhir barang dagang Rp. 3.250.000,-. Pembelian Rp. 3.000.000,-. Penjualan Rp. 4.000.000,-. Besarnya HPP adalah ….
b. Rp. 2.250.000,- c. Rp. 3.750.000,- d. Rp. 5.500.000,- e. Rp. 8.750.000,- KUNCI : B
Butir soal nomor 7 dengan materi laporan HPP merupakan butir yang sukar, butir ini dijawab benar oleh 6 orang peserta tes (20 %), jika diperhatikan daya pembeda butir ini adalah 0,2. Rata- rata siswa menjawab soal ini dengan memilih jawaban C. Dari soal di atas kesulitan yang dihadapi siswa dikarenakan siswa kurang menguasai komponen untuk HPP. Di dalam menghitung HPP yang pertama adalah menghitung persediaan awal ditambah pembelian bersih setelah itu dikurangi persediaan akhir, namun disini siswa tidak mengerti urutan di dalam menghitung HPP, sehingga siswa salah dalam menjawab soal.
31.Perhitungan harga pokok penjualan akan muncul pada akhir tahun dalam laporan ….
a. laporan laba rugi d. laporan perubahan posisi
keuangan
b. laporan perubahan modal e. neraca
c. laporan keuangan KUNCI : A
Butir soal nomor 31 dengan materi laporan HPP merupakan butir yang sukar, butir ini dijawab benar oleh 6 orang peserta tes (20 %), jika diperhatikan daya pembeda butir ini adalah 0,4. Rata-rata siswa menjawab soal ini dengan memilih jawaban D. Dari soal di atas kesulitan yang dihadapi siswa
dikarenakan siswa kurang menguasai konsep laporan HPP, laporan keuangan terdiri dari laporan perubahan ekuitas, laporan laba rugi, laporan neraca, dan laporan arus kas. Disini siswa tidak mengetahui letak kegunaan laporan HPP di dalam laporan keuangan ,sehingga siswa salah dalam menjawab soal.
e. Jurnal penyesuaian.
Kualifikasi rata-rata indeks kesukaran soal pilihan ganda untuk indikator jurnal penyesuaian sebesar 0,37 yaitu berkategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata siswa tidak mengalami kesulitan yang mendalam dalam mengerjakan soal Jurnal penyesuaian.
Namun demikian, berdasarkan analisis indeks kesukaran, soal no 4, termasuk soal yang sukar bagi banyak siswa. Soal tersebut berhubungan dengan jurnal penyesuaian. Hal ini merupakan indikasi bahwa banyak siswa yang kurang paham terhadap materi jurnal penyesuaian, sehingga banyak siswa menjawab salah. Dari 30 siswa yang diteliti, ternyata hanya 8 orang menjawab benar soal no 4.
Naskah soal :
4. perusahaan dagang SEDATI mempunyai persediaan barang
dagangan sebagai pribadi per 1/1 Rp. 12.000.000,- dan per 21/12 Rp. 16.000.000,- . jika penyesuaian dilakukan dengan menggunakan ikhtisar laba/rugi, maka jurnal penyesuaian atas persediaan awal adalah ….
a. Ikhtisar laba/rugi Rp. 12.000.000,-
Persd. Barang dagangan Rp. 12.000.000,-
b. Ikhtisar laba/rugi Rp. 12.000.000,-
Modal Rp. 12.000.000,-
c. Persd. Barang dagang Rp. 12.000.000,-
Ikhtisar laba/rugi Rp. 12.000.000,-
d. Ikhtisar laba/rugi Rp. 16.000.000,-
Persd. Barang dagang Rp. 16.000.000,-
e. Persd. Barang dagang Rp. 4.000.000,-
Ikhtisar laba/rugi Rp. 4.000.000,-
KUNCI : D
Butir soal nomor 4 dengan materi jurnal penyesuaian merupakan butir yang sukar, butir ini dijawab benar oleh 8 orang peserta tes (27 %), jika diperhatikan daya pembeda butir ini adalah - 0,5, tanda minus (-) bermakna bahwa peserta tes yang pandai justru menjawab salah soal ini sebaliknya bahwa peserta tes yang kurang pandai justru menjawab soal dengan benar. Rata-rata siswa menjawab soal ini dengan memilih jawaban A. Dari soal di atas kesulitan yang dihadapi siswa dikarenakan siswa kurang memahami jurnal penyesuaian menggunakan pendekatan ikhtisar laba/rugi untuk menyesuaikan akun persediaan barang dagang. Siswa sebenarnya dapat menjurnal, namun terjadi kebingungan di dalam menentukan akun mana yang harus di letakkan di sisi debet dan di sisi kredit, serta jumlah nominalnya. Dengan demikian siswa salah dalam menjawab soal.
f. Penyusunan Laporan Keuangan
Kualifikasi rata-rata indeks kesukaran soal pilihan ganda untuk indikator laporan keuangan sebesar 0,6 yaitu berkategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata siswa tidak mengalami kesulitan yang mendalam dalam mengerjakan soal laporan keuangan.
Namun demikian, berdasarkan analisis indeks kesukaran, soal no 35 termasuk soal yang sukar bagi banyak siswa. Soal tersebut berhubungan dengan penyusunan laporan keuangan. Hal ini merupakan indikasi bahwa banyak siswa yang kurang paham mengenai macam-macam laporan keuangan sehingga banyak siswa menjawab salah. Dari 30 siswa yang diteliti, ternyata hanya 8 orang menjawab benar soal no 35.
Naskah soal :
35.Salah satu unsur laporan keuangan yang menggambarkan
keadaan (posisi) keuangan perusahaan adalah …. a. laporan laba rugi
b. laporan neraca
c. laporan perubahan posisi keuangan d. laporan perubahan modal
e. laporan perubahan laba ditahan. KUNCI : B
Butir soal nomor 35 dengan materi penyusunan laporan keuangan merupakan butir yang sukar, butir ini dijawab benar oleh 8 orang peserta tes (27 %), jika diperhatikan daya pembeda butir
ini adalah 0,3. Rata-rata siswa menjawab soal ini dengan memilih jawaban D. Dari soal di atas kesulitan yang dihadapi siswa dikarenakan siswa kurang memahami mengenai konsep laporan keuangan, siswa belum paham isi dan tujuan dari macam-macam laporan keuangan. Disini siswa mengalami kebingungan dalam mengerjakan soal ini,sehingga siswa salah dalam menjawab soal. g. Jurnal penutup.
Kualifikasi rata-rata indeks kesukaran soal pilihan ganda untuk indikator jurnal penutup sebesar 0,4 yaitu berkategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata siswa tidak mengalami kesulitan yang mendalam dalam mengerjakan soal jurnal penutup.
Namun demikian, berdasarkan analisis indeks kesukaran, soal no 11, 12, 13, 15 dan 17 termasuk soal yang sukar bagi banyak siswa. Soal tersebut berhubungan dengan jurnal penutup. Hal ini merupakan indikasi bahwa banyak siswa yang kurang paham terhadap materi jurnal penutup, sehingga banyak siswa menjawab salah. Dari 30 siswa yang diteliti, ternyata hanya 3 orang menjawab benar soal no 11, 1 orang benar menjawab soal no 12 , 6 orang menjawab benar soal no 13, 1 orang menjawab benar soal no 15, dan 5 orang menjawab benar soal no 17.
11.Jurnal penutup dalam siklus akuntansi perusahaan dagang dibuat dengan tujuan adalah ….
a. mengakhiri suatu siklus akuntansi perusahaan dagang. b. memperbaiki catatan akun tertentu agar laporan keuangan
menunjukkan keadaan yang sebenarnya. c. menguji keseimbangan pencatatan. d. me-nolkan seluruh akun riil. e. me-nolkan seluruh akun nominal. KUNCI : D
Butir soal nomor 11 dengan materi jurnal penutup merupakan butir yang sukar, butir ini dijawab benar oleh 3 orang peserta tes (10 %), jika diperhatikan daya pembeda butir ini adalah 0,2. Rata-rata siswa menjawab soal ini dengan memilih jawaban E. Dari soal di atas kesulitan yang dihadapi siswa dikarenakan siswa kurang memahami mengenai konsep dari jurnal penutup. Dengan demikian siswa tidak tahu apa tujuan dibuatnya jurnal penutup tersebut, sehingga siswa salah dalam menjawab soal.
12.Berikut daftar sebagian nama akun perusahaan dagang.
1. pembelian 4. Modal, sahabat
2. beban yang masih harus dibayar 5. Retur pembelian
dan pengurangan harga
3. pendapatan bunga 6. Piutang dagang.
Akun yang harus dibuat jurnal penutupnya adalah …. a. 1,2, dan 3 b. 4,5, dan 6 c. 2,4, dan 6 d. 1,3, dan 5 e. 1,4, dan 4 KUNCI : B
Butir soal nomor 12 dengan materi jurnal penutup merupakan butir yang sukar, butir ini dijawab benar oleh 1 orang peserta tes (3 %), jika diperhatikan daya pembeda butir ini adalah 0,1. Rata-rata siswa menjawab soal ini dengan memilih jawaban C. Dari soal di atas kesulitan yang dihadapi siswa dikarenakan siswa kurang memahami mengenai konsep jurnal penutup, siswa tidak tahu mengenai akun apa saja yang harus dibuat dibuat jurnal penutupnya, sehingga siswa salah dalam menjawab soal.
13.Pada perusahaan dagang terdapat sebagian akun , yaitu :
Prive,Adam Rp 500.000,-
Saldo Laba Usaha Rp 900.000,-
Jurnal penutup yang benar atas data di atas adalah …..
a. Prive Rp 500.000,-
Saldo Laba Rp 900.000,-
Ikhtisar laba rugi Rp. 1.400.000,-
b. Prive Rp 600.000,-
Modal Rp 500.000,-
c. Ikhtisar Laba rugi Rp 900.000,-
Modal Rp 900.000,-
d. Ikhtisar laba rugi Rp 1.400.000,-
Prive Rp 500.000,- Saldo laba Rp 900.000,- e. Prive Rp 500.000,- Saldo laba Rp 900.000,- Modal Rp 1.400.000,- KUNCI : C
Butir soal nomor 13 dengan materi jurnal penutup merupakan butir yang sukar, butir ini dijawab benar oleh 6 orang peserta tes (20 %), jika diperhatikan daya pembeda butir ini adalah 0,4. Rata-rata siswa menjawab soal ini dengan memilih
jawaban D. Dari soal di atas kesulitan yang dihadapi siswa dikarenakan siswa kurang memahami mengenai konsep jurnal penutup, siswa terkecoh dengan soal yang ada sehingga siswa menjadi bingung dalam membuat jurnal penutup soal tersebut, di dalam soal diberikan keterangan akun yang ada, namun jawaban yang benar hanya menunjukkan satu akun saja sehingga siswa salah dalam menjawab soal.
15.Daftar nama-nama akun perusahaan dagang :
1. Persediaan barang dagangan 2. Penjualan
3. Retur Penjualan dan pengurangan harga 4. Modal, Ali
5. Prive, Ali 6. Piutang bunga
7. Beban yang masih harus dibayar 8. beban angkut pembelian
Jika posting jurnal penyesuaian dan jurnal penutup sudah dilakukan, akun yang akan bersaldo nol adalah ….
a. 1,2,3, dan 5 d. 2,4,6,dan 8
b. 5,6,7, dan 8 e. 2,3,5,dan 8
c. 1,3,5, dan 7 KUNCI : C
Butir soal nomor 15 dengan materi jurnal penyesuaian merupakan butir yang sukar, butir ini dijawab benar oleh 1 orang peserta tes (3 %), jika diperhatikan daya pembeda butir ini adalah 0,1. Rata-rata siswa menjawab soal ini dengan memilih jawaban E. Dari soal di atas kesulitan yang dihadapi siswa dikarenakan siswa kurang memahami mengenai konsep jurnal penutup, soal tersebut meminta siswa menunjukkan akun mana saja yang nantinya akan bersaldo nol, disini siswa tidak mengetahui akun apa saja yang
harus dibuat jurnal penutup sehingga bersaldo nol, dengan demikian siswa salah dalam menjawab soal.
17.Neraca saldo setelah penutupan adalah tempat mencatat …
a. saldo akun riil dan nominal d. saldo buku besar
b. saldo akun nominal. e. saldo buku besar
pembantu c. saldo akun riil
KUNCI : A
Butir soal nomor 17 dengan materi jurnal penutup merupakan butir yang sukar, butir ini dijawab benar oleh 5 orang peserta tes (17 %), jika diperhatikan daya pembeda butir ini adalah 0,3. Rata-rata siswa menjawab soal ini dengan memilih jawaban C. Dari soal di atas kesulitan yang dihadapi siswa dikarenakan siswa kurang memahami mengenai konsep jurnal penutup, siswa kurang tahu apa kegunaan akun-akun yang telah dibuat jurnal penutup dan kegunaan neraca saldo setelah dibuatnya jurnal penutup, sehingga siswa salah dalam menjawab soal.
h. Jurnal penyesuaian kembali.
Kualifikasi rata-rata indeks kesukaran soal pilihan ganda untuk indikator jurnal penyesuaian kembali sebesar 0,6 yaitu berkategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata siswa tidak mengalami kesulitan yang mendalam dalam mengerjakan soal jurnal penyesuaian kembali.
Namun demikian, berdasarkan analisis indeks kesukaran, soal no 20,dan 23 termasuk soal yang sukar bagi banyak siswa. Soal tersebut berhubungan dengan jurnal penyesuaian kembali. Hal ini merupakan indikasi bahwa banyak siswa yang kurang paham dalam membedakan jurnal penyesuaian dan jurnal penyesuaian kembali, sehingga banyak siswa menjawab salah. Dari 30 siswa yang diteliti, ternyata hanya 5 orang menjawab benar soal no 20, dan 13 orang benar menjawab soal no 23.
Naskah soal :
20.Berikut data keuangan suatu perusahaan dagang.
1. dari jumlah pembelian perlengkapan sebesar Rp 500.000,- perlengkapan yang dipakai selama periode akuntansi Rp 350.000,-
2. bunga bank yang masih harus dibayar sebesar Rp 125.000,- Jurnal pembalik yang benar atas data tersebut adalah :
a. utang bunga Rp 125.000,- beban bunga Rp. 125.000,- b. beban bunga Rp 125.000,- utang bunga Rp. 125.000,- c. beban perlengkapan Rp 350.000,- beban bunga Rp 125.000,-
ikhtisar laba rugi Rp 350.000,-
utang bunga Rp 125.000,- d. beban perlengkapan Rp 350.000,- perlengkapan Rp 350.000,- e. Perlengkapan Rp 150.000,- beban perlengkapan Rp 150.000,- KUNCI : A
Butir soal nomor 20 dengan materi jurnal penyesuaian kembali merupakan butir yang sukar, butir ini dijawab benar oleh 5 orang peserta tes (17 %), jika diperhatikan daya pembeda butir
ini adalah 0,3. Rata-rata siswa menjawab soal ini dengan memilih jawaban C. Dari soal di atas kesulitan yang dihadapi siswa dikarenakan siswa kurang memahami konsep jurnal penyesuaian dengan baik yang mengakibatkan ketidakmampuan siswa dalam membuat jurnal penyesuaian kembali, sehingga siswa mengalami kebingungan dalam menyelesaikan soal jurnal penyesuaian kembali yang mengakibatkan salah dalam mengerjakan soal.
23.pada akhir tahun, terdapat jurnal penyesuaian piutang bunga didebet sebesar Rp. 150.000 dan pendapatan bunga dikredit sebesar Rp. 150.000,-. Maka jurnal pembaliknya adalah …
a. kas Rp 150.000,- piutang bunga Rp. 150.000,- b. pendapatan bunga Rp 150.000,- kas Rp. 150.000,- c. pendapatan bunga Rp. 150.000,- piutang bunga Rp. 150.000,- d. piutang bunga Rp. 150.000,- utang bunga Rp. 150.000 e. utang bunga Rp. 150.000,- kas Rp. 150.000,- KUNCI : C
Butir soal nomor 23 dengan materi jurnal penyesuaian kembali merupakan butir yang sedang, butir ini dijawab benar oleh 13 orang peserta tes (43 %), jika diperhatikan daya pembeda butir ini adalah - 0,3, tanda minus (-) bermakna bahwa peserta tes yang pandai justru menjawab salah soal ini sebaliknya bahwa peserta tes yang kurang pandai justru menjawab soal dengan benar. Rata-rata siswa menjawab soal ini dengan memilih jawaban C. Di dalam soal ini sebenarnya sudah memenuhi kriteria indeks
kesukaran yang sedang, namun disini ditemukan bahwa siswa yang menjawab benar merupakan siswa yang kurang pandai. Kesulitan yang dihadapi siswa disini yaitu karena kurang pahamnya siswa didalam konsep jurnal penyesuaian maka siswa juga akan mengalami kesulitan dalam memahami jurnal penyesuaian kembali. Siswa masih megalami kebingungan antara jurnal penyesuaian dan jurnal penyesuaian kembali. Banyak siswa disini mengerjakan jurnal penyesuaian kembali namun konsep yang digunakan merupakan konsep jurnal penyesuaian, hal ini yang menyebabkan siswa salah dalam mengerjakan soal ini.
2. Pembahasan hubungan Motivasi belajar siswa terhadap kesulitan siswa dalam menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan dagang.
Berdasarkan analisis data yang dilakukan menggunakan Spearman Rank diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan kesulitan siswa dalam menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan dagang. Dapat dilihat dari data yang ada bahwa deskripsi motivasi belajar siswa dapat dikategorikan memiliki motivasi yang cukup baik yaitu sebesar 40%. Motivasi adalah serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka, maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu (Sardiman A.M, 2008 : 75).Dengan adanya
motivasi belajar siswa yang tinggi, maka siswa dapat dengan baik memahami materi siklus akuntansi perusahaan dagang. Siswa yang memiliki motivasi yang besar dalam dirinya akan dengan giat dan memiliki rasa senang dalam mempelajari materi siklus akuntansi perusahaan dagang. Motivasi belajar siswa juga membantu guru dalam penyampaian materi. Siswa yang memiliki motivasi yang baik akan memiliki sikap aktif di dalam kelas, sehingga guru dapat mengetahui letak kesulitan siswa di dalam materi siklus akuntansi perusahaan dagang.
3. Pembahasan hubungan peran guru dalam kegiatan instruksional terhadap kesulitan siswa dalam menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan dagang.
Berdasarkan analisis data menggunakan Spearman Rank diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara peran guru dalam kegiatan instruksional dengan kesulitan siswa dalam menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan dagang.
Deskripsi peran guru dalam kegiatan instruksional menunjukkan bahwa peran guru di dalam memberikan materi siklus akuntansi perusahaan dagang dikategorikan tinggi yaitu memiliki persentase sebesar 57%, sehingga dari data di atas dapat ditunjukkan bahwa guru merupakan kunci keberhasilan siswa dalam menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan dagang.
Guru adalah orang dewasa yang paling berarti bagi siswa. Hubungan siswa dengan guru merupakan lingkungan manusiawi yang penting. Gurulah yang mendorong siswa untuk mempergunakan kemampuannya secara efektif, untuk belajar mengenal diri sendiri. Semakin baik guru dalam memberikan pengajaran, maka siswa akan memiliki ketertarikan dalam mengikuti pelajaran tersebut.
Hamalik (2009 : 196), mengatakan untuk melakukan hal ini, guru harus mengenal dirinya sendiri dan hubungannya dengan siswa, keadaan keluarganya, kapasitasnya, minatnya, dan perilakunya serta melengkapi dan mendalami pengetahuan tentang siswa. Ia haus mengetahui bahwa perannya tak terbatas sebagai pengajar saja, tetapi juga bertugas membantu siswa, mendorong mereka belajar secara optimal dengan memberikan bahan pelajaran yang bermakna bagi mereka dan kesempatan bagi siswa untuk turut menilai dan menentukan langkah-langkah kegiatan. Ini berarti bahwa guru berperan pula sebagai pembimbing.
Oleh karena itu peran guru sangat berpengaruh di dalam keberhasilan siswa menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan dagang.
4. Pembahasan hubungan peran guru dalam pengelolaan kelas terhadap kesulitan siswa dalam menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan dagang.
Berdasarkan analisis data menggunakan Spearman Rank diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara peran guru dalam pengelolaan kelas dengan kesulitan siswa dalam menyelesaikan siklus akuntansi perusahaan dagang. Deskripsi peran guru dalam pengelolaan kelas dikategorikan cukup baik, yaitu memiliki presentase sebesar 43%. Pengelolaan kelas yang efektif merupakan salah satu syarat bagi terbentuknya proses belajar mengajar yang efektif. Pengelolaan kelas adalah inti dari suatu organisasi yang
efektif. Mengelola kelas adalah suatu keterampilan yang
memungkinkan guru mengajar dan siswa belajar. Tanpa pengelolaan dan pengaturan yang efektif, maka proses belajar terganggu, dan guru kembali menertibkan, dan kadang-kadang mencerca siswa yang mengganggu selama pengajaran. Seperti yang dikatakan oleh Gilarso,1988 :2, tugas-pekerjaan guru di kelas adalah “membantu siswa belajar”, dengan mengatur proses belajar mengajar serta menyediakan kondisi belajar yang optimal. Guru tidak hanya seorang “pengajar” saja, tetapi lebih lebih seorang “pendidik” dan “manajer proses belajar mengajar” di kelas.
Pengelolaan kelas yang optimal akan menghasilkan kelas yang disiplin, sehingga membuat siswa dapat belajar dengan baik. Apabila
kondisi kelas tidak tercipta dengan baik, maka dapat dipastikan proses belajar dan mengajarpun tidak berlangsung dengan baik. Hal ini menyebabkan tidak adanya keserasian antara tugas dan sarana, kebutuhan dan pemenuhannya, sehingga tujuan dari proses belajar mengajar tidak terpenuhi dengan baik.
Seperti yang dikemukakan oleh Anastasia Emi Kusmawati (2010 : 66) dalam penelitiannya yang mengulas tentang keefektifan pengelolaaan kelas dalam proses belajar mengajar, apabila pengaturan kondisi belajar mengajar berjalan baik dan benar, maka siswa juga akan menunjukkan aktifitas aktifitas yang sesuai.
97