• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Statistik Deskriptif

1. Analisis Statistik

5.14. Pembahasan Hasil Penelitian

5.14.1.Pengaruh Perencanaan Anggaran Terhadap Penyerapan Anggaran. Pengujian pengaruh perencanaan anggaran terhadap variabel penyerapan anggaran menggunakan uji t dan diperoleh hasil tingkat signifikansi perencanaan anggaran sebesar 0.000 < dari α. (0.05).Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan anggaran berpengaruh positif signifikan terhadap penyerapan anggaran.

Pengaruh antara perencanaan anggaran dengan penyerapan anggaran adalah bahwa semakin baik perencanaan anggaran dilakukan di lingkungan Pemkab Langkat maka semakin terwujudnya penyerapan anggaran yang maksimal, hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Purtanto (2015) menyatakan bahwa faktor perencanaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran belanja Pemerintah Daerah Kota Tegal. 5.14.2. Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Penyerapan Anggaran.

Pengujian pengaruh komitmen organisasi terhadap variabel penyerapan anggaran menggunakan uji t dan diperoleh hasil tingkat signifikansi variabel komitmen organisasi 0,000<dari α (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap variabel penyerapan anggaran.

Pengaruh antara komitmen organisasi dengan penyerapan anggaran adalah bahwa dengan komitmen organisasi yang baik dapat meningkatkan penyerapan anggaran di lingkungan pemerintah daerah Kabupaten Langkat hal ini sesuai

pendapat dari luthans (2006) yang menyatakan komitmen organisasi merupakan sikap yang merefleksikan loyalitas karyawan pada organisasi dan proses berkelanjutan dimana anggota organisasi mengekspresikan perhatiaannya terhadap organisasi dan keberhasilan dan serta kemajuan yang berkelanjutan. 5.14.3. Pengaruh Perubahan Anggaran Terhadap Penyerapan Anggaran

Pengujian pengaruh variabel perubahan anggaran terhadap variabel penyerapan anggaran menggunakan uji t dan diperoleh hasil tingkat signifikansi perubahan anggaran yaitu 0,004 < dari α (0,05). Hal ini menunjukkan bahwa perubahan anggaran berpengaruh positif signifikan terhadap variabel penyerapan anggaran.Hal ini sejalan dengan penelitian Abdullah (2015) yang menyatakan bahwa perubahan anggaran berpengaruh terhadap serapan anggaran.Abdullah dan Nazry (2015) memberi bukti empiris tentang adanya perubahan alokasi belanja daerah karena adanya Perubahan dalam pendapatan daerah.perubahan anggaran bertujuan untuk menyesuaikan anggaran belanja dilakukan untuk membuat perencanaan program dan kegiatan menjadi lebih efesien dan efektif. Penyesuaian atas penerimaan dilakukan agar dana yang ada dapat dioptimalkan penggunaannya. Perubahan anggaran ini tentunya akan mempengaruhi penyerapan anggaran pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

5.14.4. Pengaruh Perencanaan Anggaran, Komitmen Organisasi, Perubahan Anggaran Terhadap Penyerapan Anggaran melalui Kualitas SDM. Berdasarkan hasil penelitian ini, kualitas SDM merupakan variabel intervening yang dapat memediasi hubungan antara perencanaan anggaran, terhadap penyerapan anggaran.Hal ini dapat dilihat dari hasil uji sobel yang memperoleh nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel, sehingga dapat

disimpulkan bahwa variabel kualitas SDM mampu memediasi hubungan antara perencanaan anggaran dengan penyerapan anggaran melalui kualitas SDM.Dengan kata lain perencanaan anggaran, berpengaruh positif terhadap penyerapan anggaran melalui kualitas SDM sebagai variabel intervening. Berdasarkan hasil uji sobel variabel komitmen organisasi menunjukkan hasil yang tidak signifikan hal ini berarti bahwa variabel komitmen organisasi tidak berpengaruh sebagai variabel intervening terhadap penyerapan anggaran melalui kualitas SDM. Beberapa alasan mengapa hal tersebut terjadi.1) Tidak satu visi dan misinya PPK dan Bendahara Pengeluaran dengan pengguna anggaran biasanya berimbas pada pergantian bendahara pengeluaran dalam waktu yang relatif singkat hal ini dapat di lihat pada tabel karaktersitik responden. Pada tabel karakteristik responden dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masa kerja dari PPK dan Bendahara SKPD berkisar antara 1-5 tahun sebanyak 15 atau 41,7% dan masa 6-10 tahun sebanyak 10 atau 27,8%2) Karena tingkat resiko yang diterima oleh masing- masing PPK dan Bendahara pengeluaran SKPD tidak sesuai dengan rewards atau penghargaan yang diberikan oleh masing masing pimpinan SKPD membuat pengelola keuangan khususnya bendahara pengeluaran merasa tidak nyaman dan tidak ingin bertahan di posisi jabatan dalam waktu yang lama. Hal- hal tersebut diduga memicu seringnya terjadi pergantian posisi pergantian bendahara pengeluaran di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat. Diduga Karena kurang memiliki komitmen organisasi dan loyalitas yang tinggi terhadap instansi dan atasan berdampak pada kurang maksimalnya penyerapan anggaran di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Hasil uji sobel pada variabel perubahan anggaran pada penelitian ini juga menunjukan bahwa variabel perubahan anggaran bernilai positif dan tidak signifikan, artinya perubahan anggaran bukan merupakan variabel intervening dan tidak memediasi hubungan antara perubahan anggaran terhadap penyerapan anggaran melalui kualitas SDM.Ada beberapa alasan mengapa perubahan anggaran perlu dilakukan, diantaranya (1) keterlambatan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan mengakibatkan berkurangnya waktu bagi eksekutif untuk merealisasikan program kegiatan dan pembangunan yang telah direncanakan, (2) besaran realisasi surplus/defisit dalam APBD berjalan berbeda dengan anggaran yang ditetapkan sejak awal tahun anggaran, (3) Target penerimaan yang telah ditetapkan pada awal tahun anggaran bisa berubah karena prediksi penerimaan yang kurang tepat, perubahan kebijakan tentang pajak dan retribusi daerah dan penyesuaian target berdasarkan perkembangan terkini. Disamping itu perubahan anggaran di duga karena kurangnya kemampuan SDM dalam merencanakan anggaran yang ada (program/kegiatan tidak sesuai ) sehingga sulit untuk direalisasikan hal ini dapat dilihat dalam karakteristik responden yang mengikuti diklat. Hasil karakteristik responden menunjukkan bahwa Bendahara/PPK SKPD minim (1-2) sebanyak 19 atau 52,8%, pernah (3-5) sebanyak 5 atau 13,9% dan sering (5-10) sebanyak 3 atau 8,3%. Masalah- masalah diatas jika dibiarkan akan mengganggu kinerja pemerintah sampai akhir tahun anggaran penetapan perubahan anggaran sudah mendekati akhir tahun anggaran maka waktu yang tersedia untuk melaksanakan kegiatan dari hasil perubahan anggaran tersebut juga sangat terbatas sehingga pada akhirnya akan banyak juga kegiatan dan projects tidak bisa dilaksanakan secara tuntas sampai akhir periode

anggaran atau sebagian harus dibatalkan karena tidak mungkin dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab perubahan anggaran tidak berpengaruh sebagai variabel intervening dan tidak mampu memediasi hubungan antara perubahan anggaran terhadap penyerapan anggaran melalui kualitas SDM pada Lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

BAB VI

Dokumen terkait