• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Pengetahuan ibu hamil tentang P4K sebagai upaya pencegahan komplikasi kehamilan

Berdasarkan tabel 5.2 sebagian besar responden menjawab benar pada pertanyaan mengenai kepanjangan P4K. Disini tergambar sebagian besar ibu hamil sudah mengetahui apa itu P4K. Dan sebagian besar responden menjawab salah pada pertanyaan mengenai bentuk pelaksanaan P4K.

Dari hasil pengkategorian pengetahuan ibu hamil tentang P4K sebagai upaya pencegahan komplikasi kehamilan sebagian besar mereka memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 33 responden (48,52%).

Menurut pendapat Notoatmodjo (2007), pengetahuan adalah merupakan hasil dari “tahu” dan hal ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu, pengetahuan disini menyangkut segala sesuatu yang dipahami dan diketahui oleh responden tentang Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) sebagai upaya pencegahan komplikasi kehamilan.

Dari hasil penelitian di dapatkan mayoritas responden berusia 20-30 tahun sebanyak 52 responden (76,47%).

Sesuai pendapat Hurlock (2004), bahwa usia dewasa (18 – 40 tahun) merupakan masa di mana seseorang secara maksimal mencapai prestasi yang memuaskan.

Usia sangat berperan penting dalam memahami suatu ilmu pengetahuan, semakin bertambah usia seseorang semakin banyak pengalaman dan informasi yang diperoleh (Notoadmodjo, 2007).

Selain dari usia yang dapat mempengaruhi pengetahuan ibu hamil adalah latar belakang pendidikan. Dari hasil penelitian didapatkan mayoritas tingkat pendidikan ibu hamil adalah SMA sebanyak 39 responden (57,35%).

Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock (2004), bahwa pendidikan berperan penting dalam menentukan kualitas manusia, dan akan dianggap lebih berpengetahuan apabila mengecap pendidikan.

Peneliti berasumsi bahwa pengetahuan yang baik bisa diperoleh ibu hamil berdasarkan usia dan tingkat pendidikan. Usia dikaitkan dengan pengalaman dan banyaknya informasi yang diperoleh ibu hamil. Semakin tua usia semakin banyak pengalaman dan informasi yang diperoleh sedangkan tingkat pendidikan dikaitkan dengan kemampuan dalam menyerap dan menerima informasi terutama dalam bidang kesehatan, makin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi tingkat pemahamannya. Semakin tinggi pendidikan semakin mudah orang tersebut untuk menerima informasi sehingga responden semakin mudah dan berwawasan luas tentang Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) sebagai upaya pencegahan komplikasi kehamilan karena mayoritas ibu hamil memiliki latar belakang pendidikan SMA, dan mayoritas berusia 20-30 tahun, selain itu ibu hamil juga sudah mendapatkan stiker P4K dan adanya peran aktif dari tenaga kesehatan setempat untuk memberikan penyuluhan dan informasi tentang P4K sehingga pengetahuan ibu hamil relatif lebih baik.

2. Sikap ibu hamil tentang P4K sebagai upaya pencegahan komplikasi kehamilan Berdasarkan hasil penelitian dari 68 responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sikap positif, yaitu sebanyak 42 responden (61,77%).

Berdasarkan tabel 5.4 pada pernyataan positif sebagian besar responden menjawab setuju pada pernyataan mengenai saat mendengar tentang P4K, ibu hamil merasa tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang P4K, disini responden memiliki sikap positif. Kemungkinan sikap positif responden karena mereka mengetahui bahwa program P4K ini sangat membantu dalam meningkatkan pelayanan ibu hamil agar melahirkan dengan aman dan selamat. Pada pernyataan negatif sebagian besar responden menjawab tidak setuju pada pernyataan mengenai ibu hamil yang tidak memeriksakan kehamilannya tidak akan mendapat stiker P4K, disini terlihat responden mempunyai sikap yang positif, hal ini mungkin disebabkan karena mereka mengetahui dan merasakan bahwa dalam pelaksanaannya program P4K melibatkan seluruh komponen masyarakat baik pemerintah maupun nonpemerintah.

Hal ini sama dengan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya tentang sikap terhadap pelaksanaan P4K yaitu penelitian yang dilakukan oleh Novika (2008) di Kelurahan Kuningan Timur Jakarta Selatan dengan hasil lebih dari separuh ibu hamil (63.3%) memiliki sikap yang baik tentang pelaksanaan P4K.

Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap stimulus atau objek. Sikap itu merupakan suatu kesiapan untuk bereaksi terhadap objek, individu akan membentuk sikap positif terhadap hal-hal yang dirasakannya akan mendatangkan keuntungan dan membentuk sikap negatif terhadap hal-hal yang dirasakan akan merugikan dirinya (Azwar, 2009).

Peneliti berasumsi bahwa sikap adalah bagaimana kita suka atau tidak suka terhadap sesuatu dan pada akhirnya menentukan perilaku kita. Kaitannya dengan penelitian ini, ibu hamil yang mempunyai pengetahuan cukup tentang P4K maka akan membentuk sikap yang

positif pula tentang penerimaannya. Hal ini menunjukkan bahwa hampir sebagian besar ibu hamil cenderung mendekati dan mendukung pelaksanaan P4K sebagai upaya pencegahan komplikasi kehamilan sehingga kesiapan ibu hamil untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tersebut mempunyai reaksi terbuka. Hal ini terlihat pada hasil uji Crosstab yaitu 28 responden (41,17%) dengan sikap positif memiliki pengetahuan yang cukup tentang P4K. Berarti ibu hamil sudah cukup memahami penyuluhan yang diberikan oleh tenaga kesehatan setempat bahwa program P4K bertujuan untuk meningkatkan pelayanan ibu hamil agar melahirkan dengan aman dan selamat dan ditambah dengan latar belakang pendidikan ibu hamil yang mayoritas berpendidikan SMA dan berusia 20-30 tahun yang mempercepat pemahaman mereka sehingga mereka ikut mendukung pelaksanaan program P4K tersebut. 3. Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Ibu Hamil tentang Program Perencanaan

Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Sebagai Upaya Pencegahan Komplikasi Kehamilan

Berdasarkan uji statistik Chi Square diperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05) atau dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak maka terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pengetahuan dengan sikap ibu hamil tentang Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) sebagai upaya pencegahan komplikasi kehamilan.

Beberapa penelitian sebelumnya meneliti tentang hubungan tingkat pengetahuan terhadap pelaksanaan P4K. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Wahyuningrum (2007) yang menyimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang P4K dengan pelaksanaan P4K. Penelitian yang dilakukan oleh Yuliarti (2009) dengan hasil bahwa ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap ibu dengan penerapan P4K. Selain penelitian tersebut, ada pula penelitian yang dilakukan oleh Astuti (2010) dengan hasil bahwa ada hubungan yang bermakna antara penerapan P4K dengan upaya pencegahan komplikasi kehamilan.

Azwar (2009) berpendapat bahwa individu akan membentuk sikap positif terhadap hal-hal yang dirasakannya akan mendatangkan keuntungan dan membentuk sikap negatif terhadap hal-hal yang dirasakan akan merugikan dirinya. Kaitannya dengan penelitian ini bahwa semakin ibu hamil mengerti dan memiliki pengetahuan yang baik tentang manfaat dan keuntungan P4K, maka ibu hamil tersebut akan cenderung bersikap lebih positif.

Namun, dari hasil penelitian ditemukan ada beberapa responden yang memiliki pengetahuan baik tetapi memiliki sikap negatif tentang P4K dan ada beberapa orang responden yang memiliki pengetahuan kurang tetapi memiliki sikap positif tentang P4K, sehingga peneliti berasumsi bahwa ada kesenjangan antara hasil penelitian dengan teori yang dikemukakan oleh Azwar (2009). Hal ini disebabkan karena selain faktor pengetahuan, pembentukan sikap juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lain yaitu pengalaman pribadi, budaya, orang lain yang dianggap penting, lembaga pendidikan, media massa, dan emosi dalam diri individu itu sendiri yang mempengaruhi penerimaan ibu hamil terhadap P4K sebagai upaya pencegahan komplikasi kehamilan.

Dokumen terkait