Bab 5 Hasil Penelitian Dan Pembahasan
2. Pembahasan
2.1 Faktor-faktor yang menyebabkan stres pada mahasiswa Fakultas Keperawatan yang sedang menyelesaikan skripsi
Dari hasil penelitian yang diperoleh, pembahasan diuraikan untuk menjelaskan hasil tentang faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya stres pada mahasiswa Fakultas Keperawatan USU yang sedang menyelesaikan skripsi terkait dengan teori-teori di BAB 2 atau penelitian sebelumnya.
1) Faktor internal
a. Motivasi/harapan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34 orang (42%) selalu berusaha memenuhi target menyelesaikan skripsi, 54 orang (66,7%) bangga bila dapat
hari menyelesaikan skripsi dan tidak ada orang (0,0%) yang selalu memiliki jadwal tetap setiap hari mengerjakan skripsi. Hal tersebut juga sesuai dengan pernyataan Agoes (2003) bahwa setiap orang pasti mempunyai harapan dan keinginan akan tetapi sekaligus juga mempunyai keterbatasan untuk memperoleh harapan dan keinginannya. Kesenjangan antara harapan dan keterbatasan kemampuan inilah yang seringkali menimbulkan tekanan kejiwaan yang dikenal dengan stres.
b.Kondisi fisik
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 39 orang (48,1%) sering meluangkan waktu untuk beristirahat dengan cukup, 37 orang (45,7%) kadang- kadang tidak mengalami gangguan tidur selama proses menyelesaikan skripsi, 53 orang (65,4%) kadang-kadang tidak merasa jenuh dalam menyelesaikan skripsi dan hanya 2 orang (2,5%) selalu tidak merasa jenuh dalam meyelesaikan skripsi. Hal ini sesuai dengan pernyataan Minner (1985:120) dalam Agoes (2003) stres mempunyai dampak tehadap fisik, psikologis, kesehatan, kognisi dan organisasi diantaranya adalah mudah jenuh dan bosan, sulit beristirahat, dan mengalami gangguan tidur. Hal ini juga sesuai dengan pernyataan Selye dalam Yosep (2007) yang menyatakan bahwa tubuh akan memberikan reaksi fisik terhadap berbagai tantangan yang dijumpai dalam hidup dengan berusaha menyelaraskannya atau individu itu akan cukup cepat pulih kembali dengan adanya pengaruh pengalaman stres yang dialami sebelumnya.
c. Tipe kepribadian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 47 orang (58%) sering mengalihkan perhatian dengan kegiatan lain ketika bosan mengerjakan skripsi, 43 orang (53,1%) kadang-kadang tidak mudah marah dan tersinggung selama meyelesaikan skripsi, 59 orang (72,8%) selalu mendekatkan diri pada Tuhan YME saat bingung dan memiliki banyak masalah, 64 orang (79,0%) meyakini kekuatan doa dan membuat menjadi lebih tenang. Hal ini menunjukkan bahwa kepribadian yang dimiliki individu sangat besar pengaruhnya dalam menyikapi stres dan dampak yang dapat timbul akibat stres itu sendiri. Hal ini sesuai dengan pernyataan Rosenmen dan Chesney (1980) dalam Hawari (2001) bahwa tidak semua orang yang mengalami stressor psikososial yang sama akan mengalami stres tergantung pada kepribadian yang dimiliki oleh masing-masing individu tersebut. Dalam konsepnya Rosenmen dan Chesney menyatakan bahwa tipe keperibadian A lebih rentan terkena stres dari pada keperibadian tipe B. Meskipun demikian tidak berarti orang dengan kepribadian tipe A beresiko mengalami stres lebih besar daripada tipe kepribadian lain.
2) Faktor eksternal
a. Keluarga
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38 orang (46,9%) menyatakan keluarga mendukung dan sering menanyakan perkembangan skripsi dan hanya 3 orang (3,7%) menyatakan keluarga tidak pernah sangat mendukung dan menanyakan perkembangan skripsi, 42 orang (51,9%) menyatakan dukungan dan motivasi dari keluarga sering membuat semangat dalam mengerjakan skripsi.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Yosep bahwa kondisi keluarga yang tidak baik dapat menyebabkan keadaan seseorang menjadi bertambah stres dengan beban yang ada. Pendapat diatas juga didukung oleh pendapat Gottlieb dalam Santrock (2003) yang menyatakan bahwa keterikatan yang dekat dan positif dengan orang lain terutama dengan keluarga dan teman secara konsisten ditemukan sebagai pertahanan yang baik terhadap stres.
b. Hubungan interpersonal
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 44 orang (54,3%) sering menceritakan dan mendiskusikan masalah yang dihadapi dalam menyelesaikan skripsi dengan orang-orang disekitar mereka, 48 orang (59,3%) bersikap seperti biasanya saat sedang memiliki masalah dengan skripsi dan hanya 5 orang (6,2%) yang tidak bersikap seperti biasa pada orang lain saat memiliki masalah dengan skripsi. Hal ini menunjukkan bahwa stres yang dialami seseorang mempengaruhi keadaan emosional seseorang dan hubungannya dengan orang lain serta lingkungan. Pendapat ini di dukung oleh pendapat Fortuna dalam Yosep 2007 bahwa stres menyebabkan seseorang menjadi lebih sensitif dan cepat marah, ketidakmampuan menjalin hubungan baik dengan orang lain dengan cenderung mengekspresikan pandangan sinis terhadap orang lain, sulit untuk rileks dan merasa tidak berdaya.
c. Beban SKS
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29 orang (35,8%) kadang-kadang hadir tepat waktu saat perkuliahan, 30 orang (37%) kadang-kadang tidak pernah meninggalkan perkuliahan untuk menyelesaikan skripsi dan konsul, 44 orang
(54,3%) kadang-kadang dapat berkonsentrasi mengerjakan skripsi dan mengerjakan tugas-tugas mata kuliah lain dan hanya 4 orang (4,9%) yang dapat berkonsentrasi mengerjakan skripsi dan selalu mengerjakan tugas-tugas mata kuliah lain. Keadaan diatas sesuai dengan pernyataan Abraham dan Shaley dalam Yosep ( 2007) bahwa orang yang mengalami stres akan menunjukkan penurunan konsentrasi, perhatian, dan kemunduran memori. Keadaan ini akan menyebabkan kesalahan dalam memecahkan masalah dan penurunan kemampuan dalam merencanakan tindakan. Hal ini sesuai dengan kondisi mahasiswa di Fakultas Keperawatan USU dimana banyaknya beban kuliah yang ada dengan jadwal kuliah yang padat dan tugas-tugas yang harus diselesaikan bersamaan dengan mengerjakan skripsi membuat fokus mahasiswa menjadi bercabang.
d. Dosen pembimbing
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 32 orang (39,6%) kadang-kadang tidak mengalami kesulitan untuk menjumpai dosen pembimbing, 34 orang (42%) kadang-kadang memiliki jadwal konsul yang teratur dengan dosen pembimbing dan hanya 5 orang (6,2%) yang selalu memiliki jadwal konsul yang teratur dengan pembimbing, 44 orang (54,3%) menyatakan dosen pembimbing sering mengarahkan dan menjadi tempat diskusi yang baik, 39 orang (48,1%) responden menyatakan senang selama bimbingan dan tidak tertekan dengan revisi yang ada dan hanya 2 orang (2,5%) yang tidak senang selama bimbingan dan revisi yang diberikan. Hal ini sesuai dengan pendapat Juliandi (2003) yang menyatakan bahwa diantara kesulitan yang dihadapi mahasiswa selama proses menyelesaikan skripsi adalah dalam proses bimbingan dan revisi-revisi yang harus sesuai dengan
kemauan dosen membuat mahasiswa bosan dan jenuh dalam menyelesaikan skripsi. Keadaan diatas sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Lucyana (2006) dan Pranata (2009) yang menyatakan bahwa salah satu sumber stres mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi adalah dosen pembimbing. Pada hal peran dosen pembimbing sangat besar dalam memotivasi bahkan ikut serta mendorong menggapai target dalam penyelesaian skripsi. Hal ini sesuai dengan kondisi di Fakultas keperawatan USU dimana jadwal kuliah mahasiswa yang padat dan kesibukan yang dimiliki oleh dosen membuat sulitnya menyesuaikan waktu untuk bimbingan. Selain itu, dosen memberikan arahan yang kurang dipahami mahasiswa maksud dan tujuannya padahal tidak semua mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan dan pemahaman yang sama sehingga mahasiswa menjadi bingung dengan hal tersebut. Namun tidak semua stres yang terjadi disebabkan oleh dosen karena mahasiswa sendiri menjadi stres karena pribadi mahasiswa itu sendiri dimana adanya sebagian mahasiswa yang ingin semuanya didapatkan dari dosen pembimbing dan kurangnya kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi dengan baik sehingga pemahaman yang diperoleh menjadi lain dengan apa yang dimaksudkan oleh dosen pembimbing.
e. Proses penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35 orang (43,2%) responden kadang-kadang merasa terhambat dengan proses administrasi yang ada dan 12 orang (14,8%) merasa terhambat dengan proses administrasi yang ada selama proses penelitian, 44 orang (54,3%) kadang-kadang tidak kesulitan mengumpulkan sampel yang dibutuhkan dalam penelitian dan hanya 3 orang
(3,7%) selalu tidak mengalami kesulitan mengumpulkan sampel. Sulitnya proses administrasi (perizinan) dan mencari sampel dapat menyebabkan mahasiswa malas dalam menyelesaikan skripsi, hal ini didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Mu’tadin (2002) yang menyatakan bahwa kesulitan-kesulitan yang dirasakan mahasiswa dalam mencari sampel berkembang menjadi perasaan negatif yang akhirnya dapat menimbulkan suatu ketegangan, kekhawatiran, stres, rendah diri, frustasi, dan kehilangan motivasi, yang akhirnya dapat menyebabkan mahasiswa menunda penyusunan skripsinya bahkan ada yang memutuskan untuk tidak meyelesaikan skripsinya.
f. Fasilitas dan literatur
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46 orang (56,8%) memiliki fasilitas yang dibutuhkan untuk menyelesaikan skripsi, 42 orang (51,9%) kadang-kadang tidak kesulitan mencari literatur yang dibutuhkan, 43 orang (53,1%) menyatakan kadang-kadang buku-buku yang diperlukan untuk penelitian dapat diperoleh di perpustakaan dan hanya 6 orang (7,4%) yang selalu memperoleh literatur yang dibutuhkan. Hal ini sesuai dengan penelitian Mujiyah (2001) dalam Suryadi (2008) yang menyatakan bahwa kurangnya buku-buku referensi yang fokus pada permasalahan penelitian, referensi yang ada merupakan buku-buku terbitan lama membuat mahasiswa bingung mengerjakan skripsi. Hal ini juga didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Karina (2009) yang menyatakan bahwa mahasiswa keperawatan sering berkunjung ke perpustakaan pada saat menyelesaikan skripsi dan menjadikan perpustakaan keperawatan sebagai tempat pilihan utama dalam mencari sumber literatur dalam proses penyelesaian skripsi.
g. Biaya
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penelitian yang dilakukan terhadap 81 responden di PSIK FK USU menggambarkan sebanyak 45 orang (55,6%) tidak sering memiliki masalah dengan biaya yang dibutuhkan selama proses menyelesaikan skripsi, 33 orang (40,7%) sering menyediakan dana untuk membeli buku dan hanya 5 orang (6,2%) yang tidak pernah menyediakan dana untuk membeli buku yang tidak dijumpai di perpustakaan.
Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Mujiyah (2001) dalam Suryadi (2008) yang menyatakan keterbatasan dana merupakan salah satu faktor eksternal yang menyebabkan terjadinya stres pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi.
2.2 Tingkat stres yang dialami mahasiswa Fakultas Keperawatan dalam menyelesaikan skripsi
Hasil dari penelitian dari 81 responden di dapat orang 69 orang ( 85,2%) yang mempunyai tingkat stres yang sedang saat sedang menyelesaikan skripsi, 9 orang (11,1 %) yang mempunyai tingkat stres yang ringan, dan hanya 3 orang (3,7 %) yang mempunyai tingkat stres yang berat saat sedang menyelesaikan skripsi. Untuk itu dapat di simpulkan tingkatan stres yang dialami mahasiswa Fakultas Keperawatan USU pada saat menyelesaikan skripsi adalah pada tingkatan stres sedang. Hal ini terjadi karena respon individu terhadap sesuatu yang sama berbeda-beda tergantung pada kepribadian yang dimiliki dan mekanisme koping/pertahanan diri yang dimiliki oleh masing-masing individu.