• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.2 Pembahasan

5.2.1 Distribusi Proporsi Pasien OMSK berdasarkan Waktu

Distribusi proporsi pasien OMSK yang berobat jalan di RSUP H. Adam Malik Medan berdasarkan waktu dapat dilihat pada gambar 5.1 berikut :

Gambar 5.1 Diagram Batang Pasien OMSK berdasarkan Bulan di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2009

Berdasarkan gambar 5.1 dapat dilihat bahwa frekuensi pasien OMSK yang berobat jalan di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2009 tertinggi pada bulan Januari yaitu 12 pasien, sedangkan frekuensi terendah pada bulan Oktober dan Nopember dengan masing-masing berjumlah 1 pasien.

12 8 4 7 7 6 2 5 3 1 1 3 0 2 4 6 8 10 12 14 BULAN

5.2.2 Distribusi Proporsi Pasien OMSK berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Distribusi proporsi Pasien OMSK yang berobat jalan di RSUP H. Adam Malik Medan berdasarkan usia dan jenis kelamin dapat dilihat pada gambar 5.2 berikut :

Gambar 5.2 Diagram Batang Pasien OMSK berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2009

Berdasarkan gambar 5.2 dapat dilihat bahwa proporsi usia pasien tertinggi pada usia dewasa ( > 20 tahun ), yaitu 71,2% dengan proporsi laki-laki 39% dan perempuan 32,2%. Proporsi usia pasien terendah pada usia balita ( < 6 tahun ), yaitu 3,4% dengan proporsi laki-laki dan perempuan masing-masing 1,7%.

Proporsi balita dan anak yang lebih rendah adalah karena otitis media supuratif kronis adalah komplikasi dari otitis media akut yang terjadi karena pengobatan yang tidak adekuat atau terlambat, tahap virulensi kuman yang

0 5 10 15 20 25 30 35 40

balita anak dewasa

1,7 10,2 39 1,7 15,3 32,2 laki-laki perempuan

P

ro

p

o

rs

i

(%)

Kelompok usia

(6 - 20 thn) ( > 20 thn)

tinggi, daya tahan tubuh yang rendah serta hygiene yang buruk. Selain itu, adanya prevalensi OMSK lebih dari 1% pada anak-anak di suatu komunitas menunjukkan adanya suatu lonjakan penyakit (Djaafar ZA, 2007). Dalam perjalanan penyakit ini dapat berasal dari OMA stadium perforasi yang berlanjut dengan sekret tetap keluar dalam bentuk encer, bening dan mukopurulen (Nursiah, 2003)

Sex ratio pasien OMSK adalah 30:29 ~ 1:1. Bersesuaian dengan faktor predisposisi OMSK dimana faktor jantina tidak mempengaruhi tetapi yang mempengaruhi adalah faktor lingkungan,genetik, otitis media sebelumnya, ISPA, autoimun dan alergi (Helmi, 2001).

5.2.3 Distribusi Proporsi Pasien OMSK berdasarkan Telinga

Distribusi proporsi pasien OMSK yang berobat jalan di RSUP H. Adam Malik Medan berdasarkan telinga dapat dilihat pada gambar 5.3 berikut :

Gambar 5.3 Diagram Pie Pasien OMSK berdasarkan Telinga di RSUP. H. Adam Malik pada tahun 2009

Berdasarkan gambar 5.3 dapat dilihat bahwa dari dari 59 pasien yang dilakukan pemeriksaan telinga telah ditemukan telinga paling sering terjadinya OMSK adalah telinga kiri dengan proporsi 37,3% diikuti dengan telinga kanan 35,6% dan yang paling rendah pada kedua-kua telinga yaitu kanan dan kiri dengan proporsi 27,1%.

Terlihat beda antara infeksi pada telinga kiri dengan kanan adalah sebanyak 1 orang sahaja yang menunjukkan secara langsung bahwa infeksi

35,6

37,3 27,1

Kanan

Kiri

lebih mudah terjadi pada salah satu telinga samada telinga kanan maupun telinga kiri dibandingkan dengan kedua-dua telinga. Hasil penelitian Dr.Prakash dkk. (2009) menunjukkan OMSK unilateral dijumpai sebanyak 72% dibandingkan bilateral.

Telinga tengah steril, meskipun terdapat mikroba di nasofaring dan faring. Secara fisiologis terdapat mekanisme pencegahan masuknya mikroba ke dalam telinga tengah oleh silia mukosa tuba eustachia, enzim, dan antibodi. Otitis media terjadi karena faktor pertahanan tubuh terganggu. Sumbatan tuba eustachia merupakan faktor penyebab utama dari otitis media dikarenakan fungsinya yang terganggu sehingga kuman masuk ke dalam telinga tengah dan terjadinya peradangan (Galih, 2010).

5.2.4 Distribusi Proporsi Pasien OMSK berdasarkan Letak Perforasi

Distribusi proporsi pasien OMSK yang berobat jalan di RSUP H. Adam Malik Medan berdasarkan telinga dapat dilihat pada gambar 5.4 berikut :

Gambar 5.4 Diagram Pie Pasien OMSK berdasarkan Letak Perforasi di RSUP. H. Adam Malik pada tahun 2009 Berdasarkan gambar 5.4 dapat dilihat bahwa dari 59 pasien yang dilakukan pemeriksaan telinga akan ditemukan perforasi pada membran timpani. Letak perforasi yang paling sering terjadi adalah perforasi total dengan proporsi 64,4% sementara letak perforasi subtotal sebanyak 35,6%. Perforasi total menunjukkan bahwa pasien ini menderita tipe OMSK atikoantral. Ini berhubungan dengan mayoritas pasien yang datang berobat ke RSUP

35,6

64,4

Subtotal

H.Adam Malik adalah dewasa (>20 tahun) yang kurang mengambil berat berkenaan dengan masalah kesehatannya sehingga lambat ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Dalam hasil penelitian yang dilakukan Dr.Prakash dkk. (2009) ke atas anak-anak sekitar usia 5-15 tahun ditemukan letak perforasi subtotal lebih tinggi yaitu 76% dibandingkan dengan total yaitu 24%. Maka, berlaku perbedaan hasil disini disebabkan penelitian ini hanya dilakukan pada anak yang berusia 5-15 tahun sahaja.

5.2.5 Distribusi Proporsi Pasien OMSK berdasarkan Tipe OMSK

Distribusi proporsi pasien OMSK yang berobat jalan di RSUP H. Adam Malik Medan berdasarkan tipe dapat dilihat pada gambar 5.5 berikut :

Gambar 5.5 Diagram Pie Pasien OMSK berdasarkan Tipe di RSUP H.AdamMalik pada tahun 2009

Berdasarkan gambar 5.5 dapat dilihat bahwa dari 59 pasien yang dilakukan pemeriksaan telinga akan ditemukan perforasi pada membran timpani. Letak perforasi di membran timpani penting untuk menentukan tipe / jenis OMSK (Soepardi, 2007). Proporsi pasien dengan tipe OMSK tertinggi adalah 64,4% yaitu tipe atikoantral sementara tipe tubatimpani adalah 35,6%.

Hal ini disebabkan pasien dengan derajat penyakit ringan biasanya masih tidak menunjukkan gejala klinis, sehingga membuat pasien tidak datang untuk mencari pengobatan.

35,6

64,4

Tubatimpani

5.2.6 Distribusi Pasien OMSK berdasarkan Komplikasi

Distribusi proporsi pasien OMSK yang berobat jalan di RSUP H. Adam Malik Medan berdasarkan komplikasi dapat dilihat pada gambar 5.6 berikut :

Gambar 5.6 Diagram Batang Pasien OMSK berdasarkan Komplikasi di RSUP H. Adam Malik pada tahun 2009

Berdasarkan gambar 5.6 dapat dilihat bahwa proporsi komplikasi pasien OMSK terbanyak adalah mastoiditis kronis 25,4%, diikuti mastoiditis 16,9%, kolesteatoma 11,9%, abses aurikuler 6,8%, fistula aurikuler 5,1% dan parase nervus facialis, abses subperiotel dan granulasi dengan masing-masing berproporsi 1,7%.

Penelitian dari Pan African Medical Journal, 2010 menyatakan komplikasi yang tertinggi adalah mastoid abses di 5 penderita (6,8%), abses subperiosteal 1 penderita (1,4%), meningitis 1 penderita (1,4%) dan parase nervus facialis 1 penderita (1.4%). 0 10 20 30 mastoiditis mastoiditis kronis granulasi abses aurikuler abses subperiotel fistula aurikuler kolesteatoma parase nervus facialis

16,9 25,4 1,7 6,8 1,7 5,1 11,9 1,7 Proporsi (%)

K

o

m

p

li

k

a

si

O

M

S

K

Dokumen terkait