• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

Pelaksanaan penelitian ini dimulai pada tanggal 27 Agustus 2015 sampai 17 September 2015. Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus, dan setiap siklusnya mengalami peningkatan hasil belajar dengan menggunakan metode pembelajaran Kancing Gemerincing. Peningkatan hasil belajar ini dibuktikan dengan melakukan pre test dan post test sebanyak dua kali. Yang terdiri dari 17 soal dalam bentuk pilihan ganda.

Pada kegiatan siklus I, terlihat adanya proses belajar siswa. Seperti yang dikemukakan Slameto dalam buku Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.1

Sebelum dilakukan proses belajar mengajar, siswa diberikan soal pre test untuk mengetahui apakah ada diantara siswa yang sudah mengetahui mengenai materi yang akan diajarkan dan juga menguji tingkatan pengetahuan siswa terhadap materi yang akan disampaikan. Kemudian setelah itu dilakukan kegiatan pembelajaran. Setelah kegiatan pembelajaran, kemudian diberikan soal post test untuk mengetahui kemampuan yang dicapai setelah berakhirnya penyampaian pelajaran.

Hasil belajar adalah hasil usaha dari proses belajar. Hasil belajar dapat dilihat seperti yang dikutip dalam buku Oemar Hamalik yang berjudul Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem bahwa: “Hasil belajar tampak sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa, yang dapat diamati dan diukur dalam bentuk perubahan pengetahuan sikap dan keterampilan. Perubahan tersebut dapat diartikan terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya, misalnya dari yang tidak tahu menjadi tahu, sikap kurang sopan menjadi sopan, dan sebagainya”.2

Materi yang dipelajari pada kegiatan siklus I mengenai konsep lingkungan hidup. Pada kegiatan siklus I, ada beberapa kendala yang dihadapi baik oleh guru maupun siswa, hal ini terjadi karena pada siklus I ini siswa belum terbiasa menggunakan metode pembelajaran Kancing Gemerincing, awalnya siswa belum semangat pada proses

1

Slameto, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi. (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 2

2

Oemar Hamalik, Perencanaan Pengajaran BerdasarkanPendekatan Sistem, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2005), Cet. IV, h. 155

pembelajaran siklus I ini karena belum mengetahui manfaat dan tujuan yang akan diperoleh setelah pembelajaran tersebut, dan guru juga belum maksimal dalam memberikan materi sehingga siswa kurang menguasai materi yang diberikan. Pada pelaksanaan kegiatan ini, masih ada siswa yang belum memahami dengan penggunaan metode pembelajaran Kancing Gemerincing ini, masih ada siswa yang belum berperan aktif dalam kegiatan ini.

Berdasarkan hasil tes (pre test dan post test) yang dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran Kancing Gemerincing pada konsep lingkungan hidup dapat terlihat adanya peningkatan nilai pada saat pre test dan post test, namun masih ada siswa yang mendapatkan nilai yang kurang dari KKM yang ditentukan.

Hasil dari siklus I ini dapat dibuktikan banyaknya nilai siswa yang dibawah KKM. Pada siklus I, rata-rata nilai pre test yaitu 54,84, rata-rata nilai post test yaitu 69,69, serta rata-rata N-Gain berjumlah 0,31. Dari 32 siswa, ada 13 siswa yang N-Gainnya tergolong rendah dengan prestasi 41, ada 19 siswa N-Gainnya tergolong sedang dengan prestasi 59 dan tidak ada siswa N-Gainnya tergolong tinggi. Karena masih banyak siswa yang mendapatkan nilai rendah dan hasilnya belum mencapai kriteria keberhasilan pada penelitian, maka pembelajaran masih terus dilanjutkan ke siklus II dan memperbaiki kekurangan yang ada pada proses pembelajaran siklus I sehingga siswa termotivasi untuk belajar dan hasil belajar pun meningkat.

2. Hasil Siklus II

Kegiatan pada siklus II ini dilaksanakan pada hari Kamis, 18 September – 1 Oktober 2015, sama halnya dengan siklus I. Tetapi pada siklus II menggunakan materi yang berbeda dari siklus I, pada siklus II ini membahas materi tentang pembangunan berkelanjutan.

Pada kegiatan siklus II ini suasana di kelas sudah lebih kondusif dan interaksi antara guru dengan siswa pun sudah terjalin dengan sangat baik dalam proses pembelajaran. Dalam siklus II ini, pada saat

guru sedang menyampaikan materi hampir semua siswa memperhatikan penjelasan guru dengan baik. Dan siswa pun menjadi lebih aktif dikelas, hal ini dapat dilihat dari banyak siswa yang aktif dalam diskusi, banyak siswa yang aktif bertanya, menjawab dan mencari informasi.

Berdasarkan evaluasi dan refleksi pada kegiatan siklus I, maka untuk siklus II ini dilakukan perbaikan. Pada siklus II, siswa mulai terbiasa mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Kancing Gemerincing dan siswa pun merasakan pembelajaran yang aktif serta menyenangkan dalam kegiatan pembelajaran IPS. Hal ini terlihat dari pembelajaran IPS dengan metode Kancing Gemerincing memberikan suasana aktif belajar dan menyenangkan, sehingga pembelajaran pun mudah dimengerti dan diingat karena materi-materi yang diajarkan saling terkait dan siswa pun membangun atau menemukan pengetahuannya sendiri, serta mengaktifkan siswa dalam pembelajaran.

Pada kegiatan siklus II ini menunjukkan adanya perubahan hasil belajar siswa dengan rata-rata nilai hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari 69,69 di siklus I menjadi 89,06 di siklus II.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran pada siklus II mengalami peningkatan dan penelitian yang dilakukan ini terbukti bahwa penerapan metode pembelajaran Kancing Gemerincing efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VIII-3 di MTs Negeri Tangerang II Pamulang.

Seperti halnya penelitian yang dilakukan terdahulu oleh Candra Mega Permatasari dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Kancing Gemerincing Sebagai Upaya Peningkatan Prestasi belajar Sosiologi Siswa Kelas XII IPS 6 SMAN 8 SURAKARTA Tahun Pelajaran 2013/2014.

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Kancing Gemerincing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa sebesar

91,67%. Artinya, dengan penerapan model pembelajaran tipe Kancing Gemerincing terhadap peningkatan prestasi belajar siswa meningkat sebesar 91,67%.3

Dan ada juga penelitian yang dilakukan oleh Kurniati Puspaningtyas dengan judul skripsi Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Kancing Gemerincing dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas VIII A SMPN 2 Depok.

Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Kancing Gemerincing dalam Pembelajaran IPS dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas VIII A dalam pembelajaran IPS. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan rata-rata persentase keaktifan siswa pada siklus I ke siklus II. Pada siklus I rata-rata persentase keaktifan siswa dari data angket keaktifan siswa adalah 61,90%. Pada siklus II meningkat sebesar 13,33% menjadi 75,23%. Sedangkan, data yang diperoleh dari hasil observasi menunjukkan bahwa pada siklus I keaktifan siswa adalah 59,43%. Pada siklus II meningkat sebesar 24,55% menjadi 82,98%. Peningkatan dari siklus I ke siklus II tersebut sudah mencapai 75% atau criteria keberhasilan yang ditentukan, sehingga penelitian dikatakan berhasil.4

Serta penelitian yang dilakukan oleh Doni Andeska, dkk. yang berjudul Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kancing Gemerincing Untuk Meningkatkan Partisipasi dan Prestasi.

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Kancing Gemerincing di kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Ngambur bidang studi PKn khususnya materi hubungan internasional dapat meningkatkan partisipasi dan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat ditunjukkan dengan rata-rata persentase partisipasi dan prestasi pada siklusnya. Siklus I

3

Candra Mega Permatasari, “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Kancing

Gemerincing Sebagai Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XII IPS 6 SMAN

8 SURAKARTA Tahun Pelajaran 2013/2014”, Jurnal Edukasi, 2014

4

Kurniati Puspaningtyas, “Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Kancing Gemerincing Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas VII A SMP N 2 DEPOK”, Skripsi

persentase partisipasi siswa 55, 18% dan persentase prestasi belajar siswa 52,50%. Siklus II persentase partisipasi siswa naik menjadi 64,51% dan persentase prestasi siswa 65,79% dan siklus III terdapat partisipasi siswa sebesar 83,33% dan prestasi siswa 77,5%, dengan nilai tertinggi adalah 100 dan nilai terendah 45.5

Dengan adanya penelitian terdahulu, semakin memperkuat bahwa penerapan metode pembelajaran Kancing Gemerincing dapat mengaktifkan belajar siswa dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, serta dapat diterapkan pada semua mata pelajaran dan tingkatan kelas.

5

Doni Andeska, dkk. http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/JSS/article/view/3611/2334 diunduh pada tanggal 24/04/2015

78

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Kancing Gemerincing dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa.

Hal ini dapat dibuktikan dengan setiap siklusnya mengalami peningkatan hasil belajar IPS siswa. Pada siklus I nilai rata-rata untuk pre test adalah 54,84 dan untuk post test adalah 69,69. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata untuk pre test adalah 57,19 dan untuk post test adalah 89,06. Dan peningkatan N-Gain pada siklus I sebesar 0,31 kemudian menjadi 0,73 pada siklus II. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman peserta didik pada materi Permasalahan Lingkungan Hidup dan Upaya Penanggulangannya dalam Pembangunan Berkelanjutan dapat ditingkatkan melalui metode pembelajaran Kancing Gemerincing dan membuat peserta didik menjadi lebih berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dan kegiatan pembelajaran pun lebih menyenangkan.

B. Saran

Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan hasil penelitian di atas, maka penulis memberikan beberapa saran untuk penelitian di masa yang akan datang diantaranya sebagai berikut:

1. Bagi siswa diharapkan lebih berani mengemukakan pendapatnya, terbiasa menjadi berpikir kritis, dan mendorong siswa untuk memiliki motivasi dalam memperhatikan dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik sehingga mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

2. Bagi guru diharapkan lebih memperhatikan kesiapan guru dalam mengkondisikan siswa di kelas agar selama proses KBM berlangsung dengan kondusif.

3. Bagi sekolah diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada seluruh guru untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan berbagai metode pembelajaran, dan memberikan arahan serta dukungan untuk memaksimalkan kualitas belajar siswa.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta

Etin Solihatin & Raharjo. 2008. Cooperative Learning: Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara, Cet. II

Gunawan, Rudi. 2013. Pendidikan IPS: Filosofi, Konsep, dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta Hamalik, Oemar. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, Cet. IX

Hamalik, Oemar. 2005. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara

Huda, Miftahul. 2014. Cooperative Learning: Metode, Teknik, Struktur dan Model Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Lie, Anita. 2014. Cooperative Learning: Mempratikkan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Gramedia

Muhammad Thobroni & Arif Mustofa. 2011. Belajar & Pembelajaran. Jogjakarta: Ar-ruzz Media

Munadi, Yudhi. 2008. Media Pembelajaran. Jakarta: Gaung Persada Press Purwanto. 2013. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustakapelajar

Rusman. 2012. Model-model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru, Jakarta: Rajagrafindo Persada, Cet. V

Sapriya. 2009. Pendidikan IPS: Konsep dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Syaiful Bahri Djamarah. 2011. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta

Slameto.2010. Belajar & Faktor-faktor Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta, Cet. V

Slavin, Robert E. 2009. Cooperative Learning: Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Media

Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya

Trianto. 2010. Model Pembelajaran Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasi dalam KTSP. Jakarta: Bumi Aksara

Undang-Undang SISDIKNAS No. 20 tahun 2003

JURNAL: http://ejournal-s1.stkip-pgrisumbar.ac.id/index.php/matematika/article/view/477 http://ejournal.unpak.ac.id/download.php?file=mahasiswa&id=733&name=JURNAL&20AG USTIN%20KARTIKA.pdf http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/JSS/article/view/3611 jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/sosant/article/viewFile/3242/2278 SKRIPSI:

Puspaningtyas, Kurniati. 2012. “Penerapan Model Cooperative Learning Teknik Kancing Gemerincing Dalam Meningkatkan Keaktifan Siswa Kelas VII A SMP N 2 DEPOK”, Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta.

INTERNET:

eprints.uny.ac.id/9829/2/bab2.pdf

http://ainamulyana.blogspot.com/2012/01/pengertian-hasil-belajar-dan-faktor.html

http://van-alexender69.blogspot.com/2012/01/kooperatif-learning-kancing-gemerincing.html http://www.duniapelajar.com/2014/07/23/pengertian-hasil-belajar-menurut-para-ahli-2/

PROFIL SEKOLAH

a) Nama Sekolah : MTs Negeri Tangerang II Pamulang

NPSN : 20623031

Alamat : Jl. Padjajaran No. 31, Pamulang Barat Kecamatan : Pamulang

Kab./Kota : Kota Tangerang Selatan Provinsi : Banten

b) Type Sekolah : Pemerintah c) Jumlah Ruang Kelas : 32

d) Website : www.mtsnpamulang.sch.id e) Data Guru MTs Negeri Tangerang II Pamulang

No. Nama Jabatan Mata Pelajaran

1. Drs. Suhardi, M.Ag Kepala Madrasah Bhs. Indonesia

2. Abd. Rozak, SH - Akidah Akhlak

3. Drs. Azhar Munadi Koord. MGMP Akidah Akhlak 4. Dra. Siti Rochmaniah - Bahasa Arab 5. Masri'ah, S.Ag,. MA. Koord. MGMP Bahasa Arab 6. Siti Bahriyah.S.Ag, MA. - Bahasa Arab 7. Hj. Neneng Susilawati, M.Pd - Bahasa Inggris 8. Drs. Panji Waluyo, M.Pd Staff Kurikulum PKn

9. Dra. Iriastuti Koord. MGMP Bahasa Inggris 10. R. Lukman Firdaus, S.Pd - Matematika 11. Achmad Buchori, S.Pd, M.Si. - Seni Budaya

12. Dasril, S.Pd, M.Pd. - Penjaskes

13. Usep Rahmat, S.Ag, M.Si Staff Kurikulum Matematika

14. Romlan, S.Ag, MA. - Qur’an Hadits

15. Ita Rosmita, S.Ag, MA. - Fiqih 16.

Midahwati, S.Ag, MA. Koord.

Ulik Widiantoro, S.Pd, M.Pd

Kurikulum Bhs. Indonesia 19.

M. Kamal, S.Pd, M.Pd Wakabid.

Kesiswaan Bhs. Indonesia 20. Dra. Eka Munawaroh, M.Ed Staff Kurikulum Matematika 21. Drs. Nurabdillah Koord. MGMP Bhs. Indonesia 22. Dra. Hj. Surtini, M.Si. Wakabid. Humas IPS

23. Dra. N. Supriati, M.Pd. - Bhs. Indonesia 24. Dra. Wirda Hanum, M.Pd. - Bhs. Indonesia 25.

Dra. Entu Tuningrat Pengurus

Koperasi IPA

26. Dra Dian Rivia, M.Pd. - Bhs. Indonesia

27. Dra. Enung Sutiasih - Matematika

28. Asep Abd. Rohim, S.Pd,. M.Si.

Wakabid. Sarana & Prasarana IPS

29. Mawalidah, S.Ag,.M.A. - Matematika

31. Umi Widaningsih.S.Pd - IPS

32. Imam Sucipto, S.P., S.Kom - TIK

33. Hamdani, S.Ag - Qur’an Hadits

34. Oman Sulaeman, S.Pd.I - FIQIH

35. Ikhlas, S.Ag, M.Pd - Bahasa Arab

36. Sri Rahayu.S.Sos - IPS

37. Iin Hamidah, S.Ag - IPS

38. Dra. Siti Rif'ah - IPA

39. Hj. Azizah.S.Ag - IPS

40. Drs. Madhari - IPS

41. Suhardo, S.Pd,. M.Si. Koord. MGMP IPS

42. Nur Utami, S.Pd Koord. MGMP Matematika 43. Yuli Astuti, S.Pd Koord. MGMP PKn

44. Ganti Endang Prihatini, S.Pd - Matematika 45. Nurlena Hayati, S.Pd. M.Si Koord. MGMP IPA

49. Neneng Herawati, S.Pd - Bahasa Inggris

50. Tjetjep Saiman, S.Pd. - IPA

51. Dra. Dewi Widiyantari - Bahasa Inggris

52. Aeni Rohmah, S.Ag - Seni Budaya

54. Noprianto, S.Pd Koord. MGMP Penjaskes

55. Lia Yulia, S.Pd - Seni Budaya

56. Siti Nuraliyah, S.Pd.I - SKI

57. Atung Ramdhan, S.Pd.I - Mulok

58. Bedah Zubaedah, S.Pd.I - Fiqih

59. Joko Sutopo, S.Pd - TIK

60. Syaiful Bahri, S.Ag - Mulok

62. Ahmad Arief UN, S.PdI. - Mulok

63. Afif Fauzi, S.Pd - Bahasa Inggris

64. Siti Rahayu, S.Pd - Matematika

66. Uung Suryadi, S.Ag. - SKI/Fiqih

67. Arif Syahrudin, S.Pd. - PenjasOrkes 68. Tri Endah Irianti, S.Pd - IPA

f) Data siswa tahun yang lalu

Tabel 4.1

Data Siswa MTs Negeri Tangerang II Pamulang Tahun 2014-2015 No. Kelas Jenis Kelamin Jumlah

L P

1 VII 151 199 350

2 VIII 117 201 318

3 IX 110 217 327

HASIL WAWANCARA DENGAN GURU

Hari/Tanggal :

Waktu :

Peneliti : Sudah berapa lama Ibu mengajar IPS di MTs Negeri Tangerang II Pamulang?

Guru : Sekitar 18 tahun.

Peneliti : Kelas berapa saja yang Ibu ajarkan?

Guru : Selama ini ibu mengajar kelas 3, baru tahun ini yang mengajar kelas 2. Peneliti : Ketika dalam KBM di kelas, apakah Ibu menerapkan metode pembelajaran?

Bila ya, metode pembelajaran apa yang Ibu terapkan?

Guru : Ibu menggunakan ada metode diskusi, tanya jawab, penugasan, dan resume. Peneliti : Bagaimana sikap siswa terhadap metode pembelajaran yang Ibu gunakan? Guru : Setiap metode anak cukup semangat, dengan menggunakan diskusi

semangat, pembagian tugas semangat tapi kita memang kita tidak akan menempuh sampai 100% karena ada saja 1 atau 2 anak sih kadang agak sulit di kasih tahu tapi direspon oleh mereka.

Peneliti : Apakah metode yang Ibu gunakan pada mata pelajaran IPS dapat Meningkatkan hasil belajar siswa?

Guru : Untuk mengetahui apakah meningkat hasil belajarnya itu tidak bisa langsung kita ketahui. Cuma menurut ibu dilihat dari nilai hasil ulangannya termasuk cukup bagus.

Peneliti : Kesulitan atau kendala-kendala apa saja yang sering Ibu temui saat pelajaran berlangsung dengan menggunakan metode pembelajaran?

Guru : Kalo kesulitan dalam bidang studi yang dipelajari, seperti ketika diskusi kadang-kadang memakan waktu yang banyak, ada saja siswa yang tidak aktif, untuk keseriusan anak juga masih usia peralihan.

Peneliti : Bagaimana perhatian siswa pada saat Ibu mengajar?

itu mereka akan berpendapat, jadi jika ada mengantuk menjadi tidak ada yang mengantuk.

Peneliti : Apa saja usaha untuk mengantisipasi siswa yang tidak memperhatikan penjelasan Ibu?

Peneliti : Dengan melemparkan pertanyaan, apa yang tadi dibahas.

Peneliti : Apabila ada salah satu siswa yang bertanya atau memberi tanggapan, apakah siswa lain memperhatikan?

Guru : Cukup memperhatikan.

Peneliti : Apabila Ibu memberikan pertanyaan, bagaimana respon atau antusias siswa terhadap pertanyaan yang Ibu berikan?

Guru : Cukup direspon.

Peneliti : Apakah Ibu pernah menerapkan metode pembelajaran Kancing Gemerincing pada kelas yang Ibu ajarkan?

Guru : Belum pernah dan ingin mengetahui hasil dari metode pembelajaran Kancing Gemerincing. Jika bagus Ibu akan terapkan ke seluruh kelas.

Peneliti : Bagaimana pendapat Ibu mengenai metode pembelajaran Kancing Gemerincing?

Guru : Sepertinya bagus karena siswa dituntut untuk aktif dalam proses pembelajaran dan cukup menyenangkan juga untuk siswa.

HASIL WAWANCARA DENGAN SISWA

(Sebelum Penelitian dengan Menggunakan Metode Kancing Gemerincing)

Hari/Tanggal :

Waktu :

Identitas siswa : 1. Afifah

2. Ananda Thoriq 3. Annisya Nurul 4. M. Fauzi 5. Siti Nabila

1. Apakah kamu suka dengan pelajaran IPS? 1. Lumayan sih.

2. Lumayan. 3. Iya lumayan. 4. Lumayan. 5. Iya suka.

2. Alasan apa yang membuat kamu suka/tidak suka?

1. Mungkin ga terlalu susah seperti MTK yang ngitung-ngitung.

2. Karena tergantung dari cara guru menyampaikan materi dan materi-materi yang diajarkan oleh guru tersebut.

3. Pertama, lebih baca cerita dan kedua, tidak sesusah MTK. 4. Pelajarannya tidak sulit dan mudah dimengerti.

5. Iya karena pelajaran IPS seru.

3. Metode seperti apa yang biasa digunakan guru di dalam kelas? 1. Merangkum.

5. Merangkum bacaan yang ada di buku terus ditulis di buku tulis.

4. Bagaimana sikap kamu terhadap metode pembelajaran yang diterapkan oleh Ibu guru? 1. Biasa aja sih, terima-terima aja.

2. Mengikuti contoh dari guru dan mengambil kesimpulan mana baik dan mana yang buruk.

3. Iya bagus sih karena dengan merangkum kita bisa membaca dan jadi hapal materinya.

4. Lumayan senang dan lumayan agak tidak senang. Tidak senangnya karena merangkumnya banyak jadi bikin tangan pegel.

5. Iya terima gitu aja, kadang suka kadang engga.

5. Menurut kamu, apakah dengan metode pembelajaran yang diterapkan oleh bapak/ibu guru dapat meningkatkan hasil belajar?

1. Insya alla iya.

2. Iya tergantung dari murid-murid yang diberikan metode tersebut. 3. Iya.

4. Iya. 5. Iya dapat.

6. Apakah kamu paham dengan materi pembelajaran di dalam kelas? 1. Iya.

2. Iya saya paham. 3. Insya allah paham. 4. Paham.

5. Iya paham.

7. Apa saja kesulitan yang kamu alami ketika pembelajaran berlangsung? 1. Paling iya kalo ngerangkum nulisnya banyak.

2. Karena mungkin teman-teman sekitar saya berisik, ada yang sering mengobrol, sering bercanda, dan bermain rubik.

3. Tergantung dari cara pengajarannya dan tergantung materinya. 4. Kesulitannya kalo lagi lelah jadi kurang fokus.

5. Kalo pelajarannya ada yang engga dimengerti dan guru kurang jelas menjelaskan.

HASIL WAWANCARA DENGAN SISWA

(Setelah Penelitian dengan Menggunakan Metode Kancing Gemerincing)

Hari/Tanggal :

Waktu :

Identitas siswa : 1. Afifah

2. Ananda Thoriq 3. Annisya Nurul 4. M. Fauzi 5. Siti Nabila

1. Bagaimana menurut pendapatmu tentang pembelajaran yang telah kamu ikuti? 1. Menyenangkan, tetapi ada beberapa materi yang saya tidak terlalu mengerti. 2. Lumayan efektif, gampang menyerap ke otak karena menggunakan metode

yang tidak begitu rumit dan tidak menyusahkan murid. 3. Cukup menyenangkan.

4. Merasa lebih masuk ke otak dan lebih mudah memahami pelajaran. 5. Cukup senang.

2. Apakah kamu senang belajar dengan menggunakan metode pembelajaran Kancing Gemerincing?

1. Cukup menyenangkan.

2. Iya karena metode tersebut tidak menyulitkan siswa dan membuat siswa menjadi aktif dalam pembelajaran.

3. Cukup senang.

4. Iya cukup senang karena mudah untuk dipahami dan caranya mudah. 5. Iya senang.

1. Mungkin iya.

2. Karena metode tersebut tidak terlalu menyulitkan siswa dan membuat siswa menjadi aktif dan bersemangat pada saat pembelajaran berlangsung.

3. Iya, karena saya lebih banyak menjawab soal-soal atau pertanyaan-pertanyaan. 4. Iya.

5. Iya lebih aktif.

4. Apakah belajar dengan menggunakan metode pembelajaran Kancing Gemerincing lebih mudah memahami materi yang diajarkan?

1. Tidak.

2. Iya bisa di bilang begitu karena lebih memudahkan siswa memahami materi, membuat siswa menjadi aktif belajar dan memudahkan ilmu tersebut di serap oleh otak.

3. Iya karena menurut saya lebih banyak menjawab jawab soal dan membaca buku sehingga menjadi lebih mudah memahami materi.

4. Menurut saya sih iya.

5. Iya lebih mudah dipahami materi yang diajarkan.

5. Kendala apa saja yang kamu rasakan selama pembelajaran menggunakan metode pembelajaran Kancing Gemerincing?

1. Tidak terlalu begitu memahami beberapa materi.

2. Siswa yang terlalu aktif dan malah bermain dengan kancing yang diberikan oleh pengajar, sehingga pengajar kesulitan untuk memberikan informasi. 3. Tidak ada.

4. Seperti ada yang malu-malu untuk menjawab.

5. Kendalanya ada yang bercanda, ada yang masih malu-malu untuk mengeluarkan pendapatnya.

6. Apakah hasil belajar IPS kamu meningkat setelah melaksanakan metode pembelajaran Kancing Gemerincing?

1. Iya, sedikit.

2. Iya tentu, karena metode tersebut lebih memudahkan saat pembelajaran berlangsung, meningkatkan semangat dan daya ingat para siswa pada saat

Dokumen terkait