BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.2. Pembahasan
Pengetahuan adalah hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penelitian ini memperlihatkan Gambaran pengetahuan Ibu Tentang Penyakit Poliomielitis Pada Balita di RSUP H. Adam Malik Medan.
Berdasarkan tabel 5.6. Dapat dilihat bahwa Gambaran pengetahuan Ibu Tentang Penyakit Poliomielitis Pada Balita di RSUP H. Adam Malik Medan,Berpengetahuan Cukup sebanyak 25 orang (50%).
Hal ini juga menunjukkan adanya kecenderungan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan semakin baik tingkat pengetahuannya. Hasil ini sesuai dengan teori yang ditulis oleh Notoadmodjo (2007) yaitu semakin tinggi pendidikan seseorang maka ia akan mudah menerima hal-hal baru dan mudah menyesuaikan dengan hal yang baru tersebut. Sehingga semakin tinggi pendidikan maka semakin tinggi tingkat pengetahuannya.
5.2.1. Karateristik Responden
Menurut Notoadmodjo (2010), Pengetahuan seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor umur, pendidikan, pekerjaan, dan sumber informasi yang digunakannya.
1. Umur
Dari 50 responden dapat dilihat Berdasarkan tabel 5.1 bahwa ,kebanyakan reponden yang menjawab adalah ibu yang masuk ke dalam kelompok umur antara 26-30 tahun,yaitu sebanyak 22 orang (44%) dan yang paling rendah 36-40 tahun yaitu sebanyak 3 responden (6%). Hasil penelitian ini memperlihatkan kesesuaian antara gambaran tingkat pengetahuan berdasarkan umur yang dilaporkan oleh Renata (2008) di RB An-nissa,Surakarta dari 60 responden yang menunjukkan bahwa umur responden terbanyak adalah 25-30 tahun yaitu 30 responden (50%), sedangkan paling rendah 43-47 tahun yaitu 2 responden atau 3,33%.Penelitian Gina yang berjudul tingkat pengetahuan masyarakat tentang polio di kel.. Samalewa, kec.
Bungoro, kab. Pangkajene. tahun 2010,dapat dilihat berdasarkan umur yang paling banyak adalah pada kelompok umur 16 – 30 tahun yang terdiri dari laki-laki 1352 orang dan perempuan sebanyak 1311 orang . Menurut Notoadmojo (2010) umur merupakan karakteristik atau komponen yang berhubungan dengan kematangan seseorang baik fisik maupun mental.Namun demikian tidak mutlak tergantung dari faktor intern dan ekstren seseorang.Umur mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikiran sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin baik. Umur merupakan cirri dari kedewasaan fisik dan kematangan kepribadian yang erat hubungannya dengan pengambilan keputusan,mulai umur 21 tahun secara hukum dikatakan mulai masa dewasa dan pada umur 30 tahun telah mampu menyelesaikan masalah dengan cukup baik ,jadi stabil dan tenang secara emosional.
Menurut Penulis umur mempengaruhi kematangan pola berfikir seseorang,sehingga diharapkan seseorang dengan umur yang cukup matang dapat lebih mudah untuk menyerap dan mencari informasi tentang penyakit poliomielitis.
2. Pendidikan
Dari 50 responden dapat dilihat Berdasarkan tabel 5.2 bahwa dari semua responden mayoritas Berpendidikan Tinggi (D-1,D-2,D-3,D-4,S-1,S-2,S-3,) yaitu sebanyak 30 orang (60%) dan minoritas berpendidikan dasar SD yaitu sebanyak 3 orang (12%). Hasil penelitian ini memperlihatkan sedikit perbedaan dari penelitian gambaran tingkat pengetahuan berdasarkan pendidikan yang dilaporkan oleh Renata (2008) di RB An-nissa,Surakarta dari 60 responden yang menunjukkan bahwa rata- rata responden berpendidikan SMA yaitu 27 responden (45%). Menurut Penelitian Gina di Pangkajene 2010,terdapat ketidaksesuaian bahwa penduduk dengan tingkat pendidikan tamat SD ataupun sementara menjalani pendidikan SD memiliki jumlah terbanyak yaitu 301 orang atau sekitar 36,13 % dari jumlah penduduk. Yang dalam hal ini sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat itu sendiri.
Menurut Kasnodiharjo (cit.Mila 2006) Pendidikan seseorang berbeda-beda akan mempengaruhi sesorang dalam pengambilan keputusan ,pada ibu yang berprndidikan tinggi lebih mudah menerima suatu ide baru dibandingkan ibu yang berpendidikan rendah sehingga informasi lebih mudah diterima dan dilaksanakan.Tingkat pendidikan yang diperoleh seseorang dari bangku sekolah formal dapa mempengaruhi pengetahuan seseorang.
Menurut Penulis pendidikan sangat diperlukan bagi seseorang,pendidikan akan menambah wawasan.Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
3. Pekerjaan
Dari 50 responden dapa dilihat Berdasarkan tabel 5.3 dapat dilihat bahwa dari 50 responden mayoritas pekerjaan ibu tidak bekerja atau IRT sebanyak 26 orang (52%) dan minoritas bekerja sebanyak 24 orang (48%). Hasil penelitian ini memperlihatkan kesesuaian antara gambaran tingkat pengetahuan berdasarkan umur yang dilaporkan oleh Renata (2008) di RB An-nissa,Surakarta dari 60 responden yang menunjukkan bahwa dari tingkat pekerjaan ternyata sebagian besar responden adalah Ibu rumah tangga (IRT) yaitu 32 responen atau (55,33%) dan yang terkecil adalah buruh dan dagang yaitu 1 responden (1,67%) . Menurut Penelitian Gina di Pangkajene 2010,terdapat kesesuaian yaitu pekerjaan yang paling banyak adalah Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 2834 Orang dari 4693 responden.Gambaran sampel penelitian sebagian besar memiliki aktivitas didalam rumah yang menunujukkan ibu yang tidak bekerja lebih banyak dibandingkan dengan ibu yang bekerja.
Menurut Notoadmojo (2007) Pengalaman belajar dalam bekerja yang dikembangkan kemampuan mengambil keputusan yang merupkan manifestasi dari keterpaduan menalar secara ilmiah dan etik yang bertolak dari masalah dalam bidang kerjanya.Pekerjaan adalah kegiatan sehari-hari yang dilakukan ibu untuk memeuhi kebutuhannya (Notoadmojo,2003) .
Menurut Penulis pekerjaan juga berperan penting dalam hidup,Lingkungan pekerjaan dapat menjadikan seseorang memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang baik secara langsung,sebaliknya jika seseorang tidak bekerja pengalaman dan pengetahuannya menjadi kurang.
4. Sumber Informasi
Dari 50 responden dapat dilihat Berdasarkan tabel 5.4 dapat dilhat bahwa dari 50 orang responden yang memperoleh sumber informasi secara langsung 35 orang (70%) dan secara tidak langsung 15 orang (30%). Menurut Notoadmojo (2007) sumber informasi dapat diperoleh melalui tenaga kesehatan,pengalamana pribadi,pengalaman orang lain ,media massa seperti buku,majalah,Koran dan poster.Sedangkan media elektronik seperti TV dan Radio.
Menurut Penulis sumber informasi juga berguna sebagai media untuk mencari informasi khususnya untuk penyakit poliomielitis,baik dari media cetak ataupun media elektronik .
Dari 50 responden dapat dilihat Berdasarkan tabel 5.6 menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan ibu tentang poliomielitis yang tertinggi adalah tingkat pengetahuan cukup 25 orang (50%) , sedangkan yang terendah adalah tingkat pengetahuan baik yaitu 3 orang (6%),Menurut penelitian Renata (2008) di RB An- nissa,Surakarta menunjukkan tingkat pengetahuan cukup yaitu 23 orang(38,3%),sedangkan yang yang terendah adalah tingkat pengetahuan tinggi yaitu 17 orang (28,3%). Pengetahuan ibu tentang poliomielitis akan menambah wawasan ibu tentang penyakit poliomielitis dan membantu menurunkan angka penyakit poliomielitis pada balita.
Dari Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila gambaran pengetahuan ibu tentang penyakit poliomielitis cukup maka tingkat pengetahuan ibu sudah cukup untuk mengetahui tentang penyakit poliomielitis pada balita.Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Renata (2008) yang berjudul Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Polio Dengan Prilaku Pasca Pemberian Imunisasi Polio di RB An-nissa Surkarta.Dan penelitian oleh Gendrowahyuhono,dengan judul Penelitian Vaksinasi Polio di Indonesia,Pusat Penelitian Penyakit Menular Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan R.I., Jakarta Vaksinasi polio perlu pada anak berumur kurang dari 2 tahun untuk mencegah meluasnya wabah poliomielitis di Indonesia, baik di daerah perkotaan ataupun di derah pedesaan,hal ini menunjukkan sisi ada perbedaan dari sisi pengetahun tentang penyakit poliomielitis pada orang-orang yang di pedesaan dengan perkotaan. Dari uraian di atas bahwa pengetahuan sangat berperan terhadap seseorang.Becker (cit.Mila,2006) mengatakan bahwa pengetahuan individu tentang penyakit dan pencegahannya akan mempengaruhi motivasi individu untuk berprilaku sehat