• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan

4.2.1 Pengaruh Kompetensi Profesional dan Kompetensi Sosial Guru Ekonomi Akuntansi Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA di Kota Pati

Dalam proses belajar mengajar guru mempunyai peran utama untuk

membimbing dan mengarahkan siswa mencapai tujuan pembelajaran yang

meningkatkan prestasi belajar siswa. Prestasi belajar adalah hasil belajar atau nilai

pelajaran yang diperoleh siswa dari kemampuannya atau usahanya dalam belajar.

Prestasi belajar dipengaruhi oleh banyak faktor, yaitu faktor dari dalam diri

siswa (internal) dan faktor dari luar diri siswa (eksternal). Guru merupakan salah

satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yang berasal dari luar. Guru

merupakan faktor yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap prestasi

belajar. Oleh karena itu peran guru sangat penting dalam proses belajar mengajar.

Seorang guru dituntut untuk memiliki kemampuan atau kompetensi yang tinggi.

Berdasarkan analisis hasil penelitian tentang pengaruh kompetensi

profesional dan kompetensi sosial guru ekonomi akuntansi terhadap prestasi

belajar siswa SMA di kota Pati, diperoleh keterangan secara simultan kedua

variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar.

Besarnya pengaruh kedua variabel tersebut terhadap prestasi belajar adalah

54,7%. Jadi, dengan melihat besarnya pengaruh kedua variabel independen

tersebut terhadap prestasi belajar maka sudah selayaknya kedua variabel tersebut

menjadi perhatian khusus bagi pihak sekolah dan juga bagi pihak guru untuk

senantiasa meningkatkan kualitas atau mutu pendidik sebagai faktor dominan

yang berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari analisis deskriptif

menunjukkan prestasi belajar siswa SMA di kota Pati diperoleh rata-rata nilai

74,90 dengan kriteria baik. Sedangkan ditinjau dari prestasi belajar masing-

masing siswa diperoleh hasil sebanyak 25 siswa atau sebesar 83% dalam kriteria

cukup baik. Kesimpulan dari data tersebut secara umum prestasi belajar siswa

dalam kriteria baik, hal ini harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan lagi supaya

mencapai hasil yang lebih baik.

4.2.2 Pengaruh Kompetensi Profesional Guru Ekonomi Akuntansi Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA di Kota Pati

Berdasarkan hasil analisis deskriptif persentase terhadap variabel

kompetensi profesional secara keseluruhan, menunjukkan bahwa kompetensi

profesional guru ekonomi akuntansi SMA di kota Pati dalam kriteria tinggi

dengan persentase skor sebesar 81,6%. Dari hasil tersebut diketahui bahwa

terdapat 17 guru yang sudah sertifikasi dan 13 guru yang belum sertifikasi. Hal ini

dapat diartikan bahwa guru sudah memiliki kompetensi profesional yang tinggi

dan mampu menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam sehingga

dapat membimbing siswa untuk mencapai prestasi belajar yang lebih baik.

Sertifikasi hanya diberikan kepada guru yang sudah memenuhi syarat untuk

dilakukan sertifikasi. Guru yang memiliki kompetensi tinggi, tentu akan mendapat

sertifikasi dari pemerintah. Sertifikasi merupakan salah satu cara yang dilakukan

pemerintah untuk memotivasi guru agar selalu meningkatkan kompetensi maupun

kemampuannya dalam pembelajaran. Dengan kompetensi tinggi yang dimiliki

oleh guru maka akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Berdasarkan

perhitungan dan analisis deskriptif persentase variabel kompetensi profesional tiap

indikator menunjukkan bahwa indikator menguasai substansi bidang studi dan

metodologi keilmuan dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 81%,

dengan persentase 84%, indikator menguasai dan memanfaatkan teknologi dan

komunikasi dalam pembelajaran dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar

78%, indikator mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi dalam kategori

sangat tinggi dengan persentase sebesar 86%, indikator meningkatkan kualitas

pembelajaran melalui penelitian tindakan kelasdalam kategori tinggi dengan

persentase sebesar 79%.

Dari analisis regresi tersebut bahwa secara parsial kompetensi profesional

guru ekonomi akuntansi berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa SMA di kota

Pati yang ditunjukkan dengan diperolehnya t hitung sebesar 3.548 dengan

siginifikansi 0,001, karena signifikansi yang diperoleh rendah dari 0,05,

menujukkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut signifikan. Besarnya pengaruh

kompetensi profesional terhadap prestasi belajar siswa adalah sebesar 31,8%,. Hal

ini menunjukkan bahwa kompetensi profesional seorang guru sangat diperlukan

untuk mendukung prestasi belajar siswa supaya mencapai hasil yang optimal.

Sesuai dengan landasan teori pengertian kompetensi profesional yaitu

kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang

memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang

ditetapkan dalam standar pendidikan nasional. Guru yang profesional mampu

menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menyenangkan, serta mampu

mengelola kelas dengan baik, sehingga proses belajar mengajar akan lebih

optimal. Guru yang memiliki tingkat kompetensi profesional yang tinggi tentu

dapat memprioritaskan materi apa yang akan diberikan kepada siswa, dengan

menerima materi yang disampaikan. Guru yang memiliki tingkat kompetensi

profesional yang tinggi lebih mengutamakan keberhasilan dalam proses belajar

mengajar untuk menghasilkan siswa dengan kualitas akademik dan prestasi

belajar yang tinggi. Dengan fokus mengajar yang tinggi maka akan berpengaruh

pada kualitas pembelajaran di sekolah tersebut. Dan ini menjadi tugas utama guru

untuk ikut serta mencerdaskan anak bangsa karena setiap anak berhak

mendapatkan pendidikan yang layak demi kelangsungan hidupnya di masa

mendatang.

4.2.3 Pengaruh Kompetensi Sosial Guru Ekonomi Akuntansi Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA di Kota Pati

Menurut Depdikbud, kompetensi sosial artinya guru harus menunjukkan

atau mampu berinteraksi sosial yang baik dengan murid-muridnya maupun

dengan sesama guru dan kepala sekolah, bahkan dengan masyarakat luas.

Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain sangat penting bagi seorang guru

karena tugasnya selalu berkaitan dengan orang lain seperti peserta didik, sesama

guru, karyawan, orang tua murid, kepala sekolah dan lainnya. Kemampuan

berkomunikasi ini sangat penting untuk dikembangkan oleh seorang guru, karena

seringkali terjadi guru yang pandai tetapi kemampuan berkomunikasi dengan

siswa tidak baik sehingga guru tidak mampu membantu siswa dalam proses

belajar mengajar karena penyampaian materi yang kurang jelas.

Berdasarkan hasil analisis deskriptif persentase terhadap variabel

kompetensi sosial secara keseluruhan, menunjukkan bahwa kompetensi sosial

persentase skor sebesar 85%. Dari hasil tersebut terdapat 17 guru yang sudah

sertifikasi dan 13 guru yang belum sertifikasi. Hal ini dapat diartikan bahwa guru

sudah memiliki kompetensi sosial yang sangat tinggi sehingga mampu

berkomunikasi secara aktif dengan siswa, sesama guru dan orang tua siswa. Dari

ketiga indikator kompetensi sosial menujukkan bahwa, kemampuan guru

berkomunikasi dengan siswa dalam kriteria sangat tinggi dengan persentase

sebesar 88,40%, kemampuan guru berkomunikasi dengan sesama pendidik dalam

kriteria sangat tinggi dengan persentase sebesar 91,33%, dan kemampuan guru

berkomunikasi dengan orang tua siswa atau masyarakat dalam kriteria sangat

tinggi dengan persentase sebesar 84,5%.

Dari analisis regresi tersebut bahwa secara parsial kompetensi sosial guru

ekonomi akuntansi berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa SMA di kota Pati

yang ditunjukkan dengan diperolehnya t hitung sebesar 3,478 dengan siginifikansi

0,002, karena signifikansi yang diperoleh rendah dari 0,05, menunjukkan bahwa

nilai t yang diperoleh tersebut signifikan. Besarnya pengaruh kompetensi sosial

terhadap prestasi belajar siswa adalah sebesar 30,9%.

Jika guru memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan peserta

didik, maka guru akan memberikan pembelajaran yang lebih bervariatif dengan

menggunakan metode pembelajaran yang sesuai untuk menggantikan cara

mengajar dimana guru hanya berbicara dan peserta didik hanya mendengarkan

saja. Dalam suasana pembelajaran yang bervariatif itulah, peserta didik secara

aktif dilibatkan dalam memecahkan masalah, mencari sumber informasi, data

kepada teman sejawat dan yang lainnya. Hal ini tentu akan berpengaruh positif

terhadap perkembangan pola pikir siswa secara keseluruhan dan khususnya akan

berpengaruh pada peningkatan prestasi belajar. Sedangkan para guru dapat

bekerja secara intensif dengan guru lainnya dalam merencanakan pembelajaran,

baik individual maupun tim, membuat keputusan tentang desain sekolah,

kolaborasi tentang pengembangan kurikulum dan partisipasi dalam proses

penilaian. Semua itu akan terwujud dengan baik jika guru mampu berkomunikasi

93 BAB V PENUTUP

5.1 Simpulan

Hasil penelitian tentang Pengaruh Kompetensi Profesional dan Kompetensi

Sosial Guru Ekonomi Akuntansi terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA di Kota

Patidapat peneliti simpulkan sebagai berikut :

1) Terdapat pengaruh positif antara kompetensi profesional dan kompetensi

sosial guru ekonomi akuntansi terhadap prestasi belajar siswa SMA di kota

Pati. Guru yang memiliki kompetensi baik akan menghasilkan siswa

berprestasi baik pula.

2) Kompetensi profesional guru ekonomi akuntansi berpengaruh positif terhadap

prestasi belajar siswa SMA di kota Pati. Hal ini menunjukkan bahwa

kemampuan guru menguasai materi bidang studi sudah baik.

3) Kompetensi sosial guru ekonomi akuntansi berpengaruh positif terhadap

prestasi belajar siswa SMA di kota Pati. Hal ini menunjukkan bahwa

kemampuan guru berkomunikasi dengan sesama pendidik, siswa dan orang

tua siswa sudah sangat baik.

5.2 Saran

Dari hasil kesimpulan di atas, maka dapat dikemukakan saran sebagai

1) Guru diharapkan meningkatkan kompetensi profesional yang dimilikinya,

terutama penguasaan dan pemanfaatan teknologi dan komunikasi dalam

pembelajaran.

2) Guru diharapkan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan melakukan

penelitian tindakan kelas.

3) Guru diharapkan meningkatkan kompetensi sosial yang dimilikinya terutama

dalam berkomunikasi dengan orang tua siswa, supaya terjalin kerjasama yang

95

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Mohammad. 1993. Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa. Anni, Catharina Tri. 2007 Psikologi Belajar. Semarang: UPT MKK UNNES.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

... . 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktek. Edisi revisi v. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

... . 2007. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Edisi revisi. Jakarta: Bumi Aksara. Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan). 2003. Pengkajian Proses

Belajar Mengajar pada Berbagai Jenjang Pendidikan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Bhargava, Anupama dan Dr.Minaketan Pathy. 2011. Perception of Student Teachers about Teaching Competencies. Journal of Contemporary Research. http://www.aijcrnet.comjournalsVol._1_No.1_July_201110.pdf. (17 November 2011)

Dalyono. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdikbud. 1984. Dasar Ilmu Pendidikan (II A): Materi Dasar Pendidikan Program Akta Mengajar V. Depdikbud: Jakarta.

Djalal, M.F. 1986. Penilaian Dalam Pengajaran Bahasa Asing. Malang: P3T IKIP Malang.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. ….. . 2005. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta: Rineka Cipta. Ghozali, Imam. 2006. Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hamalik, Oemar. 2006. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Jakarta: Bumi Aksara.

….. . 1994. Metode Belajar dan kesulitan-Kesulitan Belajar. Surabaya: Usaha Nasional.

Nurdin, Yayah Pujasari. 2009. Pengaruh Kompetensi Profesional Guru Terhadap Keberhasilan Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan. http://file.upi.eduDirektoriFIPJUR._ADMINISTRASI_PENDIDIKAN19790

7122005011-NURDINJURNAL_NURDIN.pdf. (17 November 2011)

Mardalis. 2008. Metode Penelitian (suatu pendekatan proposal). Jakarta: Bumi Aksara.

Marno dan M. Idris. 2009. Strategi & Metode Pengajaran: Menciptakan Keterampilan Mengajar yang Efektif dan Edukatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Nurkancana, Wayan dan Sunartana. 1986. Evaluasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.

Soedjana, Nana. 2005. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Soewarso. 2004. Profesionalitas Guru dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan di Sekolah. Semarang: UPT MKK UNNES.

Sudjana. 1995. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru Dan Dosen.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

UNNES. 2007. Pedoman PPL Universitas Negeri Semarang. Semarang: UPT PPL UNNES.

….. . 2010. Pedoman PPL Universitas Negeri Semarang. Semarang: UPT PPL UNNES.

Dokumen terkait