BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.8. Pembahasan
5.8.1. Tingkat Pengetahuan Pasien DM
Hasil penelitian tentang tingkat pengetahuan menyatakan bahwa mayoritas pasien DM yang melakukan rawat jalan di RSUP Haji Adam Malik Medan memiliki tingkat pengetahuan yang sedang (42,2%). Rata-rata nilai tingkat pengetahuan pasien DM di RSUP Haji Adam Malik Medan adalah 67,4%. Hal ini sejalan dengan beberapa penelitian yang menunjukkan bawha mayoritas pasien DM memiliki tingkat pengetahuan yang sedang. Mufunda et al. (2012) menyatakan bahwa pasien DM di Zimbabwe memiliki tingkat pengetahuan yang sedang dengan nilai rata-rata 63,8%. Selain itu, penelitian Alaboudi et al. (2014) tentang tingkat pengetahuan pasien DM di Arab Saudi juga menunjukkan hal yang sama dengan nilai rata-rata sebesar 64,6%.
Tingkat pengetahuan pasien DM dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya ketersediaan informasi, komunikasi dan tingkat pendidikan. Tingkat pengetahuan pasien DM sangat erat hubungannya dengan tingkat pendidikannya (Alaboudi et al., 2014). Individu dengan tingkat pendidikan yang baik tentunya juga memiliki pemahaman yang lebih baik atas informasi-informasi yang ada. Dalam proses pengambilan data, peneliti mengamati banyak responden yang tidak memiliki latar belakang pendidikan tinggi. Tingkat pengetahuan pasien DM di RSUP Haji Adam Malik yang masih tergolong sedang ini mungkin disebabkan oleh faktor tingkat pendidikan pasien DM yang masih tergolong rendah.
5.8.2. Kualitas Hidup Pasien DM Secara Umum
Kualitas hidup menurut WHO adalah persepsi seseorang tentang keberadaan atau posisi dirinya dalam hidup dalam konteks kebudayaan dan sistem kepercayaan yang dianutnya dan berhubungan dengan tujuan (goals), ekspektasi (expectations), standar (standards) dan concerns. Penilaian kualitas hidup dilakukan dengan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF yang membagi kualitas hidup menjadi 4 domain, yaitu domain kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial dan lingkungan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata skor kualitas hidup pasien DM di RSUP Haji Adam Malik Medan adalah 58,39 dengan simpangan baku 16,38. Jika dikelompokkan maka pasien dengan kualitas hidup baik adalah sebesar 41,1%, kualitas hidup cukup adalah sebesar 50% dan yang kurang adalah sebesar 8,9%. Angka ini menunjukkan bahwa hanya sedikit pasien DM yang mengalami penuruan kualitas hidup akibat DM. Hal ini mungkin diakibatkan oleh angka kejadian komplikasi yang masih rendah pada pasien DM di RSUP Haji Adam Malik Medan sebab kejadian komplikasi memiliki dampak yang sangat besar terhadap kualitas hidup penderita DM. Komplikasi DM dengan dampak terbesar terhadap kualitas hidup adalah ischemic heart disease, stroke, dan neuropati (Solli et al., 2010).
5.8.3. Domain Kesehatan Fisik
Pasien DM di RSUP H. Adam Malik Medan memiliki nilai yang rendah pada domain kesehatan fisik dan domain hubungan sosial. Hal ini sesuai dengan penelitian Odili et al. (2009) yang dilakukan di Rumah Sakit Pendidikan University of Benin. Penelitian Eljedi et al. (2008) juga menunjukkan bahwa domain dengan nilai terendah adalah domain kesehatan fisik. Selama proses penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa nilai yang rendah pada domain kesehatan fisik ini mungkin disebabkan oleh adanya gangguan pada aktivitas sehari-hari, ketergantungan terhadap substansi obat (obat antidiabetik) dan bantuan medis, energi yang kurang dan kelelahan yang lebih sering terjadi,
mobilitas yang berkurang dan penurunan kemampuan bekerja. Nyeri dan ketidaknyamanan akibat DM dan komplikasinya juga memberikan dampak terhadap rendahnya nilai pada domain kesehatan fisik ini.
5.8.4. Domain Psikologis
Nilai rata-rata tertinggi adalah pada domain psikolgis (61,73) dan ini menunjukkan bawha pasien DM di RSUP H. Adam Malik Medan memiliki kepuasan yang lebih baik pada aspek gambaran diri (bodily image) dan penampilan, perasaan negatif yang jarang, perasaan positif yang sering, self esteem yang lebih baik dan spiritualitas dan kemampuan berpikir, belajar, ingatan dan konsentrasi yang baik. Seperti yang kita ketahui, masyarakat Indonesia adalah masyarakat dengan sistem dukungan keluarga dan agama yang sangat kuat. Dukungan keluarga yang kuat dikaitkan dengan adaptasi psikologis pasien yang lebih baik terhadap penyakitnya (Odili et al., 2009). Hal ini bertetangan dengan penelitian Gholami (2013) yang menunjukkan bahwa nilai terendah pasien DM di Neyshabur, Iran adalah pada domain psikologis. Namun, perlu diingat bahwa persepsi individu terhadap kualitas hidup mungkin berbeda antar budaya dan antar negara (Bani-Issa, 2010).
5.8.5. Domain Hubungan Sosial
Domain hubungan sosial memiliki nilai rata-rata kedua terendah (56,56). Domain ini menilai aspek hubungan personal, dukungan sosial dan aktivitas seksual. Disfungsi seksual dapat terjadi pada pasien DM baik wanita maupun pria. Prevalensi disfungsi seksual pada pria dengan DM adalah sebesar 68% (Peter et al., 2012). Disfungsi seksual juga terjadi pada wanita yang menderita DM dengan prevalensi sebesar 75% (Mezones-Helgui et al., 2008). Disfungsi seksual menyebabkan penurunan kualitas hidup dan dihubungkan dengan kejadian depresi dan ansietas pada penderitanya (Mohammed et al., 2009). Nilai yang rendah pada domain ini menunjukkan ketidakpuasan pasien DM di RSUP Haji Adam Malik Medan dalam aspek hubungan personal, aktivitas seksual dan dukungan sosial.
5.8.6. Domain Lingkungan
Domain lingkungan memiliki nilai rata-rata yang cukup baik dibandingkan dengan domain kesehatan fisik dan hubungan sosial. Hal ini sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Odili (2009) dan Eljedi (2006). Salah satu aspek penilaian dalam domain ini adalah kemudahan akses dan kualitas perawatan kesehatan dan sosial. Kepuasan pasien DM di RSUP Haji Adam Malik Medan dalam menjangkau perawatan kesehatan dan kualitas pelayanan yang diberikan tercermin dalam nilai pada domain ini dah hal ini diamati oleh peneliti saat melakukan wawancara pengambilan data dengan responden penelitian. Aspek lain yang dinilai pada domain ini adalah hubungan sosial. Nilai yang tinggi pada domain ini mungkin disebabkan oleh dukungan yang diberikan keluarga pasien sebab masyarakat Indonesia adalah masyarakat dengan rasa dan hubungan kekeluargaan yang tinggi serta family care giver support system yang kuat.
Nilai rata-rata kualitas hidup beserta domain kualitas hidup bervariasi dan berbeda antar penelitian dan antar negara. Hal ini menjadi bukti bahwa kualitas hidup adalah suatu konsep yang subjektif dan dipersepsikan secara berbeda oleh setiap individu dan dipengaruhi oleh budaya setempat (Bani-Issa, 2010). Misalnya, penelitian kualitas hidup terhadap pasien DM di Uni Emirat Arab menunjukkan kualitas hidup yang baik, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor misalnya pendapatan masyarakat negara tersebut yang sangat tinggi, keakraban antar keluarga dan hubungan yang erat antar anggota keluarga dan stabilitas politik negara tersebut (Bani-Issa, 2010). Oleh sebab itu, penilaian kualitas hidup pada penderita DM di Indonesia mungkin memberikan hasil yang bervariasi karena banyaknya suku dan budaya bangsa Indonesia.
5.8.7. Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kualitas Hidup Penderita DM
Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan penderita DM dengan kualitas hidup penderita DM di RSUP Haji Adam Malik Medan. Hal ini sesuai dengan penelitian Silitonga (2012) yang dilakukan di Poliklinik RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Pada penelitiannya,
Silitonga menyatakan bahwa pengetahuan tentang informasi kesehatan penyakit DM merupakan faktor yang paling mempengaruhi kualitas hidup pasien. Pengaruh tingkat pengetahuan terhadap kualitas hidup ini mungkin terkait dengan kejadian komplikasi yang rendah pada pasien DM dengan tingkat pengetahuan yang baik. Pasien DM dengan tingkat pengetahuan yang baik tentunya dapat mengawal dan memanajemen penyakitnya dengan baik sehingga menurunkan angka kejadian komplikasi diabetik dan meningkatkan kualitas hidupnya.
BAB 6
KESIMPULAN DAAN SARAN 6.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian pembahasan yang telah dipaparkan pada bab sebelumnya adalah sebagai berikut:
1. Mayoritas penderita DM di RSUP Haji Adam Malik Medan pada tahun 2014 memiliki tingkat pengetahuan yang sedang.
2. Mayoritas penderita DM di RSUP Haji Adam Malik Medan pada tahun 2014 memiliki kualitas hidup yang cukup.
3. Mayoritas penderita DM memiliki kualitas hidup yang cukup pada domain kesehatan fisik dan kualitas hidup yang baik pada domain psikologis, hubungan sosial dan lingkungan.
4. Ada hubungan antara tingkat pengetahuan penderita DM dengan kualitas hidup penderita DM di RSUP Haji Adam Malik Medan pada tahun 2014.