• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Pembahasan

Dalam penelitian yang menjadi ini kelas eksperimen adalah kelas VB. Di kelas ini diterapkan media pembelajaran dengan menggunakan VCD pembelajaran pada pokok bahasan pengukuran waktu. Sesuai pengamatan penulis selama penelitian, terlihat bahwa penggunaan media VCD pembelajaran merupakan cara atau strategi baru yang dirasakan oleh siswa dalam pembelajaran matematika, karena sebelumnya siswa hanya belajar secara konvensional dan berpusat pada guru. Oleh karena itu siswa merasa senang sebab mempunyai variasi dan pengalaman baru untuk belajar matematika.

Strategi pembelajaran dengan menggunakan media VCD ini dilaksanakan dengan metode permainan yaitu adanya kompetisi antar siswa, terlihat dengan adanya kompetisi ini siswa antusias untuk memenangkan permainan, hal ini menunjukkan bahwa strategi dengan menggunakan VCD pembelajaran ini dpat memotivasi siswa untuk belajar matematika. Siswa

merasa tertantang untuk belajar dan berfikir untuk menyelesaikan tugas dengan cepat.

Selain adanya kompetisis antar siswa, terdapat juga pemberian hadiah bagi siswa yang cepat mengerjakan tugas. Pemberian hadia ini juga yang menjadi faktor untuk memotivasi siswa sekaligus sebagai penguatan bagi siswa khususnya siswa yang kurang dalam belajar matematika. Sesuai dengan teori Skinner bahwa kuat atau lemahnya dorongan bagi seseorang melakukan suatu tindakan banyak bergantung pada faktor-faktor yang memperkuat atau meperlemah hasil tindakannya. Dalam proses pembelajaran, penguatan tidak berupa reward tetapi juga penguatan dalam bentuk verbal seperti ucapan selamat atau pujian dan tepuk tangan siswa sebagai bentuk penghargaan bagi siswa terutama untuk anak usia SD. Padea kenyataannya siswa akan merasa senang dan bangga ketika teman-temannya memberikan penghargaan kepadanya, suasa kelaspun terasa lebih rileks dan tidak begitu tegang saat belajar.

Kelas kontrol dalam penelitian ini adalah kelas VA. Dikelas ini diterapkan strategi atau cara pembelajaran secara konvensional yaitu metode ceramah dan penugasan pada pokok bahasan pengukuran waktu yang sama dengan kelas VB. Sesuai pengamatan penulis, dalam pembelajaran matematika di kelas kontrol terlihat bahwa guru lebih mendominasi kelas sehingga siswa kurang aktif, merasa jenuh serta pembelajarannya pun monoton. Sebagian besar siswa kurang semangat apalagi jika harus mengerjakan soal-soal latihan, hal ini mengakibatkan pembelajaran kurang menarik dan membosankan.

Setelah dilakukan pembelajaran pada kelompok eksperimen dengan menggunakan media VCD Pembelajaran dan kelas kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok tersebut memiliki nilai hasi belajar yang berbeda. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil posttest siswa kelas eksperimen, dimana nilai tertingginya adalah 95 dan nilai terendahnya adalah 50,00. Sedangkan di kelompok kontrol dapat terlihat nilai tertingginya adalah 80 dan nilai

terendahnya adalah 45. Dengan demikian pemberian perlakuan pembelajaran dengan meggunakan media VCD Pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar matematika siswa karena nilai kelas eksperimen lebih unggul dari kelas kontrol.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, diketahui bahwa penggunaan media VCD pembelajaran dapat menjadi pertimbangan untuk para guru dalam mencari variasi strategi pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pengujian statistik yang cukup signifikan. Berdasarkan teori-teori yang ada dan berdasarkan perhitungan statistik yang telah dilakukan terbukti bahwa strategi pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa yang lebih baik.

Dari hasil perhitungan hipotesis menggunakan uji-t untuk posttest kelas eksperimen dan kontrol diperoleh nilai thitung sebesar 3,69 dari tabel

berdistribusi “t” untuk taraf signifikansi α = 0,05 dan derajat kebebasan 50

diperoleh ttabel sebesar 2,009, maka thitung > ttabel dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan nilai rata-rata hasil belajar posttest kelompok kontrol dengan hasil belajar posttest kelompok eksperimen.

Dengan demikian posttest yang sudah mendapat perlakuan dengan menggunakan media VCD Pembelajaran terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Artinya pada pengujian perhitungan

hipotesis menggunakan uji “t” untuk posttest kelas eksperimen dengan kelompok kontrol, hal ini terlihat dari nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing kelompok yang menunjukkan perbedaan yang signifikan yaitu 73,5 untuk kelompok eksperimen dan 60,89 untuk kelompok kontrol, sehingga hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan pada penelitian ini diterima, artinya penelitian ini dapat membuktikan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media VCD pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.

Hasil belajar yang diperoleh siswa dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, menurut Muhibbin Syah, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: faktor internal siswa,

faktor eksternal siswa, dan yang paling penting dalah faktor pendekatan belajar. Pendekatan belajar dapat dipahami keefektifan segala cara atau strategi yang digunakan siswa dalam menunjang efektivitas dan efisiensi proses belajar materi tertentu.1

Peranan siswa dan guru dalam interaksi belajar mengajar sangat ditentukan oleh strategi atau metode belajar mengajar yang diginakan. Dalam proses belajar mengajar yang mengaktifkan siswa, peranan siswa lebih besar, siswa tidak diberi bahan ajar yang sudah jadi atau sudah selesai untuk tinggal menghafal, tetapi diberi persoalan-persoalan yang membutuhkan pencarian, pengamatan, percobaan, analisis sintesis, perbandingan, penilaian dan penyimpulan oleh para siswa sendiri. Dalam strategi belajar mengajar yang demikian, siswa berperan lebih aktif, mereka adalah sebagai subjek yang berinteraksi bukan hanya dengan guru tetapi dengan manusia-manusia sumber yang lain, baik di sekolah maupun di luar sekolah, dengan sesama siswa, dengan buku-buku serta media lainnya.2

Pembelajaran yang dapat membantu guru untuk bisa mencapai tujuan pembelajaran matematika adalah metode eksperimen. Metode eksperimen (percobaan) adalah cara penyajian pejalaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode percobaan ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan, dan menarik kesimpulan sendiri mengani suatu objek, keadaan atau proses seuatu. Dengan demikian siswa dituntut untuk mengalami sendiri, mencari kebenaran, atau mencoba mencari suatu hukum atau dalil dan menarik kesimpulan dari proses yang dialaminya itu.3

1 Muhibbin Syah, sikologi Pendidikan” (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010), hal. 129-136

2

R. Ibrahim dan Nana Syaodih S, “Perencanaan Pengajaran”, (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), hal. 33

3

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, trategi Belajar Mengajar” (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996), hal. 95

Pada pembelajaran dengan menggunakan metode eksperimen siswa akan secara aktif terlibat langsung dalam proses pembelajarannya. Siswa menjadi pusat kegiatan karna siswa akan diikut sertakan pada setiap proses kegiatan, sedangkan guru hanya sebagai fasilitator. Penerapan metode eskperimen dalam proses pembelajaran akan memberikan banyak manfaat dan tujuan, diantaranya adalah memberikan gambaran dan pengertian yang lebih jelas daripada hanya penjelasan lisan, memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan pengamatan secara cermat, menghindari adanya verbalisme karena dalam metode ini setelah anak melihat peragaan, kemudia siswa mencoba sendiri, dan dalam metode ini kadar CBSA-nya cukup tinggi karena setiap siswa dapat terlibat secara langsung.4

Dokumen terkait