• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.2. Pembahasan

5.2.1. Data Demografi

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data usia responden yang terbesar jumlahnya adalah antara usia 18-40 tahun yaitu berjumlah 20 responden (62,5%). Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 25 responden (78,1%). Jumlah suku terbesar adalah batak yaitu sebanyak 20 responden (62,5%). Menurut asumsi peneliti hal ini disebabkan oleh mayoritas penduduk di Sumatera Utara adalah suku Batak. Hal ini sesuai dengan data Badan Pusat Statistik yang menyatakan bahwa jumlah suku terbesar adalah batak untuk daerah kota medan yaitu sebesar 4,5 juta jiwa (35%).

Mayoritas responden memiliki hubungan dengan pasien adalah sebagai istri pasien yaitu sebanyak 21 responden (65,6%). Menurut asumsi peneliti hal ini disebabkan karena istri merupakan hubungan keluarga

37

terdekat dari pasien. Dukungan sosial keluarga dapat berupa dukungan sosial keluarga internal, seperti dukungan dari suami atau istri serta dukungan dari saudara kandung (Friedman, 2010). Selain itu juga agar terbentuk fungsi keluarga yang baik, yaitu fungsi perawatan kesehatan keluarga merupakan fungsi keluarga dalam melindungi keamanan dan kesehatan seluruh anggota keluarga serta menjamin pemenuhan kebutuhan perkembangan fisik, mental dan spiritual, dengan cara memelihara dan merawat anggota keluarga serta mengenali kondisi sakit tiap anggota keluarga (Achjar 2010).

Pendidikan responden yang terbesar adalah SMA yaitu sebanyak 15 responden (46,9%) dan mayoritas responden adalah Ibu Rumah Tangga (IRT) yaitu sebanyak 13 responden (40,6%). Mayoritas responden berpenghasilan <Rp.1.305.000 per bulan yaitu sebanyak 26 responden (81,3%), lama rawat pasien adalah ≥24 jam secara keseluruhan dan mayoritas responden menggunakan asuransi sebagai pembayaran administrasi pengobatan yaitu sebanyak 30 responden (93,8%).

5.2.2. Dukungan Emosional Keluarga terhadap Pasien yang Dirawat Di Unit Perawatan Intensif

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data 26 responden (81,25%) yang memberikan dukungan emosional keluarga secara baik terhadap pasien yang dirawat di Unit Perawatan Intensif Pasca Bedah. Hal ini ditunjukkan responden ketika menjenguk pasien pada saat jam berkunjung. Mayoritas keluarga pasien selalu berada disamping pasien selam jam berkunjung yaitu sebanyak 26 responden (81,3%) . Mereka tampak semangat memberikan dukungan kepada pasien. Mereka yakin dan percaya bahwa dengan

memberikan semangat serta dukungan kepada pasien maka akan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan sesuai dengan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti selama 6 kali pengamatan kepada keluarga pasien pada saat berkunjung.

Berdasarkan teori yang ada bahwa pada dukungan emosional ini keluarga menyediakan tempat istirahat dan memberikan semangat kepada pasien yang dirawat di rumah atau rumah sakit, memberikan pasien perasaan nyaman, merasa dicintai meskipun saat mengalami suatu masalah, bantuan dalam bentuk semangat, empati, rasa percaya, perhatian sehingga individu yang menerimanya merasa berharga (Niven 2000).

5.2.3. Dukungan Informasi Keluarga terhadap Pasien yang Dirawat Di Unit Perawatan Intensif

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data mayoritas responden memberikan dukungan informasi secara baik yaitu sebanyak 32 responden (100%). Hal ini ditunjukkan responden ketika mereka memberikan informasi kepada pihak medis tentang proses pengobatan pasien. Sebanyak 26 responden (81,3%) tidak pernah acuh tak acuh dengan petugas kesehatan, seluruh keluarga (100%) berperan aktif dalam setiap diskusi perawatan pasien, 28 responden (87,5%) sangat komunikatif dengan petugas kesehatan dan sebanyak 32 responden (100%) keluarga tidak pernah mengutarakan masalah yang biasa saja dan menyembunyikan masalah yang harus diselesaikan dengan petugas kesehatan.

39

memberikan solusi dari masalah yang dihadapi pasien di rumah atau rumah sakit, memberikan nasehat, pengarahan, saran, atau umpan balik tentang apa yang dilakukan oleh seseorang atau pasien. Keluarga dapat menyediakan informasi dengan menyarankan tempat, dokter, dan terapi yang baik bagi dirinya atau pasien (Niven, 2000).

Memberikan informasi yang jelas kepada petugas kesehatan juga dapat mengurangi stress keluarga. Karena manfaat dari dukungan ini adalah dapat menekan munculnya suatu stressor karena informasi yang diberikan dapat menyumbangkan aksi sugesti yang khusus pada individu (Friedman, 2010). Selain itu juga hal tersebut dapat memberikan proses pengobatan yang sesuai dengan keadaan pasien sehingga pasien dapat sembuh secara optimal, sesuai dengan pendapat Ryan dan Austin bahwa secara lebih spesifik, keberadaan dukungan keluarga yang adekuat terbukti berhubungan dengan menurunnya mortalitas, lebih mudah sembuh darisakit (Friedman, 2010).

5.2.4. Dukungan Nyata Keluarga terhadap Pasien yang Dirawat Di Unit Perawatan Intensif

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data, mayoritas reponden memberikan dukungan nyata secara baik yaitu sebanyak 26 responden (81,25%). Hai ini ditunjukkan oleh responden ketika menyediakan semua kebutuhan pasien selama proses pengobatan di rumah sakit. Sebanyak 23 responden (71,9%) tidak pernah menyiapkan fasilitas seadanya saja untuk pengobatan pasien misalnya kebutuhan personal pasien, 25 responden (78,1%) tidak pernah merasa jenuh dalam merawat dan menjaga pasien, 13 responden (40,6%) tidak pernah merasa berat dengan pembiayaan selama

masa perawatan pasien, 26 responden (81,3%) selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk pasien.

Salah satu bentuk dukungan nyata yang diberikan keluarga adalah dalam bentuk finansial. Keluarga meyakini bahwa kebutuhan finansial sangatlah membantu proses pengobatan meskipun mayoritas responden menggunakan asuransi sebagai pembayaran namun bukan berarti responden tidak lagi perlu memberikan dukungan nyata tersebut sebab kebutuhan pribadi pasien seperti kebutuhan personal hygiene tidaklah menjadi tanggungan dari asuransi tersebut. Sehingga keluarga berupaya memberikan dukungan nyata ini secara maksimal.

Menurut Cohen dan Mc Kay (1984), dukungan ini meliputi penyediaan dukungan jasmaniah seperti pelayanan, bantuan finansial dengan menyediakan dana untuk biaya pengobatan dan material (Niven, 2000).

5.2.5. Dukungan Pengharapan Keluarga terhadap Pasien yang Dirawat Di Unit Perawatan Intensif

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian tentang dukungan pengharapan yang diberikan responden kepada pasien mayoritas adalah baik yaitu sebanyak 26 responden (81,25%). Hai ini ditunjukkan responden pada saat mendampingi pasien ketika jam berkunjung 24 responden (75,0%) selalu berdo’a demi kesembuhan pasien pada saat jam berkunjung, 26 responden (81,3%) selalu yakin pasien dapat sembuh secara optimal, 26 responden (81,3%) tidak pernah tidak memberikan semangat kepada pasien, 26 responden (81,3%) selalu percaya pasien akan sembuh jika

41

Menurut Setiadi (2008) keluarga akan merasakan kehilangan anggota keluarga ketika salah satu anggota menderita sakit karena setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing. misalnya ayah, dimana ayah sebagai pemimpin keluarga mempunyai peran sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung / penganyom, pemberi rasa aman bagi setiap anggota keluarga dan juga sebagai anggota masyarakat kelompok sosial tertentu. Kemudian ada ibu yang berperan sebagai pengurus rumah tangga, pengasuh dan pendidik anak-anak, pelindung keluarga dan juga sebagai pencari nafkah tambahan keluarga dan juga sebagai anggota masyarakat kelompok sosial tertentu. Lalu ada anak yang berperan sebagai pelaku psikososial sesuai dengan perkembangan fisik, mental, sosial dan spiritual, sehingga ketika salah satu diantaranya mengalami sakit maka peran anggota keluarga tersebut akan terganggu.

5.2.6. Dukungan Keluarga terhadap Pasien yang Dirawat Di Unit Perawatan Intensif

Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian maka diperoleh bahwa dukungan keluarga yang diberikan kepada pasien yang sedang menjalani perawatan diruang intensif adalah baik yaitu senayak 26 responden (81,3%).

Menurut Suprajitno (2004) keluarga terdapat ikatan perkawinan dan hubungan darah yang tinggal bersama dalam satu atap (serumah) dengan peran masing-masing serta keterikatan emosional

Selain itu menurut peneliti keluarga pasien tersebut masih menyadari akan fungsi keluarga tersebut dimana keluarga haruslah saling membantu

memenuhi kebutuhan personal, memberikan kasih sayang serta membantu dalam hal pemenuhan ekonomi, Menurut Friedman (2010) tentang fungsi- fungsi keluarga yaitu, fungsi afektif, fungsi perawatan kesehatan, fungsi ekonomi, fungsi biologis dan fungsi psikologis.

43

Dokumen terkait