Bab 5 Hasil Penelitian dan Pembahasan
5.2 Pembahasan
Dalam pembahasan ini, penelitian menunjukkan gambaran tentang pengetahuan, sikap, dan perawatan diri klien dengan rematik yang tinggal di wilayah Puskesmas Muaro Bodi Kecamatan IV Nagari Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat.
5.2.1 Pengetahuan Klien Tentang Rematik.
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 2 di atas dapat diketahui bahwa klien rematik yang berpengetahuan baik tentang penyakit rematik sebanyak 37 orang (68,5%). Sementara berpengetahuan cukup sebanyak 16 orang (29,6%). Sedangkan berpengetahuan kurang sebanyak 1 orang (1,9%). Dari hasil penelitian yang didapatkan bahwa sebagian besar pengetahuan responden tentang penyakit rematik adalah baik. Adapun pengetahuan responden dalam kategori baik, hal ini terkait dengan asumsi bahwa mayoritas responden mimiliki tingkat pendidikan SMA, sehingga intelegensi seseorang mempengaruhi pengetahuan orang tersebut.
Tingkat pendidikan individu sangat berpengaruh terhadap anggapan seseorang terhadap kesehatannya. Kemampuan kognitif mempengaruhi cara seseorang untuk berpikir, termasuk kemampuan untuk memahami faktor penyakit dan penerapan pengetahuan kesehatan ke dalam praktik kesehatan individu (Potter dan Perry, 2009). Adapun tingkat pendidikan responden sebagian besar adalah tingkat SMA sebanyak 27 orang (50%), sehingga intilegensi seseorang mempengaruhi pengetahuan orang tersebut.
Hal ini juga Sesuai dengan pendapat Notoadmodjo (2003), bahwa tingkat pengetahuan dapat dipengaruhi oleh pendidikan, motivasi, lingkungan dan sosial ekonomi, ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa sekolah atau pendidikan berpengaruh terhadap perkembangan pribadi individu dan mempertinggi taraf intelegensi individu. Dengan pendidikan, maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi, dari orang lain maupun media massa. Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan yang didapat tentang kesehatan. Peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperoleh dari pendidikan formal, akan tetapi juga dapat diperoleh pada pendidikan nonformal .
Berlawanan dengan penelitian yang dilakukan oleh Afriyanti (2009) di panti werdha Cipayung Jakarta didapatkan hasil responden berpengetahuan kurang sebanyak 60 orang (60%), hal ini dikarenakan tingkat pendidikan responden sebagian besar adalah tamat SD.
Menurut Riyanto dan Budiman (2013), Pengetahuan bukanlah fakta dari suatu kenyataan yang sedang dipelajari, melainkan sebagai konstruksi kognitif seseorang terhadap objek, pengalaman, maupun lingkungannya. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang sudah ada dan tersedia, sementara orang lain tinggal menerimanya. Pengetahuan adalah suatu pembentukan yang terus menerus oleh seseorang yang setiap saat mengalami reorganisasi karena adanya pemahaman-pemahaman baru. Hal ini terkait dengan karakteristik responden pada lama menderita rematik yang sudah memiliki pengalaman terhadap penyakit rematik yang terus membentuk pemahaman-pemahaman yang baru. Sebagian
besar responden sudah menderita rematik selama 2 sampai dengan 4 tahun sebanyak 26 orang (48,1%) dan lebih dari 5 tahun sebanyak 17 orang (31,5%).
Menurut Riyanto dan Budiman (2012) menyatakan semakin tua semakin bijaksana, semakin banyak informasi yang dijumpai dan semakin banyak hal yang dikerjakan sehingga menambah pengetahuannya. Pengetahuan juga diperoleh dari pengalaman. Pengalaman merupakan sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang kembali pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi di masa lalu.
5.2.2 Sikap klien Terhadap Rematik
Berdasarkan hasil penelitian tentang sikap klien terhadap rematik di wilayah Puskesmas Muaro Bodi Kecamatan IV Nagari, diperoleh sebagian besar responden memiliki sikap positif yaitu sebanyak 52 orang (96,3%). Adapun sikap klien terhadap rematik menunjukkan sikap yang mendukung atau positif, hal ini terkait dengan asumsi peneliti bahwa klien dengan rematik masih memperhatikan kesehatannya dengan melakukan pemeriksaan kepetugas kesehatan atau melakukan pencarian pengobatan terhadap penyakitnya. Selain itu klien dengan rematik juga antusias mengikuti senam lansia yang diadakan oleh puskesmas setiap minggunya.
Purwanto (2002) sikap positif terhadap nilai-nilai kesehatan tidak selalu terwujud dalam tindakan nyata, hal ini dapat bersifat positif dan dapat pula bersifat negatif. Dalam sikap positif, kecenderungan tindakan adalah mendekati, menyenangi,,mengharapkan objek tertentu, sedangkan dalam sikap negatif
terdapat kecenderungan untuk menjauhi, menghindari, membenci, tidak menyukai objek tertentu.
Sikap positif atau mendukung akan didapat apabila ada kesesuaian dari pengetahuan, keyakinan, motivasi dan emosi. Hal ini sesuai dengan sikap Notoadmodjo (2012) yaitu sikap yang mendukung dapat disebabkan oleh adanya kesesuaian dan keutuhan dari 3 komponen pokok yang saling berhubungan secara bersama-sama membentuk sikap yang utuh antara lain kepercayaan atau keyakinan, kehidupan emosional, dan kecendrungan untuk bertindak.
Dari hasil penelitian pendidikan dan pengalaman merupakan faktor yang mempengaruhi sikap penderita rematik. Adapun mayoritas tingkat pendidikan responden adalah SMA sebanyak 27 orang (50%) dan lamanya menderita rematik selama 2-4 tahun sebanyak 26 orang (48,1%) dan lebih dari 5 tahun sebanyak 17 orang (31,5 %). Pendidikan adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, sedangkan pengalaman merupakan suatu cara memperoleh kebenaran dalam memecahkan masalah yang dihadapi (Riyanto dan Budiman, 2012).
5.2.3 Perawatan diri klien dengan rematik
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di wilayah Puskesmas Muaro Bodi, perawatan diri klien dengan penyakit rematik pada umumnya dalam kategori cukup baik yaitu sebanyak 42 orang (77,8%). Adapun perawatan diri klien dengan rematik dalam kategori cukup baik diasumsikan adanya kesadaran diri penderita rematik dalam menghindari makanan pantangan yaitu daging, ikan
laut, hati dan lain-lain. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Wahyuni (2008), yang dilakukan di panti werdha Sumatera Selatan, didapatkan hasil penelitian dalam kategori buruk yaitu sebanyak 21 responden dari 35 responden. Hal ini dikarenakan kebanyakan penderita rematik tidak menjalakan perawatan terhadap penyakitnya.
Berdasarkan penelitian ini penderita rematik terbanyak berada pada kelompok umur 60 – 74 tahun (61,1%) yang berarti sebagian besar responden adalah lansia. Menurut Zainudin (2009), masih banyak masyarakat ataupun lansia yang beranggapan bahwa dirinya tidak mampu dalam mempelajari pengetahuan dan ketarampilan baru, serta menganggap dirinya jompo, rapuh, tidak perlu belajar dan berlatih, dan tidak perlu bekerja, hal semacam inilah yang akan menimbulkan stress dan distress serta despair (putus harapan) pada lansia. Hal ini juga yang berpengaruh terhadap perawatan diri lansia.
Menurut Potter dan Perry (2009), status ekonomi juga mempengaruhi kepatuhan seseorang terhadap terapi kesehatan. Seseorang dengan tingkat kebutuhan yang tinggi, keluarga besar, dan pendapatan yang rendah cenderung member prioritas lebih dahulu terhadap makanan dan kebutuhan hidup lainnya dibandingkan dengan obat-obatan atau terapi untuk meningkatkan kesehatannya. Hal ini terlihat pada karakteristik responden yang sebagian responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 35 orang (64,8%) dan mayoritas berprofesi sebagai Ibu rumah tangga yang hanya mengandalkan penghasilan dari suami mereka. Hal ini jugalah yang membuat perawatan diri klien dengan rematik
Notoadmodjo (2012) menyatakan tindakan merupakan reaksi konkrit seseorang terhadap objek. Seseorang telah mempraktekkan apa yang diketahui atau yang disikapi. Adapun kategori cukup baik untuk perawatan diri klien dengan rematik dikarenakan klien rematik tetap melakukan aktivitas atau kegiatan sehari-hari dan tetap melakukan kegiatan olahraga seperti senam lansia yang diadakan setiap hari sabtu di Puskesmas. Hal ini sesuai menurut Junaidi (2012), beberapa hal yang dilakukan oleh penderita rematik dalam meringankan penyakitnya, yaitu dengan aktivitas dan olahraga. Aktivitas dan olahraga dapat mengurangi nyeri dan kekakuan sendi, serta dapat meningkatkan kelenturan, otot yang kuat, dan ketahanan.
Selain itu Puskesmas juga ikut berperan dalam pelayanan kesehatan sebagai tempat penyediaan obat maupun memberikan pendidikan kesehatan kepada klien dengan penyakit rematik. Itulah sebabnya penelitian ini diperoleh mayoritas responden memiliki perawatan diri dalam kategori cukup baik sebanyak 42 orang.
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan uraian pembahasan dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan terhadap 54 orang responden klien rematik yang tinggal di wilayah Puskesmas Muaro Bodi Kecamatan IV Nagri menggambarkan sebagian besar responden (68,5 %) memiliki tingkat pengetahuan yang baik terkait penyakit rematik. Ini dikarenakan klien rematik mayoritas memiliki tingkat pendidikan minimal SMA sehingga berpengaruh pada tingkat inteligensi mereka. Selain itu klien rematik juga memiliki banyak pengalaman terkait penyakitnya yaitu sebagian besar lama menderita rematik adalah 2 –4 tahun. Sehingga dalam rentang waktu itu, klien rematik sudah banyak mengumpulkan informasi terkait penyakitnya.
Sedangkan gambaran sikap klien terhadap penyakit rematik , memiliki sikap positif sebanyak 52 orang (96,3%). Hal ini dikarenakan adanya kesesuai dari pengetahuan, keyakinan, motivasi dan emosi. Selain itu terkait dengan pendidikan, yang mana pendidikan merupakan sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dan ada 3,7 persen memiliki sikap negative.
dikarenakan masih kurangnya kesadaran diri klien rematik dalam menjaga kesehatan nya, ini terlihat pada pernyataan tentang menghindari pantangan makanan yang memperberat rematik sebanyak 25 orang (46,3%) menjawab dengan kadang-kadang. Selain itu juga aktivitas dan olahraga seperti senam lansia yang masih kurang dillakukan klien rematik. Hal ini terlihat pada pernyataan tentang melakukan aktivitas olahraga sebanyak 27,8 persen menjawab kadang-kadang.
6.2 Saran
6.2.1 Praktek Keperawatan
Dalam praktek keperawatan diharapkan kepada petugas kesehatan untuk terus memberikan informasi tentang perawatan diri klien dengan rematik agar perawatan diri klien dengan rematik menjadi baik dan meningkatkan derajat kesehatan klien dengan rematik.
6.2.2 Pendidikan Keperawatan
Dalam institusi keperawatan diharapkan untuk mempersiapkan mahasiswa keperawatan dengan melibatkan mahasiswa dalam meningkat derajat kesehatan klien rematik melalui pengabdian kepada masyarakat
6.2.3 Penelitian Keperawatan
Penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi tambahan bagi pengembang instrumen penelitian yang terkait dengan pengetahuan, sikap dan kemampuan merawat diri klien rematik.
DAFTAR PUSTAKA
Afriyanti, F, N. (2009). Tingkat Pengetahuan Lansia Tentang Penyakit Rheumatoid Arthritis di Panti Sosial Tresna Werda (PSTW) Budi Mulia 1 Cipayung Jakarta, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Ayad, S. (2013). Gambaran Pengetahuan dan Sikap Lansia Tentang Rematik di
Panti Sosial Trena Werdha Ilomata Kota Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo, Gorontalo.
Badan Penelitian dan Pengembangan kesehatan. (2013). Riset Kesehatan Dasar RISKESDAS 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
Junaidi, I. (2012). Rematik dan Asam urat Edisi Revisi. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer
Misnadiarly. (2007). Rematik Asam Urat-Hiperusimia Arthritis Gout. Jakarta: Pustaka Obor Populer
Mubarak. (2006).Ilmu Keperawatan Komunitas 2.Jakarta: Sagung Seto
Nainggolan, O. (2009). Prevalensi Rematik. Artikel Penelitian Kedokteran Indonesia, 59, 2
Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta
Notoatmodjo, S. (2010).Ilmu Perilaku Kesehatan.Jakarta: Rineka Cipta
Nursalam. (2003). Konsep dan Penerapan Metodologi penelitian Ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Potter & Perry. (2002). Buku Ajar Fundamental Keperawatan, Konsep, Proses, dan Praktis. Edisi 4. Vol I. Jakarta : Buku Kedokteran EGC
Priyatno, D. (2008). Mandiri Belajar SPSS (statistical product and service solution).Yogyakarta: Media Kom
Purwanto, H. 1999. Pengantar Perilaku Manusia untuk Keperawatan. Jakarta: EGC
Riyanto, A, dan Budiman. (2013). Kapita Selekta Kuesioner Pengetahuan dan Sikap dalam Penelitian Kesehatan.Jakarta: Salemba Medika
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R dan D. Bandung: Alfabeta
Wahyuni, D., Tjekyan, S., dan Kartisari A. (2008). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Lansia Terhadap Self Care dengan Penyakit Rematik Di Panti Tresna Werdha Warga Tama Indralaya OI.Artikel Penelitian, 40, 4
Rubenstein, D., Wayne, D., dan Bradley, J. (2007). Lecture Notes Kedokteran Klinis Edisi Keenam.Jakarta: Erlangga
Zainuddin, K. (2009).Memahami Mitos dan realita tentang lansia. Diunduh dari
JADWAL PENELITIAN no aktivitas penelitian Sep-14 oktober 14 november januari 2015 maret 2015 Apr-15 mei 2015 juli 2015 1 pengajuan judul 2 menyusun Bab 1 3 menuyusun bab 2 4 menyusun Bab 3 5 menyusun bab 4 6 sidang proposal 7 uji validitas 8 uji realibilitas 9 menyusun bab 5 10 menyusun bab 6 11 sidang skripsi
No. Kode Responden
( )
FORMULIR PERSETUJUAN (INFORMED CONSENT)
Judul : Pengetahuan, sikap dan perawatan diri klien dengan rematik yang tinggal di wilayah puskesmas Muaro Bodi kecamatan IV Nagari Kab. Sijunjung, Sumatera Barat
Nama peneliti : Fauzan Suherdi
Nim : 111101058
Saya adalah mahasiswa program S1 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan perawatan diri klien dengan rematik yang tinggal di wilayah puskesmas muaro bodi kecamatan IV Nagari. Penelitian ini merupakan salah satu kegiatan dalam menyelesaikan tugas akhir di program S1 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.
Saya mengharapkan partisipasi bapak/ibu dalam memberikan jawaban atas kuesioner ini sesuai dengan fakta bapak/ibu tanpa dipengaruhi oleh orang lain. Saya akan menjamin kerahasiaan identitas dan jawaban bapak/ibu, informasi yang bapak/ibu berikan hanya akan digunakan untuk proses penelitian.
Partisipasi bapak/ibu dalam penelitian ini bersifat sukarela, bapak/ibu bebas menerima menjadi responden penelitian atau menolak tanpa ada sanksi apapun. Jika bapak/ibu bersedia menjadi responden, silahkan menanda tangani surat persetujuan ini pada tempat yang telah disediakan dibawah ini sebagai bukti bapak/ibu bersedia menjadi responden pada penelitian ini. Terimakasih atas perhatian bapak/ibu untuk penelitian ini.
Muaro Bodi, April 2015 Responden
---KUESIONER DATA DEMOGRAFI
Petunjuk Pengisian:
a. Bapak/Ibu diharapkan bersedia menjawab pertanyaan yang ada
b. Menjawab setiap pertanyaan yang tersedia dengan memberikan tanda checklist (√) pada tempat yang disediakan.
c. Bila ada yang tidak dimengerti dapat ditanyakan pada peneliti.
A. Data Demografi
1. Nama (Inisial) :
2. Umur : ...tahun
3. Jenis Kelamin : 1. () Laki-laki 2. () Perempuan 4. Pendidikan terakhir : 1. ( ) Tidak sekolah
2. ( ) SD/sederajat 3. ( ) SMP/sederajat 4. ( ) SMA/sederajat 5. ( ) Perguruan Tinggi
5. Pekerjaan : 1. ( ) PNS 4. ( ) Wiraswasta
2. ( ) Pegawai swasta 5. ( ) Lain-lain, sebutkan…….. 3. ( ) Ibu rumah tangga
B. Kuesioner Pengetahuan Klien Tentang rematik
Petunjuk pengisian :
1. Pertanyaan berikut ini adalah mengenai pengetahuan anda tentang rematik 2. Beri tanda ceklist (√) pada setiap jawaban yang anda anggap benar
3. Jika andsa ingin memperbaiki jawaban. Beri tanda (=) pada jawaban yang salah kemudian beri tanda ceklist (√) untuk jawaban yang benar
4. Tanyakan langsung pada peneliti jika ada kesulitan menjawab pertanyaan 5. Mohon kuesioner dikembalikan kepada peneliti setelah jawaban terisi semua 7. Atas kesediaan Bapak/Ibu. Peneliti ucapkan terima kasih
PERTANYAAN
1. Penyakit (rematik) merupakan...
a. Penyakit yang menyerang sendi dan tulang b. Penyakit peradangan pada fungsi jantung c. Penyakit peradangan pada fungsi otak
2. Keluhan yang dirasakan bila terkena rematik adalah...
a. Sendi terasa nyeri, kaku dan bengkak c. Sesak nafas b. Pusing, Mual, dan Muntah
3. Bukan merupakan tanda-tanda seseorang terkena rematik adalah... a. Sendi terasa nyeri dan kaku
b. Demam di malam hari
c. Peradangan dan bengkak pada sendi 4. Rematik dapat mengakibatkan...
a. Tulang keropos
b. Diabetes/penyakit gula c. Kebutaan
5. Kekakuan sendi pada penderita rematik biasanya muncul saat... a. Pagi hari
b. Sore hari c. Malam hari
6. Cara untuk mengurangi rasa nyeri pada rematik dengan... a. Menggerakkan sendi seperti biasa
b. Menggosok dan mengkompres dengan air dingin c. Membiarkan saja
7. Cara untuk mengurangi bengkak dan kaku pada rematik dengan... a. Istirahat yang cukup
b. Beraktivitas atau bekerja seperti biasa c. Berolahraga selama 15 menit
8. Sumber makanan di bawah ini yang baik untuk dikonsumsi penderita rematik adalah...
a. Daun Seledri b. Buncis c. Lobak
9. Minuman dibawah ini yang sebaiknya dihindari penderita rematik adalah... a. Minuman bersoda
b. Minuman susu c. Minuman air putih
10. Aktivitas yang masih dapat dilakukan secara bertahap setiap hari adalah... ` a. Senam lansia
b. joging dan berlari c. Berkebun
11. Menurut Bapak/Ibu dibawah ini yang termasuk jenis rematik adalah... a. Asam urat b. Diabetes c. Tekanan Darah Tinggi
Berilah tanda ceklist (√) pada kolom sesuai dengan jawaban yang Bapak/Ibu pilih Keterangan
SS : SANGAT SETUJU
S : SETUJU
TS : TIDAK SETUJU
STS : SANGAT TIDAK SETUJU PERTANYAAN UNTUK SIKAP
NO PERNYATAAN SS S TS STS
1 Menyempatkan waktu untuk olahraga yang baik bagi penderita rematik dapat mengurangi kekakuan sendi pada penderita rematik
2 Sering meminum minuman bersoda tidak dapat mempengaruhi kambuhnya rematik
3 Bapak/Ibu yang selalu bersedia untuk diajak melakukan pemeriksaan ke posyandu dapat mempengaruhi dan membantu mengontrol masalah kesehatan khususnya dalam pencegahan kambuhnya penyakit rematik
4 Membeli obat di warung lebih murah, praktis dan cepat meredakan sakit rematik ketimbang obat dari dokter atau petugas kesehatan
5 Kompres panas dan dingin dapat mengurangi nyeri dan peradangan pada rematik.
6 Mengontrol kesehatan untuk pergi ke petugas kesehatan atau ke posyandu lansia dapat mengurangi nyeri/kambuhnya pada persendian
7 Istirahat adalah salah satu tindakan yang baik untuk mengontrol terjadi kambuhnya nyeri lebih parah lagi
8 Membeli obat di dokter atau petugas kesehatan dapat mengontrol/mengurangi kambuhnya penyakit rematik/nyeri sendi
9 Mengkonsumsi makanan yang mengandung protein (kacang-kacangan) tidak dapat menimbulkan penyakit sendi (rematik)
10 Dengan melakukan kegiatan sehari-hari dapat menimbulkan terjadinya kambuhnya nyeri pada persendian
D. Kuesioner Perawatan Diri Klien dengan Rematik
Berilah tanda ceklist (√) pada kolom sesuai dengan jawaban yang Bapak/Ibu Pilih KETERANGAN TP : TIDAK PERNAH KK : KADANG-KADANG SR : SERING SL : SELALU NO PERNYATAAN TP KK SR SL
1 Menghindari makanan yang mengandung protein tinggi (hati, makanan laut, daging) yang memperberat rematik
2 Tidur sejenak disiang hari untuk mengistirahatkan tubuh
3 Mengkonsumsi obat dari tumbuhan untuk mengurangi nyeri rematik
4 Melakukan kompres panas dan dingin untuk mengurangi nyeri dan peradangan rematik 5 Melakukan pemijatan untuk sendi yang kaku
6 Melakukan pengobatan sesuai resep dokter atau petugas kesehatan
7 Mengkonsumsi obat yang dibeli di warung
8 Melakukan olahraga (senam lansia, jalan pagi,dll) untuk mengurangi nyeri dan kekakuan sendi
9 Melakukan aktivitas yang berat (berkebun, berkendaraan, bekerja di tambang, dll)
10 Melakukan pemeriksaan kesehatan minimal 1x sebulan untuk mengontrol rematik
TAKSASI DANA
No Kegiatan Biaya 1. Proposal 1. Internet 2. Kertas A4 80gr 1 rim 3. Print4. Fotocopy memperbanyak proposal 5. Sidang proposal Rp. 100.000 Rp. 72.000 Rp. 200.000 Rp. 50.000 Rp. 150.000 2. Pengumpulan Data 1. Transportasi 2. Cenderamata Rp. 150.000 Rp. 200.000 3. Analisa Data dan Pengumpulan Laporan
1. Kertas A4 2 rim 80gr 2. Jilid proposal
3. Fotocopy laporan penelitian 4. Sidang skripsi
Rp. 74.000 Rp. 40.000 Rp. 50.000 Rp. 300.000
4. Biaya Tak Terduga Rp.100.000
Lampiran Tabel Statistics klasifikasi umur N Valid 54 Missing 0 Mean 1.69 Median 2.00 Std. Deviation .543 Klasifikasi umur
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 45-59 tahun 19 35.2 35.2 35.2 60-74 tahun 33 61.1 61.1 96.3 75-90 tahun 2 3.7 3.7 100.0 Total 54 100.0 100.0 Statistics Jenis kelamin N Valid 54 Missing 0 Mean 1.65 Median 2.00 Std. Deviation .482 Jenis kelamin
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Laki-laki 19 35.2 35.2 35.2
perempuan 35 64.8 64.8 100.0
Statistics pendidikan N Valid 54 Missing 0 Mean 3.37 Median 4.00 Std. Deviation .875 Pendidikan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid tidak sekolah 1 1.9 1.9 1.9
sd/sederajat 9 16.7 16.7 18.5 smp/sederajat 15 27.8 27.8 46.3 sma/sederajat 27 50.0 50.0 96.3 perguruan tinggi 2 3.7 3.7 100.0 Total 54 100.0 100.0 Statistics pekerjaan N Valid 54 Missing 0 Mean 2.91 Median 3.00 Std. Deviation 1.137
pekerjaan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid PNS 11 20.4 20.4 20.4
Ibu rumah tangga 30 55.6 55.6 75.9
wiraswasta 9 16.7 16.7 92.6
Petani 4 7.4 7.4 100.0
Total 54 100.0 100.0
Statistics Lama menderita rematik
N Valid 54
Missing 0
Mean 2.11
Median 2.00
Std. Deviation .718
Lama menderita rematik
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid ≤1 tahun 11 20.4 20.4 20.4 2-4 tahun 26 48.1 48.1 68.5 ≥ 5 tahun 17 31.5 31.5 100.0 Total 54 100.0 100.0
1.reliabiltas pengetahuan
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics
Cronbach’s Alpha Part 1 Value .645
N of Items 6a
Part 2 Value .352
N of Items 5b
Total N of Items 11 Correlation Between Forms .624 Spearman-Brown Coefficient Equal Length .768 Unequal Length .770 Guttman Split-Half Coefficient .759
a. The items are: s1, s2, s3, s4, s5, s6. b. The items are: s6, s7, s8, s9, s10, s11.
2. reliabilitas sikap Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
Reliability Statistics Cronbach’s
Alpha N of Items
.726 10
3. reliabilitas kemampuan merawat diri
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 30 100.0
Excludeda 0 .0
Total 30 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics Cronbach’s
Alpha N of Items
4.hasil Statistics klasifikasi N Valid 54 Missing 0 Mean 1.33 Median 1.00 Std. Deviation .514 Klasifikasi pengetahuan
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid baik 37 68.5 68.5 68.5 cukup 16 29.6 29.6 98.1 kurang baik 1 1.9 1.9 100.0 Total 54 100.0 100.0 Statistics klasifikasisikap N Valid 54 Missing 0 Mean 1.04 Median 1.00 Std. Deviation .191 klasifikasisikap
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid positif 52 96.3 96.3 96.3
negatif 2 3.7 3.7 100.0
Statistics klasifikasikemampuanmerawatdiri N Valid 54 Missing 0 Mean 2.04 Median 2.00 Std. Deviation .474 Klasifikasikemampuanmerawatdiri
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid baik 5 9.3 9.3 9.3 cukup 42 77.8 77.8 87.0 kurang baik 7 13.0 13.0 100.0 Total 54 100.0 100.0
5. Hasil peritem pengatahuan
Soal 1
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid salah 1 1.9 1.9 1.9 benar 53 98.1 98.1 100.0 Total 54 100.0 100.0 Soal 2
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid salah 4 7.4 7.4 7.4 benar 50 92.6 92.6 100.0 Total 54 100.0 100.0 Soal 3
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid salah 26 48.1 48.1 48.1 benar 28 51.9 51.9 100.0 Total 54 100.0 100.0 Soal 4
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid salah 5 9.3 9.3 9.3 benar 49 90.7 90.7 100.0 Total 54 100.0 100.0 Soal 5
Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid salah 5 9.3 9.3 9.3 benar 49 90.7 90.7 100.0 Total 54 100.0 100.0 Soal 6
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid salah 47 87.0 87.0 87.0 benar 7 13.0 13.0 100.0 Total 54 100.0 100.0 Soal 7
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid salah 32 59.3 59.3 59.3 benar 22 40.7 40.7 100.0 Total 54 100.0 100.0 Soal 8
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid salah 8 14.8 14.8 14.8 benar 46 85.2 85.2 100.0 Total 54 100.0 100.0 Soal 9
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid salah 24 44.4 44.4 44.4
benar 30 55.6 55.6 100.0
Total 54 100.0 100.0
s10
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid salah 20 37.0 37.0 37.0 benar 34 63.0 63.0 100.0 Total 54 100.0 100.0 Soal 11
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid salah 1 1.9 1.9 1.9
benar 53 98.1 98.1 100.0
Total 54 100.0 100.0
6. hasil peritem sikap
Pernyataan 1
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 1 2 3.7 3.7 3.7 2 3 5.6 5.6 9.3 3 28 51.9 51.9 61.1 4 21 38.9 38.9 100.0 Total 54 100.0 100.0 Pernyataan 2
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
2 13 24.1 24.1 25.9
3 36 66.7 66.7 92.6
4 4 7.4 7.4 100.0
Total 54 100.0 100.0
Penyataan 3
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 1 1 1.9 1.9 1.9 2 8 14.8 14.8 16.7 3 25 46.3 46.3 63.0 4 20 37.0 37.0 100.0 Total 54 100.0 100.0 Pernyataan 4
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 1 2 3.7 3.7 3.7 2 9 16.7 16.7 20.4 3 35 64.8 64.8 85.2 4 8 14.8 14.8 100.0 Total 54 100.0 100.0 Pernyataan 5
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 1 2 3.7 3.7 3.7 2 13 24.1 24.1 27.8 3 36 66.7 66.7 94.4 4 3 5.6 5.6 100.0 Total 54 100.0 100.0
Pernyataan 6
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 2 1 1.9 1.9 1.9 3 33 61.1 61.1 63.0 4 20 37.0 37.0 100.0 Total 54 100.0 100.0 Pernyataan 7
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 1 2 3.7 3.7 3.7 2 7 13.0 13.0 16.7 3 35 64.8 64.8 81.5 4 10 18.5 18.5 100.0 Total 54 100.0 100.0 Pernyataan 8
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 1 1 1.9 1.9 1.9 2 4 7.4 7.4 9.3 3 28 51.9 51.9 61.1 4 21 38.9 38.9 100.0 Total 54 100.0 100.0
Pernyataan 9
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 1 4 7.4 7.4 7.4 2 28 51.9 51.9 59.3 3 14 25.9 25.9 85.2 4 8 14.8 14.8 100.0 Total 54 100.0 100.0 Pernyataan 10
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 1 3 5.6 5.6 5.6 2 14 25.9 25.9 31.5 3 29 53.7 53.7 85.2 4 8 14.8 14.8 100.0 Total 54 100.0 100.0
7. Hasil peritem kemampuan merawat diri
p1
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent Valid 1 12 22.2 22.2 22.2 2 25 46.3 46.3 68.5 3 12 22.2 22.2 90.7 4 5 9.3 9.3 100.0 Total 54 100.0 100.0
p2
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative