• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

1. Pelaksanaan Pembelajaran dengan Model Problem Based Learning (PBL)

Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 5 Tanah Datar sebanyak 4 kali pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan penerapan model problem based learninglebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematis dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan pembelajaran secara konvensional. Terdapat 5 tahapan dalam menerapkan model problem based learning yaitu:

a. Memberikan orientasi permasalahan kepada siswa.

Peneliti menyampaikan motivasi dan tujuan yang sesuai dengan materi pembelajaran yaitu teorema Pythagoras. Peneliti memberikan motivasi kepada siswa dengan tujuan membangkitkan motivasi belajar siswa tentang teorema Pythagoras. Contohnya peneliti memberikan motivasi tentang bapak bilangan yaitu bapak Pythagoras yang menemukan teorema Pythagoras agar siswa termotivasi dalam pembelajaran. Peneliti memberi motivasi dan tujuan selama 15 menit. Setelah memberikan motivasi dan tujuan peneliti membagi siswa menjadi 4 kelompok heterogen yang terdiri dari 5-6 orang, kelompok dibagi berdasarkan kemampuan siswa, dalam satu kelompok terdapat siswa yang mempunyai kemampuan tinggi, sedang dan rendah dan diharapkan seluruh anggota saling membantu dan kerjasama, setelah itu setiap kelompok diberikan Lembar Kerja Kelompok (LKK) yang berisi masalah-masalah agar mereka bisa berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dalam LKK tersebut.

Prinsip ini merupakan tahap memberikan masalah kepada siswa, tahap ini sesuai dengan indikator kemampuan pemecahan masalah matematis yaitu menunjukkan masalah kepada siswa dalam tahap PBL(memberikan orientasi tentang permasalahan kepada siswa).

b. Mengorganisasikan siswa dalam belajar

Setelah di berikan LKK kepada siswa, siswa berdiskusi dengan kelompoknya masing- masing. Siswa menemukan solusi permasalahan dari Lembaran Kerja Kelompok (LKK) dengan kelompoknya masing–masing. Siswa juga merencanakan masalah, melakukan masalah dari permasalahan yang ada di LKK. Siswa juga mengemukakan pendapatnya masing-masing dalam diskusi kelompok. Siswa menemukan solusi dari permasalahan dan merancang serta melakukan rancangan permasalahan yang ada di LKK dengan berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing. Dengan langkah ini terpenuhilah indikator kemampuan pemecahan masalah siswa yaitu merencanakan masalah dan melakukan rencana masalah.

Gambar 4.2 LKK Merencanakan dan Melakukan Masalah

c. Membantu investigasi mandiri atau kelompok

Peneliti dan sisiwa sama-sama membaca permasalahan yang ada dalam LKK tersebut, jika ada siswa yang tidak mengerti siswa bisa menanyakan kepada peneliti sebelum menyerjakan LKKtersebut.Siswa boleh bertanya kepada peneliti jika ada soal atau pelajaran yang tidak dipahami. Peneliti membantu siswa dalam menyelesaikan masalah yang tidak dipahami oleh siswa. Hal

ini sesuai dengan indicator kemampuan pemecahan masalah yaitu pengecekan kembali berhubungan dengan membantu investigasi.

Gambar 4.3 Peneliti membantu diskusi

d. Mengembangkan dan mempresentasikan hasil karya

Setelah siswa diskusi berkelompok, peneliti meminta perwakilan kelompok untuk menuliskan hasil diskusinya dan mempresentasikan hasil kelompoknya masing –masing. Siswa pun menulis jawaban kelompoknya di papan tulis dan menjelaskan/ mempresentasikan hasil kelompoknya kepada kelompok yang lain.

Gambar 4.4Siswa Mempresentasikan Hasil Kelompok

e. Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Setelah perwakilan kelompok mempresentasikan hasil kelompoknya, peneliti meminta kelompok lain memberi tanggapan dan menilai hasil kelompok temannya. Peneliti mempersilahkan kepada siswa lain untuk bertanya tentang materi yang dipelajari dan peneliti memberikan penguatan dan reword kepada kelompok yang tampil. Siswa pun bertanya dan memeriksa kembali dan meng

evaluasi hasil kelompok yang tampil. Dengan adanya langkah ini maka terpenuhilah indikator kemampuan pemecahan masalah matmatis siswa yaitu memeriksa kembali dan mengevaluasi.

Gambar 4.5 Siswa bertanya dan memberikan pendapat

Peneliti menyimpulkan materi yang di pelajari dan mengumpulkan LKK serta memberi materi yang akan di pelajari pada pertemuan berikutnya.

Berdasarkan hasil pengamatan yang peneliti dapatkan saat diskusi kelompok berlangsung, diperoleh bahwa siswa dalam memperhatikan dan mendengarkan penjelasan siswa yang lain saat diskusi atau presentasi dalam setiap pertemuan mengalami peningkatan. Akan tetapi masih ada terlihat beberapa siswa yang mengalami penurunan atau tetap sama seperti pertemuan sebelumnya. Siswa yang mengalami penurunan adalah siswa-siswa yang sudah pernah tampil sebelumnya, siswa-siswa ini beranggapan karena telah tampil tidak perlu lagi mengikuti diskusi. Untuk mengatasi hal tersebut peneliti menjelaskan bahwa setiap pertemuan siswa yang sudah pernah tampil atau belum memiliki kesempatan yang sama. Penyebab lainnya yaitu disaat diskusi siswa-siswi ada yang melakukan aktivitas lain atau ada yang bercerita dengan temannya.

Untuk mengatasi hal tersebut peneliti memantau serta mendekati siswa yang tidak fokus dalam mengikuti diskusi. Peneliti juga membimbing siswa yang memiliki kesulitan dalam pembelajaran dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.Peneliti

memberikan pertanyaan dan komentar kepada masing-masing kelompok terhadap hasil dari kerja kelompok mereka tersebut.

2. KemampuanPemecahan Masalah Matematis

Berdasarkan hasil pengolahan data di atas diperoleh analisis data yaitu uji normalitas tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan ujililiefors menunjukkan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Pengujian selanjutnya dilakukan dengan uji homogenitas variansi dengan menggunakan uji Barlett. Hasil uji dengan teknik ANOVA menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, artinya kedua kelas memiliki variansi yang homogen.Berdasarkan hasil uji normalitas dan uji homogenitas variansi data tes kemampuan pemecahan masalah matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol, dapat disimpulkan bahwa data sampel berdistribusi normal dan memiliki variansi yang homogen.

Berdasarkan hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa terlihat bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan model problem based learning lebih baik daripadakemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan pembelajaran secara konvensional (kelas kontrol). Hal ini terdapat pada jawaban siswa pada soal kemampuan pemecahan masalah berikut:

a. Memahami masalah

Berdasarkanin indikator tes kemampuan pemecahan masalah terdapat pada soal nomor 1a,2a,3a. Secara umum kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen sudah mampu memahami masalah secara lengkap sedangkan kelas control mampu diketahui dan ditanya saja.

Siswa eksperimen yang mampu memahami masalah secara lengkap sebanyak 20 orang sudah mampu memahami masalah sedangkan yang mampu menulis diketahui dan ditanya adalah 3 orang. Hal ini terlihat dari gambar berikut:

Gambar 4.6 Jawaban Siswa AU Kelas Eksperimen

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa kelas eksperimen sudah bisa memahami masalah. Sehingga indikator kemampuan pemecahan masalahmatematis sudah tercapai dengan menggunakan langkah-langkah model PBL.

Secara umum kemampuan pemecahan masalah siswa kelas control belum mampu memahami masalah secara lengkap kelas control mampu diket dan ditanya saja dan tidak dapat menulis diketahui dan ditanya.Siswa kontrol yang mampu memahami masalah secara lengkap sebanyak 8 orang sudah mampu memahami masalah sedangkan yang mampu menulis diketahui dan ditanya adalah 8 orang dan yang tidak mampu membuat diketahui dan ditanya adalah 5 orang. Hal ini terlihat dari gambar berikut:

Gambar 4.7 Jawaban IL Siswa Kelas Kontrol

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa kelas kontrol belum bisa memahami masalah. Sehingga indikator kemampuan

pemecahan masalah matematis belum tercapai dengan menggunakan pembelajaran konvensional.

b. Membuat rencana masalah

Berdasarkan indikator tes kemampuan pemecahan masalah matematis terdapat pada soal 2b, 3b. Secara umum kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen sudah mampu membuat rencana masalah masalah secara lengkap sedangkan kelas control belum mampu membuat rencana masalah secara lengkap.

Siswa eksperimen yang mampu membuat rencana masalah secara lengkap sebanyak 16 orang sudah mampu memahami masalah sedangkan yang mampu membuat rencana masalah yang benar tetapi belum lengkap adalah7 orang. Hal ini terlihat dari gambar berikut:

Gambar 4.8 Jawaban SiswaAT Kelas Eksperimen

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa kelas eksperimen sudah bisa membuat rencana masalah. Sehingga indikator kemampuan pemecahan masalah matematis sudah tercapai dengan menggunakan langkah-langkah model PBL.

Secara umum kemampuan pemecahan masalah siswa kelas control belum mampu membuat rencana masalah secara lengkap kelas control mampu membuat rencana dengan benar tetapi belum lengkap dan tidak ada membuat rencana. Siswa kontrol yang mampu membuat rencana dengan benar tetapi belum lengkap sebanyak 9 dan tidak ada membuat rencana masalah sebanyak 12 orang Hal ini terlihat dari gambar berikut:

Gambar 4.9 Jawaban Siswa RI Kelas Kontrol

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa kelas kontrol belum bisa memahami masalah. Sehingga indikator kemampuan pemecahan masalah matematis belum tercapai dengan menggunakan pembelajaran konvensional..

c. Melaksanakan rencana masalah

Berdasarkan indikator tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa terdapat pada soal 1b,2c dan 3c. Secara umum kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen sudah mampu melakukan proses yang benar dan mendapatkan hasil yang benar sedangkan kelas control belum mampu melakukan proses yang benar dan mendapatkan hasil yang benar.Siswa eksperimen yang mampu melakukan proses yang benar dan mendapatkan hasil yang benar sebanyak 19 orang, sedangkan siswa yang mampu melakukan proses yang benar dan mendapatkan hasil yang benar tetapi salah perhitungan adalah 4 orang. Hal ini terlihat dari gambar berikut:

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa kelas eksperimen sudah bisa melakukan proses yang benar dan mendapatkan hasil yang benar. Sehingga indikator kemampuan pemecahan masalah matematis sudah tercapai dengan menggunakan langkah-langkah model PBL.

Secara umum kemampuan pemecahan masalah siswa kelas control belum mampu melakukan proses yang benar dan mendapatkan hasil yang benar. Kelas control mampu melakukan proses yang benar dan mendapatkan hasil yang benar tetapi salah perhitungan Siswa kontrol yang mampu melakukan proses yang benar dan mendapatkan hasil yang benar sebanyak 9 dan melakukan proses yang benar dan mendapatkan hasil yang benar tetapi salah perhitungan sebanyak 5 orang dan melakukan prosedur yang salah dan menghasilkan jawaban yang salah sebanyak 6. Hal ini terlihat dari gambar berikut:

Gambar 4.11 Jawaban Siswa RI Kelas Kontrol

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa kelas kontrol belum bisa melakukan proses yang benar dan mendapatkan hasil yang benar. Sehingga indikator kemampuan pemecahan masalah matematis belum tercapai dengan menggunakan pembelajaran konvensional. d. Memeriksa kembali dan menarik kesimpulan

Yaitu kemampuan memeriksa jawaban dengan menggunakan teorema pythagoras. Indikator tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa terdapat pada soal nomor 4 dan 5. Secara umum kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen sudah mampu pemeriksaan dilaksanakan untuk melihat kebenaran soal sedangkan

kelas control belum mampu pemeriksaan dilaksanakan untuk melihat kebenaran soal.Siswa eksperimen yang mampu pemeriksaan dilaksanakan untuk melihat kebenaran soal sebanyak 17 orang, sedangkan siswa yang mampu ada pemeriksaan tapi tidak tuntas adalah 4 orang dan tidak ada pemeriksaan atau tidak ada keterangan lain sebanyak 2 orang. Hal ini terlihat dari gambar berikut:

Gambar 4.12 Jawaban SiswaAT Kelas Eksperimen

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa kelas eksperimen sudah bisa memeriksa pelaksanaan untuk melihat kebenaran soal. Sehingga indikator kemampuan pemecahan masalah matematis sudah tercapai dengan menggunakan langkah-langkah model PBL.

Secara umum kemampuan pemecahan masalah siswa kelas control belum mampu melakukan proses yang benar dan mendapatkan hasil yang benar. Siswa kontrol yang mampu pemeriksaan dilaksanakan untuk melihat kebenaran soal sebanyak 5 orang, sedangkan siswa yang mampu ada pemeriksaan tapi tidak tuntas adalah 11 orang dan tidak ada pemeriksaan atau tidak ada keterangan lain sebanyak 5 orang. Hal ini terlihat dari gambar berikut:

Gambar 4.13 Jawaban Siswa RI Kelas Kontrol

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa kelas kontrol belum bisa pemeriksaan dilaksanakan untuk melihat kebenaran. Sehingga indikator kemampuan pemecahan masalah matematis belum tercapai dengan menggunakan pembelajaran konvensional.

Dokumen terkait