• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Berdasarkan tabel diatas, maka dapat diketahui bahwa perkembangan rasio profitabilitas yang terdiri dari ratio ROA, NPM, GPM, ROE, dan GITA selama tiga tahun terakhir yaitu tahun 2013 sampai tahun 2015 mengalami Penurunan, dimana Rasio ROA dengan rata-rata sebesar 3,77 dari total Rasio ROA 11,32%

Terjadi peningkatan 2013 sampai 2014 yaitu 3,03% hingga 5,22% dan dari tahun 2015 terjadi penurunan. hal ini diakibatkan peningkatan total asset tidak dibarengi dengan peningkatan pendapatan bersih.

Rasio NPM dengan rata-rata sebesar 16,37% dari total rasio NPM sebesar 49,12% terlihat penurunan, dimana tahun 2013-2014 yaitu 9,97%- 21,45% dan

terjadi peningkatan pada tahun 2013-2014 masing-masing 21,4%-17,75%

mengalami penurunan.

Rasio GPM dengan rata-rata sebesar 32,50% dari total rasio GPM sebesar 97,52% dan terjadi penurunan, dimana tahun 2013-2014 yaitu 33,71%-36,67%

mengalami mengalami peningkatan dan tahun 2014-2015 yaitu 36,67%-27,14 mengalami penurunan yang pesat.

Rasio ROE dengan total 110,26% rata-ratanya 36,75% mengalami penurunan yang sangat pesat, dimana tahun 2013-2015 yaitu 21,58%-51,58%

terjadi peningkatan. Tahun berikut terjadi penurunan yaitu tahun 2014-2015 masing-masing 51,58% menjadi 37,10%.

Untuk kategori GITA dengan total 23,91% dan rata-ratanya 7,97 mengalami penurunan yang sangat pesat, dari tahun 2013-2014 yaitu dimana mengalami 10,26%-8,96% penurunan, dan tahun 2014-2015 terjadi penurunan yang drastis yaitu 8,96% menjadi 4,69%

Pada rasio BEP pada tahun 2013 sampai tahun 2014 mengalami penurunan laba sebesar 0,32% dan pada taun 2014 sampai tahun 2015 mengalami peningkatan laba sebesar 3,33% disebabkan karena kenaikan laba sebelum bunga dan pajak dan diimbangi dengan total asset.

Pada rasio rentabilitas pada tahun 2013 sampai tahun 2014 mengalami peningkatan laba sebesar 24,80% dan pada taun 2014 sampai tahun 2015 mengalami penurunan laba sebesar 17,83% disebabkan karena turunnya jumlah laba dan tingginya jumlah karyawan.

Pada rasio produktivitas pada tahun 2013 sampai tahun 2014 mengalami peningkatan laba sebesar 115,94% dan pada taun 2014 sampai tahun 2015 mengalami penurunan laba sebesar 100,45% disebabkan karena turunnya jumla penjualan bersih dan tingginya jumlah karyawan.

C. Metode Tolok Ukur Kinerja Keuangan PT. Semen Bosowa

PT. Semen Bosowa merupakan perusahaan yang belum belum efesien, maka metode yang digunakan dalam menilai kinerja keuangan perusahaan adalah dengan menggunakan metode rasio profitabilitas (ROA, ROE, NPM, GPM, GITA, BEP), produktivitas dan rentabilitas.

Rasio Profitabilitas

1. Jika GPMt > GPMt-1, maka kinerja keuangan perusahaan dapat dinyatakan baik.

2. Jika NPMt > NPMt-1, maka kinerja keuangan perusahaan dapat dinyatakan baik.

3. Jika ROA > ROAt-1 , maka kinerja keuangan perusahaan dapat dinyatakan baik.

Keterangan :

GPMt = Gross Profit Margin pada periode tahun ke-t GPMt-1 = Groos Profit Margin pada periode tahun ke-t-1 NPMt = Net Profit Margin pada periode tahun ke-t NPMt-1 = Net Profit Margin pada periode tahun ke-t-1 ROAt = Return on Investment pada periode tahun ke-t ROAt-1 = Return on Investment pada periode tahun ke-t-1

89 A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya dan hasil analisis rasio profitabilitasnya maka dapat disimpulkan yaitu Dapat digambarkan Bahwa kinerja keuangan bila ditinjau dari sudut profitabilitasnya pada PT. Semen Bosowa Dengan mengunakan rasio ROA, ROE, NPM, GPM, GITA, BEP, Rasio Rentabilitas dan Rasio Produktivitas tiga tahun (tahun 2013-tahun 2015) belum sepenuhnya efesien. Ini sebabkan karena tingkat profitabilitasnya mengalami fluktuasi. Analisis kinerja keuangan ditinjau dari rasio profitabilitas, rasio rentabilitas dan produktivitas dari periode tahun 2013 -2014 sampai dengan 2014-2015 cenderung mengalami naik turun (fluktuasi) meskipun tidak siginfikan.

Tingkat profitabilitas diukur dengan perhitungan Net Profit Margin (NPM), Return On Asset (ROA) , Return On Equity (ROE), gross profit margin (GPM), rasio rentabilitas dan rasio produktivitas tahun 2013 sampai tahun 2014 mengalami peningkatan dan pada tahun 2014 mengalami penurunan. Dilihat dari perhitungan GITA, diketahui bahwa terjadi penurunan dari tahun ketahun yaitu tahun 2013 sampai tahun 2015. Dan perhitunga BEP (Basic Earning Power).

disimpulkan bahwa tingkat profitabilitas PT. Semen Bosowa Maros dalam kondisi yang kurang efesien. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan modal sendiri yang diinvestasikan didalamnya serta kemampuan atau efektifitas aktiva yang dimiliki dalam menghasilkan laba belum efesien karena mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Dari hasil analisis rasio profitabilitas meskipun

perusahaan masih tergolong perusahaan sehat, akan tetapi jika dilihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atas profit dari tahun ketahun mengalami penurunan. Ini menggambarkan jika perusahaan belum mampu atau masih rendahnya tingkat laba yang dihasilkan oleh keseluruhan penggunaan assets perusahaan.

Perbedaaan penelitian terdahulu adalah penelitian yang digunakan sebagai tolak ukur atau acuan untuk ditindak lanjuti penelitian sekarang. Sedangkan penelitian sekarang adalah menutupi kekurangan dari penelitian sebelumya agar penelitian tersebut lebih sempurna. Misalnya perberdaan penelitian terdahulu eviana tahun 2012 dengan judul analisis rasio profitabilitas dan rasio aktivitas sebagai dasar penilaian kinerja keuangan pada PT. Skyline Jaya sedangkan dan penelitian sekarang tahun 2017 penilian kinerja keuangan ditinjau dari sudut profitabilitas PT. Semen Bosowa letak perbedaan yaitu rumusan masalahnya, kerangka pikir, hipotesis, tempat dan lokasi, tahun penelitian, populasi dan sampel, metode analisisnya menggunakan rasio profitabilitas dan rasio aktivitas.

Sedangakan penelitian sekarang adalah menggukan rasio profitabilitas (ROA, ROE, NPM, GPM, GITA, BEP), produktivitas dan rentabilitas.

B. Saran

Manajemen diharapkan dapat mengelolah laporan keuangan berdasarkan rasio keuangannya terutama rasio profitabilitas dan laporan keuangan lainnya, sebagai bahan informasi bukan hanya bagi pihak intern perusahaan tetapi juga berguna bagi pihak yang berkepentingan lainnya guna menilai kebijaksanaan manajemen. Untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan perusahaan harus

berusahaa meningkatkan tingkat profitabilitasnya terutama pada ROA, ROE, NPM, GPM, GITA, BEP, Rasio Rentabilitas, Rasio Produktivitas dan perusahaan sebaiknya mempertahankan pengelolaan biaya-biaya agar cermat dan efesien dengan demikian kemampuan perusahaan untuk meningkatkan profitabilitasnya pada masa yang akan datang lebih baik.

Dari hasil analisis rasio profiitabilitas, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba atas profit selalu naik turunnya dari tahun ketahun pada periode tahun 2013-2015. Maka perusahaan di harapkan mampu dalam kegiatan dalam pengelolaan aktiva maupun modal yang dimiliki perusahaan secara efesien agar dapat memperoleh laba yang diinginkan serta dapat menguntungkan pihak pemegang saham.

92

Samarinda, Jurnal Ilmu Administrasi Dan Bisnis, Universitas Mulawarman, 2016

Agustin, Erni, Analisis Rasio Keuangan Untuk Penilaian Kenerja Keuangan Pada PT Indofarma (PERSERO) TBK, Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 2016

Afriyeni, Endang, Penilaian Kinerja Keuangan Dengan Menggunakan Analisis Rasio, Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, Politeknik Negeri Padang, 2008 A.Z, Zahroh, Penilaian Kinerja Keuangan Pada Usaha Kecil Dan Menengah

(UKM) Berdasarkan Analisis Rasio Keuangan (Studi Pada IRT Ramayana Agro Mandiri Kota Batu Tahun 2011-2014), Jurnal Administrasi Dan Bisnis, Universitas Barawijaya, 2015

Brigham, Eugene F. dan Joel F. Houston, Dasar-dasar Manajemen Keuangan, Buku Satu, Edisi Kesepuluh, Alih Bahasa Ali Akbar Yulianto. Jakarta:

Salemba Empat, 2009

Brigham, E,F & Weston, J,F, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Edisi Kesembilan, Jilid 2, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2005

Baridwan, Zaki, Intermediate Accounting, Edisi Delapan, BPFE Yogyakarta, Yogyakarta, 2008

Fahmi, Irham, Analisis Kinerja Keuangan, Edisi Ke-3, PT. Alfabeta, Bandung, 2014

Fahmi, Irham, Analisis Laporan Keuangan, Cetakan Kedua, Alfabeta, Bandung, 2012

Handayani, Dessie, Analisis Kinerja Keuangan Rasio Profitabilitas Pada PT Bhimex Di Samarinda, Jurnal Ekonomi dan bisnis, Universitas Mulawarman, Samarinda, 2013

Harahap, Sofyan Syafri, Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, Edisi Ke-1, PT.

Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2008

Jumingan, Analisa laporan keuangan, PT. Bumi Aksara, Jakarta, 2016 Grasindo, Jakarta, 2016

Kasmir, Analisis Laropan Keuagan, PT. Rajawai pers, jakarta, 2014

Khamidah Iflakhul Fitri, Analisis Kinerja Keuangan Berdasarkan Rasio Profitabilitas Dan Likuiditas Pada LBB SSC Surabaya, Jurnal, Universitas Narotama, 2010

Munawir, Analisa Laporan Keuangan, Edisi Keempat, Liberty Yogyakarta, Yogyakarta, 2007

Martin Dwi dan NPS Sylvia, Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK, Buku 1, Penerbit Salemba Empat, Jakarta Selatan, 2012

Mahsun, Mohammad, Pengukuran Kinerja Sektor Publik, BPFE, Yogyakarta, 2006

Oktavia, Cindy, Sudirman Analisis Rasio Likuiditas, Leverage, Aktivitas dan Profitabilitas untuk Mengukur Kinerja Keuangan pada Restoran Bumbu Desa, Ekonomi dan Bisnis, Desa Cikini, 2014

Sugiono, Arief dan Edy Untung, Analisa Laporan Keuangan, Edisi Revisi, PT.

Grasindo, Jakarta, 2016

Sunyoto, Danang, Analisis Laporan Keuangan Untuk Bisnis, Edisi Pertama, PT.

Buku Seru, Jakarta, 2013

Sukhemi, Evaluasi Kinerja Keuangan Pada PT. Telkom, 2007

Sutrisno. 2007. Manajemen Keuangan Teori, Konsep, dan Aplikasi, EKONISIA Yogyakarta , 2007

Sriwardany,Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan terhadap Kebijakan Struktur Modal dan Dampaknya terhadap Perubahan Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Tbk, Tesis, Medan Universitas Sumatera Utara, 2006

Wardani, Rachma Fitriati, Analisis Komparasi Profitabilitas Sebelum Dan Sesudah Penawaran Umum Saham Perdana, Jurnal Administrasi Dan Organisasi, FISIP UI, 2010

Wardayani, Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Ditinjau Dari Segi Profibilitas Pada PT Indo Food CBP Sukses Makmur, Jurnal Riset Akutansi Dan Bisnis, Politeknik LP3I Medan, 2012

Tampubolon, Manahan, Manajemen Keuangan, Edisi Pertama, Mitra Wacana Media, Jakarta, 2013

Ulum, Ihyaul dan Ahmad Juanda, Metodologi Penelitian Akuntansi, Edisi Pertama, Aditya Media Publishing, Malang, 2016

Zein, Basri, Analisis Kinerja Keuangan Di Tinjau Dari Segi Likuiditas, Struktur Modal Dan Profibilitas Pada Perusahan Publik Sektor Aneka Industri Yang Terdaftar Di Bej Periode 2000-2004, Jurnal, Universitas Syiah Kuala, 2008

L A M

P

I

R

A

N

96

No Uraian 2013 2014 2015

RP RP RP

3. Laba Kotor 410.860.000 498.317.000 319.548.000

4.

8. Pendapatan untuk Koperasi (22.976.000) 141.408.000 34.595.000

9.

13. Laba bersih Sebelum Pajak (106.877.000) 18.030.000 (227.358.000)

96

15. Pajak Tangguhan 6.272.000 (3.368.000) (26.000)

16. Laba Bersih Periode (100.604.000) (4.641.000) (227.384.000)

17.

18.

Pendapatan Komprehensif Lain (-) Pendapatan Komprehensif Lain (+)

-3.570.000 (1.080.000)

13.137.000 (3.348.000)

20. Laba Bersih (100.604.000) 7.132.000 (217.595.000)

21.

22.

Biaya Bunga

Deprisiasi Dan Amortasi

71.990.000 144.577.000

94.636.000 149.280.000

94.028.000 174.478.000

Laba Bersih Setelah Pajak 121.601.000 290.688.000 209.073.000

EBITDA Presentase 10% 21% 18%

Sumber : PT. Semen Bosowa (Data Olah 2017)

97

98

No Uraian 2013 2014 2015

RP RP RP

Total Aktiva Lancar 801.828.000 839.490.000 835.696.000

8.

12. Asset tidak Lancar Lainnya 65.799.000 65.366.000 78.108.000 Total Aktiva Tidak Lancar 3.242.858.000 4.722.245.000 5.977.288.000

TOTAL AKTIVA 4.004.686.000 5.561.735.000 6.812.924.000

13.

Biaya yang Masih Harus Dibayar Pajak harus Dibayar

Utang Lancar lainnya

Jatuh Tempo Jangka Panjang- Bank Kewajiban

Total Utang Lancar 652.473.000 769.521.000 944.979.000

20.

21.

Utang Tidak Lancar : Pinjaman Bank :

Kredit Investasi 1.565.988.000 2.983.457.000 4.164.435.000

99

23.

Total Utang Tidak Lancar 1.651.440.000 3.044.309.000 4.337.636.000

TOTAL UTANG 2.303.913.000 3.813.830.000 5.282.614.000

25.

Total Modal 1.740.773.000 1.747.905.000 1.530.310.000

TOTAL UTANG DAN MODAL 4.044.686.000 5.561.735.000 6.812.924.000

Sumber : PT. Semen Bosowa (Data Olah 2017)

100

101

Tabel 5.4 PT. Bosowa Maros Jumlah Karyawan Periode 2013-2015

NO. DIV/DEPT JUMLAH

KARYAWAN

1 PRODUKSI 216

2 MECHANICAL 180

3 QUALITY ASSURANCE 15

4 PROCUREMENT 16

5 FINANCE, ACC & TAX 39

6 MARKETING 23

7 BIZPRO & IT 13

8 SHE & EXTERNAL RELATION 92

9 HR & GA 45

10 ENGGINERING & PLANNING 25

11 DISTRIBUTION 38

12 RISK MANAGEMENT/ISO 11

13 LAND TRANSPORTATION &

STEVEDORING 137

14 ELECTRICAL & AUTOMATION 60

15 QUALITY CONTROL & DEVELOPMENT 26

16 WAREHOUSE 60

17 INTERNAL AUDIT 4

18 QUARRY 232

JUMLAH KARYAWAN 1.172

RIWAYAT HIDUP

Nama : Wasita

Nim : 105730449213

Tempat Tanggal Lahir : Sinjai, 20 Maret 1995 Jenis Kelamin : Perempuan

Agama : Islam

Suku/Bangsa : Bugis / Indonesia

Alamat : Sinjai Selatan

Pendidikan : SDN 166 Tarunccue Tahun 2002 Sampai 2007 SMPN 1 Sinjai Selatan Tahun 2007 Sampai 2010

SMAN 1 Sinjai Selatan Tahun 2010 Sampai 2013

S1 Akuntansi Universitas Muhammadiyah Makassar mulai Tahun 2013 Sampai Sekarang

Dokumen terkait