• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4. Pembahasan

1. Pengar uh Biaya Bahan Baku Ter hadap Efisiensi Biaya Produksi

Biaya Produksi merupakan unsur yang sangat penting karena

menentukan besar kecilnya laba yang diperoleh perusahaan. Istilah biaya

produksi juga dapat digunakan untuk menunjukkan pengorbanan sumber

ekonomi dalam pengolahan bahan baku menjadi produk. Dalam pembuatan

produk terdapat dua kelompok biaya yang terdiri dari atas biaya produksi

dan biaya non produksi. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang

dikeluarkan dalam pengolahan bahan baku menjadi produk jadi. Secara

umum biaya produksi merupakan biaya yang dikeluarkan untuk mengolah

bahan baku menjadi produk jadi, dimana biaya produksi akan dikeluarkan

oleh fungsi produksi sehubungan dengan adanya proses pengolahan bahan

baku menjadi produk jadi pada setiap tahapan produk.

Pada hasil analisis uji parsial menunjukkan bahwa biaya bahan baku

tidak ada pengaruhnya terhadap efisiensi biaya produksi. Hasil ini boleh jadi

ada benarnya karena PT. Dok Dan Perkapalan Surabaya (Persero) dalam

proses produksi berdasarkan pesanan, sehingga budget untuk biaya bahan

baku sudah terkondisi seperti produk pesanan yang telah terjadi

sebelumnya. Hal ini juga terlihat pada penyusunan anggaran biaya bahan

baku dan realisasinya yang terlihat pada table 4.2, memperlihatkan selama

kurun waktu 8 tahun dari tahun 2004 sampai dengan tahun 2011

76

antara anggaran dan realisasi biaya bahan baku bernilai positif hanya pada

tahun 2004 bernilai negative. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa

tersedianya dalam penyusunan anggaran biaya bahan baku didasarkan pada

acuan harga bahan baku sebelumnya.

2. Pengar uh Biaya Tenaga Ker ja Langsung Ter hadap Efisiensi Biaya

Pr oduksi

Pada hasil uji parsial, menunjukkan bahwa biaya tenaga kerja

langsung berpengaruh terhadap efisiensi biaya produksi. Hal di pengaruhi

oleh proses pemesanan bahan baku terjadi kendali, karena ada sebagian

bahan baku harus dibeli keluar negeri, sehingga proses produksi tidak bisa

berjalan. Dan pada saat proses produksi berhenti sementara sambil

menunggu bahan baku tersedia, perusahaan mempunyai kewajiban untuk

tetap memberikan upah tenaga kerja langsungnya, sehingga mengakibatkan

pembengkakan biaya produksi. Maka dapat dikatakan bahwa apabila

perusahaan berupaya melakukan efisiensi biaya produksi, maka harus

menekan pengeluaran dari biaya tenaga kerja langsung.

Untuk melaksanakan efisiensi biaya tenaga kerja langsung, maka

perusahaan harus menentukan penjadwalan kembali pada pemesanan bahan

baku, sehingga tidak terjadi delay pada proses produksi. Dengan demikian

4.4.1. Implikasi Penelitian

Hasil penelitian tentang efisiensi biaya produksi PT. Dok Dan

Perkapalan Surabaya (Persero) menunjukkan bahwa masih terjadi selisih

yang cu kup besar nilainya antara Anggaran Biaya dengan Realisasinya. Pada

Biaya Bahan Baku terjadi efisiensi penggunaan biaya yang cukup signifikan.

Hal ini disebabkan realiasi abiaya masih dibawa anggarannya.

Penggunaan biaya tenaga kerja langsung mengalami in efisiensi

antara tahun 2004 – 2011 disebabkan karena adanya penundaan kerja yang

tidak dapat dihindari. Oleh karena itu sebaiknya harus mempersiapkan semua

bahan baku sebelum proses produksi dimulai. Sehingga proses produksi dapat

berjalan secara efisien. Adanya spesialisasi pekerjaan dalam proses produksi

dapat membantu agar jam tenaga kerja sesuai standar.

Berdasarkan analisis t test diperoleh bahwa efisiensi biaya produksi

yang terjadi dikategorikan masih dalam batas pengendalian dan diluar batas

pengendalian. Jika efisiensi biaya produksi yang terjadi masih dalam batas

pengendalian, PT. Dok Dan Perkapalan Surabaya (Persero) harus tetap

melakukan pengawasan dalam proses produksi mulai dari awal hingga akhir

produksi. Hal ini perlu dilakukan agar biaya produksi dalam hal ini biaya

bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang terjadi tidak terlalu besar

dan tidak merugikan PT. Dok Dan Perkapalan Surabaya (Persero) juga harus

melakukan tindakan jika biaya produksi yang terjadi diluar batas

78

mendapatkan harga beli bahan baku yang lebih rendah dari yang telah

distandarkan dengan kualitas yang sesuai. Hal tersebut perlu dilakukan

sebagai solusi efisiensi biaya produksi yang terjadi pada harga bahan baku.

Tindakan lainnya yaitu PT. Dok Dan Perkapalan Surabaya (Persero) harus

menggunakan komposisi sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Hal

tersebut perlu dilakukan untuk menanggulangi selisih minus yang terjadi pada

efisiensi tenaga kerja langsung.

4.4.2. Per bedaan Penelitian Sekar ang dengan Ter dahulu

Sementara hasil penelitian ini, jika dibandingkan dengan penelitian

terdahulu sangatlah berbeda, seperti terangkum dalam tabel berikut ini :

Table 4.9. Perbedaan Penelitian Terdahulu dengan Penelitian Sekarang

No Nama Variabel Kesimpulan

1. Dini Lies Setyowati (2010)

Kualitas bahan baku dan kualitas produk

1). Kualitas bahan baku dan kualitas produk secara bersama-sama memiliki kontribusi yang nyata terhadap efisiensi biaya produksi. 2). Kualitas bahan baku memiliki kontribusi lebih besar terhadap efisiensi biaya produksi, dibandingkan kualitas produk.

2. Kumara Putra Setia (2009)

Kualitas bahan baku dan jam tenaga kerja langsung

Bahwa kuantitas bahan baku dan jam tenaga kerja langsung berpengaruh secara signifikan terhadap efisiensi biaya produksi dapat terbukti kebenarannya

3. Daniel Frianton Tarigan (2012)

Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya subkon (Eksternal)

1). Peningkatan biaya bahan baku memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan efisiensi biaya produksi, sedangkan peningkatan biaya tenaga kerja langsung dan biaya jasa subkon tidak memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan efisiensi biaya produksi. 2). Bahwa biaya bahan baku memberikan pengaruh lebih dominan terhadap efisiensi biaya produksi dibandingkan kedua variabel lainnya

4. Sulis Rahmawati (2013)

Biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung

1). Biaya Bahan Baku tidak ada pengaruh terhadap efisiensi biaya produksi. 2). Biaya Tenaga Kerja Langsung mempunyai pengaruh Efisiensi Biaya Produksi

4.4.3. Keter batasan Penelitian

Meskipun penulis telah berusaha merancang dan mengembangkan

penelitian sedemikian rupa, namun masih terdapat beberapa keterbatasan

dalam penelitian ini yang masih perlu revisi. Keterbatasan peneliti dapat

dikemukakan sebagai berikut :

1. Dalam penelitian ini hanya mengambil 2 data biaya produksi, yaitu biaya

bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung yang dikaitkan dengan

efisiensi biaya produksi. Sementara biaya overhead pabrik tidak diteliti.

2. Penelitian ini hanya memakai anggaran dan realisasi biaya sebagai proksi

dari perhitungan efisiensi biaya produksi, oleh karena itu hasil penelitian

ini belum mencerminkan efisiensi biaya produksi seutuhnya.

3. Mekanisme penentuan efisiensi biaya produksi tidak melibatkan

perhitungan biaya standar dengan analisis varians, yang memperhitungkan

80

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan analisa dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai

berikut:

1. Uji Hipotesis dengan perangkat uji-t menunjukkan bahwa Biaya Bahan

Baku tidak berpengaruh terhadap Efisiensi Biaya Produksi dengan kata lain

Ho diterima dan Ha ditolak.

2. Uji Hipotesis dengan perangkat uji-t menunjukkan bahwa Biaya Tenaga

Kerja Langsung berpengaruh terhadap Efisiensi Biaya Produksi dengan

kata lain Ho ditolak dan Ha diterima.

3. Untuk Uji Hipotesis secara simultan dengan perangkat uji-F menyatakan

kedua variable biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung secara

bersama-sama berpengaruh terhadap efisiensi biaya produksi dengan kata

5.2. Saran

Hasil penelitian ini memberikan tambahan bukti empiris mengenai topik

efisiensi biaya produksi. Beberapa saran yang diajukan dalam penelitian ini,

yaitu:

1. Penelitian ini memiliki keterbatasan-keterbatasan yang harus diperhatikan

dalam menginterpretasikan hasil penelitian. pengungkapan tentang

implementasi efisiensi biaya produksi kurang lengkap jika tidak dibarengi

dengan analisis varians.

2. Pemilihan variabel penelitian dalam penelitian ini hanya menggunakan

variabel biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung dengan 8

(delapan) tahun pengamatan. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk

menambah jumlah variable penelitian dengan memperpanjang periode

pengamatan.

3. Penelitian ini menggunakan dua variabel sebagai proksi efisiensi biaya

produksi. Peneliti selanjutnya agar dapat menambah proksi efisiensi biaya

produksi yang lain seperti biaya overhead serta di sertai dengan analisis

DAFTAR PUSTAKA

Blocher, Edward, .J., Chen Kung, .H., Cokins, Gary, dan Lin, .W., Thomas, 2007.

Manajemen Biaya Penekanan Strategi. Edisi Tiga, Terjemahan Resthi Widyaningrum, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Carter dan Usry, 2006. Akuntansi Biaya. Edisi 13, Buku 1, Jakarta, Salemba Empat.

Carter, William K, 2009. Akuntansi Biaya. Edisi 14, Buku 1, Jakarta, Salemba Empat.

Gujarati, Damodar, 1999. Ekonometrikra Dasar. Edisi Bahasa Indonesia, Penerjemah Sumarno Zain, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Hansen. Don, .R., dan Mowen, Maryanne, .M., 2000. Manajemen Biaya. Edisi Pertama, Thomas Learning, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Natalia, Deasy, 2006. Pengaruh Biaya Produksi Terhadap Harga Jual Pada Industry Kecil Kuningan Di Desa Growing Lor Kecamatan Jawana Kabupaten Pati, UNNES.

Pinarsih, 2005, Pengaruh Efisiensi Biaya Bahan Baku dan Efisiensi Biaya Tenaga Kerja Langsung Terhadap Ratio Profit Margin (Studi kasus pada perusahaan meubel PT. Jaya Indah Furniture Kabupaten Jepara),

UNNES.

Matz, Adolf and Usry F Milto, 1992. Cost Accounting, Planning, and Control. Edisi Sembilan, Terjemahan Herman Wibowo, Penerbit, Erlangga, Jakarta.

Mulyadi, 2007. Akuntansi Biaya. Edisi 5, Yogyakarta, Unit Penerbit dan Percetakan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN.

Samuelson, .A., Paul, 1986. Ekonomi. Edisi Kedua Belas, Terjemahan A. Q. Khalid, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Setia, Kumara Putra, 2009. Pengaruh Kuantitas Bahan Baku dan Jam Tenaga Kerja Langsung Terhadap Efisiensi Biaya Produksi pada PTPN XI (Persero) Redjosarie Magetan, FE UPN “Veteran” Jawa Timur.

Sugiyono, 2006. Statistik Untuk Penelitian. Cetakan Kesembilan, Penerbit CV. Alfabeta, Bandung.

Sumarsono, 2004. Metode Penelitian Akuntansi. Fakultas Ekonomi UPN “Veteran” Jawa Timur.

Supriyono, .R., .A., 2000. Manajemen Biaya Suara Reformasi Pengelolaan Bisnis. Edisi Pertama, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Tarigan, Daniel Frianton, 2012, Pengaruh Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Subkon (Eksternal) Terhadap Efisiensi Biaya Produksi Kapal Checical Tanker Pada PT. PAL Indonesia (Persero) Surabaya. FE UPN “Veteran” Jawa Timur.

Dokumen terkait