• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

1. Peningkatan Minat Siswa

Pada penelitian ini, penghitungan hasil minat belajar siswa yang didapatkan peneliti berdasarkan kuesioner yang telah peneliti buat dan divalidasi. Kuesioner dikerjakan oleh siswa sebelum diadakannya tindakan dan di setiap akhir siklus I dan siklus II untuk mengetahui minat belajar siswa. Untuk menganalisis minat belajar siswa dilakukan dengan cara membandingkan hasil minat pada kondisi awal dan disetiap akhir siklus I dan siklus II. Penelitian yang dilaksanakan di kelas VB SDK Ganjuran pada mata pelajaran IPS minat belajar meningkat karena adanya penggunaan metode jigsaw.

Berdasarkan data awal hasil kuesioner minat siswa sebelum penggunaan metode jigsaw diperoleh bahwa siswa yang berada pada kriteria minat rendah ada 2 siswa, minat tinggi ada 4 siswa dan 15 siswa mempunyai minat cukup. Data awal hasil skor rata-rata minat siswa yaitu 62, 38 yang diperoleh berdasarkan hasil kuesioner siswa yang dibagikan sebelum diadakannya tindakan. Hal ini menunjukkan bahwa pada kondisi awal minat belajar siswa berada pada kriteria cukup. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 9. Kemudian data awal minat siswa dibandingkan dengan hasil data siklus I dan siklus II minat siswa.

Siklus I dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2013 untuk pertemuan I dan 11 Maret 2013 untuk pertemuan II. Pada siklus I minat siswa meningkat dari keseluruhan hasil kuesioner seluruh siswa yang termasuk pada kriteria minat tinggi ada 15 siswa dan 6 siswa mempunyai minat sangat tinggi. Skor rata-rata minat siswa pada siklus I yaitu 79, 88 berada pada kriteria minat tinggi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran

10. Peningkatan minat siswa ini disebabkan adanya penerapan metode jigsaw dalam model pembelajaran di dalam kelas. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Jhonson & Jhonson dalam Rusman (2011: 219) bahwa pembelajaran kooperatif metode jigsaw dapat memberi pengaruh positif terhadap perkembangan anak seperti meningkatkan hasil belajar, daya ingat, sikap anak yang positif terhadap sekolah dan sikap positif terhadap guru.

Pada siklus I siswa terlihat antusias dalam pembelajaran secara berkelompok dan hal ini membuat seluruh siswa terlibat dalam kegiatan pembelajaran. Terbukti siswa sudah cukup baik dalam bekerja sama dengan kelompoknya. Namun, masih ada satu kelompok yang masih bingung dengan penggunaan metode jigsaw karena ada dua kali pembentukkan kelompok yaitu kelompok ahli dan kelompok asal. Dalam kelompok, siswa juga sudah berani untuk mengemukakan pendapatnya dan mampu menghargai pendapat temannya. Akan tetapi, lebih dari 50% siswa yang masih malu-malu untuk mempresentasikan hasil yang telah dikerjakannya. Hal ini lebih diperkuat dengan hasil wawancara kepada guru dan siswa sebagai berikut:

Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran IPS:

“Penggunaan metode jigsaw tidak pernah digunakan di SDK Ganjuran.

Kemudian dengan penggunaan metode jigsaw, siswa terlihat senang, antusias dan sangat tertarik dalam mengikuti pembelajaran sehingga siswa nampak fokus dalam mengerjakan tugas yang diberikan. Namun, dalam pembelajaran ini ada siswa yang mengobrol dengan temannya dan dalam belajar kelompok ada siswa yang hanya bergantung dengan teman kelompoknya. Kendala yang masih di alami, misalnya masih banyak siswa yang belum berani tampil di depan kelas

dalam mempresentasikan hasil pekerjaannya.”

Hasil wawancara dengan siswa:

“Senang dalam mengikuti pembelajaran karena bisa belajar secara berkelompok.

membosankan. Kendala yang dialami yaitu malu ketika diminta untuk

mempresentasikan hasil pekerjaan.”

Pada siklus II pertemuan I dilaksanakan pada tanggal 6 April 2013 dan 13 April 2013 untuk pertemuan II. Siklus II ini minat belajar siswa meningkat, dilihat dari hasil keseluruhan kuesioner minat siswa diperoleh bahwa 21 siswa berada pada kriteria minat sangat tinggi. Skor rata-rata minat siswa 89, 29 berada pada kriteria minat sangat tinggi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 11. Kemudian data awal minat siswa dibandingkan dengan hasil data siklus I dan siklus II minat siswa. Pada siklus II ini siswa sudah terbiasa dengan penggunaan metode jigsaw dengan siswa belajar secara berkelompok dan tidak ada lagi siswa yang mengerjakan tugasnya secara individu. Siswa lebih ikut terlibat aktif dengan kegiatan belajar secara kelompok. Siswa juga lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran, hal ini terlihat siswa senang dan aktif bertanya kepada guru. Dalam kegiatan pembelajaran ini siswa sudah tidak mengalami kesulitan karena belajar dari kesalah pada siklus I. Hal ini lebih diperkuat dengan hasil wawancara kepada guru dan siswa sebagai berikut:

Hasil wawancara dengan guru:

“Dengan penggunaan metode jigsaw, pada pembelajaran ini siswa terlihat sangat senang, antusias dan lebih fokus dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, siswa sangat tertarik dengan adanya perpindahan kelompok dari kelompok asal kemudian ke kelompok ahli dan kembali lagi pada kelompok asal. Hal tersebut meningkatkan minat belajar siswa daripada sebelumnya dengan menggunakan metode ceramah. Pada pembelajaran kali ini siswa sudah tidak mengalami kendala karena siswa sudah terbiasa dengan kegiatan yang hampir

sama pada kegiatan sebelumnya”

Hasil wawancara dengan siswa:

“Dengan belajar secara berkelompok, siswa sangat senang karena siswa bisa

bertanya tentang materi yang belum dimengerti dan bisa belajar bersama dengan teman kelompoknya. Siswa lebih memahami materi IPS dengan adanya diskusi secara berkelompok dan materi yang disajikan lebih menarik karena

Dari hasil perhitungan kuesioner, data awal skor rata-rata minat siswa yaitu 62,38 berada pada kriteria minat cukup. Pada siklus I skor rata-rata minat siswa 79,88 berada pada kriteria minat tinggi dan siklus II skor rata-rata minat siswa 89,29 berada pada kriteria minat sangat tinggi. Dari data yang diperoleh dapat digambarkan pada grafik seperti dibawah ini:

Gambar 4.1 Grafik Hasil Peningkatan Minat Siswa

Berdasarkan grafik di atas, terjadi peningkatan skor rata-rata minat siswa 12,5 dari data awal 62,38 menjadi 79,88 pada siklus I. Kemudian terjadi peningkatan 26,91 dari data awal 62,38 menjadi 89,29 pada siklus II. Sedangkan dari siklus I skor rata-rata minat siswa 79,88 menjadi 89,29 pada siklus II terjadi peningkatan skor rata-rata 9,41. Berdasarkan tabel target keberhasilan minat siswa terjadi peningkatan minat siswa dan hasil minat siswa pada penelitian ini sudah mencapai target. Berikut merupakan hasil peningkatan minat siswa:

Tabel 4.3 Hasil Peningkatan Minat Siswa Variabel Indikator Kondisi

Awal

Siklus I Siklus II Target Hasil Target Hasil Minat Skor rata-rata seluruh minat siswa 62,38 70 79,88 85 89,29 62,38 79,88 89,29 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

Data Awal Siklus I Siklus II

Minat Siswa

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa minat siswa dilihat dari skor rata-rata seluruh minat siswa telah mengalami peningkatan. Sebelum diadakan tindakan, nilai rata-rata seluruh minat siswa yaitu 62,38. Kemudian diadakannya tindakan pada siklus I dengan target 70 dan hasilnya melebihi target yaitu 79,88. Sama halnya dengan siklus II dengan target yaitu 85 yang hasilnya melebihi target yaitu 89,29.

Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode jigsaw secara tepat dan sesuai dengan langkah-langkah jigsaw dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas VB SDK Ganjuran. Hal ini berarti hipotesis tindakan pada penelitian ini terbukti. 2. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa

Pada penelitian ini, data awal prestasi belajar siswa menggunakan rata-rata nilai ulangan siswa kelas V tahun ajaran 2011/2012. Penghitungan hasil prestasi belajar siswa dihitung berdasarkan hasil dari soal evaluasi berupa soal objektif yang sudah dikerjakan oleh siswa pada setiap akhir siklus. Hasil prestasi belajar siswa yang didapatkan pada penelitian ini akan dibandingkan antara data awal, siklus I dan siklus II.

Prestasi belajar pada siklus I dilaksanakan pada tanggal 9 Maret 2013 dan 11 Maret 2013 dengan kompetensi dasar 2.3 menghargai jasa dan peranan tokoh dalam memproklamasikan kemerdekaan menggunakan metode jigsaw siswa kelas VB SDK Ganjuran mengalami peningkatan. Rata-rata nilai ulangan siswa meningkat sebesar 13,16 dibandingkan dengan data awal yang diperoleh yaitu dari 60,89. Persentase siswa yang mencapai KKM juga meningkat dari 54,05% menjadi 76,20%. Peningkatan ini terjadi karena adanya peningkatan minat siswa berdasarkan penggunaan metode jigsaw di kelas VB SDK Ganjuran. Hal ini sesuai dengan pendapat Mulyasa (2006: 190-194) yang mengemukakan

bahwa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Berdasarkan faktor internal yang mencakup faktor psikologis bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar adalah minat belajar siswa. Meskipun sudah mengalami peningkatan, namun peneliti merasa belum maksimal dalam pelaksanaan penelitian ini. Selain itu, adanya kendala dari guru yaitu guru belum maksimal dalam mengkondisikan kelas ketika terjadi perpindahan kelompok. Penyebab lainnya adalah kurang adanya perhatian dari beberapa siwa dalam bekerja sama secara kelompok dan kurangnya perhatian siswa ketika ada temannya yang presentasi di depan kelas.

Pada siklus II hasil prestasi belajar siswa dilaksanakan pada tanggal 6 April 2013 dan 13 April 2013. Prestasi belajar siswa pada siklus II meningkat dibandingkan dengan siklus I. Rata-rata nilai ulangan siswa pada siklus II mencapai 86,24 dan meningkat sebesar 12,19 dari siklus I yaitu 74,05. Sedangkan persentase siswa yang mencapai KKM lebih meningkat dibandingkan dengan siklus I yaitu 76,20% menjadi 100% siswa yang mencapai KKM. Hal ini terjadi karena peneliti belajar dari masalah atau kendala yang terjadi pada siklus I untuk memperbaiki pembelajaran pada siklus II. Selain itu, siswa sudah terbiasa belajar secara kelompok dengan penggunaan metode jigsaw dan tidak ada lagi siswa yang mengerjakan tugasnya secara individu. Dengan belajar secara kelompok siswa yang kurang akan lebih terbantu sebab bisa bertanya dengan teman kelompoknya. Materi yang dipelajari akan lebih mudah dipahami oleh siswa sebab siswa ikut terlibat aktif dengan kegiatan pembelajaran yang diberikan guru daripada siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru saja.

Data yang diperoleh dapat digambarkan pada grafik seperti dibawah ini:

Gambar 4.2 Grafik Peningkatan Hasil Prestasi Belajar Siswa

Gambar 4.3 Grafik Peningkatan Persentase siswa yang mencapai KKM

Berdasarkan grafik di atas terlihat jelas bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa kelas VB SDK Ganjuran pada mata pelajaran IPS. Pada data awal rata-rata nilai ulangan siswa 60,89 dan persentase siswa yang mencapai KKM 54,05%. Pada siklus I rata-rata nilai ulangan siswa meningkat menjadi 74,05 dan persentase siswa yang mencapai KKM

60,89 74,05 86,24 0 20 40 60 80 100

Data Awal Siklus I Siklus II

Hasil Prestasi Belajar

Hasil Prestasi Belajar 54,05% 76,20% 100% 0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% 120,00%

Data Awal Siklus I Siklus II

Persentase yang mencapai KKM

Persentase yang mencapai KKM

76,20%. Sedangkan pada siklus II rata-rata nilai ulangan siswa meningkat menjadi 86,24 dan persentase siswa yang mencapai KKM 100%.

Berdasarkan pada tabel target keberhasilan prestasi belajar siswa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa dan hasil prestasi belajar siswa pada penelitian ini sudah mencapai target. Berikut merupakan hasil peningkatan prestasi belajar siswa:

Tabel 4.4 Hasil Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Variabel Indikator Kondisi

Awal

Siklus I Siklus II Target Hasil Target Hasil

Prestasi Belajar Siswa Rata-rata nilai ulangan 60, 89 70 74, 05 85 86, 24 Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM 54, 05 % 70% 76, 20% 85% 100%

Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa prestasi belajar siswa dilihat dari rata-rata nilai ulangan dan presentase jumlah siswa yang mencapai KKM telah mengalami peningkatan. Sebelum diadakan tindakan, nilai rata-rata ulangan 60,89 dengan persentase siswa yang mencapai KKM 54,05%. Untuk siklus I rata-rata nilai ulangan hasilnya melebihi target yaitu 74,05 dengan target yang sudah ditentukan yaitu 70 dan siswa yang mencapai KKM 76,20%. Sedangkan pada siklus II target 85, hasil rata-rata nilai ulangan melebihi target yaitu 86,24 dan 100% siswa yang mencapai KKM.

Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode jigsaw secara tepat dan sesuai dengan langkah-langkah jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VB SDK Ganjuran. Hal ini berarti hipotesis tindakan pada penelitian ini terbukti.

Dokumen terkait