• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Gambaran Tingkat Penerimaan Diri Remaja dengan Orangtua Tunggal di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Tahun Ajaran 2018/2019

Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 31 siswa dengan orangtua tunggal yang memiliki penerimaan diri dengan kategori sangat baik, 3 siswa dengan orangtua tunggal yang memiliki penerimaan diri dengan kategori baik. Dapat dikatakan dari hasil penelitian yang dilakukan, siswa dengan orangtua tunggal di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 memiliki tingkat penerimaan diri yang sangat baik.

Siswa yang teridentifikasi memiliki penerimaan diri sangat baik artinya, siswa tersebut mampu menerima dirinya dengan orangtua tunggal.

Selain itu siswa juga mampu menerima lingkungan sekitarnya meskipun tumbuh dengan orangtua tunggal. Siswa dengan penerimaan diri yang baik, kemungkinan dipengaruhi karena memiliki pemahaman akan dirinya sendiri. Selain itu, tidak adanya hambatan yang berat dan tekanan dari lingkungan juga menjadi alasan siswa mampu memiliki penerimaan diri yang baik.

Menurut Hurlock (Vera dan Witrin, 2016) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penerimaan diri, yaitu pemahaman diri, harapan yang realistik, tidak adanya hambatan dari lingkungan, sikap sosial yang positif, tidak adanya tekanan yang berat, pengaruh keberhasilan, identifikasi dengan orang yang memiliki penyesuaian diri yang baik, perspektif diri yang luas, pola asuh yang baik pada masa kanak-kanak, dan konsep diri yang stabil.

Data penelitian menunjukan bahwa siswa yang memiliki penerimaan diri baik memiliki pemahaman diri yang baik juga. Hal ini sejalan dengan item yang menyatakan bahwa “siswa bersyukur atas orangtua yang dimiliki” mendapat skor 165, dimana skor ini termasuk dalam kategori sangat tinggi dalam identifikasi item instrumen. Selain itu, item yang menyatakan bahwa “siswa senang tinggal dengan keluarga, meskipun hanya dengan ayah/ibu” juga mendapatkan skor 148 yang termasuk sangat tinggi. Siswa dengan penerimaan diri baik kemungkinan mampu melihat dan menilai diri mereka sendiri secara objektif dalam keadaan mereka yang tumbuh dengan orangtua tunggal, siswa juga mulai memasuki fase kedewasaan.

Tidak adanya hambatan yang berat dan tekanan dari lingkungan juga menjadi faktor siswa memiliki penerimaan diri yang baik. Dua sumber penting dukungan sosial yang berpengaruh terhadap rasa percaya diri remaja adalah hubungan dengan orangtua dan hubungan dengan teman sebaya (Santrock, 2003). Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian yang

menyatakan bahwa meskipun hanya tinggal dengan orangtua tunggal, siswa masih mendapatkan kasih sayang yang penuh. Hasil menunjukan item yang menyatakan bahwa “meskipun siswa hanya tinggal dengan ayah/ibu, siswa tetap mendapat kasih sayang yang penuh” mendapatkan skor 160 yang termasuk sangat tinggi. Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa siswa nyaman bersosialisasi, meskipun teman-temannya mengetahui bahwa ia hanya memiliki orangtua tunggal. Hal ini ditunjukan dari item yang menyatakan bahwa “siswa nyaman bersosialisasi, meskipun teman-temannya mengetahui jika ia hanya tinggal dengan ayah/ibu” mendapat skor 157. Artinya siswa dengan penerimaan diri baik mau membuka diri dengan lingkungannya dan lingkungan juga mampu menerima siswa meskipun memiliki orangtua tunggal.

Dari hasil penelitian menggungkapkan bahwa siswa merasa yakin tetap bahagia meskipun hanya tinggal dengan ayah/ibu, ini ditunjukan dengan item yang menyatakan bahwa “siswa merasa dirinya cukup beruntung meskipun hanya tinggal dengan ayah/ibu” memiliki skor 156.

Hal ini kemungkinan dipengaruhi karena siswa memiliki harapan yang realistik terhadap hidupnya. Artinya siswa mampu menempatkan dirinya sesuai dengan keadaannya saat ini yang hanya tinggal dengan orangtua tunggal. Siswa tidak menuntut hal yang berlebihan terhadap dirinya sendiri ataupun terhadap orangtua mereka, karena mereka menyadari kehidupan mereka akan berbeda saat tinggal dengan orangtua lengkap dan saat tinggal hanya dengan orangtua tunggal. Hal ini sejalan dengan konsep

teori belajar sosial kognitif Bandura (Santrock, 2003) mengenai kualitas diri (self-efficacy)yang merupakan keyakinan individu bahwa dirinya dapat menguasai suatu situasi dan menghasilkan sesuatu yang positif.

2. Identifikasi Capaian Skor Item Instrumen

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 10 item dengan persentase 19,2% yang teridentifikasi sedang.

Tabel 4.3

Identifikasi Item dengan Capaian Skor Sedang No saat masih tinggal dengan orangtua lengkap dan berbicara buruk tentang saya, eskipun yang bahagia meskipun hanya tinggal dengan ayah/ibu. mengendalikan diri saat dihadapkan pada konflik dengan teman. yang pernah menyakiti perasaan saya.

ini saya rasakan pada kemampuan saya dalam hal akademis. memenuhi keinginan saya karena ada hal yang lebih

Melalui hasil tersebut, peneliti mengelompokan item-item yang capaian skornya rendah dengan ciri-ciri individu yang mampu menerima diri. Dari hasil pengelompokan, terdapat 4 ciri-ciri yang akan dijadikan usulan program pendampingan untuk meningkatkan penerimaan diri siswa dengan orangtua tunggal di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

Usulan topik bimbingan pribadi-sosial untuk meningkatkan penerimaan diri berdasarkan 4 ciri-ciri individu yang mampu menerima diri, tersaji dalam tabel berikut :

Tabel 4.4

Usulan Topik Bimbingan untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Berdasarkan Item Instrumen yang Capaian Skornya Sedang No

Item Item Instrumen Ciri-ciri Topik

Bimbingan Refrensi Buku

3.

Saya sering merasa khawatir terhadap kehidupan saya kedepannya, karena saya hanya tinggal dengan ayah/ibu.

Saya pesimis bisa tetap bahagia meskipun hanya tinggal dengan ayah/ibu.

23.

Saya menghindar jika bertemu teman yang berbicara buruk tentang saya, meskipun yang dikatakan tidak

benar. Belajar

Saya selalu membandingkan diri saya saat masih tinggal dengan orangtua lengkap dan saat hanya tinggal dengan ayah/ibu.

41.

Saya kurang mampu mengendalikan diri saat dihadapkan pada konflik dengan teman.

Saya sulit melupakan rasa kesal saya pada teman yang pernah menyakiti perasaan saya.

47.

Saya sulit mengungkapkan dengan jujur perasaan yang saat ini saya rasakan pada ayah/ibu.

Saya mampu memahami saat ayah/ibu belum bisa memenuhi keinginan saya karena ada hal lain yang lebih penting.

69. Saya bersikap tak acuh terhadap orang baru.

72. Saya ragu dengan kemampuan saya dalam hal akdemis.

61 BAB V PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan, keterbatasan penelitian dan saran. Peneliti memaparkan kesimpulan, keterbatasan penelitian, dan saran.

A. Simpulan

1. Berdasarkan hasil penelitian ini, data menyebutkan bahwa terdapat 16 siswa dengan persentase 47,05% memiliki penerimaan diri dengan kategori sangat baik, 17 siswa dengan persentase 50% memiliki penerimaan diri dengan kategori baik, dan1 siswa dengan persentase 2,9% memiliki penerimaan diri dengan kategori cukup baik. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah, remaja di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2018/2019 memiliki tingkat penerimaan diri yang baik.

2. Berdasarkan analisis item yang telah dilakukan, terdapat 10 item yang teridentifikasi dalam kategori sedang. Ciri-ciri tersebut dijadikan dasar untuk usulan topik bimbingan siswa di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.

10 item yang capaian skornya sedang :(3) saya sering merasa khawatir terhadap kehidupan saya kedepanya, karena hanya tinggal dengan ayah/ibu, (7) saya selalu membandingkan diri saya saat masih tinggal dengan orangtua lengkap dan ayah/ibu, (27) saya pesimis bisa tetap bahagia meskipun hanya tinggal dengan ayah/ ibu, (41) saya kurang mampu mengendalikan diri saat dihadapkan pada konflik dengan teman,

(43) saya sulit melupakan rasa kesal saya pada teman yang pernah menyakiti perasaan saya, (47) saya sulit mengungkapkan dengan jujur perasaan yang saat ini saya rasakan pada ayah/ibu, (51) saya sulit untuk jujur dengan teman-teman, saat saya harus mengatakan kondisi keluarga saya yang sebenarnya, (53) saya kurang peduli dengan kritikan orang lain terhadap perilaku saya, (69) saya bersikap tak acuh terhadap orang baru, (72) saya ragu dengan kemampuan saya dalam hal akademik.

B. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini sudah dilakukan dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur penelitian. Namun masih ada kekurangan dalam melakukan penelitian ini, yaitu:

1. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini sangat terbatas, sehingga peneliti hanya melakukan satu kali uji terpakai.

2. Subjek tersebar di beberapa kelas, sehingga pengambilan data tidak bisa dilakukan dalam satu waktu. Peneliti harus menyesuaikan dengan jadwal sekolah dan beberapa kali datang ke sekolah untuk pengambilan data.

Hal ini yang menyebabkan pengambilan data membutuhkan waktu yang cukup lama.

3. Banyak item pernyataan yang disajikan oleh peneliti, sehingga hal ini kemungkinan membuat siswa merasa bosan dalam mengisi angket.

4. Objek penelitian yang digunakan masih sensitif bagi siswa SMP.

Sehingga pada proses pengambilan data, terdapat beberapa siswa yang

sulit mengisi angket dengan jujur sesuai apa yang dirasakan. Hal ini menjadi salah satu alasan angket tidak valid.

C. Saran

Berikut ini dikemukakan beberapa saran bagi beberapa pihak yang sesuai hasil penelitian yang telah peneliti lakukan:

1. Bagi Guru BK di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta

Guru BK di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dapat menjadikan topik bimbingan yang diajukan sebagai acuan untuk membuat program bimbingan yang dapat membantu siswa dengan orangtua tunggal agar dapat lebih meningkatkan penerimaan diri mereka. Bagi siswa SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, siswa diharapkan lebih mampu mengenali dan memahami dirinya saerta lingkungan disekitar.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian mengenai penerimaan diri remaja degan orangtua tunggal.Peneliti selanjutnya diharapkan menyebar instrumen pra penelitian untuk mengidentifikasi subjek yang sungguh-sungguh termasuk subjek siswa dengan orangtua tunggal.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, M. & Asrori, M. (2006). Psikologi Remaja, Perkembangan Peserta Didik.

Jakarta : Bumi Aksara.

Chaplin, J P. (1981). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta : PT Rajagrafindo Persada.

Dagun, Save. M. (2002). Psikologi Keluarga. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Diananda, Amita. (2018). Psikologi Remaja dan Permasalahannya. Jurnal Psikolog,1979-2824.

Erina Ana Fitri. 2017. Hubungan Antara Konsep diri Dengan Penerimaan Diri Siswa Kelas VII SMPN 3 Bandung Tulung Agung. Skripsi. Fakultas Psikologi. Universitas Islam Negeri Maulan Malik Ibrahim : Malang.

Gunarsa, S. (2004). Psikologi Perkembangan Anak dan Dewasa. Jakarta : Gunung Mulia.

Herlina. (2013). Bibliotherapy : Mengatasi Masalah Anak dan remaja melalui Buku. Bandung : Pustaka Cendekia Utama.

Hjelle, L. A & Daniel, J. Ziegler. (1981). Personality Theories : Basic Assumptions, Research, and Applications. Tokyo : Mc Graw Hill.

Lestari, S. (2012). Psikologi Keluarga. Jakarta : Kencana.

Marliani, Rosleny, M.Si. (2006). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.

Bandung : Pustaka Setia.

Papalia, D. E & Feldman, R. D. (2014). Menyelami Perkembangan Manusia.

Jakarta : Salemba Humanika.

Prayitno, & Erman Amti. (2004). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling.

Jakarta : Rineka Cipta

Purwadi. (2004). Proses Pembentukan Identitas Diri Remaja. Indonesian Psychologycal Journal. Vol.1. No.1. PP. 43-52.

Santrock, Jhon W. (2007). Remaja. Edisi 11. Jakarta : Erlangga.

Sarwono, Sarlito W. (2016). Psikologi Remaja. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Sarwono, Sarlito W. (2009). Psikologi Remaja. Edisi I. Jakarta : Raja Grafindo Persada.

Sudalloh, U. (2010). Pedagogik. Bandung : Alfa Beta.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung:

Alfabeta.

Surya, M. (2003). Bina Keluarga. Semarang : Aneka Ilmu.

Wardhani, Oetari W. 2016. Problematika Interaksi Anak Keluarga Broken Home di Desa Banyuroto, Nanggulan, Kulon Progo, Yogyakarta. Artikel Jurnal.

Program Studi Pendidikan Luar Sekolah. Universitas Negeri Yogyakarta.

Willis, S. Sofyan. (2008). Konseling Keluarga. Jakarta : Alfa Beta.

Wrastari, A.T. Handadari, W. 2003. Pengaruh Pemberian Pelatihan Neuro Linguistic Programing (NLP)Terhadap Peningkatan Penerimaan Diri Penyandang Cacat Tubuh Pada Remaja Penyandang Cacat Tubuh di Pusat Rehabilitasi Panti Sosial Bina Daksa “Suryatama” Bangil Pasuruan. Jurnal INSAN. Fakultas Psikologi . Universitas Airlangga : Surabaya.

Lampiran 1 : Surat Ijin Penelitian

Lampiran 2 : Kuisioner Penerimaan Diri kuesioner yang saya sediakan. Saya sangat berharap anda mengisi kuesioner ini dengan teliti, jujur, sesuai dengan pengalaman yang andaalami. Jawaban yang diberikan akan saya jamin kerahasiaannya. Atas kesediaannya saya ucapkan terima kasih.

C. Petunjuk Pengisian

Bacalah masing-masing pernyataan dengan urut dan teliti.

Berikanlah tanda ceklist(√) pada kolom yang telah disediakan sesuai dengan diri dan keseharian anda. Alternatif jawaban yang ada adalah sebagai berikut:

1. Sangat Sesuai :Hal ini sangat sesuai dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari anda.

2. Sesuai :Hal ini sesuai dengan diri dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari anda.

3. Tidak Sesuai :Hal ini tidak sesuai dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari anda.

4. Sangat Tidak Sesuai :Hal ini sangat tidak sesuai dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari anda.

No Pernyataan Sangat

Sesuai 1. Saya merasa diri saya cukup beruntung,

meskipun hanya tinggal dengan ayah/ibu.

2. Saya bersyukur atas orangtua yang saya miliki, meskipun saya hanya tinggal dengan ayah/ibu.

3. Saya sering merasa khawatir terhadap kehidupan saya kedepannya karena saya hanya tinggal dengan ayah/ibu.

4. Saya nyaman bersosialisasi, meskipun teman-teman mengetahui saya hanya tinggal dengan ayah/ibu.

5. Saya mudah terpengaruh dengan pendapat teman.

6. Saya merasa malu karena hanya tinggal dengan ayah/ibu.

7. Saya selalu membandingkan diri saya saat masih tinggal dengan orangtua lengkap dan ayah/ibu.

9. saya ragu dengan bakat yang saya miliki.

10. Meskipun hanya tinggal dengan ayah/ibu, saya tetap mendapat kasih sayang yang penuh.

11. Saya merasa bahwa sejak hanya tinggal dengan ayah/ibu, kasih sayang yang saya terima berkurang.

13. Saya menjadi rendah diri karena hanya tinggal dengan ayah/ibu.

15. Saya selalu memikirkan pendapat orang lain tentang ayah/ibu saya.

16. Saya senang tinggal dengan keluarga, meskipun tanpa ayah/ibu.

17. Saya selalu membandingkan diri saya dengan teman yang tinggal dengan orantua lengkap.

19. Saya merasa pesimis dengan kemampuan saya, karena teman-teman meragukan kemampuan saya.

20. Saya mampu memilih sekolah yang saya sukai setelah lulu SMP.

21. Saya merasa kak/adik adalah penyebab saya dimarahi orangtua.

22. Saya menerima keadaan saya yang hanya tinggal dengan ayah/ibu.

26. Jika memliki permasalahn dengan ayah/ibu, saya mau untuk meminta maaf terlebih dahulu.

27. Saya pesimis bisa tetap bahagia meskipun hanya tinggal dengan ayah/ibu.

28. Saat teman bertanya tentang status ayah/ibu, saya mampu menjawab dengan terbuka.

29. Saya merasa ayah/ibu tidak sayang pada saya karena tidak bisa memenuhi keinginan saya.

33. Jika mengalami masalah, saya merasa sedih sampai berhari-hari.

34. Saya mampu mengolah diri saya agar tidak larut dalam rasa frustasi saat merasa sedih karena hanya tinggal dengan ayah/ibu.

35. Saya mengurung diri di kamar saat ayah/ibu memarahi saya.

37. Saya belum bisa menerima keadaan saya yang hanya tinggal dengan ayah/ibu.

38. Saya merasa orang yang memberikan kritik sebenarnya peduli pada saya.

39. Saya sering merasa putus asa terhadap hidup saya karena hanya tinggal dengan ayah/ibu.

41. Saya kurang mampu mengendalikan diri saat dihadapkan pada konflik dengan teman.

42. Saya mampu menegur teman saya apabila teman saya melukai perasaan saya.

43. Saya sulit melupakan rasa kesal saya pada teman yang pernah menyakiti perasaan saya.

44. Setelah mendapat kritik dari orang lain, saya segera intropeksi diri.

45. Saya sering merasa frustasi karena menyadari keadaan saya yang hanya tinggal dengan ayah/ibu.

46. Saat saya merasa kecewa pada ayah/ibu, saya mampu mengungkapkan dengan cara yang baik.

47. Saya sulit mengungkapkan dengan jujur perasaan yang saat ini saya rasakan pada ayah/ibu.

48. Walaupun saya marah dengan ayah/ibu, namun saya tetap berkomunikasi dengan ayah/ibu.

51. Saya sulit untuk jujur dengan teman-teman, saat saya harus mengatakan kondisi keluarga saya yang sebenarnya.

52. Saya meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan bersama ayah/ibu.

53. Saya kurang peduli dengan kritikan orang lain terhadap perilaku saya.

54. Saya nyaman bergaul dengan teman yang berbeda kelas dengan saya.

55. Saya menjauhi teman yang pernah mengkritik saya.

56. Meskipun saya hanya tinggal bersama ayah/ibu, saya tidak iri dengan teman yang tinggal dengan orangtua lengkap.

57. Saya kurang meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan bersam ayah/ibu.

58. Saya tetap menghormati teman yang memiliki pandangan berbeda dengan saya.

59. Saya tersinggung saat ayah/ibu mengkritik perilaku.

61. Saya hanya memiliki teman di kelas saja.

63. Saya sering memaksakaan kehendak saya terhadap orang lain.

65. Saya senang menyendiri di kelas.

67. Saya merasa minder saat teman-teman bertanya dengan siapa saya tinggal.

68. Saya yakin bahwa saya tetap bahagia meskipun hanya tinggal dengan ayah/ibu.

69. Saya bersikap tak acuh terhadap orang baru.

72. Saya ragu dengan kemampuan saya dalam hal akademis.

Lampiran 3 : Tabulasi Data

1

2 3 4 5 6 7 9 10 11 13 15 16 17 19 20 21 22 26 27 28 29 33 34 35 37 38 39 41

Nama

1 5 5 4 5 3 5 5 2 4 2 5 5 3 5 1 4 3 5 5 1 5 5 2 3 1 3 4 5 5

2 4 5 4 5 2 4 3 4 5 4 5 3 5 5 4 5 5 5 5 3 5 5 3 5 5 5 4 3 3

3 5 5 3 5 2 5 3 2 5 2 4 3 4 4 2 4 4 4 3 2 4 4 2 4 2 3 4 3 2

4 5 5 2 5 3 5 3 3 4 3 5 4 5 3 4 4 3 4 3 5 5 5 3 5 4 4 3 5 3

5 5 5 2 5 4 5 2 5 5 5 5 2 4 1 5 5 3 4 5 2 4 5 3 5 5 2 4 5 4

6 4 4 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 3 5 5 5 5 5 4 5 5

7 5 5 2 5 4 5 4 5 5 5 5 4 2 5 4 3 5 5 3 1 2 5 4 5 4 5 4 5 3

8 4 5 3 4 3 3 4 3 5 4 4 3 5 4 2 4 4 5 4 1 4 4 3 3 2 4 3 3 3

9 5 5 5 5 3 5 2 2 5 4 5 2 3 3 3 5 4 5 5 2 4 5 5 4 5 3 4 2 2

10 5 5 4 4 3 5 3 5 5 5 5 2 5 2 3 5 2 5 5 1 3 2 3 5 5 5 3 5 3

11 4 5 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4

12 5 5 2 5 3 5 3 4 5 5 5 2 5 3 3 5 3 5 4 4 4 5 3 5 2 5 5 3 3

13 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 5 1 5 2 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5 5 5 5 5 5

14 4 5 2 4 2 5 3 2 5 4 4 2 4 4 2 4 4 4 4 2 4 4 4 2 2 4 4 4 3

15 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 4 1 2 5 2 5 5 4 4 5 4

16 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 1 5 5 5 5

17 5 5 2 4 3 5 2 3 5 4 3 2 5 2 4 4 4 5 4 2 4 5 3 4 3 4 4 4 3

18 4 4 1 4 3 5 3 2 3 2 3 3 5 3 2 3 3 5 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3

19 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 4 4 4 5 4 5 5 4 2 4 2 5 4 5 4

20 4 4 2 4 2 2 2 3 5 4 2 2 2 2 4 4 2 3 4 2 3 3 3 4 2 2 4 3 2

21 4 4 2 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 4 3 3

22 3 5 2 5 2 4 2 2 5 2 2 2 4 2 2 5 2 5 4 2 5 2 2 4 3 5 5 2 2

23 5 5 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 5 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5 4 5 4 4 5 4

24 5 5 4 5 3 5 3 3 5 4 4 2 5 3 3 5 4 5 5 2 5 5 3 5 3 3 5 3 3

25 1 4 5 4 5 5 1 1 2 2 3 2 1 1 4 4 2 4 5 3 5 5 2 3 5 1 1 2 5

26 5 5 1 5 2 3 3 3 5 3 3 3 5 3 3 5 3 5 5 1 4 2 2 4 3 2 4 2 2

27 5 5 3 4 3 4 1 2 4 4 5 1 5 3 3 5 2 5 4 3 2 5 3 3 2 5 3 2 2

28 5 5 4 5 3 5 3 5 5 5 5 2 5 5 3 5 4 5 5 1 5 5 5 1 5 5 4 5 2

29 5 5 5 4 4 5 5 4 5 5 4 3 4 5 5 4 5 4 4 5 4 4 3 5 5 5 4 5 3

30 5 5 5 5 2 5 5 2 5 5 3 5 5 5 3 4 5 5 5 5 5 5 3 5 5 5 4 5 2

31 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5 5 5 4 5 5

32 5 5 2 5 4 5 2 2 5 5 5 5 3 2 3 4 5 5 4 5 1 5 5 4 3 1 3 5 3

33 5 5 4 4 4 4 3 4 5 3 3 4 5 3 3 4 3 4 3 3 4 3 3 4 2 4 5 3 4

34 5 5 3 5 4 4 3 3 5 3 5 2 5 3 3 4 4 5 5 4 5 5 3 5 4 4 5 5 3

Total 156 165 111 157 117 154 109 156 160 135 144 105 148 120 118 149 130 159 146 101 137 147 113 143 121 134 135 136 112

41 42 43 44 45 46 47 48 51 52 53 54 55 56 57 58 59 61 63 65 67 68 69 72

20

3 3 2 3 2 4 3 4 2 4 3 5 3 4 2 4 3 5 2 5 2 5 2 2

21

3 3 2 4 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3

22

4 4 2 3 2 4 2 5 3 4 2 4 3 4 2 4 2 3 2 4 1 4 3 2

23

3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 2 5 4 4 4 4 4 5 3 5 4 4 3 3

24

3 3 2 5 3 4 3 5 3 5 3 5 3 4 4 5 3 4 3 4 3 5 2 3

25

5 5 1 3 1 1 1 3 3 4 4 5 5 1 5 5 5 5 5 5 2 3 1 5

26

4 4 3 4 2 4 1 5 2 5 3 3 3 5 3 5 3 1 1 1 1 5 1 1

27

5 5 1 3 5 4 1 3 2 2 5 4 5 3 2 4 3 5 4 5 3 5 2 2

28

3 3 4 4 5 4 3 4 3 4 4 5 4 4 4 5 4 5 2 5 5 5 2 3

29

2 2 2 4 5 2 2 5 4 4 3 4 4 5 4 4 4 4 2 5 5 5 4 2

30

5 5 3 4 5 4 5 5 5 4 5 5 3 5 4 5 5 5 5 3 5 5 5 1

31

5 5 3 5 5 5 5 5 4 5 3 5 3 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5

32

1 1 3 3 5 4 1 4 1 4 3 1 4 3 5 5 5 5 4 5 1 5 1 5

33

4 4 4 4 4 4 2 4 2 4 2 4 4 3 2 5 3 4 4 2 4 5 3 2

34

4 4 4 4 5 4 4 5 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 3 5 5 5 5 3

Total

112 123 96 134 137 114 94 144 100 141 109 153 127 145 122 153 131 153 121 145 125 162 104 101

Nomor Item Parameter Uji Hasil Hitung Keputusa n

1 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

2 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

3 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

4 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

5 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

6 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

7 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

8 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

9 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

10 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

11 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

Sig. (2-tailed) N

,657 34

13 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

14 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

15 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

16 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

17 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

18 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

19 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

20 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

21 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

22 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

23 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

Sig. (2-tailed) N

,385 34

25 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

26 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

27 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

28 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

29 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

30 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

31 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

32 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

33 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

34 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

35 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

Sig. (2-tailed) N

,209 34

37 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

38 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

39 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

40 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

41 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

42 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

43 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

44 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

45 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

46 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

47 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

Sig. (2-tailed) N

,028 34

49 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

50 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

51 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

52 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

53 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

54 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

55 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

56 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

57 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

58 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

59 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

Sig. (2-tailed) N

,166 34

61 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

62 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

63 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

64 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

65 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

66 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

67 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

68 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

69 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

70 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

71 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed)

Sig. (2-tailed) N

,016 34

73 Pearson Correlation

Sig. (2-tailed) N

-,089 ,615 34

Tidak valid

Dokumen terkait