• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.6 Pembahasan

Merujuk tabel 4.1 temuan penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kesadaran pekerja akan K3 tetapi itu tidak terjadi dengan sendirinya dan dalam waktu yang singkat. Hal ini dijelaskan dengan adanya sistem K3 yang dibangun oleh PT. NK serta dijalankan setiap mengerjakan proyek. Sistem yang dijalankan oleh PT. NK dalam meningkatkan kesadaran akan K3 tersebut berupa pemberian sosialisasi mengenai K3 kepada pekerja khususnya pekerja baru, pembuatan peraturan dan pemberian sanksi, serta melakukan pengendalian dan pengawasan dalam pelaksanaan K3 oleh pekerja. Pada bagian sebelumnya sudah dikemukakan bahwa ada statistik yang menjelaskan terjadi 6 kecelakaan kerja dengan

21

1 pekerja meninggal, statistik juga menunjukkan tingkat kecelakaan kerja menurun.

Penelitian Khayati (2012) juga menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kesadaran siswa SMP dalam mengendarai sepeda motor di bawah usia belum diperbolehkan dan merupakan larangan serta melanggar peraturan sekolah maupun lalu lintas butuh bimbingan sehingga kesadaran itu bisa dibentuk. Dengan dilakukan bimbingan jumlah siswa yang megendarai sepeda motor ke sekolah mengalami penurunan.

Kesadaran akan K3 diwujudkan dari perilaku pekerja dalam bekerja. Pekerja yang pernah mengalami suatu kecelakaan pada saat bekerja maka akan lebih berhati-hati dalam bekerja dan memperberhati-hatikan segala sesuatu yang berhubungan dengan keselamatan dirinya saat bekerja dibanding dengan pekerja yang belum pernah mengalami kecelakaan pada saat bekerja. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Fikriyah (2016) yang menyatakan siswa yang pernah mengalami kecelakaan ketika mengendarai sepeda motor akan lebih berhati-hati dengan menerapkan safety riding dan mentaati peraturan lalu lintas dibanding dengan siswa yang belum pernah mengalami kecelakan ketika berkendara. Hal tersebut juga didukung oleh pernyataan Cooper (2002), orang sering berperilaku tidak aman karena orang tersebut belum pernah cidera saat melaksanakan pekerjaanya dengan tidak aman.

Dalam usaha meningkatkan kesadaran pekerja akan penerapan K3 PT. NK memberikan sosialisasi secara rutin yang dilaksanakan setiap pagi oleh pimpinan K3 kepada para mandor atau yang disebut dengn safety talk, tujuan dari safety talk adalah untuk mengingatkan pekerja akan potensi-potensi bahaya di tempat kerja dan membantu pekerja untuk mengenali dan mengendalikan bahaya tersebut. Selain safety talk juga dilaksanakan safety induction kepada pekerja baru, yaitu pengarahan yang berkaitan dengan pengamanan peralatan kerja dan keselamatan tenaga kerja.

Slogan, poster dan rambu-rambu peringatan juga dipasang sebagai bentuk sosialisasi agar karyawan lebih berhati-hati dalam bekerja. Lewat PT. NK kesadaran K3 dibentuk dengan proses pengulangan, karena setiap pagi sosialisasi kepada pekerja rutin dilakukan. Penelitian Putra (2016) juga menemukan bahwa sosialisasi yang

22

dilakukan secara berkala dalam bentuk seminar, buku saku dan spanduk di PT.

Meranti Nusa Bahari yang bergerak di bidang galangan kapal dapat meningkatkan kesadaran karyawan akan keselamatan kerja sehingga dalam data kecelakaan, jumlah kecelakaan terus mengalami penurunan dalam tahun 2012-2015.

Usaha PT. NK untuk meningkatkan kesadaran pekerja akan K3, dapat juga dilihat dari peraturan dan penerapannya serta pengawasannya. Peraturan mengenai K3 di PT. NK berupa pemakaian alat pelindung diri minimal sesuai standar yaitu, pemakaian safety shoes, sarung tangan dan helm. Fungsi dari peraturan sendiri adalah suatu tata cara yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk menertibkan dan menyelaraskan dengan keperluan suatu pihak tersebut. Di dalam penyampaian peraturan yang dilakukan oleh PT. NK juga disampaikan prosedur pengerjaan. PT.

NK melakukan pengawasan atau safety patrol kepada pekerja supaya peraturan dilaksanakan oleh pekerja. Pengawasan ini berkaitan dengan penggunaan APD oleh pekerja dan juga pengawasan lingkungan kerja. Di dalam pengawasan terkait penggunaan APD jika ada pekerja yang tidak menggunakan APD sesuai standar yang telah ditentukan maka pelaksana K3 PT. NK akan memberikan sanksi berupa denda, namun sanksi yang diberikan tergantung keputusan mandor dari setiap pekerja apakah akan diberi sanksi denda atau hanya teguran. Penerapan peraturan terkait sanksi yang kurang tegas dapat membuka peluang terjadinya pelanggaran peraturan oleh pekerja. Penelitian mengenai inkonsistensi penerapan peraturan juga terdapat dalam penelitian Hananto & Rahardja (2015) yang menemukan adanya kecelakaan yang terjadi pada Industri stamping di antaranya seperti tangan terjepit mesin, maupun tersayat plat besi yang digunakan sebagai bahan baku produksi karena kurang tegasnya sanksi yang diberikan kepada karyawan yang tidak memakai alat pelindung diri. Dari pembahasan tersebut, penerapan peraturan dan pengawasan yang dilakukan rutin secara terus menerus serta pemberian sanksi yang konsisten terhadap pelanggaran peraturan maka membuat kesadaran pekerja akan K3 semakin meningkat.

23

Berdasarkan tahapan proses pengawasan di atas, maka dapat dipelajari juga bahwa fungsi pengawasan terkait dengan upaya yang dilakukan oleh PT. NK untuk mengawasi kegiatan pekerja proyek dan memastikannya agar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan yaitu mencapai zero accident. Dalam penelitian (Pradana & Djastuti, 2015) kunci utama PT PLN (Persero) PLTU TJB Jepara dalam mencapai zero accident yaitu melakukuan sosialisasi K3, melakukan review prosedur, memonitor langsung para pegawai di lapangan dengan melakukan walkdown, menganalisa dan mengevaluasi kerja para pegawai dari walkdown tersebut terkait prosedur K3. PT. Gapura Angkasa juga berhasil mencapai zero accident dengan menerapkan pemberian pelatihan kerja, melakukan sosialisasi K3 melalui safety bulletin, spanduk dan poster yang ditempelkan di dinding-dinding kantor agar tiap karyawan baik yang terlibat langsung maupun tidak memiliki kesadaran dan ingat untuk selalu menggunakan peralatan pengaman yang diperlukan untuk menunjang keselamatan dan kesehatan kerja mereka dan memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi dan menaati peraturan yang ada (Prasetya, 2015). Untuk mencapai perusahaan dengan zero accident perlu adanya penerapan peraturan secara konsisten (Pradana & Djastuti, 2015).

Meningkatknya kesadaran dalam penelitian dapat dilihat dari Kondisi/Statistik K3 PT. NK dalam pengerjaan proyek jalan tol Bawen-Salatiga yang meliputi tingkat kecelakaan kerja yang semakin berkurang. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pekerja berperilaku sesuai kesadaran mereka terhadap K3.

Teori mengenai meningkatkan kesadaran juga menguatkan pernyataan mengenai pengawasan, sosialisasi, dan peraturan serta sanksi sebagai faktor dalam meningkatkan kesadaran pekerja akan K3. Peningkatan kesadaran terjadi ketika terjadi interaksi dengan orang lain sebagai informan sehingga kita memperoleh nilai-nilai yang mengubah konsep diri dan perubahan konsep diri tidak terjadi secara mendadak atau drastis, melainkan terjadi tahap demi tahap melalui aktifitas sehari-hari (Solso R. L., dkk, 2008). Dapat dikatakan bahwa pengawasan, sosialisasi, peraturan dan sanksi merupakan sebuah inormasi, pegetahuan dan nilai-nilai.

24 BAB V

KESIMPULAN DAN IMPLIKASI

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV, maka penelitian proses peningkatan kesadaran pekerja dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di PT. Nindya Karya (Persero) pada pembangunan jalan tol Salatiga-Bawen didapatkan kesimpulan bahwa peningkatan kesadaran pekerja akan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di PT. NK dibangun oleh upaya-upaya yang dilaksanakan PT. NK. Dalam hal ini upaya-upaya tersebut meliputi sosialisasi, peraturan dan penerapannya, pengawasan dan sanksi.

Penelitian ini juga mendapatkan kesimpulan bahwa kesadaran pekerja akan K3 di PT. NK semakin hari sudah semakin baik.

5.2 Implikasi

5.2.1 Implikasi Teoritis

Penelitian ini menggambarkan peningkatan kesadaran dapat dilakukan dengan sosialisasi, peraturan dan penerapannya, pengawasan serta sanksi yang dilaksanakan secara terus menerus dan konsisten yang nantinya kesadaran tersebut akan diwujudkan dalam perilaku pekerja. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan penelitian kuantitatif untuk menguji pengaruh upaya peningkatan kesadaran terhadap kesadaran dari pekerja dan pengaruhnya terhadap jumlah tingkat kecelakaan. Penelitian selanjutnya juga dapat dilakukan dengan jangka waktu yang lebih lama karena penelitian tentang kesadaran butuh pengamatan secara detail dan berulang-ulang untuk melihat kesadaran paling tinggi yang diwujudkan dari konsistensi perilaku pekerja dalam menerapakan keselamatan kerja.

Penelitian ini dilakukan di perusahaan yang masih terdapat kecelakaan kerja.

Penelitian selanjutnya dapat dilakukan di perusahaan dengan zero accident untuk melihat bagaimana perilaku pekerja dalam menerapkan K3.

25 5.2.2 Implikasi Terapan

Dalam penelitian ini menemukan adanya inkonsistensi dalam penerapan sanksi karena pemberian sanksi berdasarkan keputusan mandor yang bisa saja tidak sesuai dengan peraturan yang sudah ada. Saran untuk PT. NK dapat memberikan sanksi secara tegas sesuai peraturan yang ada. PT. NK belum menerapkan adanya penghargaan, saran dari peneliti penghargaan dapat diberikan kepada pekerja yang mematuhi peraturan yang ada. PT. NK juga dapat memberikan pelatihan tentang k3 kepada para mandor tujuannya agar para mandor dapat lebih memahami K3 dan dapat memberikan arahan terkait K3 dengan lebih baik kepada para pekerja

26

DAFTAR PUSTAKA

Atkinson, R.I., Atkinson, R.C., & Hilgard, E.R. 1983. Pengantar Psikologi I.

Nurdjannah Taufik dan Rukmini Barhana

Cooper, Dominic. (2002) safety Culture-A model for Understanding an Quantifying a Difficult Concept. Profesional Safety. Kinerja Karyawan pada PT. Ecogreen Oleochemical Medan Plant.

Universitas Sumatera Utara

Gallagher., C., Underhill., E. & Malcolm Rimmer. 2001. Occupational Health and Safety Management System, Austria, Commonwealth of Australia.

Gravel Sylvie, Jacques Rhaeaume & Gabrielle Legendre. (2011). Strategies to Develop and Maintain Occuptainal Health and Safety Measures in Small Bussinesses Employing Immigrant Workers in Metropolitan Montreal.

Journal International of Workplace Health Management Vol 4 No 2

Hastjarjo, D. (2005). Sekilas Tentang Kesadaran (Consciousness). Buletin Psikologi, Volume 13, No. 2, Desember 2005.

Hongadi, E. dan Praptiningsih, M. (2013). Komitmen kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai upaya perlindungan terhadap tenaga kerja.

(Studi pada Mitra Produksi Sigaret (MPS) KUD. AGORA Vol. 1, No. 3.

Jati, I. (2010). Pelaksanaan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Karyawan PT. Bitratex Industries Semarang. Universitas Diponegoro.

Khayati, N. (2012). Peningkatan self awareness pada siswa kelas VIII terhadap pemakaian sepeda motor SMP Nusantara Kecamatan Tuntang Kabupaten semarang melalui konseling kelompok rational emotif. Universitas Kristen Satya Wacana.

27

Malthis, Robert L. dan John H. Jackson. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia.

Jakarta: Salemba Empat.

Mufarokhah, L. (2006). Hubungan Pengetahuan Keselamatan Kerja dengan Pelaksanaan Pencegahan Kecelakaan Kerja pada Karyawan Bagian Spinning di PT. Primatexco Indonesia Batang. Thesis, Universitas Negeri Semarang.

Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.

Nshari dan Azkha., (2017). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kecelakaan Kerja pada Karyawan PT. Kunanggo Jantan Kota Padang. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas. ISBN: 978-979-3812-41-0 PT. Nindya Karya. Kebijakan Sistem Manajemen. Selengkapnya:

http://www.nindyakarya.co.id/1/info-bisnis-perusahaan/kebijakan-sistem-manajemen/

Pradana, A.A dan Djastuti, I. (2015). Implementasi Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta Tantangan yang Akan Ddihadapi PT. PLN (Persero) PLTU TJB Jepara Dalam Upaya Mempertahankan Zero Accident. Volume 4, No 3.

Prabu Mangkunegara. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.

Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.

Pur, A. (2013). Manajemen K3 dan Standardnya. 18 februari. Selengkapnya:

https://strategibisnisdanisoseries.wordpress.com/2013/02/18/ohsas-18001-manajement-k3-dan-standardnya/

Putra, R.A. (2017). Strategi Komunikasi Divisi Safety Dalam Meningkatkan Kesadaran Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) DI PT.

Meranti Nusa Bahari Balikpapan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman.

Ramadan, P.R., Ismara, I. (2014). Pengaruh Pengetahuan K3 dan Sikap Terhadap Kesadaran Berperilaku K3 di Lab. CNC dan PLC SMK Negeri 3 Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta.

28

Ramli, S. (2010). Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja OHSAS 18001. Jakarta: Dian Rakyat

Sarina, (2012). Hubungan Persepsi Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja (k3) dengan Produktivitas. Jurusan Psikologi Universitas Sumatera utara.

Solso. Robert. L., Maclin, Otto. H., Maclin, M. (2008). Psikologi Kognitif. Edisi Kedelapan. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Sugiyono, (2012). metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Suma’mur. (2001). Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. Jakarta : CV Haji Masagung.

Sunaryo (2014). Psikologi untuk keperawatan. Jakarta : EGC

Sungkono. (2014). Analisis Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada PT PLN (Persero) APJ Karawang Jawa Barat. Jurnal ilmiah Solusi. Vol. 1 No. 4.

Suyono, K.Z., dan Nawawinetu, E.D. (2013). Hubungan Antara Faktor Pembentuk Budaya Keselamatan Kerja Safety Behaviour dI PT. Dok dan Perkapalan Surabaya Unit Hull Construction. Vol. 2, No. 1 Jan-Jun 2013: 67–74.

Syamsyiar, S. (2014). Upaya-upaya keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan kerja pada pt ratri sempana Palembang. Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Universitas Sriwijaya.

Utami, T. (2011). Analisa incidence rates terhadap upaya zero accident pada kegiatan kesehatan keselamatan kerja dan lingkungan (K3L) pada studi kasus proyek pembangunan perpustakaan pusat UI depok tahap III.

Universitas Indonesia. 194/FT.EKS.01/SKRIP/07, 2011.

Wardah, Z. (2015). Fungsi Controlling (Pengendalian / Pengawasan) Dalam Manajemen Pendidikan. 23 Juni. Selengkapnya:

http://www.kompasiana.com/ndull/fungsi-controlling-pengendalian-pengawasan-dalam-manajemen-pendidikan_54f79c3ea33311601c8b4590 Wardhani, A. (2008). Studi tentang Kesadaran Pekerja terhadap Pelaporan

Kecelakaan Kerja di PT. Astra Nissan Diesel Indonesia Periode Juni-Juli

29

Tahun 2008. Skripsi diterbitkan (Online),

(http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/122795-S-5345- Studi%20tentang-HA.pdf), diakses tanggal 15 Juni 2012.

Waruwu, S. dan Yuamita, F. (2016). Analisis Faktor Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang Signifikan Mempengaruhi Kecelakaan Kerja Pada Proyek Pembangunan Apartment Student Castle. Vol. 14, No. 1, 1 – 108.

Zulyanti, R.N. (2013). Komitmen Kebijakan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Sebagai Upaya Perlindungan Terhadap Tenaga Kerja. Vol. 11, No. 2, Hal.

264 – 275.

Dokumen terkait