BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Secara keseluruhan, tindakan yang dilakukan berjalan lancar. Pada siklus I terdiri dari dua tindakan dan pada siklus II juga terdiri dari dua tindakan. Metode Mind Mapping berhasil membantu siswa untuk meningkatkan perencanaan karir individu siswa dikarenakan dengan metode
160
mind mapping siswa mampu membuat perencanaan karir. Hal ini sesuai dengan pendapat Tony Buzan (2006:5) mind mapping akan memungkinkan kita untuk merencanakan rute atau membuat pilihan-pilihan. Selain itu pendapat Tony Buzan (2006 : 6) jika metode mind mapping dapat bermanfaat untuk membuat rencana pribadi dan mengembangkan sebuah ide pokok. Tindakan I pada siklus I dilaksanakan pada hari rabu tanggal 3 April 2013 dimulai pada pukul 13.20 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Tindakan I ini siswa dijelaskan mengenai “Apa itu Perencanaan Karir dan tentang Metode Mind Mapping”. Setelah itu siswa akan dijelaskan tentang “Membuat Perencanaan Karir dengan Metode Mind Mapping fokus pada Cita-Cita, Pendidikan dan Kelebihan Kekuranganku”. Pada tindakan I siswa lebih difokuskan pada pembuatan keputusan dan tujuan yaitu dengan menentukan cita-cita siswa yang akan digunakan sebagai ide pokok dalam pembuatan mind mapping. Penetapan keputusan dan tujuan merupakan salah satu aspek dari perencanaan karir menurut Zlate dalam Antonio (2010:16). Dengan begitu siswa akan lebih mudah dalam membuat perencanaan karir dikarenakan siswa sudah menentukan tujuan karirnya/cita-citanya. Lembar kerja pendidikanku pada tindakan I dapat membantu siswa untuk lebih sadar dalam hal pendidikan hal ini sesuai dengan pendapat Gibson dan Mitchell (2011:487) jika kesadaran pendidikan merupakan salah satu teknik dalam membuat perencanaan karir selain itu pendidikan merupakan salah satu asspek perencanaan karir yaitu exploring opportunities (mencari peluang kesempatan) menurut Zlate dalam Antonio (2010:16). Sedangkan lembar kerja kelebihan dan kekuranganku
161
merupakan salah satu aspek dalam perencanaan karir menurut Zlate dalam Antonio (2010:16) salah satu aspek perencanaan karir adalah self assessment (penilaian diri) dengan menilai keadaan diri siswa akan membantu siswa dalam membuat perencanaan karir dan melihat kemungkinan – kemungkinan yang akan ada. Dalam tindakan I siswa sudah mampu mengerjakan lembar kerja serta membuat mind mapping meskipun siswa terlihat belum serius dan masih banyak siswa yang melakukan kesalahan.
Tindakan II siklus I dilaksanakan pada hari rabu tanggal 17 April 2013 mulai pukul 13.20 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Pada tindakan II materi yang disampaikan adalah “Membuat Perencanaan karir dengan Menggunakan Mind Mapping Fokus Cabang Bakat dan Minatku serta Keterampilan yang Aku Butuhkan”. Pada tindakan II ini ada dua lembar kerja yang harus dikerjakan siswa yang pertama adalah lembar kerja mengenai minat dan bakatku. Lembar kerja minat dan bakatku dan lembar kerja keterampilanku termasuk kedalam aspek perencanaan karir self assessment (penilaian diri) Zlate dalam Antonio (2010:16). Pada tindakan I ini siswa sudah mampu mengerjakan lembar kerja tentang bakat dan minatku serta keterampilanku meskipun siswa masih terlihat bingung dan banyak bertanya namun hasilnya sudah terlihat baik dan sesuai dengan keinginan peneliti serta guru Bimbingan dan Konseling siswa sudah mulai terlihat serius meskipun masih terlihat beberapa siswa yang mengobrol dengan temannya sendiri.
Tindakan I siklus II dilaksanakan pada hari rabu tanggal 1 mei 2013, dimulai pukul 13.20 WIB sampai pukul 14.00 WIB. TindakanI pada siklus II
162
menyampaikan materi mengenai “Membuat Perencanaan Karir dengan Metode Mind Mapping Fokus Cabang Usaha yang Saya Lakukan serta Hambatan serta Solusinya”. Lembar kerja usaha yang saya lakukan serta hambatan dan solusi merupakan salah satu aspek perencana karir pursuit of achievement (mengejar tujuan prestasi) Zlate dan Antonio. Hal ini ditujukan agar siswa mampu berusaha untuk mencapai cita-citanya dan agar siswa tetap kepada tujuan karirnya saat mendapatkan masalah atau hambatan. Pada tindakan I siswa mampu mengerjakan lembar kerja dan membuat mind mapping, pada awal siklus II ini terlihat perubahan siswa hal ini sangat terlihat ketika siswa sedang mendengarkan penjelasan peneliti serta guru Bimbingan dan Konseling saat bercerita tentang pengalaman pribadinya. Berbeda dengan siklus I dimana siswa massih sering mengobrol sendiri dan tidak terlalu serius dalam membuat mind mapping.
Tindakan II siklus II dilaksanakan pada hari rabu tanggal 8 Mei 2013 dimulai dari pukul 13.20 WIB sampai pukul 14.00 WIB. Pada tindakan II materi yang disampaikan adalah tentang “Membuat Perencanaan Karir dengan Metode Mind Mapping Fokus Cabang Motivasi serta Dukunganku”. Dimana lembar kerja motivasi dan dukungan termasuk dalam aspek perencanaan karir planning (perencanaan) Zlate dalam Antonio (2010:16). Dalam mencapai tujuan karirnya siapa sajakah yang menjadi motivator siswa dan siapa saja yang telah mendukung siswa. Pada tindakan II siklus II ini siswa terlihat lebih serius dan antusias saat mendengarkan penjelasan peneliti serta guru Bimbingan dan Konseling. Dalam mengerjakan lembar kerja dan membuat
163
mind mapping sudah benar dan sesuai dengan harapan peneliti serta guru Bimbingan dan Konseling. Hasil mind mapping siswa pun sudah lengkap dan sesuai.
Dengan begitu bisa dilihat dengan jelas jika metode mind mapping dapat meningkatkan perencanaan karir individu siswa. Sehingga pendapat Tony Buzan (2006:5) tentang mind mapping memungkinkan kita untuk merencanakan rute atau membuat pilihan-pilihan, serta pendapat Tony Buzan (2006:6) tentang mind mapping dapat membantu kita untuk merencanakan dan menyelesaikan masalah itu telah terbukti. Selain itu dari hasil wawancara guru Bimbingan dan Konseling serta siswa, dapat disimpulkan jika metode mind mapping sangat membantu siswa dalam membuat perencanaan karir meskipun kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam menggambar.
Dari hasil data kuantitatif pun terlihat peningkatan yang signifikan dari pra-tindakan sampai dengan siklus II. Pada awalnya rata-rata skor siswa pada pre-test hanya 64 setelah diberikan tindakan pada siklus I naik sebanyak 36 pada post-test I rata-rata skor menjadi 100 dan setelah dilakukan tindakan pada siklus II naik sebanyak 11 pada post-test II skor menjadi 111. Secara keseluruhan dari pre-test sampai dengan post-test II ini kenaikan sebanyak 69,377 %. Dari data hasil t-test pun diperoleh nilai t hitung sebesar -31.183 dan nilai t-tabel sebesar 2.069 sehingga nilai t-test hitung lebih besar dari t table dikarenakan nilai (-) pada nilai t hitung diabaikan. Maka diperoleh kesimpulan jika antara skor rata-rata perencanaan karir pre-test dengan post-test II adalah berbeda.
164
Dari hasil data kuantitatif dan kualitatif dapat disimpulkan jika penelitian ini berhasil karena terjadi peningkatan yang signifikan dari pre-test sampai post-test II. Dari hasil t-test juga dapat disimpulkan jika terdapat perbedaan skor yang signifikan dari pre-test dan post-test II. Dari hasil data kualitatif juga terdapat perubahan sikap dan perilaku siswa yang berhubungan dengan cita-cita dan perencanaan karir. Jadi metode mind mapping dapat meningkatkan perencanaan karir siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Banjarnegara.