BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Beranjak dari uraian diatas maka peneliti dapat menganalisis secara ilmiah tentang bagaimana pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan alokasi dana desa di desa Nanga Mbaling Kecamatan Sambi Rampas untuk mengetahuinya maka peneliti mengacu pada pendapat Robert K. Merton yang menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat desa secara struktural fungsional memusatkan pada peran sosial, pola institusi, proses sosial, organisasi kelompok, struktur sosial, perlengkapan pengendalian sosial dan sebagainya. Selain itu, PERMENDAGRI Nomor. 113 Tahun 2014. Tentang pengelolaan keuangan desa Pasal 2 ayat 1 yang menekankan bahwa Keuangan desa dikelola berdasarkan asas asas transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran.
Kemudian peneliti menghubungkan dengan hasil penelitian di lapangan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan alokasi dana desa (ADD) di desa Nanga Mbaling asa asas pengelolaan keuangan desa sudah terwujud sebagaimana harapan masyarakat.
Dalam pemberdayaan masyarakat terhadap pemanfaatan alokasi dana desa di desa Nanga Mbaling telah memperhatikan prinsip transparansi. Berdasarkan dengan hasil penelitian bahwa dalam pemberdayaan masyarakat terhadap pemanfaatan alokasi dana desa di desa Nanga Mbaling sudah sesuai dengan harapan masyarakat. Karena realitas yang terjadi pemerintah desa secara terbuka
kepada masyarakat mengenai penggunaan alokasi dana desa yang orientasinya untuk pemberdayaan masyarakat. Ini merupakan tugas dan wewenang pemerintah desa sebagai pengelola administrasi pembangunan sedikitnya sudah paham tentang asas pengelolaan keuangan desa sebagaimana dalam peraturan menteri dalam Negeri Nomor 113 Tahun 2014. Tentang pengelolaan keuangan desa yang salah satunya asas transparansi. Dengan demikian harapannya prinsip transparan dalam pemberdayaan terhadap pemanfaatan alokasi dana desa di desa Nanga Mbaling terlaksana dengan baik.
Dan begitu juga dalam pemberdayaan masyarakat terhadap pemanfaatan alokasi dana desa pemerintah desa perlu mempertanggung jawabkan mengenai dengan realisasi program dari alokasi dana desa. Sesuai dengan hasil penelitian dilapangan bahwa pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan alokasi dana desa di desa Nanga Mbaling bahwa masyarakat tidak mengetahui seberapa besar anggaran yang diterima oleh desa, serta hasil yang dicapai dalam penggunaan alokasi dana desa. Sehingga salah satu informan mengatakan sebenarnya mekanisme pengelolaan serta pemanfaatan. alokasi dana desa sudah dilaporkan kepada masyarakat pada umumnya. Sejauh ini juga dalam pemberdayaan masyarakat terhadap pemanfaatan alokasi dana desa pemerintah desa melibatkan partisipasi masyarakat guna mengetahui tentang keluhan atau kebutuhan yang akan dibuat dalam bentuk program dari penggunaan alokasi dana desa. Sesuai dengan kenyataan dilapangan bahwa program penggunaan alokasi dana desa di desa Nanga Mbaling merupakan hasil keputusan dari pemerintah desa, sehingga masyarakat
menerima dan melaksanakan program yang sudah di putuskan dalam Musrembangdes.
Program pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan alokasi dana desa adalah program fisik yakni pembangunan irigasi tersier di dusun biting dengan volume 100 meter dan jumlah dana sebesar Rp 75.000.000. peningkatan kapasitas aparatur desa di desa Nanga Mbaling sebanyak 17 orang dengan jumlah dana sebesar Rp 12.600.000. pelatihan pemberdayaan perempuan di desa Nanga Mbaling sebesar Rp 5.000.000. pengelolaan BUMDes di desa Nanga Mbaling dengan dana sebesar Rp 6.500.000.dan bidang penanaman modal dengan jumlah dana Rp 100.000.000. dengan total dana desa yang dikeluarkan sebesar Rp 1.991.000.00. Dari ke-5 program pemberdayaan masyarakat tersebut merupakan program yang sudah disepakati oleh masyarakat dan pemerintah desa Nanga Mbaling dalam Musrembangdes. Sehingga dalam pelaksanaan program-program tersebut keterlibatan masyarakat semakin meningkat.
Pemanfaatan alokasi dana desa adalah diperuntungkan untuk membiayai program pemerintah desa dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Tujuan dari alokasi dana desa adalah meningkatkan penyelenggaraan pemerintah desa dalam melaksanakan pelayanan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan sesuai kewenangannya. Meningkatkan kemampuan lembaga kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan partisipasi masyarakat. Hal ini relevan dengan pendapat Robert K. Merton dalam teorinya tentang struktural fungsional bahwa setiap bagian dalam struktur organisasi maupun kelompok harus bekerja sesuai fungsi dan perannya
masing-masing sehingga mampu menjawab permasalahan dan program dalam pemanfaatan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat.
65
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pemanfaatan dana desa dalam pembangunan desa Nanga Mbaling Kabupaten Manggarai Timur Tahun 2019 dengan melihat pelaksanaan kemanfaatan dari dana desa dalam pemberdayaan masyarakat serta keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan dana desa. Tingkat pemberdayaan masyarakat desa Nanga Mbaling dapat dilihat pada tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengawasan yang tergolong baik dalam partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan, tahap pelaksanaan pemberdayaan dan evaluasi.
1. Pemanfaatan Anggaran Dana Desa Untuk Pemberdayaan Masyarakat Dari segi kemanfaatannya untuk masyarakat desa sebagai sasaran dari pelaksanaan kegiatan-kegiatan pemberdayaan sudah efektif dengan melihat hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti dalam penelitian. Terutama pada kegiatan pembangunan irigasi tersier yang sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya petani padi dan bawang merah. Sebagian besar masyarakat sangat bersyukur dengan adanya pembangunan irigasi tersier ini yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan hasil pertanian. Kemudian disusul dengan kegiatan peningkatan kapasitas aparatur desa yang juga sangat bermanfaat bagi masyarakat desa, mengingat peningkatan kinerja aparatur desa adalah salah satu kebutuhan pokok pemerintah desa Nanga Mbaling. Pelatihan pemberdayaan perempuan dengan tujuan meningkatkan kinerja TP-PKK desa Nanga Mbaling. hal
ini dilakukan agar perempuan-perempuan desa Nanga Mbaling lebih produktif dalam menjalankan program pelatihan pengelolaan BUMDes dan kegiatan penanaman modal.
2. Dampak Pemanfaatan Dana Desa Untuk Pemberdayaan Masyarakat Dengan adanya anggaran dana desa sudah memberikan dampak positif terhadap masyarakat terutama masyarakat di desa Nanga Mbaling Kabupaten Manggarai Timur yang dimana dana desa ini menunjang pengembangan pemberdayaan masyarakat desa Nanga Mbaling. Adapun jumlah dana yang terserap kedalam 5 point Pemberdayaan masyarakat di desa Nanga Mbaling Kabupaten Manggarai Timur sebesar Rp 1. 991. 000.00.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka penulis dapat memberikan saran yang diharapkan dapat menjadi masukan untuk desa Nanga Mbaling Kabupaten Manggarai Timur. Dalam hal pemanfaatan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat di desa antara lain:
1. Mengadakan sosialisasi kepada masyarakat untuk membantu penyebaran informasi dan pemahaman mengenai program-program pemberdayaan yang akan dilakukan, sehingga masyarakat akan lebih mudah untuk diajak terlibat dalam pelaksanaan program-program pemerintah desa, serta ikut mengawasi jalannya pelaksanaan dan pemanfaatan dana desa di desa Nanga Mbaling Kabupaten Manggarai Timur sesuai dengan ketentuan.
2. Para pelaksana dana desa diberikan peningkatan pengetahuan melalui pendidikan dan latihan, khususnya yang menyangkut pengelolaan keuangan desa.
68
Ekonom.Bogor: Jurnal Ekonomi Pembangunan.
Alfabeta. 2006. Administrasi Pembangunan (konsep, dimensi dan strateginya).
Jakarta: Bumi Karsa
Annivelorita. 2015. Implementasi Alokasi Dana Desa (ADD) dalam Meningkatkan Pembangunan Desa, Bandung: Journal Administrasi Negara.
Carwiaka. 2013. Pelaksanaan Otonomi Desa, Jakarta: Kencana.
Fahrul R, 2019.Analisis Pengelolaan Dana Desa Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat, Yogyakarta: Langsa.
Faisal, Nain. 2016. Analisis Implikasi Pelaksanaan Program Dana Desa Terhadap Kohesi Sosial, Yogyakarta: PustakaPelajar.
Feiby. 2017. Dampak Program Dana Desa Terhadap Peningkatan Pembangunan Dan Ekonomi, Minahasa: E-Jurnal Unsrat.
Gulo. 2002. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana Prenada
Haryanto. 2015. Studi Pengembangan Ekonomi Lokal Terkait Interaksi Kota-Desa, Yogyakarta: Ghalia Indonesia.
Hidayat. 2015. Konsep Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Dana Desa, Surakarta: Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan.
Jamaluddin. 2018. Analisis Dampak Pengelolaan dan Penggunaan Dana Desa terhadap Pembangunan Daerah, Bandung: Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan.
Kartasasmita. 1997. Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta: Bumi Aksara.
Mahfudz. 2009. Analisis Dampak Alokasi Dana Desa (Add) Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Dan Kelembagaan Desa, Bandung: Jurnal Organisasi dan Manajemen.
Mardikanto. 2010. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengelolaan Dana Desa, Yogyakarta: Jurnal Etika Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat.
Muslihah. 2019. Dampak Dana Desa Terhadap Pembangunan Dan Kesejahteraan Yogyakarta: Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan.
Moleong. 2008. Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja.
Nursalam, Suardi. 2016. Teori Sosiologi, Yogyakarta: Writing Revolution.
Purbantara. 2019. Pemberdayaan Masyarakat Desa, Yogyakarta: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani.
Purwanto. 2011. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembangunan Desa.
Rahardja. 2010. Pembangunan dan Tata Ruang. Yogyakarta. Graha Ilmu.
Silalahi, 2009. Metode Penelitian Sosial, Bandung: PT. Refika Aditama.
Suyanto. 2005. Metode Penelitian Sosial, Jakarta: Kencana Prenada.
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta.
Sujadi. 2019. Keuangan Desa dan Prioritas Penggunaan Dana Desa, Jakarta:
Jurnal Akuntansi dan Bisnis.
Sururi. 2015. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pembangunan, Jakarta: Jurnal Administrasi Negara.
Sutrisno. 2005. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Pembangunan, Yogyakarta: Dharma University Press.
Soetomo. (2006). Strategi-strategi Pembangunan Masyarakat. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Warsono. 2016. Transformasi Pelayanan Publik, Yogyakarta: Pembaharuan.
L A M
P
I
R
A
N
71
Peberdayan masyarakat sebelum adanya anggaran dan desa di Desa Nanga Mbalingini, prioritas pembagunan desa nanga mbaling masih di titik beratkan pada bidang fisik atau infrastruktur desa, sehingga program yang lain seperti kesehatan,sosial budaya dan pendidikan belum terlaksana secara maksimal. solusi yang dilaksanakan oleh pemerintah desa yaitu pelaksanaan program-program tersebut secara swadaya oleh masyarakat. Artinya sebelum adanya anggaran dana desa masyarakat Nanga Mbaling berpartisipasi membagun desa. pemerataan pendapat,kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat.berhubungan hal di atas maka yang menjadi tolak ukur dalam pemberdayaan masyarakat terhadap alokasi Dana Desa (ADD)yakni salah satunya transparansi adalah adanya keterbukaan informasi dari pihak pemerintah desa terhadap masyarakat guna mengetahui seluruh proses kegiatan yang berlangsung.
3. Apa saja bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam mensukseskan program ADD?
Partisipasi masyarakat desa nanga mbaling dalam aspek pemberdayaan, masyarakat ikut aktif dalam pengelolaan keungan desa khususnya ADD setiap tahapnya baik dari tahap perencanaan ,pelaksanaan, hingga pengawasan dan pelaporan. Karena menurut saya fungsi pengawasan dari masyarakat dalam pengelolaan anggaran dana desa sangat kami butuhkan. memberi informasi yang secara terbuka maka memudahkan kontrol sosial dari masyarakat itu sendiri. Transparasi penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam pemberdayaan masyarakat yang secara terbuka dan jujur kepada masyarakat berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggung jawaban pemerintahan dalam
masyarakat desa nanga mbaling sangat tinggi sejauh ini sangat tinggi.
5. Bagaimana teknis masyarakat dalam berpartisipasi?
Proses partisipasi masyarakat dalam perencanaan, ya kita mengadakan musrenbang. Dimulai dari musrenbang ditingkat desa . itukan masyarakat kita undang. Jadi disitulah partisipasinyan, mengajukan usulan, memberikan pendapat. Kemudian usulan itu dirangkum dan nantinya ditetapkan menjadi RKPDes dan APBDeS. Nah di desa itukan tidak semua usulan masyarakat dapat terealisasi. Nanti kita ambil skala prioritas.
Untuk melaksanakannya kita serahkan ke masyarakat.
Jadi kita rencanakan memang untuk memberdayakan masyarakat. Jadi masyarakat itu, nanti partisipasinya ya itu tenaga atau swadaya. Untuk menggali swadaya masyarakat itu memang semua program masyarakat itu di kerjakan masyarakat, kita hanya membantukan berwujud bahan material saja.
NaMa : Abdul Muhtar Umur : 32 Tahun Pendidian : S1
Pekerjaan : badan permusyawaratan desa (BPD)
No Pertanyaan Hasil wawancara 1. Bagaimana pemberdayaan
masyarakat sebelum adanya anggaran dana desa?
Peberdayan masyarakat sebelum adanya anggaran dan desa di Desa Nanga Mbalingini, prioritas pembagunan desa nanga mbaling masih di titik beratkan pada bidang fisik atau infrastruktur desa, sehingga program yang lain seperti kesehatan,sosial budaya dan pendidikan belum terlaksana secara maksimal. solusi yang dilaksanakan oleh pemerintah desa yaitu pelaksanaan program-program tersebut secara swadaya oleh masyarakat. Artinya sebelum adanya anggaran dana desa masyarakat Nanga Mbaling berpartisipasi membagun desa. pemerataan pendapat,kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat.berhubungan hal di atas maka yang menjadi tolak ukur dalam pemberdayaan masyarakat terhadap alokasi Dana Desa (ADD)yakni salah satunya transparansi adalah adanya keterbukaan informasi dari pihak pemerintah
partisipasi masyarakat dalam mensukseskan program ADD?
aspek pemberdayaan, masyarakat ikut aktif dalam pengelolaan keungan desa khususnya ADD setiap tahapnya baik dari tahap perencanaan ,pelaksanaan, hingga pengawasan dan pelaporan. Karena menurut saya fungsi pengawasan dari masyarakat dalam pengelolaan anggaran dana desa sangat kami butuhkan. memberi informasi yang secara terbuka maka memudahkan kontrol sosial dari masyarakat itu sendiri. Transparasi penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) dalam pemberdayaan masyarakat yang secara terbuka dan jujur kepada masyarakat berdasarkan pertimbangan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mengetahui secara terbuka dan menyeluruh atas pertanggung jawaban pemerintahan dalam pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya dan ketaatannya pada regulasi yang di buat oleh pemerintah. Dengan begitu partisipasi masyarakat desa nanga mbaling sangat tinggi sejauh ini sangat tinggi.
5. Bagaimana teknis masyarakat dalam berpartisipasi?
Proses partisipasi masyarakat dalam perencanaan, ya kita mengadakan musrenbang. Dimulai dari musrenbang ditingkat desa . itukan masyarakat kita undang. Jadi disitulah partisipasinyan, mengajukan usulan, memberikan pendapat. Kemudian usulan itu dirangkum dan nantinya ditetapkan menjadi RKPDes dan APBDeS. Nah di desa itukan tidak semua usulan masyarakat dapat terealisasi. Nanti kita ambil skala prioritas.
Untuk melaksanakannya kita serahkan ke masyarakat.
Jadi kita rencanakan memang untuk memberdayakan masyarakat. Jadi masyarakat itu, nanti partisipasinya ya itu tenaga atau swadaya. Untuk menggali swadaya masyarakat itu memang semua program masyarakat itu di kerjakan masyarakat, kita hanya membantukan berwujud bahan material saja.
Pendidikan : SMA
Mengenai transpransi ADD,setiap perencanan pengelolaan keuangan desa yang didalamnya terhadap ADD di desa nanga mbaling kepala desa dalam hal ini pak anwar melibatkan masyarakat desa secara menyeluruh melalui rapat yang dilaksanakan pada tingkat RT dan RW, dimana masyarakat sering
Terkait partisipasi masyarakat di desa nanga mbaling kususnyan pada tahap perencanaan belum sepenuhnya terbuka. Masyarakat bebas memberikan aspirasinya melalui rapat lingkungan di tingkat RT dan RW, namun ketika memasuki rapat musyawarah pembagunan desa (musrenbangdes) masyarakat belum diberikan kesempatan untuk bisa datang ke musyawarah tersebut, karena sejauh ini hanya anggaran rapat berasal dari perwakilan masyarakat dan belum ada kesempatan bagi masyarakat umum untuk bisa hadir dan berpartisipasi.
3. Apakah dalam setiap perencanaan program desa nanga baling melibatkan masyarakat?
Pemberdayaan masyarakat di dalam tahap perencanaan sejauh ini pemerintah desa nanga mbaling dalam tahap perencanaan pengelolaan ADD memberdayakan masyarakat dengan mengajak masyarakat berdiskusi tentang kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pengelolaan keuangan desa yang didalamnya terhadap ADD dan perencanaan pengelolaan ADD di desa nanga mbaling sejauh ini belum mengorganisir kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk menggali potensi yang dimiliki masyarakat dan wilayahnya.
4. Bagaimana bentuk pengawasan masyarakat terhadap anggaran dana desa?
Tahap pengawasan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Nanga Mbaling sejauh ini telah memberikan ruang terbuka pada kami sebagai masyarakat untuk bisa menyampaikan keluhan atau komplain Contohnyapada tahap pembagunan jalan desa,jembatan kecil dan puskesdes. penyelenggaraan pemerintah desa dalam melaksanakan pelayanan pemerintah, pembangunan, dan masyarakat sesuai kewenangannya ; meningkatkan kemampuan lembaga kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
berusaha bagi masyarakat desa Nanga Mbaling,
“pokoknya lumayan bagusla”
6. Apakah anggaran dana desa berimplikasi terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat?
Dengan adanya anggaran dana desa ini, kepala desa dan masyarakat sering berdiskusi tentang arah pembangunan desa, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memahami potensi wilayah Desa Nanga Mbaling. Dengan begitu potensi masyarakatnya sedikit demi sedikit dikembangkan sesuai dengan kebutuhannya.
Mengenai transpransi ADD,setiap perencanan pengelolaan keuangan desa yang didalamnya terhadap ADD di desa nanga mbaling kepala desa dalam hal ini pak anwar melibatkan masyarakat desa secara menyeluruh melalui rapat yang dilaksanakan pada tingkat RT dan RW, dimana masyarakat sering
Terkait partisipasi masyarakat di desa nanga mbaling kususnyan pada tahap perencanaan belum sepenuhnya terbuka. Masyarakat bebas memberikan aspirasinya melalui rapat lingkungan di tingkat RT dan RW, namun ketika memasuki rapat musyawarah pembagunan desa (musrenbangdes) masyarakat belum diberikan kesempatan untuk bisa datang ke musyawarah tersebut, karena sejauh ini hanya anggaran rapat berasal dari perwakilan masyarakat dan belum ada kesempatan bagi masyarakat umum untuk bisa hadir dan berpartisipasi.
3. Apakah dalam setiap perencanaan program desa nanga baling melibatkan masyarakat?
Pemberdayaan masyarakat di dalam tahap perencanaan sejauh ini pemerintah desa nanga mbaling dalam tahap perencanaan pengelolaan ADD memberdayakan masyarakat dengan mengajak masyarakat berdiskusi tentang kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pengelolaan keuangan desa yang didalamnya terhadap ADD dan perencanaan pengelolaan ADD di desa nanga mbaling sejauh ini belum mengorganisir kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk menggali potensi yang dimiliki
dana desa? memberikan ruang terbuka pada kami sebagai masyarakat untuk bisa menyampaikan keluhan atau komplain Contohnyapada tahap pembagunan jalan desa,jembatan kecil dan puskesdes.
5. Apa saja manfaat dari anggaran dana desa terhadap kehidupan masyarakat desa nanga mbaling?
Manfaat ADD sejauh ini yang kami amati sangat sesuai dengan tujuannya adalah meningkatkan penyelenggaraan pemerintah desa dalam melaksanakan pelayanan pemerintah, pembangunan, dan masyarakat sesuai kewenangannya ; meningkatkan kemampuan lembaga kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembagunan secara partisipasi sesuai dengan potensi desa, serta meningkatkan pemerataan pendapatan, kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat desa Nanga Mbaling,
“pokoknya lumayan bagusla”
6. Apakah anggaran dana desa berimplikasi terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat?
Dengan adanya anggaran dana desa ini, kepala desa dan masyarakat sering berdiskusi tentang arah pembangunan desa, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memahami potensi wilayah Desa Nanga Mbaling. Dengan begitu potensi masyarakatnya sedikit demi sedikit dikembangkan sesuai dengan kebutuhannya.
Mengenai transpransi ADD,setiap perencanan pengelolaan keuangan desa yang didalamnya terhadap ADD di desa nanga mbaling kepala desa dalam hal ini pak anwar melibatkan masyarakat desa secara menyeluruh melalui rapat yang dilaksanakan pada tingkat RT dan RW, dimana masyarakat sering
Terkait partisipasi masyarakat di desa nanga mbaling kususnyan pada tahap perencanaan belum sepenuhnya terbuka. Masyarakat bebas memberikan aspirasinya melalui rapat lingkungan di tingkat RT dan RW, namun ketika memasuki rapat musyawarah pembagunan desa (musrenbangdes) masyarakat belum diberikan kesempatan untuk bisa datang ke
untuk bisa hadir dan berpartisipasi.
3. Apakah dalam setiap perencanaan program desa nanga baling melibatkan masyarakat?
Pemberdayaan masyarakat di dalam tahap perencanaan sejauh ini pemerintah desa nanga
mbaling dalam tahap perencanaan pengelolaan ADD memberdayakan masyarakat dengan mengajak masyarakat berdiskusi tentang kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pengelolaan keuangan desa yang didalamnya terhadap ADD dan perencanaan
pengelolaan ADD di desa nanga mbaling sejauh ini belum mengorganisir kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk menggali potensi yang dimiliki masyarakat dan wilayahnya.
4. Bagaimana bentuk pengawasan masyarakat terhadap anggaran dana desa?
Tahap pengawasan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Nanga Mbaling sejauh ini telah memberikan ruang terbuka pada kami sebagai masyarakat untuk bisa menyampaikan keluhan atau komplain Contohnyapada tahap pembagunan jalan
Manfaat ADD sejauh ini yang kami amati sangat sesuai dengan tujuannya adalah meningkatkan penyelenggaraan pemerintah desa dalam
melaksanakan pelayanan pemerintah, pembangunan, dan masyarakat sesuai kewenangannya ;
meningkatkan kemampuan lembaga kemasyarakatan di desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan
pengendalian pembagunan secara partisipasi sesuai dengan potensi desa, serta meningkatkan pemerataan pendapatan, kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakat desa Nanga Mbaling,
“pokoknya lumayan bagusla”
6. Apakah anggaran dana desa berimplikasi terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat?
Dengan adanya anggaran dana desa ini, kepala desa dan masyarakat sering berdiskusi tentang arah pembangunan desa, sehingga masyarakat dapat dengan mudah memahami potensi wilayah Desa Nanga Mbaling. Dengan begitu potensi
masyarakatnya sedikit demi sedikit dikembangkan sesuai dengan kebutuhannya.
Kegiatan pengimputan data
Foto bersama saat penarikan
Wawancara dengan ketua RT/RW
Wawancara dengan toko perempuan
Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penulis merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, anak dari pasangan M. Saleh dan Siti Sahara Banun.
Penulis pertama kali masuk pendidikan Formal di Mis Al-Ikhlas Paci Panda pada tahun 2003 dan tamat pada tahun 2009. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan ke MTs Negeri Pota dan tamat pada tahun 2012. Setelah tamat di MTs,penulis melanjutkan ke MAS Amaliyah Pota dan tamat pada tahun 2015.dan pada tahun 2015 penulis mendaftar sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ,jurusan pendidikan Sosiologi.