BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN36
D. Pembahasan
Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi polisi lalu lintas dalam wilayah hukum Polres Bantaeng sudah berjalan dengan baik. Beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tugas dan fungsi polisi lalu lintas dalam wilayah hukum Polres Bantaeng antara lain: Faktor pendukung antara lain Sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tugas Polisi Lalu Lintas sudah cukup memadai, Fasilitas rambu-rambu serta penunjuk jalan yang cukup jelas, Adanya kerjasama antara instansi yang lain maupun organisasi
yang mendukung untuk mensosialisasikan Undang-Undang yang baru yaitu UU No 22 Tahun 2002 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan tugas dan fungsi polisi lalu lintas dalam wilayah Hukum Polres Bantaeng yakni: Kurangnya SDM dan kesadaran masyarakat itu sendiri tentang tata tertib dalam berkendara dan berlalu lintas, Infrastruktur jalan yang tidak sebanding lagi dengan jumlah kapasitas pengguna jalan yang ada pada saat sekarang ini, Kurang tersalurnya anggaran yang mendukung dalam pelaksanaan tugas Kepolisian Lalu Lintas dalam tugas Operasional, Jumlah Personil Polisi Lalu Lintas yang masih kurang dan tidak sesuai dengan laju perkembangan jumlah kendaraan yang ada di jalan raya pada saat ini.
Berdasarkan hasil analisis data secara deskriptif ditemukan bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi polisi lalu lintas dalam wilayah hukum Bantaeng sudah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan polisi lalu lintas Polres Bantaeng tiap tahunnya. Berdasarkan laporan kegiatan anggota di jalan raya dalam mengatur rambu-rambu lalu lintas serta pelayanan kepada masyarakat.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi polisi lalu lintas kepada masyarakat dalam wilayah hukum Polres Bantaeng sudah berjalan dengan baik namun dalam pelaksanaan tugas masih perlu penambahan anggota kepolisian lalu lintas berdasarkan jumlah pengguna jalan yang sangat padat sementara aparat kepolisian yang berjumlah kurang dalam menangani dan melayani masyarakat pengguna jalan dan masih banyak laka lalu lintas dijalan raya karena kelalaian masyarakat pengguna jalan yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas dijalan raya. Maka perlu ditingkatkan pengamanan dan pelayanan di jalan raya agar pengguna jalan dapat terkontrol hingga tidak terjadi lagi kecelakaan lalu lintas.
2. Faktor apa yang menjadi pendukung dan penghambat pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Polisi lalu lintas di wilayah Polres Bantaeng sebagai berikut. Faktor pendukung: (1)Sarana dan prasarana dalam pelaksanaan tugas Polisi lalu lintas sudah cukup memadai.
(2)Fasilitas rambu-rambu serta penunjuk jalan yang cukup jelas namun masih ada pula yang belum memadai. (3)Adanya kerjasama antara instansi yang lain maupun organisasi yang mendukung
untuk mensosialisasikan Undang-undang yang baru yaitu UU No 22 Tahun 2002 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Adapun Factor penghambat seperti: (1)Kurangnya SDM dan kesadaran masyarakat itu sendiri tentang tata tertib dalam berkendara dan berlalu lintas. (2)Infrastruktur jalan yang tidak sebanding lagi dengan jumlah kapasitas pengguna jalan yang ada pada saat sekarang ini. (3)Kurang tersalurnya anggarang yang mendukung dalam pelaksanaan tugas Kepolisian Lalu Lintas dalam tugas Operasional. (4) Jumlah personil Polisi lalu lintas yang masih kurang dan tidak sesuai dengan laju perkembangan jumlah kendaraan yang ada di jalan raya pada saat ini.
B. Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian ini, maka dapat dikemukakan beberapa saran yaitu: (1) Penegak hukum di jalan raya supaya dilakukan dengan disiplin, terutama terhadap pengguna jalan raya yang tidak bisa menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang merupakan bukti hukum sah atau tidaknya suatu kendaraan dapat beroperasi di jalan raya. (2) Untuk memperlancar kegiatan pelayanan kepada masyarakat perlu ditambahkannya personil Anggota Polisi Lalu Lintas yang memadai untuk melakukan pelayanan masyarakat. (3) Perlu diterapkan kedisiplinan berlalu lintas kepada pengguna jalan untuk menghindari laka lalu lintas di jalan raya.
(4) Penggunaan anggaran dalam meminimalisir tingkat kecelakaan
Lalu Lintas agar disalurkan sesuai dengan kapasitas penggunanya seperti halnya pelebaran jalan yang harus betul-betul secepat mungkin untuk ditindak lanjuti, dan penambahan Personil Polisi Lalu Lintas dalam memberikan pelayanan, pengaturan dan pengayoman kepada masyarakat sesuai denga tugas dan fungsinya untuk mengurangi terjadinya kemacetan serta kerawanan terjadinya kecelakaan Lalu Lintas.
DAFTAR FUSTAKA
Amirin, Tatang, 1990. Menyusun Rencana Penelitian. Rajawali Pers, Jakarta.
Drs. Djoko Susilo, SH. M.Si, 2009, Panduan Praktis berlalu lintas, Dikmas Lantas, Jakarta.
Drs F. X. Sunarso, 2007, Materi Krida lalu lintas satuan karya pramuka Bhayangkara, Jakarta.
Djamin, Awaluddin, 1992. Administarasi Kepolisian RI Kenyataan dan Harapan. Bandung: Sanyata Sumanasa Wira-Sespim Polri.
Gitosudarmo Indriyo, 2000. Perilaku Keorganisasian. BPFE, Jakarta.
Hasibuan, Malayu S.P., 1992. Manajemen: Dasar, Pengertian dan Masalah. Haji Masagung, Jakarta.
Indah Fausi, Yogya Anggoro, 2008. Undang-undang dan peraturan tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Kasim, Azhar, 1993. Pengukuran Efektivitas Organisasi. Jakarta: LPFE-UI.
Leo, Indah, Ade, 1992, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,BP. Tri Rasaki, Jakarta
Maskat H., Djunaidi, 1992. Kepemimpinan Efektif di Lingkungan POLRI.
Bandung: Sanyata Sumanasa Wira Sespim Polri.
Murdick, 1991. Sistem Informasi Manajemen. Erlangga, Jakarta.
Mabes Polri, 2009, Himpunan buku pelajaran pendidikan kejujuran dasar bintara Lantas, Jakarta.
Nawawi, Hadari, dan Hadari, Martini, 1995. Kepemimpinan yang Efektif.
Gadjah Mada University Press, Yugyakarta.
R. Soenarto Soerodibroto, SH, 2003, KUHP dan KUHAP, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Salusu, 2000. Pelayanan Berkualitas. Bulletin, Makassar.
Siagian, Sondang P., 1991. Teori dan Praktek Kepemimpinan. Rineka Cipta, Jakarta.
..., 1991. Fungsi-Fungsi Manajemen. Bina Aksara, Jakarta.
Suradinata, Ermaya, 1997. Pemimpin dan Kepemimpinan Pemerintahan.
PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jakarta.
Jurnal Polisi Indonesia, tahun I September 1999-April 2000. Jakarta:
Program Pascasarjana Ilmu Kepolisian UI dan Yayasan Obor Indonesia.
Diklat SPN Batua, Buku Pintar Siswa Seba Milsuk Angkatan XIII T.A.1994/1995. Ujung Pandang.
Kepolisian Negara R.I. 1993. Himpunan Petunjuk Lapangan di Bidang SAMAPTA POLRI. Jakarta.