• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa variabel dana alokasi umum, pendapatan per kapita dan jumlah tenaga

kerja mempunyai pengaruh terhadap tingkat Pendapatan Asli Daerah di Madiun. Pendapatan merupakan faktor penting bagi setiap orang dalam usaha memenuhi kebutuhan sehari-hari. Semakin tinggi pendapatan yang diperoleh oleh seseorang maka akan semakin banyak pula kebutuhan yang dapat dipenuhi. Oleh karena itu setiap negara akan berusaha untuk meningkatkan taraf hidup berkaitan dengan pendapatan yang diperoleh. Semakin tinggi pendapatan yang diperolehnya maka akan terdapat dana yang disisakan sebagai modal untuk menjalankan usahanya.

Untuk secara parsial variabel dana alokasi umum dan pendapatan per kapita yang mempunyai pengaruh terhadap tingkat pendapatan asli daerah, sedangkan jumlah tenaga kerja tidak mempunyai pengaruh terhadap pendapatan asli daerah.

Pengaruh dana alokasi umum terhadap tingkat pendapatan asli daerah menunjukkan bahwa dana alokasi umum adalah dana yang berasal dari APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan keuangan antar daerah untuk membiayai kebutuhan pengeluarannya didalam rangka pelaksanaan desentralisasi dipengaruhi oleh pendapatan asli daerah tersebut. Karena dana alokasi umum tersebut berkaitan dengan perimbangan keuangan antar pemerintah pusat dan daerah, hal tersebut merupakan konsekuensi adanya penyerahan kewenangan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

Pengaruh pendapatan per kapita terhadap tingkat pendapatan asli daerah, dengan berpengaruhnya pendapatan per kapita terhadap pendapatan asli daerah memberikan indikasi semakin tingginya tingkat pembangunan

66

suatu daerah. Kesenjangan pendapatan per kapita masih sangat tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh banyaknya hal diantaranya adalah banyaknya atau sedikitnya lapangan pekerjaan, perbedaaan UMR tiap daerah, dan tingkat kemajuan dari daerah itu sendiri.

Tidak berpengaruhnya jumlah tenaga kerja terhadap tingkat pendapatan asli daerah menunjukkan bahwa pendapatan asli daerah yang meningkat atau menurun tidak dipengaruhi oleh jumlah tenaga kerja yang ada pada daerah tersebut. Hasil ini bertolak belakang dengan teori yang diungkapkan oleh Harianto (2007:9) yang menyatakan bahwa suatu daerah tidak akan berhasil bila daerah tidak mengalami pertumbuhan ekonomi yang berarti terjadi peningkatan penerimaan PAD. Bila yang terjadi sebaliknya, maka bisa diindikasikan adanya eksploitasi PAD terhadap masyarakat secara berlebihan tanpa memperhatikan peningkatan produktifitas masyarakat itu sendiri. Mengaskan bahwa keberhasilan peningkatan PAD hendaknya tidak hanya diukur dari jumlah yang diterima, tetapi juga diukur dengan perannya untuk mengatur perekomian masyarakat agar dapat lebih berkembang, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah.

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dalam bab sebelumnya, maka ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut:

1. Hipotesis pertama yang menyebutkan diduga variabel dana alokasi umum mempunyai pengaruh terhadap tingkat Pendapatan Asli Daerah di Madiun dapat terbukti kebenarannya.

2. Hipotesis kedua yang menyebutkan diduga variabel pendapatan per kapita mempunyai pengaruh terhadap tingkat Pendapatan Asli Daerah di Madiun terbukti kebenarannya.

3. Hipotesis ketiga yang menyebutkan diduga variabel jumlah tenaga kerja mempunyai pengaruh terhadap tingkat Pendapatan Asli Daerah di Madiun tidak terbukti kebenarannya.

4. Hipotesis keempat yang menyebutkan diduga variabel dana alokasi umum mempunyai pengaruh paling dominan terhadap tingkat Pendapatan Asli Daerah di Kota Madiun terbukti kebenarannya.

5.2. Saran

1. Bagi Penelitian Lanjutan

Dengan hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah literatur dan dapat mengetahui lebih banyak mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pendapatan asli daerah dan dapat menunjukkan kepada

68

pengurus faktor-faktor yang paling mempengaruhi tingkat pendapatan asli daerah.

2. Bagi Pemerintah

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan dan bahan informasi bagi pemerintah daerah khususnya Kota Madiun mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat pendapatan asli daerah.

Buku teks :

Anonim, 2001, Undang-Undang Otonomi Daerah Tahun 1999, Penerbit Citra Umbara, Bandung.

_______, 2003, Pedoman Penyusunan Usulan Penelitian Dan Skripsi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran”, Surabaya.

_______, Kepmendagri No. 29 tahun 2002

Awat, J Napa, 1995, Metode Statistik Dan Ekonometri, Penerbit Liberty, Yogyakarta.

Adi, Priyo Hari. 2005. Dampak Desentralisasi Fiskal terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Studi pada Kabupaten dan Kota Se Jawa Bali). Jurnal Studi Pembangunan KRITIS. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga Bastian, Indra, 2001, Akuntansi Sektor Publik di Indonesia, Penerbit BPFE,

Yogyakarta.

_____________, 2001, Manual Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

_____________, 2002, Sistem Akuntansi Sektor Publik, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Darwanto, 2006, Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Dan Dana Alokasi Umum Terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal, Simposium Nasional Akuntansi X, Unhas Makasar 26-28 Juli 2007.

Gujarati, 1999, Ekonometrika Dasar, Cetakan Keempat, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Halim, Abdul, 2001 Analisis Diskripsi Pengaruh Fiskal Stress pada APBD Pemerintah Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah. KOMPAK. STIE YO. Yogyakarta. 127-146, Penerbit UPP, AMP YKPN.

___________, 2002, Akuntansi Keuangan Daerah, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Harianto, et al., 2007. Hubungan Antara Dana Alokasi Umum, Belanja Modal, Pendapatan Asli Daerah Dan Pendapatan Per Kapita. Simposium Nasional Akuntansi X, Unhas Makasar 26-28 Juli 2007.

Kurniawan, Panca dan Purwanto Agus, 2004, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Penerbit Bayumedia Publishing, Malang.

Nanga, Muana. 2005. Analisis Posisi Fiskal Kabupaten/Kota di NTT : Adakah Posisi Fiskal Lebih Baik. Jurnal Studi Pembangunan KRITIS. Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga

Mardismo, 2002, Otonomi dan Manajemen keuangan Daerah. Penerbit ANDI, Yogyakarta., Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.

Rosjidi, 2001, Akuntansi Sektor Publik : Kerangka, Standar, dan Metode, Penerbit Aksara Satu, Surabaya.

Sidik, Machfud, B. Raksaka Mahi, Robert Simanjuntak, dan Bambang Brodjonegoro, 2002, Dana Alokasi Umum-Konsep, Hambatan dan Prospek di era otonomi daerah, Penerbit Buku Kompas, Jakarta.

Sudjana, 1995, Teknik Analisis Regresi dan Korelasi Bagi Para Peneliti, Penerbit Tarsito, Bandung.

Sukirno, Sadono, 1985. Ekonomi Pembangunan Proses, Masalah dan Dasar Kebijaksanaan, Jakarta: LPFE UI dengan Bina Grafika.

Sumarsono, 2002, Metode Penelitian Akuntansi.

Supranto, 2005, Ekonometrika, Edisi Kesatu, Penerbit LPFEUI, Jakarta

Wahab, Abdul, 1999. Reformasi Pelayanan Publik, Kajian dari Perspektif Teori Governance, Malang: PT. Danar Wijaya, Brawijaya University Press.. Jurnal :

Ahmad Waluya Jati, 2003, Peranan Pajak Dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) (Studi Pada Daerah Tingkat II Di Jawa Timur), Humanika Vol. 5 No.2

Anonim, ”Pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Pemerintah Daerah” (Studi Kasus Kabupaten/Kota di Jawa dan Bali). Simposium Nasional Akuntansi VI, hal 1140-1159.

dan Kota se Jawa-Bali). Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang hal 1-22.

Ahmad Sofwani, Solochin Abdul Wahab dan A.B Barrul Fuad, 2008, “Mobilisasi Sumber-Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dalam Rangka Pembangunan Daerah (Studi Di Kabupaten Muara Enim).

Darwanto dan Yustikasari, 2004, Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah dan Dana Alokasi Umum Terhadap Pengalokasian Anggaran Belanja Modal, Humanika Vol. 5 No.1

David Harianto dan Priyo Hari Adi, 2007, Hubungan Antara Dana Alokasi Umum, Belanja Modal, Pendapatan Asli Daerah Dan Pendapatan Per Kapita, Simposium Nasional Akuntansi X

Joko Waluyo, 2007, “Dampak Desentralisasi Fiskal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Dan Ketimpangan Pendapatan Antar Daerah Di Indonesia” Laras Wulan Ndadari dan Priyo Hari Adi, Perilaku Asimetris Pemerintah Daerah

Terhadaptransfer Pemerintah Pusat,

Mutiara, Maimunah, 2006, ”Flypaper Effect pada Dana Alokasi Umum (DAU) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Daerah pada Kabupaten/Kota di pulau Sumatera”. Simposium Nasional Akuntansi 9 Padang hal 1-27.

Purnama, Ichan Dan Gani, 1999, “Prosopek Kewenangan Daerah Dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)”

Sigit Yulianto, Wahyuddin dan Syamsuddin, 2005, Analisis Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan (Studi Kasus Di Kabupaten Boyolali), Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi, Vol 2 No 4 September

Sungkono dan Syamsudin, 2008, “Pengaruh Anggaran Pengembangan Obyek dan Anggaran Penelitian Terhadap Pendapatan Pariwisata di Jawa Tengah Tahun 1992-2003”

Dokumen terkait