• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.6. Pembahasan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara masing-masing faktor-faktor keahlian dalam penggunaan sistem informasi, yaitu variabel persepsi kegunaan sistem informasi, tingkat kegelisahan terhadap komputer, kualitas sistem informasi, keahlian di bidang komputer, pelatihan komputer dan tekanan kerja, baik langsung maupun tidak langsung. Di samping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui apakah faktor-faktor tersebut, baik secara parsial maupun bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja auditor pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumatera Bagian Utara.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa :

a. Hipotesis penelitian pertama diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa persepsi kegunaan sistem informasi berpengaruh terhadap kinerja auditor pada Kantor Perwakilan BPK-RI di wilayah Sumbagut. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi tingkat persepsi seorang auditor mengenai kegunaan sistem informasi, maka kinerja auditor tersebut akan semakin meningkat. Hasil penelitian ini konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya (M. Nasir, 2002).

b. Hipotesis penelitian kedua diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kegelisahan terhadap komputer berpengaruh terhadap kinerja auditor pada Kantor BPK-RI Perwakilan Sumbagut. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi tingkat kegelisahan seorang auditor terhadap komputer, maka akan semakin rendah kinerja yang dimilikinya. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya (M. Nasir, 2002).

c. Hipotesis penelitian ketiga ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kegelisahan terhadap komputer tidak berpengaruh terhadap tekanan kerja auditor pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi tingkat kegelisahan terhadap komputer, maka akan semakin tinggi pula tekanan kerja yang dialami oleh auditor yang bersangkutan adalah tidak berlaku dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian sebelumnya, dimana dalam penelitian sebelumnya (M. Nasir, 2002) menunjukkan bahwa adanya pengaruh tingkat kegelisahan terhadap komputer terhadap tekanan kerja. Hasil yang berbeda ini disebabkan oleh perbedaan di lingkungan tempat responden bekerja dalam penggunaan sistem informasi.

d. Hipotesis penelitian keempat diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kegelisahan terhadap komputer berpengaruh terhadap persepsi auditor mengenai kegunaan sistem informasi pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi tingkat kegelisahan yang dialami auditor terhadap komputer, maka semakin rendah persepsi auditor tentang kegunaan sistem informasi. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan hasil

penelitian sebelumnya (M. Nasir, 2002).

e. Hipotesis penelitian kelima diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat kegelisahan terhadap komputer berpengaruh terhadap keahlian yang dimiliki auditor di bidang komputer pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi tingkat kegelisahan terhadap komputer, maka akan semakin rendah keahlian yang dimiliki auditor di bidang komputer. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa adanya pengaruh antar variabel tersebut. f. Hipotesis penelitian keenam diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat

kualitas sistem informasi berpengaruh terhadap kinerja auditor pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi tingkat kualitas sistem informasi yang digunakan oleh auditor, maka akan semakin tinggi kinerja auditor tersebut. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang juga menyatakan adanya pengaruh antar variabel tersebut.

g. Hipotesis penelitian ketujuh diterima, sehingga dapat disimpulkan kualitas sistem informasi berpengaruh terhadap tingkat kegelisahan yang dialami auditor terhadap komputer pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi tingkat kualitas sistem informasi yang digunakan oleh seorang auditor, maka akan semakin rendah tingkat kegelisahan yang dialami auditor tersebut terhadap komputer. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang juga menyatakan adanya

pengaruh antar variabel tersebut.

h. Hipotesis penelitian kedelapan diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa keahlian yang dimiliki auditor di bidang komputer berpengaruh terhadap kinerja auditor pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi keahlian yang dimiliki oleh seorang auditor di bidang komputer, maka akan semakin tinggi pula kinerja auditor tersebut. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang juga menyatakan adanya pengaruh antar variabel tersebut.

i. Hipotesis penelitian kesembilan diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan komputer yang diterima oleh auditor berpengaruh terhadap kinerja yang dihasilkan auditor pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut. Hal ini membuktikan bahwa semakin sering pelatihan komputer yang diberikan kepada auditor, maka akan semakin tinggi pula kinerja yang dihasilkan oleh auditor tersebut. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang juga menyatakan adanya pengaruh antar variabel tersebut.

j. Hipotesis penelitian ke-10 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh antara pelatihan komputer yang diterima auditor terhadap keahlian yang dimiliki auditor di bidang komputer. Penolakan hipotesis penelitian tersebut juga diperkuat dengan nilai probabilitas yang jauh lebih besar daripada tingkat signifikansi yang dipersyaratkan (0,175 > 0,050). Dengan demikian hipotesis penelitian yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat pelatihan yang diberikan kepada auditor, maka akan semakin tinggi pula keahlian yang dimiliki

oleh seorang auditor di bidang komputer tidak berlaku dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa adanya pengaruh antara faktor pelatihan komputer yang diberikan oleh organisasi terhadap keahlian yang dimiliki oleh seorang auditor di bidang komputer. Hasil yang berbeda ini menunjukkan adanya perbedaan di lingkungan tempat responden bekerja dalam menerapkan sistem informasi. Hal tersebut terjadi karena auditor pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut jarang memperoleh pelatihan/training komputer yang terkait dengan sistem informasi.

k. Hipotesis penelitian ke-11 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa tekanan kerja yang dialami oleh auditor berpengaruh terhadap kinerja auditor pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi tekanan kerja yang dialami oleh seorang auditor, maka akan semakin rendah kinerja yang dihasilkan oleh auditor tersebut. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang juga menyatakan adanya pengaruh antar variabel tersebut.

l. Hipotesis penelitian ke-12 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa persepsi kegunaan sistem informasi, tingkat kegelisahan terhadap komputer, kualitas sistem informasi, keahlian di bidang komputer, pelatihan komputer dan tekanan kerja secara simultan/bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja auditor pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa semua variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait