BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.5. Pengujian Hipotesis
Pengujian pada hipotesis 1 bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan persepsi kegunaan sistem informasi terhadap kinerja auditor pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut. Model regresi sederhana digunakan untuk menguji pengaruh persepsi kegunaan sistem informasi (X1) terhadap kinerja auditor (Y). Hasil pengujian menunjukkan
1. Nilai koefisien regresinya adalah 0,282 positif. 2. Nilai t hitung sebesar 4,548.
3. Tingkat signifikansi sebesar 0,000.
Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar daripada nilai t tabelnya (4,548 > 1,980) dengan nilai tingkat signifikansi yang jauh lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang dipersyaratkan (0,000 < 0,050), sedangkan nilai koefisien regresinya positif sebesar 0,282. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian pertama dapat diterima.
b. Pengujian Hipotesis 2
Pengujian pada hipotesis 2 bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh signifikan tingkat kegelisahan terhadap komputer terhadap kinerja auditor pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut. Hasil perhitungan analisis regresi antara variabel tingkat kegelisahan komputer (X2)
dengan kinerja auditor (Y) menunjukkan bahwa : 1. Nilai koefisien regresinya adalah 0,532 negatif. 2. Nilai t hitung sebesar -5,856.
3. Tingkat signifikansi sebesar 0,000.
Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa nilai t hitungnya lebih kecil daripada nilai -t tabelnya (-5,856 < -1,980) dengan nilai tingkat signifikansi yang jauh lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang dipersyaratkan (0,000 < 0,050), sedangkan nilai koefisien regresinya berbeda
dengan hipotesis penelitian yang pertama, yaitu memiliki nilai koefisien regresi yang negatif sebesar 0,532. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian kedua dapat diterima.
c. Pengujian Hipotesis 3
Untuk pengujian hipotesis penelitian ketiga ini, akan dicoba dicari pengaruh variabel tingkat kegelisihan terhadap komputer terhadap tekanan kerja yang dihadapi oleh auditor. Penggunaan variabel tekanan kerja auditor sebagai variabel dependen dikarenakan secara umum terdapat persepsi yang mengaitkan adanya hubungan yang kuat antara faktor tingkat kegelisahan terhadap komputer seorang auditor terhadap tekanan kerjanya.
Hasil perhitungan analisis regresi antara variabel tingkat kegelisahan terhadap komputer auditor (X2) dengan tekanan kerja yang dihadapi auditor (X6)
menunjukkan bahwa :
1. Nilai koefisien regresinya adalah 0,191 positif. 2. Nilai t hitung sebesar 1,381.
3. Tingkat signifikansi sebesar 0,170.
Dari hasil perhitungan tersebut diketahui bahwa nilai t hitungnya lebih kecil daripada nilai t tabelnya (1,381 < 1,980) dengan nilai tingkat signifikansi sebesar 0,170 yang jauh lebih besar dari tingkat signifikansi yang dipersyaratkan sebesar 0,050, sedangkan nilai koefisien regresinya positif sebesar 0,191. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ketiga ditolak.
d. Pengujian Hipotesis 4
Hipotesis penelitian keempat ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh tingkat kegelisahan terhadap komputer terhadap persepsi kegunaan sistem informasi. Hasil perhitungan analisis regresi antara variabel tingkat kegelisahan terhadap komputer (X2) dengan persepsi kegunaan sistem
informasi (X1) diketahui bahwa:
1. Nilai koefisien regresinya adalah 0,600 negatif. 2. Nilai t hitung sebesar -4,814.
3. Tingkat signifikansi sebesar 0,000.
Hasil perhitungan tersebut menunjukkan nilai t hitung lebih kecil daripada -t tabel (-4,814 < -1,980) dengan nilai tingkat signifikansi yang juga jauh lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang dipersyaratkan (0,000 < 0,050), sedangkan nilai koefisien regresinya bernilai negatif sebesar 0,600. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian keempat dapat diterima.
e. Pengujian Hipotesis 5
Hipotesis penelitian kelima ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh tingkat kegelisahan terhadap komputer auditor terhadap keahlian yang dimiliki auditor di bidang komputer. Dari hasil perhitungan analisis regresi antara variabel tingkat kegelisahan terhadap komputer (X2) dengan
1. Nilai koefisien regresinya sebesar 0,699 negatif. 2. Nilai t hitung sebesar -4,505.
3. Tingkat signifikansi sebesar 0,000.
Hasil perhitungan tersebut menunjukkan t hitungnya lebih kecil daripada -t tabel (-4,505 < -1,980) dengan tingkat signifikansi yang jauh lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang dipersyaratkan (0,000 < 0,050), sedangkan nilai koefisien regresinya negatif sebesar 0,699. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian kelima dapat diterima.
f. Pengujian Hipotesis 6
Hipotesis penelitian keenam ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kualitas sistem informasi terhadap kinerja auditor. Dari hasil perhitungan analisis regresi antara variabel kualitas sistem informasi yang digunakan oleh auditor (X3) dengan kinerja auditor (Y) diketahui bahwa :
1. Nilai koefisien regresinya sebesar 0,163 positif. 2. Nilai t hitung sebesar 4,106.
3. Tingkat signifikansi sebesar 0,000.
Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar daripada t tabelnya (4,106 > 1,980) dengan tingkat signifikansi jauh lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang dipersyaratkan (0,000 < 0,050), sedangkan nilai koefisien regresi yang positif sebesar 0,163. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian keenam dapat diterima.
g. Pengujian Hipotesis 7
Hipotesis penelitian ketujuh ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kualitas sistem informasi yang digunakan auditor terhadap tingkat kegelisahan yang dialami auditor terhadap komputer. Hasil perhitungan analisis regresi antara variabel kualitas sistem informasi (X3) dengan tingkat
kegelisahan terhadap komputer (X2) menunjukkan bahwa :
1. Nilai koefisien regresinya adalah sebesar 0,081 negatif. 2. Nilai t hitung sebesar -2,280.
3. Tingkat signifikansi sebesar 0,024.
Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa nilai t hitung yang lebih kecil daripada -t tabel (-2,280 < -1,980) dengan tingkat signifikansi yang juga lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang dipersyaratkan (0,024 < 0,050), sedangkan koefisien regresinya bernilai negatif sebesar -0,081. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ketujuh dapat diterima.
h. Pengujian Hipotesis 8
Hipotesis penelitian kedelapan ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh keahlian yang dimiliki oleh seorang auditor di bidang komputer terhadap kinerja auditor. Dari hasil perhitungan analisis regresi antara keahlian yang dimiliki oleh seorang auditor di bidang komputer (X5) dengan
1. Nilai koefisien regresi yang positif sebesar 0,271. 2. Nilai t hitung sebesar 5,561.
3. Tingkat signifikansi sebesar 0,000.
Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar daripada t tabelnya (5,561 > 1,980) dengan tingkat signifikansi yang juga jauh lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang dipersyaratkan (0,000 < 0,050) sedangkan koefisien regresinya bernilai positif sebesar 0,271. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian kedelapan dapat diterima.
i. Pengujian Hipotesis 9
Hipotesis penelitian kesembilan ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pelatihan komputer yang diterima auditor terhadap kinerja auditor. Dari hasil perhitungan analisis regresi antara variabel pelatihan komputer yang diterima oleh auditor (X4) dengan kinerja auditor (Y)
diketahui bahwa :
1. Nilai koefisien regresi yang positif sebesar 0,136. 2. Nilai t hitung sebesar 1,985.
3. Tingkat signifikansi sebesar 0,047.
Hasil perhitungan tersebut menunjukkan nilai t hitung yang lebih besar daripada t tabelnya (1,985 > 1,980), dengan tingkat signifikansi yang juga lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang dipersyaratkan (0,047 < 0,050),
sedangkan koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,136. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian kesembilan dapat diterima. j. Pengujian Hipotesis 10
Pengujian hipotesis penelitian kesepuluh ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pelatihan komputer yang diterima auditor terhadap keahlian yang dimiliki auditor di bidang komputer. Hasil perhitungan analisis regresi antara variabel pelatihan komputer (X4) dengan keahlian yang dimiliki
auditor di bidang komputer (X5) menunjukkan bahwa : 1. Koefisien regresi bernilai positif pada 0,171. 2. Nilai t hitung sebesar 1,363.
3. Tingkat signifikansi sebesar 0,175.
Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa nilai t hitung lebih kecil daripada nilai t tabelnya (1,363 < 1,980), dengan tingkat signifikansi yang jauh lebih besar daripada tingkat signifikansi yang dipersyaratkan (0,175 > 0,050), sedangkan koefisien regresi bernilai positif sebesar 0,171. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian kesepuluh ditolak. k. Pengujian Hipotesis 11
Hipotesis penelitian kesebelas ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh tekanan kerja yang dialami auditor terhadap kinerjanya. Hasil hipotesis penelitian ini akan sangat membantu pihak managemen untuk mengambil keputusan tentang kebijakan penugasan yang akan diberikan
kepada auditor. Dari hasil perhitungan analisis regresi antara variabel tekanan kerja (X6) dengan kinerja auditor (Y) diketahui bahwa :
1. Koefisien regresinya bernilai negatif sebesar 0,029. 2. Nilai t hitung sebesar 1,988.
3. Tingkat signifikansi sebesar 0,049.
Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar daripada t tabelnya (1,988 > 1,980), dengan tingkat signifikansi yang juga lebih kecil daripada tingkat signifikansi yang dipersyaratkan (0,049 < 0,050), sedangkan koefisien regresi bernilai negatif sebesar 0,029. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian kesebelas dapat diterima.
l. Pengujian Hipotesis 12
Hipotesis penelitian ke-12 ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel persepsi kegunaan sistem informasi (X1), tingkat kegelisahan terhadap
komputer (X2), kualitas sistem informasi (X3), keahlian di bidang komputer
(X4), pelatihan komputer (X5) dan tekanan kerja (X6) secara bersama-sama
(simultan) mempunyai pengaruh terhadap kinerja auditor pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut.
Berbeda dengan analisis regresi sebelumnya yang menggunakan regresi sederhana, maka dalam pengujian hipotesis penelitian ke-12 ini digunakan analisis regresi berganda (multiple regression). Jika regresi sederhana tolok ukur penerimaan suatu hipotesis penelitian menggunakan t tabel sebagai
pembanding, maka dalam regresi berganda menggunakan F tabel sebagai sebagai dasar pembandingnya.
Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa nilai F hitungnya sebesar 11,962 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Dengan n = 130 dan derajat kebebasan k = 7, maka nilai F tabel adalah sebesar 3,090. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa F hitungnya mempunyai nilai yang jauh lebih besar daripada F tabelnya (11,962 > 3,090). Oleh karena nilai F hitung lebih besar daripada F tabel, maka hipotesis penelitian ke-12 ini dapat diterima.
Ringkasan hasil pengujian hipotesis dari program SPSS dapat dilihat pada tabel 4.7. berikut ini :
Tabel 4.7 Ringkasan Pengujian Hipotesis
o. Hipotesis Koefisien t-Test Sig.
Penyi mpulan 1
Persepsi kegunaan sistem informasi
berpengaruh terhadap kinerja auditor 0,282
4 ,548 0,000
H1
diterima
2
Tingkat kegelisahan terhadap komputer
berpengaruh terhadap kinerja auditor -0,532 -5,856 0,000 H2 diterima
3
Tingkat kegelisahan terhadap komputer
berpengaruh terhadap tekanan kerja auditor 0,191 1,381 0,170 H3 ditolak
4
Tingkat kegelisahan terhadap komputer berpengaruh terhadap persepsi auditor tentang kegunaan sistem informasi
-0,600 -4,814 0,000 H4 diterima
5
Tingkat kegelisahan terhadap komputer berpengaruh terhadap keahlian di bidang komputer
-0,699 -4,505 0,000 H5 diterima
6
Kualitas sistem informasi berpengaruh terhadap
kinerja auditor 0,163 4,106 0,000 H6 diterima
7
Kualitas sistem informasi berpengaruh terhadap
tingkat kegelisahan terhadap komputer -0,081 -2,280 0,024 H7 diterima
8
Keahlian di bidang komputer berpengaruh
terhadap kinerja auditor 0,271 5,561 0,000 H8 diterima
9
Pelatihan komputer berpengaruh terhadap
kinerja auditor 0,136 1,985 0,047 H9 diterima
10
Pelatihan komputer berpengaruh terhadap
keahlian di bidang komputer 0,171 1,363 0,175 H10 ditolak
11
Tekanan kerja berpengaruh terhadap kinerja
auditor -0,029 1,988 0,049 H11 diterima
12
Persepsi kegunaan sistem informasi, tingkat kegelisahan terhadap komputer, kualitas sistem informasi, keahlian di bidang komputer, pelatihan komputer, dan tekanan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja auditor pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut
11,962 0,000 H12 diterima
Sumber : Data primer setelah diolah
Ket: R = 0,607
R2 = 0,369
Adjusted R2 = 0,338
F Change = 11,962
4.5.1. Analisis Koefisien Korelasi dan Determinasi
Untuk mengetahui besarnya hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependennya dapat diketahui dengan nilai korelasinya. Koefisien korelasi (R) menunjukkan kekuatan hubungan antara variabel-variabel dan arah hubungannya apakah mempunyai hubungan yang searah (positif) atau hubungan yang berlawanan (negatif).
Untuk mengetahui besaran pengaruh semua variabel independen terhadap nilai variabel dependen ditunjukkan oleh besarnya koefisien determinasi (R2). Selain itu, koefisien determinasi juga digunakan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan efektif variabel independen terhadap variabel dependen, sehingga sering disebut sebagai tingkat ketergantungan variabel dependen terhadap variabel independennya.
Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien korelasi (R) dari regresi berganda sebesar 0,607 yang berarti bahwa antara variabel dependen dan variabel independen berkorelasi positif dan kuat karena nilainya mendekati angka 1,000. Dengan kata lain antara persepsi kegunaan sistem informasi (X1), tingkat
kegelisahan terhadap komputer (X2), kualitas sistem informasi (X3), keahlian di
bidang komputer (X4), pelatihan komputer (X5) dan faktor tekanan kerja (X6) secara
bersama-sama berkorelasi positif dan kuat terhadap kinerja auditor (Y) pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut.
Sedangkan berdasarkan perhitungan koefisien determinasi R2 diperoleh hasil sebesar 0,369, maka dapat disimpulkan bahwa 36,90% variasi tingkat kinerja auditor
pada Kantor Perwakilan BPK-RI di Wilayah Sumbagut disebabkan oleh variasi yang terjadi pada faktor-faktor persepsi kegunaan sistem informasi (X1), tingkat
kegelisahan terhadap komputer (X2), kualitas sistem informasi (X3), keahlian di
bidang komputer (X4), pelatihan komputer (X5) dan faktor tekanan kerja (X6),
sedangkan sisanya sebesar 0,631 atau 63,10% disebabkan oleh variasi variabel lain.