BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.4 Pembahasan
Hasil temuan dalam penelitian, berdasarkan analisis statistik deskriptif menunujkkan bahwa nilai mean ukuran perusahaan yang menggunakan metode FIFO lebih kecil daripada dari perusahaan yang menggunakan metode rata-rata. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan besar cenderung memilih metode persediaan rata-rata dibandingkan metode persediaan FIFO. Hal ini merupakan bukti adanya upaya untuk memperoleh penghematan pajak bagi perusahaan besar dan upaya untuk memperoleh pinjaman yang besar dari bank maupun lembaga keuangan lainnya bagi perusahaan kecil. Penelitian ini juga menemukan bukti bahwa nilai mean rasio perputaran persediaan bagi perusahaan yang menggunakan metode FIFO lebih besar daripada perusahaan yang menggunakan metode rata-rata.
4.4.1. Struktur Kepemilikan
Hasil pengujian regresi logistik menunjukkan bukti bahwa struktur kepemilikan tidak berpengaruh terhadap pemilihan metode persediaan. Hal ini disebabkan karena data yang diperoleh menunjukkan hanya 28 % manajer yang memiliki saham pada perusahaan.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Taqwa, dkk. (2003) yang memberikan hasil bahwa struktur kepemilikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pemilihan metode persediaan.
4.4.2. Ukuran Perusahaan
Hasil pengujian regresi logistik pada penelitian ini memberikan bukti bahwa ukuran perusahaan berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap pemilihan metode persediaan. Kenyataan yang dihasilkan pada penelitian ini adalah perusahaan besar cenderung memilih menggunakan metode persediaan rata-rata dibandingkan metode FIFO. Hal ini sesuai dengan teori yang ada dimana perusahaan besar cenderung memilih metode rata-rata yang dapat menurunkan laba, sedangkan pada perusahaan kecil cenderung memilih metode FIFO agar dapat meningkatkan laba, sehingga akan memberikan gambaran kinerja yang bagus. Dengan demikian kemungkinan mendapatkan dana dari bank atau lembaga keuangan lainnya semakin besar.
Penelitian ini mendukung penelitian Taqwa, dkk (2003), Mukhlasin (2002), Rustardy, dkk (2004) yang menemukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap pemilihan metode persediaan. Tetapi sebaliknya, hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian Abdullah dan Djalil (2004).
4.4.3. Rasio Perputaran Persediaan
Hasil pengujian regresi logistik menunjukkan bukti bahwa rasio perputaran persediaan berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap pemilihan metode persediaan. Berdasarkan teori, perusahaan yang menggunakan metode rata-rata memiliki indikasi inventory turnover yang tinggi, sebaliknya perusahaan yang menggunakan metode FIFO mempunyai indikasi inventory turnover yang rendah. Namun kenyataan pada penelitian ini, diperoleh hasil bahwa perusahaan yang menggunakan metode FIFO
memiliki indikasi inventory turnover yang rendah dan perusahaan yang menggunakan metode rata-rata sebagian perusahaan memiliki indikasi inventory turnover yang tinggi dan sebagian lagi memiliki inventory turnover yang rendah. Hal ini dikarenakan perusahaan yang menggunakan metode rata-rata pada penelitian ini ada yang memiliki persedian akhir yang tinggi, sehingga memiliki inventory turnover yang rendah.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Mukhlasin (2002) yang menyatakan bahwa rasio perputaran persediaan mempengaruhi pemilihan metode persediaan. Sebaliknya, hasil penelitian ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan Rustardy, dkk (2004).
60
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah :
a. Hasil pengujian dengan regresi logistik menunjukkan bahwa struktur kepemilikan tidak berpengaruh terhadap pemilihan metode persediaan. Hal ini disebabkan karena dari data yang diperoleh hanya 28 % manajer yang memiliki saham pada perusahaan.
b. Pengujian regresi logistik terhadap variabel ukuran perusahaan berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap pemilihan metode persediaan. Perusahaan besar cenderung menggunakan metode rata-rata yang dapat menurunkan laba, sedangkan perusahaan kecil cenderung menggunakan metode FIFO yang dapat menaikkan laba.
c. Hasil pengujian dengan regresi logistik menunjukkan bahwa rasio perputaran persediaan berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap pemilihan metode persediaan. Perusahaan yang menggunakan metode rata-rata memiliki indikasi inventory turnover yang tinggi, sebaliknya perusahaan yang menggunakan metode FIFO mempunyai indikasi inventory turnover yang rendah. Namun sebagian perusahaan yang menggunakan metode rata-rata pada penilitian ini ada yang memiliki indikasi inventory turnover yang rendah. Hal ini dikarenakan perusahaan yang menggunakan metode rata-rata pada penelitian ini ada yang memiliki
persediaan akhir yang tinggi, sehingga memiliki inventory turnover yang rendah.
5.2. Saran-saran
Beberapa saran yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Dalam hal pemilihan metode persediaan, hendaknya manajer memilih metode yang tepat bagi kondisi perusahaan dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode persediaan. Sehingga dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan dan meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan besar untuk dapat melakukan penghematan pajak dapat menggunakan metode rata-rata yang dapat menurunkan laba. Sedangkan pada perusahaan kecil, untuk dapat memperoleh dana dari bank atau lembaga keuangan lainnya dapat memilih menggunakan metode FIFO yang dapat meningkatkan laba yang akan dapat memberikan gambaran kinerja yang bagus bagi perusahaan. Perusahaan yang menggunakan metode rata-rata memiliki indikasi inventory turnover yang tinggi, sebaliknya perusahaan yang menggunakan metode FIFO mempunyai indikasi inventory turnover yang rendah. Namun sebagian perusahaan yang menggunakan metode rata-rata pada penilitian ini ada yang memiliki indikasi inventory turnover yang rendah. Hal ini dikarenakan perusahaan yang menggunakan metode rata-rata pada penelitian ini ada yang memiliki persediaan akhir yang tinggi, sehingga memiliki inventory turnover yang rendah.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Syukriy dan Muslim A. Djalili. Agstus 2004. ‘Apakah Metode FIFO dan Rata-rata memang Berbeda : Bukti Empiris dari Bursa Efek Jakarta . Metode Riset Akuntansi . Auditing dan Informasi’. Vol. 4, No. 2. hal 151- 172.
Anissa, Nur., Tarmizi Achmad, Abdul Rohman. 2003. ‘Pengaruh Penerapan Metode Akuntansi Persediaan terhadap Market Value Perusahaan pada Emiten di . Bursa Efek Jakart’a’. Juranal Maksi. Vol. 2. Hal. 83-99.
Baridwan, Zaki. 2000. Intermediate Acconting. Jakarta : Erlangga.
Faisal. 2005. ‘Analisis Agency Cost, Struktur Kepemilikan dan Mekenisme Corporate Governance’. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 8, No. 2. hal. 175-190.
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2002. Standar akuntan Indonesia. Jakrta: Salemba Empat.
Ismiyanti, Fitri dan Mamduh M. Hanafi. 2004.’Struktur Kepemilikan, Risiko dan Kebijakan Keuangan: Analisis Persamaan Simultan ‘. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia’. Vol. 19, No. 2. hal. 176-179.
Lincoln, Soeratno dan Arsyad. 1999. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: UUP AMP YKPN.
Listyani dan Theresia Tyas. 2003. ‘Kepemilikan Manajerial, Kebijakan Hutang, dan Pengarhnya terhadap Kepemilikan Sahan Institsional (studi pada Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Jakarta)’. Maksi : Vol. 3. Hal. 98-114.
Mukhlasin. 2002. ‘Analisis Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan berdasarkan Richardian Hipotesis’. Vol. 2, No. 1. hal. 21-39.
Nazir, Mohammad. 1999. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Prastowo, Dwi dan Rfka Jliaty. 2002. Analisis Laporan Keuangan (Konsep dan Aplikasi). Yogyakarta: UUP AMP YKPN.
Rustardy, Wiliyanto., Ratnasari. Dan Kurnia. 2004.’Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan dan Pengaruhnya terhadap Earning Price Ratio’. Simposium Akuntansi Nasional Akuntansi VII. Hal. 1090-1101.
Skousen, K. Fred., Stice, James. D. 2001. Akuntansi Keuangan Menengah (volume Komprehensif). Jakarta: Salemba Empat.
Smith dan Skousen. 1992. Akuntansi Intermediate (volume Komprehensif). Jakarta: Erlangga.
Sugiyono. 2004. Metode Pnelitian Bisnis. Alfa Beta.
Taqwa, Salma., Sugiyanto, FX. Dan Daljono. 2003. ‘Faktor-faktor yang mempengaruhi Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan pada Perusahaan Manufaktur di BEJ’. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia. Vol. 2. hal. 100-118.
Utama, Sidharta. 2000. ‘Teori dan Riset Akuntansi Positif : Suatu Tinjauan Literatur’. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia. No. 1. hal. 83-96.
Widyastuti, Etty. 2004. ‘ Konflik Kepentingan Kepemilikan Manajer pada Pemilihan Metode Akuntansi Persediaan’. Balance. Vol. 1. hal.1-12.
Lampiran 3
Output SPSS Statistik Deskriptif
Descriptives
Metode Persediaan FIFO
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation UP 17 41929,8 964459,8 289438,082 298091,4627
RPP 17 ,81 84,06 9,3158 19,46546
Valid N (listwise) 17
Metode Persediaan Rata-rata
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation UP 76 7008,8 10259156,0 1174457,484 1682701,5733
RPP 76 ,15 44,28 5,0179 5,52268
Lampiran 4
Output SPSS Regresi Logistik
Logistic Regression
Case Processing Summary
Unweighted Cases(a) N Percent Included in Analysis 93 100,0 Missing Cases 0 ,0 Selected Cases Total 93 100,0 Unselected Cases 0 ,0 Total 93 100,0
a If weight is in effect, see classification table for the total number of cases.
Dependent Variable Encoding Original Value Internal Value
FIFO 0
Rata-rata 1
Block 0: Beginning Block
Iteration History(a,b,c) Coefficients Iteration -2 Log likelihood Constant 1 89,225 1,269 2 88,466 1,483 3 88,463 1,497 Step 0 4 88,463 1,498
a Constant is included in the model. b Initial -2 Log Likelihood: 88,463
c Estimation terminated at iteration number 4 because parameter estimates changed by less than ,001.
Observed Predicted Metpersed FIFO Rata-rata Percentage Correct MetArsByPsd FIFO 0 17 ,0 Rata-rata 0 76 100,0 Step 1 81,7 Overall Percentage a Constant is included in the model. b The cut value is ,500
Variables in the Equation
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
Step 0 Constant 1,498 ,268 31,155 1 ,000 4,471 Variables not in the Equation(a)
Score df Sig.
SP ,556 1 ,456
UP 4,504 1 ,034
Step 0 Variables
RPP 2,773 1 ,096
a Residual Chi-Squares are not computed because of redundancies.
Block 1: Method = Enter
Iteration History(a,b,c,d) Coefficients Iteration -2 Log likelihood Constant SP UP RPP 1 83,173 1,261 -,142 ,000 -,029 2 77,560 1,244 -,144 ,000 -,036 3 73,186 ,882 -,063 ,000 -,040 4 71,075 ,580 -,013 ,000 -,046 5 70,708 ,442 ,023 ,000 -,050 6 70,697 ,417 ,032 ,000 -,051 Step 1 7 70,697 ,416 ,032 ,000 -,051 a Method: Enter
b Constant is included in the model. c Initial -2 Log Likelihood: 88,463
d Estimation terminated at iteration number 7 because parameter estimates changed by less than ,001.
Chi-square df Sig. Step 17,766 3 ,000 Block 17,766 3 ,000 Step 1 Model 17,766 3 ,000 Model Summary Step -2 Log likelihood
Cox & Snell R Square
Nagelkerke R Square
1 70,697 ,174 ,283
Hosmer and Lemeshow Test Step Chi-square df Sig.
1 8,798 8 ,360
Contingency Table for Hosmer and Lemeshow Test
MetArsByPsd = FIFO MetArsByPsd = Rata-rata Total Observed Expected Observed Expected
Step 1 1 3 4,394 6 4,606 9 2 6 3,359 3 5,641 9 3 4 2,730 5 6,270 9 4 1 2,370 8 6,630 9 5 1 1,607 8 7,393 9 6 0 1,199 9 7,801 9 7 1 ,834 8 8,166 9 8 1 ,408 8 8,592 9 9 0 ,093 9 8,907 9 10 0 ,005 12 11,995 12 Classification Table(a) Observed Predicted MetArsByPsd FIFO Rata-rata Percentage Correct MetArsByPsd FIFO 1 16 5,9 Rata-rata 1 75 98,7 Step 1 Overall Percentage 81,7
Variables in the Equation
B S.E. Wald df Sig. Exp(B)
Step 1(a) SP ,032 ,632 ,003 1 ,960 1,032 UP ,000 ,000 6,390 1 ,011 1,000 RPP -,051 ,026 3,895 1 ,048 ,951 Constant ,416 ,549 ,576 1 ,448 1,517
a Variable(s) entered on step 1: SP, UP, RPP.
Correlation Matrix Constant SP UP RPP Step 1 Constant 1,000 -,555 -,654 -,140 SP -,555 1,000 ,175 ,085 UP -,654 ,175 1,000 -,297 RPP -,140 ,085 -,297 1,000