• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen ALAUDDIN MAKASSAR (Halaman 79-109)

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas UIN Alauddin Makassar telah memadai. Hal tersebut dibuktikan dengan dilibatkannya pihak bank dalam proses penerimaan kas serta adanya pemisahan tugas dan tanggung jawab dari masing-masing fungsi yang terkait. Hal tersebut dapat meminimalisir adanya potensi penyimpangan terhadap proses penerimaan kas dan dapat menunjang transparansi laporan keuangan pada UIN Alauddin Makassar.

b. Dokumen yang digunakan dalam sistem penerimaan kas di UIN Alauddin Makassar.

“Syukri mengatakan bahwa dalam proses penerimaan kas, instansi menggunakan rekening koran yang merupakan hasil rekaman atas semua transaksi penerimaan kas yang terjadi di pihak bank”.

(Wawancara, 23 April 2018)

Lebih lanjut “Syukri mengatan pula bahwa rekening koran tersebut dijadikan sebagai acuan untuk membuat buku kas umum yang selanjutnya disetor kepada bagian akuntansi”. (Wawancara, 23 April 2018).

Dokumen yang digunakan dalam sistem penerimaan kas pada UIN Alauddin Makassar adalah rekening koran. Sedangkan dokumen yang digunakan dalam sistem penerimaan kas pada teori adalah faktur penjualan, bukti penerimaan kas dan bukti setor bank. Perbedaan dokumen yang digunakan dalam sistem penerimaan kas di UIN Alauddin Makassar dengan yang ada pada teori adalah faktur penjualan tunai dengan bukti setor bank. UIN Alauddin Makassar tidak menggunakan faktur penjualan tunai karena semua proses penerimaan kasnya telah melalui pihak bank sebagai mitranya, serta tidak menggunakan bukti setor bank tetapi menggunakan rekening koran sebagai rekapan atas rekamantransaksi penerimaan kas yang terjadi di pihak bank.

Segala bentuk penerimaan kas pada UIN Alauddin Makassar telah dilakukan melalui pihak bank. Jadi hal-hal yang bersifat teknis mengenai dokumen sebagai bukti transaksi penerimaan semuanya dilakukan oleh pihak bank. Bagian keuangan instansi hanya menerima rincian data dalam bentuk rekening koran atas transaksi penerimaan yang terjadi di bank. Dengan dilibatkannya pihak bank dalam proses penerimaan kas, hal ini dapat mengurangi biaya operasional penjualan jasa, meminimalisir potensi penyimpangan atas proses penerimaan kas di lingkungan universitas yang tentunnya dapat menunjang transparansi laporan keuangan.

c. Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem akuntansi penerimaan kas di UIN Alauddin Makassar.

Catatan Akuntansi yang digunakan dalam sistem peneriamaan kas pada UIN Alauddin Makassar adalah buku kas umum penerimaan dan buku besar. Sedangkan yang dipaparkan pada teori catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem peneriamaan kas adalah jurnal penerimaan kas, jurnal umum dan buku besar.

Buku kas umum penerimaan pada UIN Alauddin Makassar memiliki fungsi yang sama dengan jurnal penerimaan kas yang ada pada teori, yaitu untuk mencatat penerimaan kas dari berbagai sumber. Namun UIN Alauddin Makassar tidak menggunakan jurnal umum sebagaimanana yang ada pada teori karena semua transaksi penerimaan telah tercatat dalam buku kas umum penerimaan. Dengan adanya pencatatan rutin atas penerimaan kas dengan menggunakan buku kas umum dan buku

besar maka catatan akuntansi dalam sistem penerimaan kas pada UIN Aalauddin Makassar telah dianggap memadai.

d. Unsur pengendalian intern sistem penerimaan kas di UIN Alauddin Makassar.

Struktur organisasi digunakan untuk memisahkan tanggungjawab dan wewenang secara tegas masing-masing bagian agar tidak terjadi kecurangan dalam penyelenggaraan transaksi. Dengan pemisahan yang tegas kemungkinan terjadinya tindak kecurangan dapat diperkecil selain itu juga mencerminkan trasaksi yang sesungguhnya. Pemisahan bagian berdasarkan teori antara lain fungsi penjualan harus terpisah dari fungsi kas dan fungsi kas harus terpisah dari fungsi akuntansi.

“Jufriadi menyatakan bahwa di UIN Alauddin Makassar telah melakukan pemisahan tanggung jawab dan wewenang secara tegas yaitu penerimaan kas dilakukan melalui pihak bank, fungsi penerimaan dilakukan oleh bagian bendahara penerimaan dalam bentuk rekapan data penerimaan kas, fungsi penerimaan terpisah dari fungsi akuntansi serta fungsi penerimaan dipegang oleh bendahara penerimaan dan fungsi akuntansi dipegang oleh bagian akuntansi” (Wawancara 23 April 2018).

Dengan adanya struktur organisasi yang memisahkan tugas dan wewenang secara tegas maka penulis menyatakan bahwa pengendalian intern atas penerimaan kas pada UIN Alauddin makassar telah memadai untuk mencegah atau meminimalisir tindakan menyimpang dalam proses penerimaan kas. Hal tersebut dikuatkan dengan tidak adanya pegawai yang merangkap dalam hal menjalankan tugas dan wewenangnya. Hal ini akan berpengaruh terhadap adanya transparansi laporan keuangan atas anggaran yang dikelolah oleh UIN Alauddin Makassar.

2. Sistem Pengeluaran Kas UIN Alauddin Makassar

a. Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi pengeluaran kas di UIN Alauddin Makassar

“Jufriadi mengataakan bahwa fungsi yang terkait dalam sistem pengeluaran kas di UIN Alauddin Makassar yaitu terdiri dari bendahara fakultas, bagian verifikasi, pembuat SPPD, bendahara pengeluaran, fungsi akuntansi dan bagian SPI” (Wawancara 23 April 2018).

Lebih lanjut “rahmat Nawawimenegaskan bahwa bendahara pengeluaran tidak memegang uang tunai, jadi bila ada keperluan dana dari pihak pimpinan dan pegawai instansi harus menyiapkan persyaratan-persyaratan yang telah berlaku agar dana dapat dicairkan” (Wawancara 23 April 208).

Sementara fungsi yang terkait dalam sistem pengeluaran kas yang ada pada teori adalah fungsi yang memerlukan pengeluaran kas, fungsi kas, fungsi akuntansi dan bagian pemeriksa intern. Secara istilah fungsi pengeluaran kas yang ada di UIN Alauddin dengan yang dipaparkan pada teori ada bayak perbedaan namun secara substansi ada beberapa fungsi yang memiliki kesamaan. Beberapa fungsi yang memiliki kesamaan tugas yaitu bendahara fakultas memiliki fungsi yang sama dengan fungsi yang memerlukan pengeluaran kas pada teori, dan bagian SPI pada UIN Alauddin Makassar memiliki fungsi yang sama dengan fungsi Pemeriksa intern yang ada pada teori.

Perbedaan fungsi yang terkait dalam sistem pengeluaran kas yang ada di UIN Alauddin Makassar dengan yang ada pada teori adalah dalam proses pngeluaran di UIN Alauddin terdapat bagian verifikasi dan bagian pembuat SPPD sedangkan pada teori fungsi tersebut tidak ada.

Berdasarkan penjelasan diatas maka penulis menyatakan bahwa secara garis besar fungsi yang terkait dalam sistem pengeluaran kas yang ada di UIN Alauddin Makassar dengan yang dipaparkan pada teori

yang ada adalah sama. UIN Alauddin Makassar sangat ketat dalam menjaga keamanan atas transaksi pengeluaran kasnya. Hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa fungsi yang ada sebagai penunjang keamanan transaksi yang tidak terdapat dalam teori yang dipaparkan. Fungsi tersebut adalah bagian verifikasi yang bertugas yang bertugas untuk mengecek rincinaan anggaran permintaan persediaan dana serta pihak-pihak lain yang mengajukan permintaan dana dan digunakannya SPPD sebagai surat perintah adanya pencairan dana secara resmi yang telah di cek oleh bagian verifikasi. Hal tersebut didukung pula dengan adanya SPI yang secara rutin melakukan pemeriksaan atas proses pengeluaran kas di UIN Alauddin Makassar.

b. Dokumen yang digunakan dalam sistem pengeluaran kas di UIN Alauddin Makassar.

“Jufriadi mengatakan bahwa dokumen yang digunakan dalam sistem pengeluaran kas di UIN Alauddin Makassar terdiri dari SPTJM, kwitansi, cek, dan SPPD”(Wawancara 23 April 2018).

Sementara dokumen yang digunakan dalam sistem pengeluaran kas yang di jelaskan pada teori terdiri dari cek, voucer, permintaan pengeluaran kas kecil, bukti pengeluaran kas kecil, dan permintaan pengisian kembali kas kecil. Secara umum dokumen yang digunakan dalam sistem pengeluaran kas di UIN Alauddin Makassar sama dengan yang ada pada teori. Kwitansi yang digunakan di UIN Alauddin memiliki fungsi yang sama dengan permintaan pengeluaran kas kecil dan permintaan pengisian kembali dana kas kas kecil yang ada pada teori.

Perbedaanya adalah di UIN Alauddin menggunakan SPTJM dan SPPD sebelum sampai pada pencairan dana.

Dokumen pengeluaran kas yang digunakan UIN Alauddin Makassar telah lengkap dan dianggap memadai. Hal tersebut dibuktikan dengan segala bentuk pengeluaran kas telah dilengkapi dengan pengunaan dokumen pembayaran serta dokumen sebagai alat perintah pencairan dana dalam bentuk persuratan.

c. Catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem pengeluaran kas di UIN Alauddin Makassar.

“Jufriadi mengatakan bahwa catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem pengeluaran kas UIN Alauddin Makassar adalah buku kas umum pengeluaran dan buku besar” (Wawancara 23 April 2018).

Sedangkan catatan akuntansi yang digunakan dalam sistem pengeluaran kas yang ada pada teori adalah jurnal pengeluaran kas, jurnal umum dan buku besar. Perbedaan catatan yang digunakan UIN Alauddin dengan yang ada pada teori adalah UIN Alauddin tidak menggunakan jurnal umum sebagaimana yang ada pada teori.

Buku kas umum pengeluaran yang digunakan UIN Alauddin Makassar memiliki fungsi yang sama dengan jurnal pengeluaran kas sebagaimana yang dipaparkan pada teori. UIN Alauddin Makassar tidak menggunakan jurnal umum sebagai catatan atas transaksi pegeluaran kasnya, karena tidak ada transaksi yang memerlukan penggunaan jurnal umum tersebut. Berdasarkan penjelasan diatas maka catatan akuntansi yang digunakan UIN Alauddin Makassar dalam proses pengeluaran kas telah dianggap memadai yang tentunya dapat menunjang transparansi laporan keuangan.

e. Unsur pengendalian intern sistem pengeluaran kas pada UIN Alauddin Makassar.

1. Struktur organisasi pada UIN Alauddin Makassar

“Jufriadi mengatakan bahwa stuktur organisasi di UIN Alauddin telah memisahkan tugas, wewenang dan tanggung jawab secara tegas dari setiap bagian yang memiliki fungsi yang berbeda-bedadalam proses pengeluaran kas” (Wawalncara 23 April 2018).

Dalam proses pengeluaran kas ada beberapa fungsi yang berperan dan saling terkait yang terdiri dari bendahara fakultas, bagian verifikasi, pembuat SPPD, bagian akuntansi dan SPI. SPI adalah bagian yang terpisah dari bagian keuangan, namun memiliki fungsi untuk melakukan peneriksaan secara rutin dibagian keuangan atas transaksi pengeluran kas yang terjadi UIN Alauddin Makassar.

“Asny mengatakan bahwa SPI secara rutin melakukan audit terhadapan dokumen-dokumen yang menjadi bukti transaksi atas pengeluaran kas, audit dilaksanakan setiap triwulan”(Wawancara 23 April 2018)

Lebih lanjut“Jufriadi mengatakan bahwa semua bagian yang saling terkait masing-masing dijalankan oleh pegawai yang berbeda-beda dan tidak ada satupun pegawai yang merangkap dalam menjalankan tugas dan wewenangnya”(Wawancara 23 April 2018).

3. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan dalam sistem pengeluaran kas pada UIN Alauddin Makassar.

Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan yang memberikan perlindungan yang cukup terhadap pendapatan dan biaya. Transaksi pengeluaran kas pada UIN Alauddin Makassar diotorisasi oleh bagian verifikasi yang berfungsi untuk melalukan pemeriksaan terhadap berkas pengajuan atas pencairan dana. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk melindungi potensi penyalahgunaan anggaran.

4. Praktik yang sehat dalam sistem pengeluaran kas pada UIN Alauddin Makassar

Praktis yang sehat dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap unit organisasi.

a. Pemeriksaan

Di bagian keuangan UIN Alauddin Makassar rutin dilakukan pemeriksaan. Pemeriksaan dilakukan oleh SPI yaitu bagian khusus yang terpisah dari bagian keuangan yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan atas praktik pengeluaran kas.

b. Perputaran Jabatan

“Jufriadi mengatakan bahwa UIN Alauddin Makassar secara rutin melakukan perputaran jabatan terhadap pegawainya” (Wawancara 23 April 2018).

Perputaran jabatan dilakukan sekali dalam setahun. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi penyimpangan atas proses pengeluaran kas.

c. Setiap transaksi tidak boleh dilaksanakan oleh satu orang atau satu unit organisasi, tanpa adanya campur tangan dari orang atau unit lain.

Transaksi pengeluaran kas yang berlansung di UIN Alauddin Makassar telah melibatkan beberapa orang dan unit-unit tertentu.

d. Pegawai yang mutunya sesuai dengan tanggungjawabnya

Dalam proses seleksi penerimaan pegawai pada UIN Alauddin Makassar telah dilakukan seleksi yang ketat. Mengedepankan kualitas, integritas serta memberikan tugas sesuai dengan

kompetensi yang dimiliki oleh pegawai sesuai dengan tugas yang akan diembannya.

Berdasarkan pemaparan diatas,maka unsur-unsur pengendalian inern secara umum telah memadai untuk mencegah atau meminimalisir potensi tindak penyimpangan atas pengeluaran kas. Tentunya hal ini dapat menunjang transparansi laporan keuangan atas anggaran yang dikelolah oleh UIN Alauddin Makassar.

3. Transparansi Laporan Keuangan UIN Alauddin Makassar

UIN Alauddin Makassar memiliki beberapa Komponen yang menjadi indikator transparansi laporan keuangan yang telah terlaksana diantaranya adalah :

3) Adanya sistem pelaporan keuangan

UIN Alauddin Makassar telah memiliki/menerapkan sistem pelaporan keuangan yang telah berlansung. Sistem pencatatan keuangan UIN Alauddin Makassar berbasis akrual, secara rutin menyusun laporan keuangan sebanyak satu kali dalam satu periode akuntansi selama satu tahun. Hal ini sebagai bentuk pertanggung jawaban atas anggaran yang dikelolah oleh Universitas.

4) Dilakukan auditing sektor publik

Bagian Keuangan UIN Alauddin Makassar telah rutin dilakukan audit yang dilaksanakan oleh BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) sebanyak satu kali dalam satu periode akuntansi.

Pihak eksekutif UIN Alauddin telah memenuhi beberapa kriteria transparansi penyusunan anggaran sebagai berikut :

c) Tersedia dokumen anggaran dan mudah diakses

Dokumen anggaran UIN Alaudding telah tersedia dan telah diarsipkan sesuai dengan mekanisme tersendiri. Pihak pimpinan Universitas memberikan kemudahan kepada pihak-pihak yang membutuhkan dokumen-dokumen tersebut dengan cara memenuhi syarat-syarat administratif yang berlaku umum.

d) Tersedia pertanggung jawaban yang tepat waktu

Proses pertanggung jawaban atas pengelolaan anggaran di UIN Alauddin Makassar telah dilakukan secara tepat waktu yakni satu kali dalam setahun.

“Jufriadi mengatakan bahwa instansi belum memiliki sistem pemberian informasi kepada publik sebagai media akses informasi keuangan, serta proses pertanggung jawaban keuangan hanya disaksikan oleh pihak pimpinan dan pegawai instansi tanpa melibatkan mahasiswa” (Wawancara 23 April 2018).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis dapat menyatakan bahwa UIN Alauddin Makassar belum sepenuhnya transparan dalam mengelolah keuangan.Karena, masih ada beberapa kriteria serta indikator transparansi yang belum terlaksana sebagaimana yang dijelaskan pada teori yang ada.Kriteria yang belum terlaksana di UIN Alauddin Makassar yang menjadi tolak ukur transparansi adalah belum terdapat pengumuman kebijakan anggaran dan belum memiliki sistem pemberian informasi kepada publik tentang anggarang yang dikelolah oleh instansi. Indikator yang belum dicapai oleh UIN Alauddin Makassar adalah tidak adanya mekanisme yang memfasilitasi pelaporan maupun penyebaran informasi penyimpangan tindakan aparat publik

dalam kegiatan melayani. Menurut penulis kedepannya UIN Alauddin segera membenahi kriteria dan indikator transparansi yang belum terlaksana. Karena, dengan terlaksananya kriteria dan indikator transparansi tersebut tentunya akan menjamin kualitas laporan keuangan yang akan dihasilkan serta semakin meminimalisir potensi penyimpangan dari pimpinan dan pegawaiinstansi.

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

Bab ini menjelaskan bagaimana implementasi sistem penerimaan dan pengeluaran kas yang berjalan pada UIN Alauddin Makassar. Maka peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut:

a. Sistem penerimaan dan pengeluaran kas yang berjalan di UIN Alauddin Makassar secara umum telah memadai atau telah sesuai dengan teori-teori yang ada.

b. Proses pengendalian intern dalam menjaga keamanan transaksi penerimaan dan pengeluaran kas telah memadai. Hal ini dibuktikan dengan adanya pemisahan wewenang dan tanggung jawab secara tegas, pemeriksaan secara mendadak oleh SPI, dan perputaran jabatan yang dilakukan sekali dalam setahun.

c. Proses penyelenggaraan pengelolaan anggaran UIN Alauddin belum sepenuhnya transparan. Hal itu ditandai dengan adanya beberapa komponen, indikator serta prinsip-prinsip transparansi yang belum terlaksana.

B. Saran

1. Penerapan sistem penerimaan dan pengeluaran kas sangat penting dalam menjaga arus kas dalam suatu instansi. Maka sebaiknya instansi menerapkan sistem yang memadai dalam proses penerimaan dan pengeluaran kas serta terus melakukan pembenahan atau pembaharuan

75

sistem yang lebih efektif dan efisien untuk mengikuti perkembangan zaman.

2. Instansi perlu melakukan evaluasi efektifitas pengendalian intern atas sistem penerimaan dan pengeluaran kas yang dimiliki. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan keakuratan atas proses penerimaan dan pengeluaran kas.

3. Instansi perlu menyediakan sistem informasi yang menjamin terciptanya transparansi pengelolaan anggaran. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas laporan keuangan serta meningkatkan kinerja instansi.

DAFTAR PUSTAKA

Akbar, Rusdi. 2004. Akuntansi Pengantar. Akademi Manajemen perusahaan YKPN. Yogyakarta.

Baridwan Zaki.2001. Sistem Akuntansi, Edisi-5, Cetakan Ke-3, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Baridwan Zaki. 1985. Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur dan Metode.

Bagian Penerbitan Akademi Akuntansi YKPN. Yogyakarta

Halim Abdul. 2007. Akuntansi Keuangan Daerah, Salemba Empat. Jakarta

Hartadi Bambang. 2001. Sistem Pengendalian Intern Dalam Hubungannya Dengan Manajemen dan Audit, Edisi Ke-2. Penerbit BPFE-UGM.

Yogyakarta.

Harahap, Sofyan Syafri. 2011. Teori Akuntansi. PT. Raja Grafindo Persada.

Jakarta

Hendy Stefy. 2015. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pengeluaran Kas Pada Biro Umum Sekretariat Daerah Profinsi Sulawesi Utara. Jurnal Unisam-Volume 15 No. 05. Manado

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2004. Standar Profesional Akuntan Publik. Salemba Empat. Jakarta

Jaeroh. 2014. Sistem Penerimaan dan Pengeluaran Kas Atas Pembayaran Retribusi KTP dan KK Berbasis Komputer Pada Kantor Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon. Jurnal Digit Volume 4. ISSN: 2088-589X.

Cirebon

Jusup Al. Haryono. 2005. Dasar-Dasar Akuntansi jilid dua. Edisi Ke-6. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN. Yogyakarta.

Lucy Auditiya. 2013. Analisis Pengaruh Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan Daerah Terhadap Kinerja Pemerintah Daerah.

Jurnal Fainess Volume 3 Nomor 01. ISSN 2303-0348. Bengkulu

Ivan Muhammad. Analisis Sistem Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas Guna Mendukung Pengendalian Intern Perusahaan. Jurnal UB. Malang Marco Andrew. 2013. Analisis Penerapan Sistem dan Prosedur Pengeluaran Kas

Pada BPBD Sulawesi Utara. Jurnal Universitas Sam Ratulangi. ISSN 2303-1174. Manado

Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi, Edisi Ke-3, Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN, Jakarta.

Mulyadi. 2001. Sistem Akuntansi. Edisi 3. Salemba Empat. Jakarta

Samryn. 2011. Pengantar Akuntansi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Suroso. 2016. Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas Pada PT. Sinar Galuh Pratama. Jurnal UNPAD. Volume 02. Medan

Maknunah Jauharul. 2015. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada Lembaga Pendidikan. Jurnal STIKI Informatika.

Volume 05, Nomor 02. ISSN: 2087-0256. Malang.

Nugraha Farhani. 2014. Desain Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Masjid.

Jurnal UMM. Malang

Nugroho, Widjajanto. 2001. Sistem Akuntansi. Edisi Ke-2. Salemba Empat.

Jakarta

Nurhikma. 2014. Sistem Akuntansi Kas Pada CV. Pandu Palangan. Jurnal Universitas 17 Agustus 1945. Samarinda

Romney Marshall. 2003. Accounting Information. Salemba Empat. Jakarta

Dalam dokumen ALAUDDIN MAKASSAR (Halaman 79-109)

Dokumen terkait