BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Pembahasan
Biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki kualitas barang produksi disebut dengan biaya kualitas. Biaya kualitas digolongkan menjadi empat, yaitu biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal dan biaya kegagalan eksternal (Tjiptono dan Diana, 2003: 36). Dari kegiatan penggolongan biaya kualitas, biaya yang mempengaruhi produk rusak adalah biaya pencegahan dan biaya penilaian. Hal ini dikarenakan semakin besar biaya yang dikeluarkan untuk biaya pencegahan dan biaya penilaian akan mengakibatkan penurunan pada produk rusak (Hansen dan Mowen, 2005: 13)
CV. Menara Kudus telah mengeluarkan biaya-biaya yang berkaitan dengan usaha peningkatan kualitas. Namun biaya-biaya tersebut belum dilaporkan tersendiri dalam laporan biaya kualitas. Biaya-biaya tersebut masih tersebar dalam laporan biaya produksi, biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum. Sehingga dalam penelitian ini penulis mengidentifikasi biaya-biaya tersebut untuk dikelompokan menurut jenis biaya kualitasnya. Adapun biaya kualitas yang dikeluarkan oleh CV. Menara Kudus terkait dengan usaha untuk mencegah dan mengurangi produk rusak adalah biaya pencegahan dan biaya penilaian. Biaya pencegahan terdiri dari biaya perencanaan produk dan biaya pemeliharaan mesin, sedangkan biaya penilaian terdiri dari biaya inspeksi dan biaya pemeriksaan distribusi produk.
Dari hasil uji regresi yang dilakukan penulis, dapat diketahui bahwa biaya kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan dan biaya penilaian mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produk rusak baik itu secara
simultan atau secara parsial. Pada perhitungan SPSS (tabel 4.6), diperoleh persamaan regresi Y = 2110 – 0,000024 X1 + 0,001 X2 yang berarti bahwa biaya pencegahan (X1) mempunyai pengaruh negatif terhadap produk rusak (Y), jika biaya pencegahan (X1) naik maka produk rusak (Y) akan mengalami penurunan dan sebaliknya jika biaya pencegahan (X1) turun maka produk rusak (Y) akan mengalami kenaikan.. Sedangkan biaya penilaian (X2) mempunyai pengaruh positif terhadap produk rusak (Y), jika biaya penilaian (X2) naik maka produk rusak (Y) akan mengalami kenaikan dan sebaliknya jika biaya penilaian (X2) turun maka produk rusak (Y) akan mengalami penurunan. Hal ini sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh Feigenbaum (1992: 104) kenaikan dalam biaya pencegahan mengakibatkan turunnya kecacatan, yang pada gilirannya mempunyai efek positif pada biaya penilaian karena turunnya kecacatan berarti menurunnya kebutuhan akan aktivitas- aktivitas pemeriksaan dan pengujian yang rutin. Dari pendapat Feigenbaum dapat dipahami bahwa biaya pencegahan berpengaruh negatif terhadap produk rusak sedangkan biaya penilaian berpengaruh positif terhadap produk rusak.
Secara simultan, biaya kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan dan biaya penilaian mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produk rusak. Hal ini dikarenakan hasil uji F menunjukkan probabilitas (0,00)<α(0,05) maka (Ho) ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan antara biaya pencegahan dan biaya penilaian terhadap produk rusak. Kemudian besarnya nilai koefisien determinasi sebesar 0,409 (tabel 4.6) mengandung arti bahwa
pengaruh yang diberikan oleh biaya kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan dan biaya penilaian sebesar 40,9 %, sedangkan sisanya yaitu sebesar 59,1 % merupakan pengaruh dari variabel lain di luar biaya kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan dan biaya penilaian. Sedangkan secara parsial pengaruh biaya kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan dan biaya penilaian terhadap produk rusak adalah sebagai berikut :
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa biaya pencegahan berpengaruh secara signifikan terhadap produk rusak dan dengan hubungan yang negatif. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi biaya pencegahan maka produk rusak semakin rendah dan begitu pula sebaliknya. Pengaruh biaya pencegahan terhadap produk rusak ditunjukkan melalui perhitungan r2 sebesar 0,1529 yang artinya memiliki pengaruh sebesar 15,29%.
Sedangkan biaya penilaian juga berpengaruh secara signifikan terhadap produk rusak dengan hubungan yang positif. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi biaya penilaian maka produk rusak akan semakin tinggi. Pengaruh biaya penilaian terhadap produk rusak ditunjukkan melalui perhitungan r2 sebesar 0,2948 yang artinya memiliki pengaruh sebesar 29,48%. Biaya pencegahan dan biaya penilaian merupakan salah satu tipe biaya kualitas yang dapat dikendalikan oleh manajemen perusahan, oleh karena itu tinggi rendahnya biaya ini tergantung dari kebijakan manajemen perusahan.
Selain melakukan uji regresi, dalam penelitian ini penulis juga melakukan uji normalitas guna mengetahui data yang diteliti apakah normal atau tidak. Kemudian juga dilakukan evaluasi ekonometri untuk mengetahui
apakah model regresi linier berganda yang digunakan telah memenuhi asumsi klasik atau tidak.
Berdasarkan perhitungan SPSS 13.00 for windows menunjukkan bahwa garis residual mengikuti garis diagonalnya sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam Ghozali (2005: 76) bahwa pada prinsipnya normalitas dapat dideteksi dengan penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari residualnya. Kemudian untuk evaluasi ekonometri dalam penelitian ini telah memenuhi asumsi klasik dimana ada tiga pengujian yang dilakukan yaitu uji multikolinieritas, uji heteroskesdatisitas dan uji autokorelasi.
PENUTUP
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa dalam analisis control chart diketahui biaya kualitas (biaya pencegahan dan biaya penilaian) dan produk rusak mengalami fluktuasi dalam batas kewajaran, akan tetapi ada beberapa yang melampaui batas kewajaran. Sedangkan berdasarkan analisis regresi, biaya kualitas (biaya pencegahan dan biaya penilaian) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap produk rusak baik itu secara simultan maupun parsial.
Secara simultan biaya kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan dan biaya penilaian mempunyai pengaruh sebesar 40,9% terhadap produk rusak. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 59,1% merupakan pengaruh dari variabel lain di luar komponen biaya kualitas (biaya pencegahan dan biaya penilaian). Sedangkan secara parsial, pengaruh biaya kualitas (biaya pencegahan dan biaya penilaian) terhadap produk rusak adalah biaya pencegahan berpengaruh secara signifikan terhadap produk rusak dengan hubungan yang negatif sebesar 15,28% dan biaya penilaian berpengaruh secara signifikan terhadap produk rusak dengan hubungan yang positif sebesar 29,48%..
5.2 Saran
1. CV. Menara Kudus diharapkan memberi perhatian terhadap biaya kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan dan biaya penilaian, karena kedua biaya tersebut mempunyai pengaruh signifikan dalam mencegah terjadinya produk rusak.
2. CV. Menara Kudus diharapkan memberi perhatian terhadap biaya pencegahan karena berdasarkan penelitian, biaya pencegahan bila dinaikkan maka dapat mengurangi jumlah produk rusak.
3. CV. Menara Kudus diharapkan memberi perhatian terhadap biaya penilaian karena berdasarkan penelitian, biaya penilaian bila diturunkan maka dapat mengurangi jumlah produk rusak.
Adnan, Muhammad Akhyar. 2000. Akuntansi Mutu Terpadu. Yogyakarta : UPP AMP YKPN.
Algifari. 2000. Analisis Regresi. Yogyakarta : Andi.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta : PT. Rineka Cipta. Blocher, Edward J., Kung H. Chen, dan Thomas W. Lin. 2000. Manajemen Biaya
dengan Tekanan Stratejik. Terjemahan A. Susty Ambarriani. Jakarta :
Salemba Empat.
Feigenbaum, A.V. 1992. Kendali Mutu Terpadu. Jakarta : Erlangga.
Gasperz, Vincent. 2005. Total Quality Management. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Umum.
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang : Badan Penerbit UNDIP
Gujarati, Damodar. 2000. Ekonometrika Dasar. Terjemahan Sumarno Zain.Jakarta : Erlangga
Hansen, Don R. dan Maryanne M. Mowen. 2005. Akuntansi Manajemen. Terjemahan Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary. Jakarta : Salemba Empat.
Mulyadi. 1993. Akuntansi Biaya. Yogyakarta : STIE-YKPN. Nurgiyantoro. 2000. Metode Statistik. Jakarta : Salemba Empat.
Suardi, Rudi. 2003. Sistem Manajemen Mutu ISO 9000:2000. Jakarta : PPM. Sudjana. 2002. Metoda Statistika. Bandung : PT. Tarsito.
Tjiptono, Fandy dan Anastasia Diana. 2003. Total Quality Management Edisi
Revisi. Yogyakarta : Andi.