BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
F. Pembahasan
Pengembangan media pembelajaran diorama siklus air pada mata pelajaran IPA kelas V di MI Al Wathoniyah 1 Jakarta Utara didasarkan pada permasalahan yang ditentukan peneliti yaitu keterbatasan dan kurangnya ketersediaan media pembelajaran dan alat praktikum MI Al Wathoniyah 1. Padahal tidak semua bahan ajar dapat diajarkan dengan media yang sama. Salah satu materi yang diajarkan dengan menggunakan media maupun melalui Kegiatan praktikum adalah materi siklus air.
Media pembelajaran yang digunakan guru untuk menyampaikan materi siklus air yang mudah diterima siswa, sehingga pembelajaran lebih bermakna adalah media diorama. Media diorama siklus air yang dikembangkan akan membantu siswa dalam memahami proses siklus air. Media diorama merupakan media mini untuk menggambarkan pemandangan sebenarnya yang menggambarkan suasana nyata atau konkret dengan ukuran kecil untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan suatu kejadian peristiwa nyata yang terjadi. Diperkuat oleh Sudjana dan Rivai yang menyatakan bahwa diorama adalah sebuah pemandangan 3 dimensi Mini bertujuan untuk menggambarkan pemandangan sebenarnya.1 Agar siswa tertarik dan mamahami proses siklus air seperti ilustrasi lautan, daratan dan bagaimana terjadinya proses hujan.
Media Diorama membantu siswa agar lebih aktif dan pembelajaran menjadi bervariasi sehingga tidak membosankan. Diorama juga dapat memotivasi Siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih
1 Tri Lestari. Pengaruh Penggunaan Media Diorama Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Tema Ekosistem Di Sekolah Dasar. JPGSD, Volume 03 Nomor 02 2015, H, 1115.
apresiatif. Tampilan diorama dilengkapi dengan informasi tertulis tentang peristiwa yang ditampilkan melalui diorama tersebut.2
Media diorama siklus air merupakan media diorama yang baru dan belum pernah digunakan dalam pembelajaran siklus air di MI Al Wathoniyah 1 Jakarta Utara. Dengan menggunakan media ini pembelajaran menjadi lebih menarik atau bervariasi serta dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan aktivitas siswa seperti mengamati, demonstrasi, dan lain sebagainya. Keunikan dan kekhasan dari media diorama siklus air yang telah dibuat oleh peneliti yaitu Ilustrasi pada media menggambarkan suasana nyata atau konkret yang sulit dilihat, pada bagian wadah memiliki selang otomatis untuk menguras air sehingga tidak dilakukan secara manual, pada objek-objek terlihat lebih konkret, wadah yang digunakan untuk pembuatan media diorama menggunakan aquarium, dan media diorama siklus air dapat di akses di youtube. Berikut link yang telah dibuat oleh peneliti https://youtu.be/Gn3AR4kQIDE.
Untuk Menghasilkan Media diorama siklus air perlu dikembangkan dengan menggunakan model 4-D. Diperkuat oleh Thiagarajan, dan Semmel yang mengemukakan Desain pengembangan 4-D terdiri dari empat tahap utama yaitu pendefinisian (define), perencanan (design), pengembangan
(develop), dan tahap penyebaran (disseminate).3 namun pada
pengembangan media diorama ini hanya dilakukan sampai tahap ketiga yaitu define, design, develop. Karena keterbatasan peneliti untuk melaksanakan tahap keempat.
Pada tahap pendefinisian (Define) secara rinci dibagi menjadi empat tahapan yaitu analisis awal-akhir, analisis siswa, analisis konsep, dan perumusan tujuan. Pada tahap analisis awal akhir peneliti melakukan observasi dan wawancara terhadap kepala sekolah, guru kelas V, siswa
2 Benny, Pribadi. Media Dan Teknologi Dalam Pembelajaran, (Jakarta: Kencana, 2017) H, 52.
3 Muchammad Subali Noto, Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Smart
(Specific, Measurable, Achievable, Realistic, And Time-Bound), Jurnal Ilmiah Program Studi
kelas V MI Al Wathoniyah 1. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan kepala sekolah, guru dan beberapa siswa MI Al Wathoniyah 1 pada tanggal 20 Mei 2020. Terindifikasi beberapa permasalahan dalam pembelajaran IPA di kelas V. Hampir semua materi IPA di kelas 5 diajarkan secara hafalan, Salah satunya yaitu pada materi siklus air. Karena keterbatasan media dan alat praktikum untuk kegiatan belajar mengajar Tentang materi siklus air. Selain itu media pembelajaran siklus air masih terbatas karena hanya menggunakan buku siswa saja.
Setelah dilakukan analisis awal-akhir kemudian melakukan analisis siswa. Pada kegiatan analisis siswa ditemukan bahwa siswa kelas V MI Al Wathoniyah 1 memiliki kemampuan yang berbeda terlihat dari tingkat pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Kemudian dilanjutkan dengan analisis konsep, kegiatan ini diperoleh data berupa kurikulum yang digunakan di MI Al Wathoniyah 1 Jakarta Utara. Kurikulum tersebut merupakan kurikulum 2013. Atas dasar kurikulum tersebut maka diperoleh kompetensi dasar yang akan digunakan sebagai pedoman dalam pengembangan media diorama. Kompetensi dasar tersebut yaitu 7.4 mendeskripsikan proses siklus air dan kegiatan manusia yang dapat mempengaruhinya.
Setelah dilakukan analisis konsep kemudian dilanjutkan dengan analisis tugas yaitu berupa tugas yang harus dipenuhi siswa seperti mengerjakan LKS (Lembar kerja sisa) atau soal evaluasi. Selanjutnya analisis tujuan, pada tahap ini dilakukan untuk mengetahui indikator dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada materi siklus air. Tujuan tersebut yaitu Siswa dapat menyebutkan kegunaan air, dan jelaskan proses siklus air dengan benar.
Pada tahap perencanaan (design) dilakukan beberapa kegiatan yaitu pemilihan media dan desain awal media. Media yang dipilih merupakan media diorama siklus air yang dapat menggambarkan proses terjadinya siklus air. Kemudian pada kegiatan ini mengumpulkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk membuat media diorama siklus air. Bahan tersebut
diantaranya sterofoam, kaca untuk membuat aquarium, cat, lem, plastik, lampu bohlam, spons aquarium, lampu LED, saklar, pompa air, tumbuh-tumbuhan, magnet.. Sedangkan alat yang digunakan meliputi gunting, jarum, double tape, tang, gergaji, cutter, kuas, meteran, dan alat untuk membakar lem. Setelah alat dan bahan terkumpul maka dilakukan pembuatan media diorama siklus air.
Pada tahap pengembangan (develop) dilakukan validasi oleh ahli media dan ahli materi, kemudian dilakukan penilaian oleh praktisi pembelajarandan respon siswa ketika uji coba terbatas dan uji coba lapangan.
Berdasarkan validasi yang dilakukan oleh ahli media diperoleh skor akhir sebesar 4,2 dengan kategori “sangat baik”. Dari penilaian yang dilakukan oleh ahli media dapat dikatakn bahwa media diorama siklus air layak digunakan dan di ujicobakan.
Berdasarkan validasi yang dila'kukan oleh ahli materi diperoleh skor akhir 4,6 dengan kategori “sangat baik”. Lalu validasi juga dilakukan pada praktiisi pembelajaran yang dipeoleh skor akhir 4,33 dengan kategori “sangat baik”. Setelah memperoleh penilaian oleh praktisi pembelajaran itu dilakukan uji coba terbatas. Hasil uji coba terbatas diperoleh dengan skro 3,84 dengan kategori “Baik”. masih terdapat aspek yang mendapatkan skor kurang maksimal. Hal tersebut mungkin disebabkan karena pembelajaran dilakukan secara online dan tidak melakukan kegiatan belajar mengajar secara langsung.
Tahap akhir yang dilakukan yaitu uji coba lapangan dengan peroleh skor 4,34 dengan kategori “sangat baik”. Tujuan pembelajaran sesuai dengan pengembangan media diorama siklus air. Hal tersebut didukung dengan angket siswa pada poin ke 1, 3, dan 15 dengan perolehan rata-rata 4,47 dan poin ke 2 dengan perolehan 4,53.
Media diorama siklus air yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik siswa, memotivasi siswa dalam belajar, siswa memahami pembelajaran, menciptakan suasana senang dan menarik dalam
pembelajaran. hal tersebut didukung dari angket yang diisi siswa pada poin ke 6 dengan perolehan rata-rata 4,24. Siswa menyatakan bahwa media diorama siklus air ini sesuai digunakan di kelas. Kemudian media diorama siklus air ini dapat memotivasi siswa dalam belajar yang terdapat pada poin ke 3 dengan perolehan rata-rata 4,47. Media diorama ini membantu siswa dalam memahami materi siklus air. Hal ini di dukung dari angket siswa pada poin ke 2 dengan perolehan rata-rata 4,53. Kemudian media diorama siklus air ini dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Hal ini didukung dari angket siswa pada poin ke 4 dengan rata-rata 4,35. Siswa menyatakan merasa senang belajar menggunakan media diorama siklus air ini. Dalam penggunaan media diorama siklus air ini telah melibatkan siswa. Hal tersebut didukung dengan hasil penilaian angket yang diisi siswa pada poin ke 13 dengan rata-rata 4,06. Pada poin ini belum memperoleh skor maksimal, karena disebabkan semua siswa belum mengamati media diorama siklus air secara langsung.
Media diorama siklus air ini merupakan media yang sederhana dan menarik. Diperkuat oleh Mukmin bahwa Pengembangan media diorama siklus air memperhatikan prinsip VISUALS. Sehingga media diorama siklus air mudah dilihat, menarik perhatian siswa, media diorama yang sederhana, isinya berguna/bermanfaat, dapat dipertanggung jawabkan, masuk akal, dan terstruktur/terususun dengan baik4. Hal tersebut didukung dengan angket poin ke 8 dengan perolehan rata-rata 4,35. poin ke 7 dengan perolehan rata-rata 4,3. poin ke 9 dengan perolehan rata-rata 4,29. Media diorama siklus air ini dapat dipelihara dengan mudah, awet dan tidak mudah rusak. Hal tersebut didukung dengan angket yang diisi siswa pada poin ke 10 dengan rata-rata 4,24 dan poin ke 14 dengan perolehan rata-rata 4,29. Kemudian pengembangan media diorama siklus air ini sudah sesuai ukuran dan perpaduan warnanya. Hal tersebut didukung dari angket siswa yang
4 Tejo Nurseto. Membuat Media Pembelajaran Yang Menarik. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, Volume 8 Nomor 1, 2011. H, 24.
diisi pada poin ke 11 dengan perolehan rata-rata 4,35 dan poin ke 12 dengan perolehan rata-rata 4,35.
Pemahaman materi siklus air dapat dilihat dari aspek kognitif sebagai pedoman kegiatan belajar hingga penilaian. Pemahaman perkembangan kognitif siswa usia dasar pada proses pendidikan akan maksimal apabila bahan ajar yang disampaikan dapat dipahami oleh siswa.5 untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi siklus air yang telah diajarkan maka Pada akhir pembelajaran diberikan soal evaluasi. Berdasarkan data statistik, rata-rata perolehan skor terkait pemahaman materi siklus air ini adalah 81,1. Rata-rata tersebut sudah memenuhi standar kelulusan