BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.4 Pembahasan
Setelah peneliti mengklasifikasi data dan melakukan analisis data bentuk, makna, dan fungsi register dalam SKH Kedaulatan Rakyat edisi Februari 2019. Data yang telah dilakukan analisis dibahasa untuk mengetahui bentuk dan makna register apa saja yang terdapat dalam SKH Kedaulatan Rakyat edisi Februari 2019. Pada pembahasan ini, peneliti menunjukkan bentuk dan makna register berdasarkan data yang telah dianalisis. Hasil penelitian dan analisis data bentuk register dalam SKH Kedaulatan Rakyat edisi Februari 2019, peneliti menemukan bentuk register tunggal dan bentuk register kompleks yang meliputi afiksasi, abreviasi singkatan, abreviasi akronim, komposisi, reduplikasi, frase endosentris atributif, frase endosentris koordinatif, dan frase eksosentris nondirektif.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti membandingkan dengan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh Indah Wahyuningsih (2010) yang berjudul ““Register Transaksi Jual-Beli Sandang di Pasar Beringharjo”. Penelitian ini membahas tentang bentuk dan fungsi register yang ditemukan dalam tuturan jual beli snadang di Pasar Beringharjo. Hasil penelitiannya yaitu bentuk register transaksi jual-beli sandang di Pasar Beringharjo terdiri atas register yang berbentuk elips, register yang berbentuk kata khusus, register yang berbentuk allegro, dan register yang berbentuk kalimat susun balik. Hasil penelitian yang kedua, yaitu fungsi register transaksi jual-beli sandang di Pasar Beringharjo yamg ditemukan dalam penelitian ini, yairu fungsi emotif, konatif, dan fatik.
Dengan demikian, dapat diambil kesimpulan bahwa kedua penelitian di atas merupakan penelitian yang sejenis yaitu tentang pemakaian bahasa atau sering disebut register. Hasil penelitian dalam artikel ekonomi SKH Kedalautan Rakyat edisi Februari 2019 lebih mengacu pada bentuk register dengan berbagai macam proses morfologis sedangkan skripsi dari Indah Wahyuningsih membahasa bentuk register berdasarkan macam-macam register, yaitu berbentuk elips, register yang berbentuk kata khusus, register yang berbentuk allegro, dan register yang berbentuk kalimat susun balik.
111 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan
Penelitian yang berjudul “Penggunaan Register dalam Artikel Ekonomi Pada Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat Edisi Februari 2019” membahas dua masalah yaitu (1) bentuk register pada kalimat- kalimat artikel ekonomi SKH Kedaulatan Rakyat edisi Februari 2019, (2) makna register pada kalimat artikel ekonomi SKH Kedaulatan Rakyat edisi Februari 2019. Data yang diteliti berjumlah 69 kata. Data tersebut telah dilakukan klasifikasi, analisis, pembahasan, dan trianggulasi sehingga dapat ditarik kesimpulan yaitu pertama, terdapat bentuk-bentuk register pada kalimat-kalimat artikel ekonomi dalam SKH Kedaulatan Rakyat edisi Februari 2019 yaitu bentuk register tunggal, bentuk register afiksasi, bentuk register abreviasi singkatan, bentuk register abreviasi akronim, bentuk register komposisi, bentuk register reduplikasi, bentuk register frase endosentris atributif, bentuk register frase koordinatif koordinatif, dan bentuk register frase eksosentris nondirektif. Kedua, terdapat makna-makna register pada kalimat-kalimat artikel ekonomi dalam SKH Kedaulatan Rakyat edisi Februari 2019 yaitu makna register primer dan makna register sekunder. Ketiga, peneliti mengangkat topik penggunaan bahasa register ini, karena sangat penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Sebab sebagai pengajar maupun pelajar dapat menambah ilmu pengetahuan tentang kebahasaan dan menambah wawasan dalam penggunaan bahasa register.
5.2 Saran
Setelah permasalahan dalam penelitian ini terjawab, peneliti memiliki beberapa saran yang ingin diajukan. Adapun saran tersebut yaitu.
1. Peneliti menyadari bahwa penelitian ini jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu peneliti memohon maaf apabila terjadi kesalahan baik secara teknis maupun non-teknis dalam penulisan skripsi ini. Selain itu, peniliti juga memerlukan kritik dan saran yang membangun supaya peneliti lebih baik lagi.
2. Peneliti berharap penelitian ini dapat membantu pendidik dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia dalam materi kebahasaan. Selain itu, peneliti berharap dengan hasil penelitian ini dapat membantu pendidik untuk dapat membandingkan dan menjelaskan kata-kata baku Bahasa Indonesia dengan kata-kata tidak baku di luar Bahasa Indonesia.
3. Peneliti berharap adanya penelitian lanjutan yang lebih mendalam mengenai register. Hal ini disebabkan perkembangan bahasa sangat pesat terutama mengenai kata register di kalangan remaja maupun di kalangan lainnya.
113
DAFTAR PUSTAKA
Achmad dan Alek Abdullah. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Erlangga.
Alwasilah, Chaedar. 1985. Sosiologi Bahasa. Bandung: ANGKASA Bandung.
Aslinda, dan Syafyahya. 2007. Pengantar Sosiolingustik. Bandung: PT Refika Aditama.
Arifin, Zaenal dan Junaiyah. 2007. Morfologi Bentuk, Makna dan Fungsi. Jakarta:
Grasindo
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta:
Rineka Cipta
__________. 2012. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul dan Agustina Leonie. 2004. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta:
Rineka Cipta.
Eriyanto. 2011. Analisis Isi: Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.
Hadi, Imron. 2017. Register Pedagang Buah: Studi Pemakaian Bahasa Kelompok Profesi Di Kota Padang. Artikel Jurnal. Vol. 15 No.1. Padang: Balai Bahasa Sumatera Barat.
Halliday, M.A,K dan Ruqaiya Hasan. 1992. Bahasa, Kontek, dan Teks: Aspek-aspek Bahasa dalam Pandangan Semiotik Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Kesuma, Tri Mastoyo Jati. 2007. Pengantar Metode Penelitian Bahasa. Yogyakarta:
Carastivooks.
Kridalaksana, Harimurti. 2007. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama.
___________________. 2008. Kamus Linguistik (Edisi Keempat). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Meleong, J. Lexy. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muhammad. 2014. Metode Penelitian Bahasa. Yogyakarta: Ar- Ruzz Media.
Nababan, P.W.J. 1991. Sosiolinguistik. Jakarta: Gramedia.
Pateda, Mansoer. 2010. Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.
Pranowo. 2014. Teori Belajar Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Rahardi, dkk. 2018. Pragmatik Fenomena Ketidaksantunan Berbahasa. Jakarta:
Erlangga
Ramlan. 2012. Morfologi Suatu Tinjauan Deskriptif. Yogyakarta: CV. Karyono.
Soeparno. 2013. Dasar-Dasar Linguistik Umum. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Suandi, Nengah. 2014. Sosiolinguistik. Yogyakarta: GRAHA ILMU.
Sudaryanto. 1990. Menguak Fungsi Hakiki Bahasa. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Sudaryanto, Memet. 2013. Register Anak Jalanan Kota Surakarta. Skripsi. Surakarta:
Universitas Sebelas Maret.
Sudaryanto. 2015. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta:
Universitas Sanata Dharma.
Sumarlam. 2005. Teknik Praktik Analisis Wacana. Surakarta: Pustaka Cakra.
Suwito. 1982. Pengantar Awal Sosiolinguistik, Teori dan Problema. Surakarta:
Henary Offset.
Thomas, Linda dan Shan Wareing. 2007. Bahasa, Masyarakat dan Kekuasaan.
Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Wardhaugh, Ronald. 1992. An Introduction to Sociolinguistics (Second Edition). New York: Blackwell Publishing.
Wijana, I Dewa Putu dan Muhammad Rohmadi K. 2008. Semantik: Teori dan Analisis. Surakarta: Yuma Pustaka.
Winarno, Sigit dan Sujana Ismaya. 2016. Kamus Besar Ekonomi. Bandung Pustaka Grafika.
https://kbbi.kemdikbud.go.id/
LAMPIRAN
117
Data kata dan hasil penelitian skripsi dengan judul Penggunaan Register Perekonomian Pada Artikel Ekonomi Surat Kabar Harian Kedaulatan Rakyat Edisi Februari 2019
oleh: Nindita Christy Rosari (141224012) Pembimbing I : Dr. B. Widharyanto, M.Pd Petunjuk Trianggulasi:
1. Trianggulator memberikan tanda centang ( √ ) pada kolom Ya/Tidak yang menggambarkan penelitian anda.
2. Berikan catatan pada kolom keterangan yang dapat membantu kebenaran hasil analisis bentuk, makna dan fungsi register.
3. Setelah mengisi tabulasi data trianggulator membubuhi tanda tangan pada akhir.
No
Data Kata Register dalam
Kalimat
Konteks
Analisis Keterangan
Bentuk Register Makna Register
Bentuk Register Makna Register
Setuju Setuju
Ya Tidak Ya Tidak 1 Sambut ulang
tahun Kredit Pemilikan Rumah (KPR)
pada 10
Penulis memberikan informasi yang terjadi pada 30 November bahwa
Kata Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memiliki bentuk kata abreviasi. Kata Kredit Pemilikan Rumah (KPR) termasuk dalam kata
Kata Kredit Pemilikan Rumah (KPR) memiliki makna primer. Makna primer adalah makna inti atau makna dasar
√ √
mendatang, PT pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik yang dieja huruf demi huruf.
mengacu pada referen yang ditunjuk oleh kata tersebut (Putu dan memiliki bentuk kata abreviasi. Kata Delivery Order (DO) termasuk dalam kata abreviasi singkatan (Kridalaksana, 2007:159) yaitu satu hasil proses pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, referen yang ditunjuk oleh kata tersebut (
Delivery Order memiliki bentuk kata abreviasi. Kata Wajib Pajak (WP) termasuk dalam kata abreviasi singkatan. hal ini
sependapat oleh
Kridalaksana, 2007:159 singkatan yaitu satu hasil proses pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik yang dieja huruf demi huruf
Kata Wajib Pajak (WP) memiliki makna primer. Makna primer adalah makna inti atau makna dasar dari suatu harus wajib membayar
pajak untuk
pembangunan infrastruktur daerah.
√ √
November 2018 Tertinggi (HET) memiliki bentuk kata abreviasi. Kata Harga Eceran Tertinggi (HET) termasuk dalam kata abreviasi akronim (Kridalaksana, 2007:159) yaitu proses pemendekan yang menggabungkan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai sebuah kata.
Kata Harga Eceran Tertinggi (HET) memiliki makna primer. Makna primer adalah makna inti atau makna dasar dari suatu merupakan kata register ekonomi yang berbentuk kata frase endosentris atributif, karena kata asuransi jiwa terdiri atas unsur pusat yaitu kata asuransi dan unsur pelengkapnya kata jiwa. Hal
Kata asuransi jiwa memiliki makna primer. Makna primer adalah makna inti atau makna dasar dari suatu
pertanggungan yang maksimal.
kehidupan masyarakat.
Chaer (2012:226-227) bahwa frase endosentris atributif terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara.
Hal ini maksud dari kata asuransi jiwa
adalah bidang
pertanggungan jiwa atas pemberian jaminan kepada seseorang yang disebabkan oleh kematian, kecelakaan atau sakit termasuk jaminan hari tua.
Kata premi merupakan kata register ekonomi yang berbentuk kata tunggal, karena kata premi terdiri dari satu betuk kata dasar yang tidak menerima imbuhan atau kata dasar lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Ramlan (2012:28) bahwa bentuk tunggal sebagai satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi.
Kata premi memiliki makna primer. Makna primer adalah makna inti atau makna dasar dari suatu kata yang mengacu pada referen yang ditunjuk oleh kata tersebut (Putu dan sebagai kewajiban dari tertanggung atas keikutsertaan di asuransi.
√ √
6 Kementerian Pada tanggal 6 Kata Industri Kecil Kata Industri Kecil √ √
(Kemenperin) Industri Kecil Menengah (IKM) termasuk dalam kata abreviasi singkatan (Kridalaksana, 2007:159) yaitu satu hasil proses pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik yang dieja huruf demi huruf
memiliki makna primer. Makna primer adalah makna inti atau makna dasar dari suatu memiliki skala industri yang kecil ataupun menengah.
Kata Dana Alokasi Khusus (DAK) memiliki bentuk kata abreviasi. Kata Dana
yang menggabungkan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai sebuah kata. pemerintah daerah dan sesuai prioritas
Kata pajak merupakan kata register ekonomi yang berbentuk kata tunggal, karena kata pajak terdiri dari satu betuk kata dasar yang tidak menerima imbuhan atau kata dasar lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Ramlan (2012:28) bahwa bentuk tunggal sebagai satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi.
Kata pajak memiliki makna primer. Makna primer adalah makna inti atau makna dasar dari suatu kata yang mengacu pada referen yang ditunjuk oleh kata tersebut ( Putu dan
Kata bea cukai merupakan kata register ekonomi yang berbentuk kata frase endosentris atributif, karena kata bea cukai terdiri atas unsur pusat yaitu kata bea dan unsur pelengkapnya kata cukai. Hal ini sesuai dengan pendapat Chaer (2012:226-227) bahwa frase endosentris atributif terdiri dari unsur-unsur yang tidak terhadap barang ekspor dan impor.
merupakan mata register ekonomi yang berbentuk kata afiksasi, dengan memiliki kata dasar dagang.
Kata perdagangan termasuk
yang memang
menjadi per+ dagang+an.
Hal ini sependapat oleh Kridalaksana, 2007:73 konfiks merupakan afiks yang terdiri dari dua unsur, satu di muka bentuk dasar dan satu di belakang bentuk dasar dan berfungsi sebagai satu morfem terbagi. adalah suatu kegiatan pertukaran barang diantara pembeli dan penjual produk.
Kata diproduksi merupakan mata register ekonomi yang berbentuk kata afiksasi, dengan memiliki kata dasar produksi. Kata diproduksi termasuk dalam prefiks di- menjadi di + produksi. Hal ini sependapat oleh
Kridalaksana, 2007:73 prefiks adalah afiks yang diletakkan di muka bentuk dasar, contoh: me-, di-, ber-, ke-, ter-, pe-, per- dan se-. kata diproduksi yaitu suatu tindakan dalam
membuat atau register ekonomi yang
Kata kurs memiliki makna primer. Makna
√ √
Indonesia (BI) tidak menerima imbuhan atau kata dasar lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Ramlan (2012:28) bahwa bentuk tunggal sebagai satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi.
inti atau makna dasar dari suatu kata yang mengacu pada referen yang ditunjuk oleh kata tersebut ( Putu dan merupakan kata register ekonomi yang berbentuk kata frase endosentris koordinatif, karena kata barang dan jasa terdiri atas 2 komponen yaitu barang serta jasa. Hal ini sesuai dengan pendapat Chaer (2012:226-227) bahwa frase endosentris koordinatif terdiri dari dua komponen adalah suatu produksi yang telah dihasilkan oleh pelaku usaha.
Kata dana-dana merupakan mata register ekonomi yang berbentuk kata reduplikasi
Kata dana-dana memiliki makna primer. Makna primer
√ √
dana-dana
dana-dana termasuk dalam pengulangan seluruh. Hal ini sependapat oleh
Ramlan, 2012:70-76 bahwa pengulangan seluruh bentuk dasar, tanpa perubahan
fonem dan tidak kata dana-dana adalah kumpulan uang yang disediakan untuk suatu keperluan.
Kata bunga merupakan kata register ekonomi yang berbentuk kata tunggal, karena kata bunga terdiri dari satu betuk kata dasar yang tidak menerima imbuhan atau kata dasar lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Ramlan (2012:28) bahwa bentuk tunggal sebagai satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi.
Kata bunga memiliki kalimat tersebut adalah imbal jasa atas baik kata dasar maupun jadian tergantung pada konteks kalimat atau
√ √
11 Para pelaku reimburse merupakan kata register ekonomi yang berbentuk kata frase endosentris koordinatif, karena kata potongan harga atau reimburse terdiri atas 2 komponen yang merupakan kata sinonim. Hal ini sesuai dengan pendapat Chaer (2012:226-227) bahwa frase endosentris koordinatif terdiri dari dua komponen adalah makna inti yang dimiliki oleh kata-kata makna inti atau makna dasar dari suatu kata yang mengacu pada referen yang ditunjuk oleh kata tersebut ( Putu dan Muhammad, 2008:17). Hal ini maksud dari potongan harga atau reimburse adalah harga promo berbentuk kata tunggal, karena kata indeks terdiri dari satu betuk kata dasar yang tidak menerima imbuhan atau kata dasar
Kata indeks memiliki makna sekunder.
Makna sesungguhnya adalah daftar kata atau istilah penting yang terdapat pada buku tetapi maksud dari kata
√ √
indeks bulan
pendapat Ramlan (2012:28) bahwa bentuk tunggal sebagai satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi.
tersebut adalah angka untuk mengukur perubahan harga. Hal ini sependapat dengan Putu dan Muhammad, 2008:17 bahwa makna sekunder sebuah kata baik kata dasar maupun jadian tergantung pada konteks kalimat atau konteks situasi. merupakan kata register ekonomi yang berbentuk kata frase endosentris atributif, karena kata pasar ekspor terdiri atas unsur pusat yaitu kata pasar dan unsur pelengkapnya kata ekspor. Hal ini sesuai dengan pendapat Chaer (2012:226-227) bahwa frase endosentris atributif terdiri dari unsur-unsur yang tidak
laporan yang berbentuk kata tunggal, karena kata nasabah terdiri dari satu betuk kata dasar yang tidak menerima imbuhan atau kata dasar lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Ramlan (2012:28) bahwa bentuk tunggal sebagai satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi.
memiliki makna
Kata pinjaman merupakan mata register ekonomi yang berbentuk kata afiksasi, dengan memiliki kata dasar pinjam. Kata pinjaman termasuk dalam sufiks –an menjadi pinjam+an. Hal ini sependapat oleh
Kridalaksana, 2007:73 sufiks adalah afiks yang diletakkan di belakang bentuk dasar, contoh: an, kata pinjaman adalah hutang.
√ √
kata register ekonomi yang berbentuk kata frase endosentris atributif, karena kata suku bunga terdiri atas unsur pusat yaitu kata suku dan unsur pelengkapnya kata bunga. Hal ini sesuai dengan pendapat Chaer (2012:226-227) bahwa frase endosentris atributif terdiri dari unsur-unsur yang tidak kata suku bunga adalah tarif dari pihak bank atas pinjaman uang.
Kata penagihan merupakan mata register ekonomi yang berbentuk kata afiksasi, dengan memiliki kata dasar tagih. Kata penagihan termasuk dalam konfiks pe-an menjadi pe+ tagih+pe-an, dan satu di belakang bentuk
Kata penagihan kata penagihan adalah proses permintaan untuk membayar hutang.
√ √
satu morfem terbagi. berbentuk kata tunggal, karena kata investasi terdiri dari satu betuk kata dasar yang tidak menerima imbuhan atau kata dasar lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Ramlan (2012:28) bahwa bentuk tunggal sebagai satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi.
Kata investasi kata investasi adalah penanaman modal. berbentuk kata frase endosentris atributif, karena kata harga jual terdiri atas unsur pusat yaitu kata harga dan unsur pelengkapnya kata jual Hal ini sesuai dengan pendapat Chaer (2012:226-227) bahwa frase endosentris atributif terdiri
Kata harga jual
dan tidak
setara. adalah patokan harga
yang sudah disepakati. Obligation (PSO) memiliki bentuk kata abreviasi. Kata PSO termasuk dalam kata abreviasi singkatan (Kridalaksana, 2007:159) yaitu satu hasil proses pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf,
Bank BRI berbentuk kata tunggal, karena kata saham terdiri dari satu betuk kata dasar yang tidak menerima imbuhan atau kata dasar lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Ramlan (2012:28) bahwa bentuk tunggal sebagai satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi.
memiliki makna merupakan kata register ekonomi yang berbentuk kata frase endosentris atributif, karena kata modal belanja terdiri atas unsur pusat yaitu kata modal dan unsur pelengkapnya kata belanja. Hal ini sesuai dengan pendapat Chaer (2012:226-227) bahwa frase endosentris atributif terdiri dari unsur-unsur yang tidak
dari APBN
Kata Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki bentuk kata abreviasi. Kata APBN termasuk dalam kata abreviasi singkatan (Kridalaksana, 2007:159) yaitu satu hasil proses pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, mengacu pada referen yang ditunjuk oleh kata tersebut ( Putu dan
Kata Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memiliki bentuk kata abreviasi. Kata APBD
yaitu satu hasil proses pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik yang dieja huruf demi huruf.
dari suatu kata yang mengacu pada referen yang ditunjuk oleh kata tersebut ( Putu dan
Kata neraca perdagangan merupakan kata register ekonomi yang berbentuk kata frase endosentris atributif, karena kata neraca perdagangan terdiri atas unsur pusat yaitu kata endosentris atributif terdiri dari unsur-unsur yang tidak mengacu pada referen yang ditunjuk oleh kata tersebut ( Putu dan Muhammad, 2008:17).
Hal ini maksud dari necara perdangangan adalah perbedaan nilai ekspor dan impor dalam periode tertentu.
√ √
register ekonomi yang berbentuk kata tunggal, karena kata defisit terdiri dari satu betuk kata dasar yang tidak menerima imbuhan atau kata dasar lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Ramlan (2012:28) bahwa bentuk tunggal sebagai satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi.
memiliki makna
Kata pasar tradisional merupakan kata register ekonomi yang berbentuk kata frase endosentris atributif, karena kata pasar tadisional terdiri atas unsur pusat yaitu kata pasar dan unsur pelengkapnya kata tradisional. Hal ini sesuai dengan pendapat Chaer (2012:226-227) bahwa frase endosentris atributif terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara.
Kata pasar tradisional memiliki makna primer. Makna primer adalah makna inti atau makna dasar dari suatu pedagang dan pembeli bertemu.
√ √
22 Tiga kecamatan Bangunan (PBB) memiliki bentuk kata abreviasi. Kata PBB termasuk dalam kata abreviasi singkatan (Kridalaksana, 2007:159) yaitu satu hasil proses pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, adalah makna inti atau makna dasar dari suatu Bangunan adalah pajak negara. merupakan kata register ekonomi yang berbentuk kata frase endosentris atributif, karena kata pasar ekspor terdiri atas unsur pusat yaitu kata pasar dan unsur pelengkapnya kata tradisional. Hal ini sesuai
Kata pasar ekspor memiliki makna primer. Makna primer adalah makna inti atau makna dasar dari suatu
Afrika endosentris atributif terdiri dari unsur-unsur yang tidak dalam negeri yang akan dikirim ke luar negeri.
24 Penurunan juga register ekonomi yang berbentuk kata tunggal, karena kata impor terdiri dari satu betuk kata dasar yang tidak menerima imbuhan atau kata dasar lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Ramlan (2012:28) bahwa bentuk tunggal sebagai satuan gramatik yang tidak terdiri dari satuan yang lebih kecil lagi.
Kata impor memiliki makna primer.Hal ini dengan jelas kata impor merupakan kata inti.
Makna primer adalah makna inti atau makna dasar dari suatu kata yang mengacu pada referen yang ditunjuk oleh kata tersebut (Putu
dan Muhammad,
2008:17). Hal ini maksud dari kata impor merupakan proses pengiriman barang dari luar negeri masuk ke (NTP) memiliki bentuk kata
Kata Nilai Tukar Petani (NTP) memiliki
√ √
Tukar Petani pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik yang dieja huruf demi huruf.
dengan jelas kata Nilai Tukar Petani (NTP) referen yang ditunjuk oleh kata tersebut (Putu
dengan jelas kata Nilai Tukar Petani (NTP) referen yang ditunjuk oleh kata tersebut (Putu