BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Wakatobi merupakan salah satu kepulauan yang ada di Sulawesi Tenggara yang memiliki kekayaan alam baik di daratan maupun di perairan laut. Wakatobi yang sering kita kenal dengan kawasan taman nasional yang memiliki keanekaragaman hayati yang masi terjaga sampai saat ini, bahkan Wakatobi kini di nobatkaan sebagai surga nyata bawah laut yang ada di Indonesia karna memiliki wilayah perairan dan pesisir yang sangat indah seperti biota laut dan pantai yang sangat indah, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan SDA yang di miliki di jadikan sebagai mata pencaharian seperti kegiatan Penambangan Pasir yang ada di Wakatobi, khususnya di daerah Kelurahan Mandati III.
Pada zaman dulu masyarakat sudah mengenal dengan kegitan penambangan pasir, namun mereka hanya mengambil pasir yang ada di wilayah pesisir atau yang ada di dasar laut untuk kebutuhan yang mereka perlukan, contohnya sebagai bahan bangunan rumah dan lain-lain, namun kenyataan yang ada saat ini masyarakat penambang pasir sudah tidak memperhatikan dengan
kondisi lingkungan. Para penambang pasir saat ini sudah semakin banyak seiring bertambahnya jumlah penduduk yang ada di Wakatobi, khususnya yang ada di Kelurahan Mandati III. Para penambang pasir sekarang mulai menggunakan alat-alat berat, seperti batang besi untuk penggali pasir yang ada di dasar laut, yang kemudian di angkut menggunakan wadah seperti potongan cergen yang sudah di buat sedemikian rupa, agar pasir yang di angkut ke atas bisa terisi dengan baik.
Masyarak yang bekerja di sector penambangan pasir yang ada di daerah Mandati III menggunakan katinting atau perahu kayu yang mempunyai mesin kecil sebagai tranportasi pengangkut pasir dan di jadikan tempat penggalian pasir yang sudah di ambil dari dasar laut,(menurut La Gono seorang penambang pasir). Para penambang pasir juga bisa dengan mudah mengangkut hasil dari galian pasir yang di peroleh.
Berdasarkan data yang di peroleh dari hasil wawancara dengan informan, bahwa para penambang pasir melakukan kegiatannya sebagai berikut:
“Para penambang pasir sekarang mulai menggunakan alat-alat berat, seperti batang besi untuk penggali pasir yang ada di dasar laut, yang kemudian di angkut menggunakan wadah seperti potongan cergen yang sudah di buat sedemikian rupa, agar pasir yang di angkut ke atas bisa terisi dengan baik. Masyarak yang bekerja di sector penambangan pasir yang ada di daerah Mandati III menggunakan katinting atau perahu kayu yang mempunyai mesin kecil sebagai tranportasi pengangkut pasir dan di jadikan tempat penggalian pasir yang sudah di ambil dari dasar laut(wawancara dengan penambang pasir 24 September 2016).
Kegiatan Penambangan Pasir yang ada di Kelurahan Mandati III sudah berlangsung dari zaman dulu, akan tetapi informasi dari hasil wawancara dengan para penambang pasir, bahwa mereka bekerja sebagai penambang ada yang 1-10
50
tahun (menurut La Onde). Para penambang pasir yang ada di daerah Kelurahan Mandati III ada juga yang belum lama di sector penambangan, karena minimnya tinngkat pendidikan sehingga mereka menjadikan penambangan pasir sebagai lahan pekerjaan dan mata pencaharian bagi warga masyrakat.
Adapula data para penambang pasir lainnya yang di ambil dari hhasil wawancara dengan salah seorang penambang pasir dengan kegiatannya yang di lakukakan sejak dulu, yaitu:
“Kegiatan Penambangan Pasir yang ada di Kelurahan Mandati III sudah berlangsung dari zaman dulu, akan tetapi informasi dari hasil wawancara dengan para penambang pasir, bahwa mereka bekerja sebagai penambang ada yang 1-10 tahun. Para penambang pasir yang ada di daerah Kelurahan Mandati III ada juga yang belum lama di sector penambangan, karena minimnya tinngkat pendidikan sehingga mereka menjadikan penambangan pasir sebagai lahan pekerjaan dan mata pencaharian bagi warga masyrakat”(wawancara 24 September 2016).
Sekarang Penambangan Pasir di jadikan sebagai mata pencaharian oleh warga masyarakat yang ada di Wakatobi, khususnya daerah Mandati III.
Masyarakat yang ada di daerah Mandati III Setiap hari kegiatan yang mereka lakukakan adalah sebagai penambang pasir, namun sebagaian masyarakat ada yang bekerja di sector perdagangan , petani dan nelayan. Menurut La Sahari, hasil dari penambangan pasir akan mereka jual kepada seorang pemilik modal yang ada di wilayah sekitar yang bernama Pak Buri seharga 50 ribu dalam satu perahu dari informan.
“Sekarang Penambangan Pasir di jadikan sebagai mata pencaharian oleh warga masyarakat yang ada di Wakatobi, khususnya daerah Mandati III.
Masyarakat yang ada di daerah Mandati III Setiap hari kegiatan yang mereka lakukakan adalah sebagai penambang pasir, namun sebagaian
masyarakat ada yang bekerja di sector perdagangan , petani dan nelayan.
Menurut La Sahari, hasil dari penambangan pasir akan mereka jual kepada seorang pemilik modal yang ada di wilayah sekitar yang bernama Pak Buri seharga 50 ribu dalam satu perahu”(wawancara 24 September 2016).
Para penambang pasir yang menjual hasil dari penggaliannya bisa mendapatkan penghasilan dalam satu bulan ± 2.000.000 rupiah, namun di sisi lain pemilik modal yang membeli pasir dari para penambang bisa memliki penghasilan dua (2) kali lipat dari apa yang di jual oleh para penambang pasir, karna pemilik modal menjual dari Masyarakat lain yang ada di Wakatobi dengan harga dalam satu ret mobil 150 ribu rupiah, (menurut La Harufia) bahwa keuntungan yang di peroleh pemilik modal bisa di perkirakan ± 4.000.000 rupiah dalam sebulan.
Adapun hasil dari penilitan yang di ambil dari informan adalah:
“Para penambang pasir yang menjual hasil dari penggaliannya bisa mendapatkan penghasilan dalam satu bulan ± 2.000.000 rupiah, namun di sisi lain pemilik modal yang membeli pasir dari para penambang bisa memliki penghasilan dua (2) kali lipat dari apa yang di jual oleh para penambang pasir, karna pemilik modal menjual dari Masyarakat lain yang ada di Wakatobi dengan harga dalam satu ret mobil 150 ribu rupiah, (menurut La Harufia) bahwa keuntungan yang di peroleh pemilik modal bisa di perkirakan ± 4.000.000 rupiah dalam sebulan”(wawancara 24 September 2016).
Saat ini kegitan Penambangan Pasir yang di wilayah Wakatobi, khususnya di daerah kelurahan Mandati III belum ada tindakan dari pihak pemerintah pusat.
Menurut La Ode Muhammad Rahmat R. S,Sos, selaku kepala Lurah Mandatti III dan masyarakat setempat yang bernama Wa biru dan La Acca, bahwa Pemerintah Pusat sejauh ini belum ada tindakan atau pergerakkan dari lembaga-lembaga yang berwenang contohnya seperti Kantor Lingkungan Hidup yang ada di Wakatobi, agar mengatasi masalah penambangan pasir yang mengakibatkan kerusakan
52
ekosistem laut yang ada di Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara. ( Wawancara 24 September 2016)
Masyarakat penambang pasir yang ada di kelurahan Mandati III yang menggantungkan hidupnya sebagai penambang pasir hanya bisa berkerja dan bekerja tanpa memikirkan, bahwa kegiatan yang di lakukakn selama ini merusak lingkungan laut. Menurut La Parisi, jika di masa yang akan datang Pemerintah menghentikan penambangan ini maka masyarakat yang bekerja di sector penambangan akan beralih pekerjaan sebagai nelayan, karena masyarakat bisa memahami bahwa tindakan yang mereka lakukan akan merusak ekosistem laut yang ada di wilayah perairan laut Wakatobi. (Wawancara 24 September 2016)