BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan
Pada tabel 3.1 jumlah pemungutan ditahun 2019 berjumlah 165.609.549, sedangkan tahun 2020 berjumlah Rp. 125.883.012 mengalami penurunan yang lumayan besar berjumlah Rp. 39.726.537 disebabkan oleh dampak Covid - 19 di mana dilaksanakannya Lockdown dan tidak ada kegiatan atau aktivitas di luar rumah,serta melemahnya nilai tukar rupiah,sehingga pendapatan mengalami menurunan .
Pada Tabel 3.3 bukti penyetoran pada pembelian terhadap BBM ( Premium,Pertalite,Pertamax,Solar,dan Dexlite) tahun 2019 berjumlah Rp.
2.253.371.939.sedangkan tahun 2020 berjumlah Rp. 3.255.545.958, yang mengalami peningkatan di mana kita harus menyesuaikan dengan harga minyak dunia,agar dapat menyesuaikan pendapatan pertamina atau bendahara.
Dalam pemungutan ,penyetoran dan pelaporan PT.Pertamina (SPBU) Talasalapang tidak memiliki hambatan atau masalah dalam mengelolah data – data tersebut, selain itu Bahan Bakar Premium juga terbatas serta melaksanakan program Langit Biru yang bertujuan untuk mengendalikan dan
mencegah pencemaran udara dan mewujudkan perilaku sadar lingkungan baik dari sumber tidak bergerak (industri) maupun bergerak. Pada kedua tabel tersebut dapat kami simpulkan bahwa pendapatan yang tertinggi terdapat pada tahun 2019 di mana tahun itu mencapai Rp. 165.609.549 dibandingkan dengan tahun 2020 yang mengalami penurunan drastis dibandingkan dengan tahun – tahun sebelumnya yang disebakan oleh Covid – 19, selama pandemik banyak motivasi yang diambil di mana kita harus terus semangat jangan mudah menyerah meskipun negara dalam keadaan tidak baik.
Pada saat ini banyak masyarakat yang mengeluh karena BBM Premium ditiadakan sehingga harus beralih ke BBM yang lain seperti pertelite,pertamax dan lain - lainnya dan untuk selalu memastikan memenuhi kebutuhan BBM di masyarakat, pertamina tersebut memberikan kekuatan ketahanan terhadap pasokan BBM, penjualan BBM pada pedagang eceran juga memberikan keuntungan bagi pertamina sebagai pertambahan pendapatan.
PT.Pertamina (SPBU) Talasalapang juga memberikan keringanan atau solusi bagi konsumen yang ingin membayar BBM tanpa menggunakan uang cash dengan melalui aplikasi yang telah disediakan oleh pertamina tersebut sehingga konsumen tidak perlu khawatir apabila Anda lupa membawa uang cash dengan adanya aplikasi yang disediakan oleh pertamina tersebut sangat membantu konsumen.
Hambatan dalam PT.Pertamina (SPBU) Talasalapang yang sering timbul adalah digitalisasi nozzle yang tidak berfungsi pada saat digunakan,
38
oleh karena itu pihak pertamina harus terus melaporkan apa saja yang harus dibenahi atau dilengkapi agar pelayanan terhadap konsumen lebih baik.
Pelaksanaan pembelian BBM di SPBU Talasalapang mulai memperlakukan harga BBM yang jenis pertalite sama dengan harga BBM bersubsidi jenis premium,dengan harga khusus pembelian Pertalite seharga Premium yakni Rp 6.450 per liternya yang dilaksanakan secara bertahap diperuntuhkan bagi konsumen kendaraan beroda 2,roda 3,dan mobil ber plat kuning seperti angkutan umum kota. Pembelian BBM jenis Pertamax dan Pertamax Turbo mengalami lonjakan yang cukup signifikan.
Dengan melalui pembayaran tunai maupun non tunai serta menggunakan aplikasi My Pertamina yang diterima baik oleh konsumen dan Digitalisasi yang berfungsi untuk meningkatkan pelayanan pertamina kepada konsumen yang semakin nyaman bertransaksi secara non tunai dimana penghitungan pendapatan yang lebih cepat dan akurat, Serta Pertamina dapat mengetahui apabilah persediaan produk BBM akan habis.
Pelaksaan penjualan BBM di SPBU menjadi meningkat apabila pemerintah memberikan hari libur bersama biasanya penjualan BBM mengalami peningkatan, jenis BBM Pertamax adalah produk BBM Pertamina yang berkualitas tinggi dengan kandungan Research Octane Number (RON).
Produk yang dilengkapi dengan Ignition Boost Formula (IBF) sehingga mesin menjadi lebih responsif serta meningkatkan akselerasi dan performa mesin kendaraan. Produk BBM jenis Pertamax juga ramah lingkungan mengingat emisi gas buangnya memiliki kadar karbon yang rendah sesuai dengan standar Euro 4. Penjualan BBM sesuai dengan ketentuan dalam peraturan
Pemerintah No.1 tahun 2006 Tentang Besaran dan penggunaan Iuran Badan Usaha Dalam Kegiatan Usaha Penyediaan dan Pendistribusian BBM dan Pengangkutan Gas Bumi melalui pipa dengan realiasasi total volume.
Fenomena Antrian di SPBU di sebabkan karena beberapa SPBU kehabisan atau kosongnya stok BBM jenis premium,pertalite dan pertamax sehingga terjadi antrian yang sangat panjang serta ada 2 (dua) SPBU yang terlihat menutup jalur pengisian yaitu pengisian pertalite dan pertamax, alasan petugas SPBU adalah stok masih dalam pengiriman. Sales Branch Manager Rayon l TPBBU Pertamina ,l Made Mega yang ditemui , sabtu siang (6 /11/21) mengatakan bahwa stok dan pengiriman dari Pertamina masih normal, hanya Bahan Bakar jenis Pertamax yang masih dalam pengiriman menggunakan kapal dari Wayame. Ia pun secara langsung turun mengecek ke sejumlah SPBU dan memberikan arahan kapada pengelola SPBU agar tidak melakukan penjualan berulang dan penjualan kepada warga menggunakan jirgen,yang menyebabkan stok mudah kosong dan diambil oleh oknum pengecer yang tidak resmi Pertamina. Selain itu, jumlah mobilitas dan kuantitas kendaraan juga menjadi salah satu faktor stok BBM di SPBU mudah habis,kemungkinan karena pembatasan masyarakat yang sudah normal dan mulai kembalinya beraktifitas proyek – proyek. Ia memberikan contoh saat masa pandemik stok aman, karena jumlah pengandara tidak sebanyak saat ini.
40
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan peneliti yang telah ditetapkan serta hasil penelitian yang telah dipaparkan, maka dapat ditarik kesimpulan:
1. Pelaksanaan Pemungutan pada PPh Pasal 22 PT.Pertamina (SPBU) Talasalapang di mana BBM, Gas, dan Pelumas dengan ketentuan PPh yang terutang sebesar 0,25% dari harga penjuan dan pembelian dalam pelaporan PPh Pasal 22 yang telah sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku,.Sesuai dengan peraturan PMK dan Direktorat Jenderal Pajak.
2. Pelaksaan penjualan BBM di SPBU menjadi meningkat apabila pemerintah memberikan hari libur bersam, dan Pelaksanaan pembelian BBM di SPBU Talasalapang mulai memperlakukan harga BBM yang jenis pertalite sama dengan harga BBM bersubsidi.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang ada maka yang merupakan saran penulis yaitu:
1. Sebagai WP atau WP Badan kita harus mengingat sebagai salah satu kewajiban untuk selalu membayar Pajak serta selalu tepat waktu.
2. Terkhusus WP Badan harus selalu melakukan pelaporan terhadap KKP yang sesuai dengan ketentuan peraturan perpajakan.
41
DAFTAR PUSTAKA
B. IIyas, Wirawan., dan Rudy Suhartono. (2013) Praktikum Perpajakan.
Jakarta: In media.
Diana, Anastasia., dan Lilis Setiawati. (2014) Perpajakan Teori dan Peraturan Terkini. Yogyakarta : Yogyakarta
.
Kasim, Chindy Vindy Lisy., dan Ventje lalat. (2016).Perhitungan, Pemungutan,dan Penyetoran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 atas Belanja Barang pada Korem 131 Santiago Manado. Jurnal EMBA.
4.NO. 1.Manado
Lestari, Indria,dan Kumala setia. (2017). Prosedur Perhitungan Pemungutan Pencatatan, Penyetoran, dan Pelaporan PPh Pasal 22 atas Penjualan Bahan Bakar di PT ABC. Jurnal Bisnis dan Akuntansi.
19,no. 1a. Jakarta
Mardiasmo.( 2016) Perpajakan. Bulak Sumur : Yogyakarta
Mapanawang, Mario Angelita., dan Jullie Sondakh. (2018). Evaluasi Penerapan PPh pasal 22 atas Pembelian Barang yang di Biayai dengan APBN dipengadilan Tata Usaha Negara Manado. Jurnal Riset Akuntansi Going Concern. 13 (2). Manado
Miranda, Astrid. (2017). Mekanisme Pemungutan, dan Pelaporan PPh Pasal 22 pada PT Raya. Laporan Pajak. 21.no.1. Jakarta
Riftiasari, Dinar. (2018). Analisis Pemungutan dan Pemotongan atas Pajak Penghasilan Final dan Tidak Final Bendahara Pengeluaran Kementerian. Ejournal. 5 no 2. Jakarta
Rifandi, Agil; Novi Budiarso.(2016). Analisis Pemungutan dan Pelaporan Pajak PPh Pasal 22 atas Kegiatan Impor Barang pada Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Kota Manado. EMBA. 4 No 1. Manado
Sondak, Mattheus Reza. (2013). Evaluasi Perhitungan dan Pelaporan Pajak PPh 22 atas Import Barang. Jurnal EMBA 1 no 3. Manado
Wae,Dominika.,dan Harijanto Sabijino.(2019). Analisis Perhitungan dan Pemotongan PPh Pasal 22 atas Pengadaan Barang pada Kantor Perwakilan Pemda Kabupaten Kepulauan Talaud di Manado.
Akuntansi Indonesia. Volume 1. Manado
42
(https://ahlipajak.com/aspek‐perpajakan‐atas‐spbu/ 5 April 2021)
(https://apepi.id/subpanduan/29/03/2019/pph‐pasal‐22‐﴾pemungutan‐pajak‐
atas‐expor‐dan‐impor 10 April 2021)
(https://bisnis.tempo.co/read/1344581/hadapi‐3‐masalah‐sekaligus‐
pertamina‐kondisi‐cukup‐menantang 10 April 2021)
(http://repository.uma.ac.id/bitstream/123456789/776/5/118330235_file5.pd 15 April 2021 )
(https://www.coursehero.com/file/18557152/Document/ 15 April 2021 ) (https://www.coursehero.com/file/51051706/Makalah‐Ph‐Pasal‐22docx 20
April 2021 )
LAMPIRAN I
SURAT PENELITIAN
44
Tanggal 30 September 2021
LAMPIRAN 2
DAFTAR PERTANYAAN DAN HASIL WAWANCARA
a. PERNYATAAN
I. PEMUNGUTAN PPh PASAL 22 PENJUALAN
46
penurunan harga yang sesuai dengan minyak dunian yang sedang turun
.
2. Penjualan pada pedagang
eceran di pinggir jalan
3. BBM jenis premium di
batasi..
II. PEMUNGUTAN PPh PASAL 22 PEMBELIAN
No. Pernyataan TS KS CS S SS
1. Larangan pembelian BBM dengan jeringen bagi
pedagang eceran
1. Kendala apa saja yang ada dalam penyetoran & pelaporan pada PPh pasal 22?
Jawab :
Menurut pak H dalam pelaporan dan penyetoran tidak memiliki kendala sama sekali sehingga penyetoran dan pelaporan dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa ada kendalan sama sekali,karena pertamina talasalapang menerima hasil laporan dari kantor KKP Madya Makassar.
2. Bagaimana proses pemungutan PPh Pasal 22 penjualan ? Jawab :
Proses pemugutannya dilakukan dengan mengumpulkan dari hasil penjualan bahan Bakar Minyak (BBM) dan dipungut pada saat penertiban surat perinta pengeluaran barang ( deleveri order).
3. Bagaimana proses dalam pemungutan PPh Pasal 22 pembelian ? Jawab :
pemugutannya melalui pengumpulan dari hasil pembelian bahan Bakar Minyak (BBM) yang mana langsung disetor oleh pemungut kas negara melalui bank yang telah ditunjuk oleh Menteri Keuangan dengan menggunakan Surat Setoran Pajak ( SSP).
48
LAMPIRAN 3
DOKUMENTASI
Gambar pada saat wawancara (23 September 2021)
Gambar pada saat pemerimaan Surat Balasan (30 September 2021 )
50
Gambar PT.Pertamina (SPBU) Talasapang kendaraan beroda 2 dan 4 ( 23 September 2021)
Gambar bagian depan kantor SPBU ( 23 September 2021)
52
LAMPIRAN 4
DATA DAN HASIL PENELITIAN
1. Pemugutan PPh Pasal 22 atas Penjualan BBM
Tabel 3.1 bukti pemungutan Penjualan Tahun 2019
Masa Pajak Uraian Harga Tarif
5.396.277.720 0,25 13.490.695
Februari BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
4.989.654.176 0,25 12.474.139
Maret BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
5.425.406.264 0,25 13.563.520
April BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
5.625.332.256 0,25 14.063.335
Mei BBM, Gas,dan
Pelumas ( Final)
5.530.124.120 0,25 13.825.315
Juni BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
5.280.044.560 0,25 13.200.116
Juli BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
5.565.950.208 0,25 13.914.880
agustus BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
5.600.888.224 0,25 14.002.225
September BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
5.615.866.944 0,25 14.039.672
Oktober BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
5.472.096.352 0,25 13.680.246
November BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
5.700.558.880 0,25 14.251.402
Desember BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
5.041.599.716 0,25 15.104.004
Total 65.243.799.420 165.609.549
( Sumber ;Data diolah SPBU 2021)
54
Tabel 3.2 Bukti Pemungutan Penjualan BBM Tahun 2020
Masa Pajak Uraian Harga Tarif
5.518.512.684 0,25 13.796.285
Februari BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
5.012.396.088 0,25 12.530.995
Maret BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
4.517.395.148 0,25 11.293.492
April BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
2.749.742.936 0,25 6.874.360
Mei BBM, Gas,dan
Pelumas ( Final)
3.060.122.220 0,25 7..650.309
Juni BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
3.609.006.608 0,25 9.022.520
Juli BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
3.928.399.772 0,25 9.821.003
agustus BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
4.280.533.000 0,25 10.701.337
September BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
4.546.161.124 0,25 11.365.407
Oktober BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
4.298.301.728 0,25 10.745.759
November BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
4.367.149.092 0,25 10.917.877
Desember BBM, Gas,dan Pelumas ( Final)
4.465.465.468 0,25 11.163.668
Total 50.353.185.868 125.883.012
( Sumber ; Data diolah SPBU 2021)
C. Penyetoran PPh Pasal 22 atas Pembelian BBM
56
Total 2.253.371.939
(Sumber ; Data diolah SPBU 2021)
Tabel 3.4 Bukti Penyetoran Pembelian Tahun 2020
( Sumber ; Data diolah SPBU 2021)
58
60
62
64
BIOGRAFI PENULIS
Nama lengkap penulis SELVI , dilahirkan pada tanggal 5 Februari 2000 di Panaikang Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawasi Selatan. Yang merupakan buah hati dari Ayahanda POPPING dan Ibunda SUKAENA. Sebagai anak keempat dari empat bersaudara. Penulis merupakan berkebangsaan Indonesia dan beragama Islam. Penulis memulai jenjang pendidikan di SD 242 Galung Boddong pada tahun 2006 dan lulus pada tahun 2012. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 42 Bulukumba pada tahun 2012 dan lulus pada tahun 2015. Selanjutnya penulis menempuh pendidikan di SMA Negeri 10 Bulukumba pada tahun 2015 dan lulus pada tahun 2018. Pada tahun yang sama pula penulis melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi di Universitas Muhammadiyah Makassar dengan mengambil jurusan ( D-III ) Perpajakan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Penulis sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh yang maha kuasa ALLAH SWT atas karunianya yang telah memberikan kesehatan, umur panjang hingga sekarang ini sehingga penulis dapat menimbah ilmu untuk bekal di masa depan. Harapan terbesar penulis semoga apa yang diperoleh selama pendidikan dapat bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain.