BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Dalam teori Macmuroh (2014:18) Ekspresi Emosi adalah persepsi dalam bentuk verbal dan non verbal, merupakan aspek penting menentukan efektivitas dalam komunikasi hubungan interpersonal. Terdiri dari beberapa sikap yaitu permusuhan & kritik yang berlebihan, dalam jurnal (Macmuroh, 2014:18)
Awad (2008:87) & Kung (2003:3) Caregiver adalah Individu yang secara umum merawat dan mendukung individu lain (pasien) dalam kehidupannya merupakan caregiver (Awad dan Voruganti, 2008 :87). Caregiver mempunyai tugas sebagai emotional
support, merawat pasien / pendamping seorang penderita
(memandikan, memakaikan baju, menyiapkan makan, mempersiapkan obat), mengatur keuangan, membuat keputusan tentang perawatan dan berkomunikasi dengan pelayanan kesehatan formal (Kung, 2003: 3).
Eksprsesi emosi dengan pendamping skizofrenia selalu berhubungan, karena adanya pendampingan maka pendamping mengalami beban dan selalu mendapatkan pengalaman psikis yang di tampakkan menjadi ekspresi emosi, seperti yang dijelaskan dalam penelitian-penelitian sebelumnya, dan dalam penelitian ini masing-masing subjek menunjukkan ekspresi emosinya, serta dalam pembahasan ini peneliti mengungkapkan ekspresi emosi pendamping skizofrenia pada subjek RH dan Subjek M
1. Ekspresi emosi yang tampak pada Subjek RH mengalami beban luka batin ketika ibunya menamparnya di depan umum, atau menyemburkan nasi ke subjek RH, bahkan subjek RH mengalami kekerasan dari penderita yang tidak lain adalah ibunya sendiri, terlebih lagi subjek tidak mampu bercerita pada siapapun membuat subjek
merasa tidak berdaya, emosi yang meledak-ledak membuat subjek lebih mudah mengumpat orang-orang di sekelilingnya.
Subjek RH bukan tidak mau berbagi cerita dengan orang lain hanya saja subjek dianggap atau lagi-lagi di bilang sebagai anak durhaka yang menjelek-jelekkan ibunya sendiri, belum cukup subjek menyimpan semuanya sendiri, subjek harus menerima cemoohan dari orang lain bahkan dari adiknya sendiri yang tidak mau menerima keadaan ibunya bahwa ibunya sakit.
2. Ekspresi emosi yang tampak pada Subjek M lebih pada pasrah, karena subjek telah melakukan banyak hal, kemudian perasaan pasrahya membuat subjek, beban yang dialami oleh subjek M hampir sama dengan subjek RH, subjek M merasa malu dan menyesal, malu ketika anaknya berjalan-jalan di kampung sambil ngomel-ngomel kemudian, semua orang mengenal bahwa anak subjek adalah anaknya, selain perasaan malu tersebut subjek M merasa menyesal mengapa subjek memiliki anak seperti anak subjek, lalu mengapa sudah berusaha di bawa kemana-mana tetapi belum juga sembuh, hal itu yang membuat subjek M merasa sangat sedih, belum selesai semua itu subjek M lagi-lagi harus menerima cemoohan dari orang-orang disekitarnya, karena anaknya sering berjalan-jalan sering membuat orang takut dan tak jarang juga subjek mendapat cemoohan, semua hal itu menimbulkan ekspresi emosi perasaan tidak berdaya.
Selain ekspresi emosi yang ditampakkan dalam penelitian ini dapat dilihat juga keunikkan subjek yang ada dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut, keunikan subjek RH, yang pertama subjek mampu mengambil alih peran ibu dalam keluarganya, di saat usianya 12 tahun, dan subjek tetap mampu menyelesaikan sekolahnya hingga sampai sekarang tetap bersekolah di bangku SMA di lain pihak juga subjek harus merawat adik-adiknya serta mendampingi ibunya yang sedang sakit. Keunikan yang kedua dari subjek RH adalah subjek dapat menerima keadaan ibunya dan memilih untuk merawat ibunya dari pada bermain dengan teman-teman sebayanya.
Keunikan subjek M yang di angkat dalam penelitian ini antara lain yang pertama subjek M yang memiliki usia 54 tahun yang mana usia ini memiliki kualifikasi dewasa akhir yang akan memasuki masa lansia, seharusnya pada saat ini anak – anak yang mulai memahami orang tua, tetapi yang terjadi pada subjek M, subjek M memiliki kesabaran yang lebih baik dari pada orang – orang yang sebayanya, subjek menjadi pendamping dan merawat anaknya layaknya subjek masih muda dan anaknya masih kecil, kesabaran di masa dewasa akhir yang menjadikan keunikkan subjek M, selain itu subjek M mampu menerima keadaan anaknya dan pasrah dengan keadaan anaknya, sikap subjek M jarang di temui oleh kebanyakan orang yang lebih sering mengeluh dan tidak terima dengan keadaan anak-anaknya yang sedang sakit menderita diagnosa skizofrenia.
Perasaan yang dirasakan oleh subjek RH dan M adalah sebuah wujudan dari ekspresi emosi yang dirasakan selama ini, dalam sarlito (2009:125-127) menyebutkan emosi dasar antara lain marah, enggan, berani, kecewa, hasrat, putus asa, takut, benci, berharap, cinta, sedih, jijik, gembira, kejutan, minat, kaget, duka, gusar, teror, cemas, tidak suka, stress, rasa bersalah, malu, tidak berdaya, kagum, perasaan lembut, sakit, senang, pasrah, menyesal, memaafkan, berduka, berterima kasih, empati, ingin tahu, antipasi. Dalam penelitian ini kedua subjek mendapatkan perasaan malu, tidak berdaya, pasrah, adalah perasaan yang sama-saama dirasakan keduanya yang ada dalam penjelasan emosi dasar sarlito (2009:125-127), selain itu subjek RH juga merasakan perasaan yang berbeda yaitu sakit, takut, benci di dalam emosinya, sedangkan subjek M perasaan yang lain adalah perasaan menyesal. Kedua perasaan yang lain yang tidak sama juga termasuk dalam emosi dasar manusia, sehingga dalam penelitian ini tampak bagaimana emosi seorang pendamping penderita skizofrenia yang bertahan bertahun-tahun untuk mendampingi dan merawat keluarganya yang menderita skizofrenia.
94
Berdasarkan pembahasan maka kesimpulan dari penelitian ini adalah memberikan gambaran dua orang subjek yang mengalami beban sebagai seorang pendamping, beban ini terjadi karena adanya keterlibatan emosi di dalam pendampingan penderita skizofrenia, dalama hal ini banyak kesamaan ekspresi emosi yang di ungkapkan diantara keduanya, perasaan malu, tidak berdaya, pasrah, adalah perasaan yang sama-saama dirasakan keduanya.
Selain itu di dapatkan keunikan dari kedua subjek dalam penelitian ini, keunikan subjek RH, yang pertama subjek mampu mengambil alih peran ibu dalam keluarganya, di saat usianya 12 tahun, dan subjek tetap mampu menyelesaikan sekolahnya hingga sampai sekarang tetap bersekolah di bangku SMA yang di lain pihak juga subjek harus merawat adik-adiknya serta mendampingi ibunya yang sedang sakit. Keunikan yang kedua dari subjek RH adalah ketika ibu subjek sakit subjek masih berumur 12 tahun, dan subjek dapat menerima keadaan ibunya dan memilih untuk merawat ibunya dari pada bermain dengan teman-teman sebayanya.
Keunikan subjek M yang di angkat dalam penelitian ini antara lain yang pertama subjek M yang memiliki usia 54 tahun yang mana usia ini memiliki kualifikasi dewasa akhir yang akan memasuki masa lansia, seharusnya pada saat ini anak – anak yang mulai memahami orang tua, tetapi yang terjadi pada subjek M, subjek M memiliki kesabaran yang lebih baik dari pada orang – orang yang
sebayanya, subjek menjadi pendamping dan merawat anaknya layaknya subjek masih muda dan anaknya masih kecil, kesabaran di masa dewasa akhir yang menjadikan keunikkan subjek M, selain itu subjek M mampu menerima keadaan anaknya dan pasrah dengan keadaan anaknya, sikap subjek M jarang di temui oleh kebanyakan orang yang lebih sering mengeluh dan tidak terima dengan keadaan anak-anaknya yang sedang sakit menderita diagnosa skizofrenia.
Perbedaan Exspressive emosi yang di tunjukkan oleh subek juga memiliki beban yang berbeda yang dirasakan oleh subjek, hal itu tergantung bagaimana oengalaman subjek dalam merawat penderita skizofrenia seperti subjek RH yang mengalami kekerasan pasti akan berbeda dengan subjek M yang tidak mengalami kekerasan. sehingga dalam penelitian ini terlihat jelas bahwa exspressive emosi kedua subjek berbeda.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut :
Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disarankan bagi:
1. Bagi subjek RH dan M setiap individu yang mengalami salah satu anggotanya penderita skizofrenia akan merasakan hal yang sama, hanya yang menuntukkan beratnya atau tidaknya tergantung pengalaman subjek dalam merawat penderita skizofrenia, sehingga disarankan bagi pendamping penderita skizofrenia mempunyai pengetahuan tentang penyakitnya dan bagaimana menanganinya sehingga beban pendamping mampu di minimalisir dan mampu melatih penderita untuk hidup mandiri.
2. Bagi keluarga, terus memberi dukungan sosial kepada kedua subjek agar subjek mampu menghadapi pengalaman yang tidak menyenangkan dari orang lain sehingga tidak menimbulkan perasaan terpuruk karena beban pendampingan penderitaskizofrenia.
3. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan membandingkan pendamping penderita skizofrenia lebih beragam lagi, sehingga lebih terlihat jelas pengalaman – pengalaman pendamping penderita skizofrenia yang lain dan mampu memberikan gambaran baru bagi pendamping penderita skizofrenia yang lain, serta waktu untuk melakukan penelitian diperbanyak lagi.
97
Alex, Sobur, Drs. (2003). Semiotika Komunikasi. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Allende, J.A. & Spradley, B. W. (2001). Community Health Nursing : Concept And Practice, Fifth Edition. Lippincont : Philadelphia.
Arikunto, (2007). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Aksara
Amitya Kumara, Dampak Kemampuan Verbal Terhadap Kualitas Ekspresi Tulis, Universitas Gadjah Mada, Jurnal Psikologi 2001, No.1, 35-40.
Awad A.G., Varuganti L.N. 2008. The burden of Schizophrenia on caregiver : a review. Pharmacoeconomic
Bolton, Gillie. (2000). The Therapeutic Potential Of Creative Writing. Jessica Kingsley Publishers; 1st Edition.
Bogdan, R. Dan Taylor, S.J. (1993), Dasar – Dasar Penelitian Kualitatif, diterjemahkan Oleh A. Khozin Afandi, Usaha Nasional, Surabaya.
Davidson, G, C., Neale, J. M., Kring, A.M. (2004). Abnormal Psychology (9th Ed). New York : John Wiley & Sos Inc.
Darwin, P, Hadisukanto, G, Elvira, S, D, Beban Perawatan Dan Ekspresi Emosi Pada Pramurawat Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa, Departement Psikiatri, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Cipto
Mangunkusumo, Jakarta. J Indon Med Assoe, Volume: 63, Nomor: 2,
Februari 2013 : 46-50.
Departemen Kesehatan Ri (2010). Laporan Riskesdas 2010, Dalam Http://Www.Riskesdas.Litbang.Depkes.Go.Id/Download/Laporan_Riskes das_2011.Pdf, Diakses Tanggal 20 Oktober 2014.
Dinkes Provinsi Bengkulu (2008). Profil Kesehatan Provinsi Bengkulu Tahun 2008.
Fitrikasari, A,Kadarman, A, S, Woroasih, S, Sarjana, W,. Gambaran Beban Caregiver Penderita Skizofrenia Di Poiklinik Rawat Jalan Rsj Amino Gondohutomo Semarang, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Med Hosp 2012; Vol 1 (2) :118-122.
Friedman, Marlyn M. (1998). Keperawatan Keluarga: Teori dan Praktik ; alih bahasa, Ina Debora R.L.,Yoakim Asy; Editor, Yasmin Asih, Setiawan,Monica Ester.Ed 3.-Jakarta : EGC
Harry Theozard Fikri, Pengaruh Terapi Menulis Pengalaman Emosional Dalam Terapi Ekspresif Terhadap Emosi Marah Pada Remaja, Universitas Putra Indonesia YPTK, Humanitas, Vol. Ix No.2 Agustus 2012.
Hardjodisastro, Daldiyono, dr, DR, Prof. (2006), Menuju Seni Ilmu Kedoteran (Bagaiman dokter berfikir, bekerja, dan menampilkan diri. Jakarta : PT.Gramedia Pustaka Utama.
Harlock, B, E. (1999). Psikologi Perkembangan, Edisi Lima. Jakarta : Erlangga Kaplan, H.I., Sadock, B.J. & Grebb, J.A. (2010). Sinopsis Psikiatri: Ilmu
Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis, Jilid Satu. Tangerang: Binarupa Aksara Publisher.
Kung, B. W. (2003). Chinese American caregiver of patient with schizophrenia, Family Challenges. New York : Guildford.
Makmuroch, Kefektifan Pelatihan Keterampilan Regulasi Emosi Terhadap Penurunan Tingkat Ekspresi Emosi Caregiver Pasien Skizofrenia Di Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta, Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Wacana Jurnal Psikologi Vol.6 No.11 Januari 2014; 14-34.
Maldonado Jg, Urizar Ac, Kavanagh Dj. (2005) Burden Of Care And General Health In Families Of Patients With Schizophrenia. Social Psychiatry And Psychiatric Epidemiology : Austria Press
Maramis, W.F. & Maramis, A.A. (2009). Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya: Airlangga University Press.
Moleong, Prof. DR. Lexy J., M.A. (2009). Metodelogi Penelitian Kualitatif. (rev. Ed). Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nainggolan, N, J & Hidajat, L . Profil Kepribadian Dan Psychological Well-Being Caregiver Skizofrenia, Jurnal Soul, Vol.6, No.1, Maret 2013;21-42. Nursalam. 2003. Konsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan:
Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
Ochoa S, Vilaplana M, Haro Jm, Villalta-Gil V, Martinez F, Negredo Mc, Casacuberta P, Paniego E, Usall J, Dolz M, Autonell J, (2008) The Nedes Group. Do Needs, Symptoms Or Disability Of Outpatiens With
Schizophrenia Influence Family Burden? , Social Psychiatry And
Psychiatric Epidemiology :Austria Press
Pennebaker,J.W. 1997. Writing About Emotional Experiences As A Therapeutic Process. American Psychological Society .
Pennebaker,J.W. 2002. Ketika Diam Bukan Emas: Berbicara Dan Menulis Sebagai Terapi. Bandung: Mizan.
Pannebaker, J. W & Chung, C.K. (2005). Expressive Writing : Connections To
Physical And Mental Healt. Oxford Handbook Of Health Psychology.
New Yorl : Oxford University Press
Phillips, M.R., Pearson, V., Li, F., Xu and Yang, 2002. Stigma and Expressed Emotion : A Study of People With Schizophrenia and Their Family Members in China, British Journal of Psychiatry 181: 488-493.
Pinel, J.P.J. (2012). Biopsikologi , Edisi Ketujuh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Plotnik, R. & Kouyoumdijan, H. (2011). Introduction To Psychology, 9th Edition.
Purin, B.K., Laking, P.J. & Treasaden, I.H. (2008). Buku Ajar Psikiatri , Edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran Egc.
Poerwandari, E. Kristi. (2005). Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Jakarta: LPSP3 UI.
Reyza Dahlia Murti, Pengaruh Expressive Writing Terhadap Penurunan Depresi Pada Remaja SMK Di Surabay, Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya, Jurnal Psikologi Klinis Dan Kesehatan Mental Vol.1 No.2, Juni 2012
Sarafino E.P., 2006. Health psychology. Amerika Serikat: John Wiley & sons Inc. Schene A.H., Van W.B., Koeter M.W. 1998. Family caregiving in schizophrenia:
domains and distress. Schizophr Bull. 24: 609-18.
Sugiyono. (2011). Metode penelitian kualitatif, R & D. Bandung : Alfabeta. Tavris,Carol., & Carole Wade., (2007). Psikologi jilid 2.I Jakarta : Erlangga. Watson, D. (1988). Intraindividual And Interindividual Analyses Of Posi-Tive
And Negative Affect: Their Relation To Health Complaints, Per-Ceived
Stress, And Daily Activities. Journal Of Personality And Social
Psychology, 54.
Wahyuning Sri Herdiani, Pengaruh Ekspressive Writing Pada Kecemasan Menyelesaikan Skripsi, Fakultas Psikologi Universitas Surabaya, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.1 No.1 2012; 1-19
Wuryaningsih, E,W, Yani, A, Hamid, Helena N, Studi Fenomenologi: Pengalaman Keluarga Mencegah Kekambuhan Perilaku Kekerasan Pasien Pasca Hospitalisasi RSJ, Jurnal Keperawatan Jiwa. Volume 1, No.2, Novembeer 2013: 178-185.
Yusuf S. 2000. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosadakarya.