BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3. Pembahasan
mengandalkan Modal Sendiri (Ekuitas) yang dimiliki bank, yang berarti bahwa mampu memperbaiki kinerja keuangannya dalam hal perolehan labadari tahun ke tahun. Hal ini sesuai dengan teori Suardana (2008) yang menyatakan bahwa Rentabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan sebelum pajak dengan modal rata-rata yang digunakan, maka dengan rentabilitas tinggi mencerminkan efisiensi perusahaan yang tinggi. Jadi, rentabiltas ini menjadi alat ukur efektivitas dan efisiensi operasi perusahaan dalam menggunakan modalnya untuk menghasilkan laba, maka marjin keuntungan, rasio operasi, dan produktivitas tenaga kerja merupakan faktor-faktor yang mencerminkan efisiensi dan hal ini tercermin dalam rentabilitas. Jadi rentabilitas memiliki pengaruh yang positif terhadap harga saham.
4.3.2. Pembahasan Pengaruh Likuiditas Terhadap Harga Saham
Berdasarkan hasil pengujian untuk variabel Likuiditas / LDR secara parsial tidak berpengaruh terhadap Harga Saham, hal ini menunjukkan bahwa sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia bahwa LDR perusahaan perbankan tidak boleh lebih dari 110%, jadi apabila ada perbankan yang mempunyai LDR tinggi, bahwasannya bank tersebut mempunyai risiko yang tinggi pula. Oleh karena itu hasil yang diperoleh dari beberapa bank, tidak melebihi dari 110 %, maka tidak begitu pengaruh terhadap harga saham. Karena apabila dengan tingginya LDR terjadi kesenjangan antara jumlah kredit dengan jumlah simpanan yang berdampak pada makin rendahnya likuiditas bank
kredit yang disalurkan tersebut ternyata sebagian besar menjadi kredit macet, dengan kredit macet itulah maka akan menaikkan tingkat NPL (Non Performing Loan). Hal ini tidak sesuai dengan teori Menurut Purnomo (2007) semakin tinggi rasio LDR maka akan semakin tidak liquid perusahaan perbankan dikarenakan bank tidak mempunyai cash asset yang cukup untuk membayar tagihan atau penarikan para deposannya sehingga akan mengakibatkan hilangnya kepercayaaan masyarakat akan kemampuan bank dalam pemenuhan likuiditasnya karena masyarakat tidak leluasa dalam melakukan penarikan atas dananya, jika bank tersebut tidak mempunyai cash asset yang cukup untuk membayar tagihan para deposannya.
4.3.3. Pembahasan Pengaruh Solvabilitas Terhadap Harga Saham
Berdasarkan hasil pengujian untuk variabel Solvabilitas / DER secara parsial berpengaruh terhadap Harga Saham, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan bank untuk menutupi seluruh hutang-hutangnya dengan mengandalkan Ekuitas yang ia miliki sangat kecil. Dengan kata lain, bila mengandalkan Ekuitas bank sebagai alat pembayar hutang, maka hanya sebagian kecil saja hutang yang mampu di lunasi. Untuk itu, tampaknya bank harus berusaha untuk memperbesar cadangan Ekuitasnnya secara bijak (melakukan manajemen permodalan secara cermat), agar selain dapat memperbesar kemampuannya dalam membayar hutang, profitabilitas bank yang merupakan konsekuensi penggunaan ekuitas bank tidak akan terganggu secara signifikan. Hal ini sesuai dengan teori Suwarno (2003) jika rasio solvabilitas meningkat, maka modal sendiri yang dimiliki bank meningkat sehingga tersedia dana murah yang cukup besar untuk mengakselerasi
meningkatkan laba perusahaan yang pada akhirnya membuka peluang untuk pengembangan skala usaha dan peluang pembagian dividen kepada pemegang saham.
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Setelah mengetahui permasalahan, meneliti dan membahas hasil penelitian tentang pengaruh Rentabilitas, Likuiditas, Solvabilitas terhadap Harga Saham maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut : a. Rentabilitas (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Harga Saham,
b. Likuiditas (X2) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Harga Saham,
c. Solvabilitas (X3
1. Selain melakukan analisa terhadap kinerja keuangan perusahaan bank (kondisi internal perusahaan), didalam memperkirakan pergerakan harga saham perusahaan, investor juga harus menganalisa faktor-faktor yang berasal dari luar perusahaan (kondisi ekstern perusahaan) yang berhubungan dengan kondisi perdagangan efek, antara lain
) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Harga Saham,
. 5.2. Saran
Berdasarkan uraian diatas maka dapat dikemukakan beberapa saran yang kiranya dapat dijadikan bahan bagi perusahaan, investor dan peneliti selanjutnya dalam menentukan kebijaksanaan dimasa yang akan datang.
transaksi dan kondisi lingkungan yang mencakup kestabilan ekonomi dan politik, sebagai bahan pertimbangan analisa sebelum mengambil keputusan untuk menginvestasikan dananya dalam bentuk saham, dikarenakan sahamsaham perusahaan perbankan yang telah diperdagangkan di BEJ sangat peka terhadap gejolak indikator makro tersebut.
2. Bagi pihak perusahaan perbankan yang telah menjual sahamnya di BEI, hendaknya lebih meningkatkan modal yang dimiliki dan peningkatan efisiensi terhadap pengelolaan aktiva sehingga akan meningkatkan profit perusahaan, agar menjadi salah satu prioritas atau dasar pertimbangan pengambilan keputusan bagi investor dalam berinvestasi yang akan berdampak pada naiknya harga saham perusahaan, sehingga rasio keuangan tersebut memiliki pengaruh yang lebih baik didalam menjelaskan mengenai harga saham.
3. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan faktor lain dalam menguji Harga Saham sehingga penelitian dapat digeneralisasikan.
Ang, Robert. 1997. Buku Pintar Pasar Modal Indonesia. Jakarta: Mediasoft Indonesia. Anonim, 2003. Pedoman Penyusunan Usulan Penelitian dan Skripsi, Penerbit Fakultas
Ekonomi UPN “Veteran” Jawa Timur, Surabaya.
Baridwan, Zaki, 1999, Intermediate Accounting, Penerbit BPFE, Yogyakarta
Budiawan. 2009. ”Analisis Perbedaan Rasio-rasio CAMEL Dalam Menilai Tingkat Kesehatan Bank Sebelum dan Sesudah Krisis Ekonomi Pada PT BPR ”Ubudmas Dharmasentana” di Sukawati, Gianyar. Skripsi Sarjana Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar.
Dahlan, Siamat ; 1993, Manajemen Lembaga Keuangan, Jakarta. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indinesia.
Djarwanto. 1998. Pokok-pokok Analisis Laporan Keuangan. Edisi Pertama.Yogyakarta: BPFE UGM.
Faisol, Ahmad, 2007, Analisis Kinerja Keuangan Bank Pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Jurnal Bisnis & Manajemen, Volume 3 No.2, Januari 2007
Ghozali, Imam, 2001, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Cetakan keempat, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Harahap, Sofyan Syafri, 2002, Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Husnan, Suad, 2002. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Edisi ketiga. Yogyakarta: YKPN.
Jumigan, 2006. Akuntansi Pajak. Gramedia. Jakarta
Kasmir. 2003. Manajemen Perbankan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Kieso, 1995. Akuntansi Intermediete, Terjemahan Emil Salim, Jilid 1, Edisi Kesepuluh, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Kuncoro, Mudrajad dan Suhardjono. 2002. Manajemen Perbankan, Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE.
Buletin Studi Ekonomi Vol. 12 No. 1
Munawir, Slamet. 1997. Analisa Laporan Keuangan, Edisi Keempat.Yogyakarta: Liberty.
Purnomo. 2007. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Edisi Kedua. Yogyakarta: Ekonisia Raymond, McLeod. 1996. Manajemen Keuangan ”Teori dan Aplikasi”. Edisi Keempat.
Yogyakarta: BPFE.
Riyanto, Bambang, 1997, Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisi Keempat, Penerbit BPFE, Yogyakarta.
________________, 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE. Riyanto, Bambang. 2000. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE.
Rosyidi, 1999. Akuntansi Biaya, Perencanaan dan Pengendalian Biaya serta Pembuatan Keputusan, Buku kedua, BPFE-UGM, Yogyakarta.
Santoso, Singgih, 2002, SPSS Statistik Parametrik, Penerbit PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
Sawir, Agnis, 2005, Analisis Kinerja Keuangan Dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. PT Gramedia Pustaka Utama, Anggota IKAPI, Jakarta.
Sitompul, Anwar. 1996. Pasar Modal (Penawaran Umum Dan Masalahnya). Bandung: Citra Aditya Bhakti.
Standar Akuntansi Keuangan, 2007. Kerangka Dasar Penyusunan Penyajian Laporan Keuangan.Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia.
Suardana 2008, Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Harga saham. Jurnal Manajemen Keuangan Vol. 5 No.1
Subagyo. 1997. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. Sudjana, 2002, Metode Statistika, Edisi Revisi, Cetakan Keenam, Bandung, Tarsito. Sumarsono, 2002. Metode Penelitian Akuntansi. Universitas Pembangunan Nasional
Syafaruddin, Alwi, 1994. Analisis Kinerja Keuangan, BPFE, Yogyakarta.
Tandellin, Eduardus. 2001. Pengaruh Investasi dan Manajemen Portofolio.Yogyakarta: BPFE UGM.
Ulupui, 2009, ”Analisis pengaruh rasio likuiditas, leverage, aktivitas, dan Profitabilitas terhadap Harga saham (studi pada perusahaan makanan dan minuman dengan kategori Industri barang konsumsi di BEJ), Jurnal Manajemen Keuangan Vol. 4 No.1
Weston, Fred, 1990, Financial Theory and Corporate Polecy, Third, Edition, Addison Wesley publishing Company Inc., Philipines,