BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
1. Hasil Belajar Membaca Ekstensif Teks Nonsastra dengan Metode Learning Community pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua
Kabupaten Wajo
Hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua melalui metode learning community. Berdasarkan analisis hasil belajar diperoleh rata-rata skor tes hasil belajar siswa pada siklus I adalah 67,9 dengan persentase ketuntasan 60% sedangkan rata-rata skor hasil belajar pada siklus II adalah 78,2
dari skor ideal 100 yang mungkin dicapai dengan persentase ketuntasan 80%. Hal ini menunjukkan bahwa kuantitatif terjadi peningkatan rata-rata skor tes hasil belajar bahasa Indonesia membaca ekstensif teks nonsastra siswa kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua.
Pada siklus II tampak bahwa hampir semua siswa mengalami peningkatan skor hasil belajar bahasa Indenesia. Hal ini disebabkan pada siklus II siswa telah mampu menyelesaikan tugas sesuai prosedur yang diharapkan sehingga umumnya siswa dapat memperoleh skor pada setiap butir penilaian. Setelah pembelajaran dengan menggunakan metode learning community siswa mampu membaca ekstensif teks nonsastra dengan baik.
Belajar adalah suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui proses latihan dan interaksi dengan lingkungannya dalam upaya melakukan perubahan dalam dirinya secara menyeluruh baik berupa pengalaman, sikap, dan perilaku. (Kosasih dan Dede Sumarna 2013: 10).
Menurut Oemar Hamalik (Kosasih dan Dede Sumarna 2013: 38) hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti.
2. Perubahan Sikap Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua Kabupaten Wajo
Berdasarkan analisis aktivitas belajar siswa diperoleh bahwa terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa kelas Kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua
Kabupaten Wajo. Jika dibandingkan hasil observasi siklus I dan siklus II, persentase rata-rata kehadiran siswa meningkatkan dari 93,3 % menjadi 98,8%.
siswa yang mendengarkan pembelajaran guru meningkat dari 64,4% menjadi 85,5%, siswa yang aktif dalam kegiatan bertanya dan berkomentar meningkat dari 23,3% menjadi 47,7%, siswa yang antusias dalam kegiatan pembelajaran membaca ekstensif teks nonsastra meningkat dari 74,4% menjadi 91,1%, dan siswa yang antusias dalam menemukan ide pokok meningkat dari 85,5% menjadi 90%, serta siswa yang aktif dalam diskusi kelompok meningkat dari 50 % menjadi 57,7%.
Terjadinya peningkatan persentase aktivitas belajar siswa kelas kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua, kehadiran siswa mengikuti proses pembelajaran dan jumlah siswa yang menanggapi pertanyaan guru dan mengajukan pertanyaan menunjukkan antusias aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran.
Peningkatan jumlah siswa yang mengajukan pertanyaan berarti bahwa sebagian besar siswa merasa sulit mengerjakan tugas. Namun, juga menunjukkan keinginan untuk berani mengajukan pertanyaan yang patut dihargai.
Kelebihan dari metode learning community yaitu terbentuk dari kelompok-kelompok belajar dengan dihadahapkan pada permasalahan kongkret terkait dengan materi pembelajaran yang diberikan. Dalam masyarakat belajar dituntut adanya kerjasama dan ineraksi yang baik untuk menciptakan dialog antar anggota kelompoknya secara optimal. (Wardoyo 2013:59).
Penulis menyadari bahwa untuk menumbuhkan minat siswa kelas X kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua dalam pembelajaran bahasa Indonesia membaca ekstensif teks nonsastra perlu dirancang pembelajaran yang mengaitkan materi yang dipelajari dengan metode learnig community. Yang terpenting juga adalah membelajarkan siswa antusias, keberanian mengungkapkan pikiran, serta
menumbuhkan motivasi untuk belajar bahasa Indonesia. Adanya peningkatan aktivitas belajar siswa pada siklus II tersebut menunjukkan bahwa banyak kemajuan yang dicapai oleh siswa kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua Kabupaten Wajo setelah dilaksanakan pembelajaran melalui metode learning community.
Uraian di atas menunjukkan bahwa pembelajaran melalui metode learning community dapat mengubah sikap siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal.
.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian pembahasan disimpulkan bahwa “penerapan metode learning community dapat meningkatkan keterampilan membaca ekstensif teks nonsastra siswa kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua Kabupaten Wajo.
Pada siklus I dan siklus II, dengan hasil nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus I yaitu 67,9 dengan ketuntasan 60%, nilai yang diperoleh siswa pada siklus I menjadi perhatian yang serius bagi peneliti dan guru. Sehingga pada pelaksanaan siklus II nilai rata-rata yang diperoleh siswa mencapai 78,4 dengan ketuntasan 80%.
Peningkatan hasil tes juga diikuti oleh perubahan sikap siswa kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua ke arah yang positif setelah dilaksanakan pembelajaran membaca ekstensif teks nonsastra dengan metode learning community. Hal tersebut dapat diketahui dari aktivitas siwa. Siswa yang pada siklus I cenderung pasif, kurang antusias mendengarkan penjelasan guru, bermalas-malasan dalam mengerjakan tugas pada siklus II berubah menjadi aktif dan serius mendengarkan penjelasan guru. Mereka terlihat antusias dalam proses pembelajaran dengan cara aktif dan mengerjakan tugas yang diberikan guru.
B. Saran
Saran yang dapat diberikan peneliti berdasarkan pada simpulan hasil penelitian ini sebagai berikut.
48
1. Guru hendaknya menggunakan metode learning community yang dapat dijadikan alternatif dalam pembelajaran membaca ekstensif teks nonsastra karena dapat memotivasi serta mendorong keaktifan siswa dalam pembelajaran. Penerapan pendekatan ini telah terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam mengidentifikasi ide pokok pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua Kabupaten Wajo.
2. Siswa hendaknya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran membaca ekstensif teks nonsastra dengan semangat dan berperilaku positif.
3.
Sebagai tindak lanjut penerapan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan metode learning community, diharapkan guru lebih kreatif dalam menyajikan pelajaran agar siswa dapat lebih termotivasi, dan lebih terlatih dalam berpikir untuk menemukan penyelesaian soal/masalah.50
http://www.referensimakalah.com/2013/03/strategilearningcommuntity.html?m=1 ,diakses 8 Juni 2014).
Kosasih, N. & Sumarna, S. 2013. Pembelajaran Quantum dan Optimalisasi Kecerdasan. Bandung: Alfabeta.
Nurhadi. 1989. Meningkatkan Kemampuan Membaca. Bandung : Sinar Baru Algensindo.
Puspita, 2010. Masyarakat Belajar (Learning Community), (Online), (http://pembelajarsmknikertosono.blogspot.com/2010/09/masyarakatbelajar -learning-community.html?m=1. diakses 8 Juni 2014).
Rahim, A Rahman. 2012. Bunga Rampai Pembelajaran. Makassar : Membumi Publishing.
Riyanto, Yatim. 2012. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Kencana.
Suyitno. 1985. Teknik Pengajaran Apresiasi Sastra dan Kemampuan Bahasa.
Yogyakarta : PT Hanindita.
Tarman. 2011. Dasar Keterampilan Membaca. Diktat. Makassar: FKIP Unismuh Makassar.
Tarigan, Henry Guntur. 1987. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung : Angkasa.
Tim Penyusun FKIP Unismuh Makassar. 2012. Pedoman Penulisan Skripsi.
Makassar: Panrita Press Unismuh Makassar.
Wardoyo, Sigit Mangun. 2013. Pembelajaran Kontruktivisme. Bandung : Alfabeta.
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Pitumpanuan Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas/Semester : X /I ( Ganjil)
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
A. Standar Kompetensi Membaca :
Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca.
B. Kompetensi Dasar
Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca ekstensif.
C. Indikator a. Kognitif
Proses
Membaca isi teks nonsastra dengan teknik membaca ekstensif.
Produk
Menentukan ide pokok paragraf dalam teks nonsastra.
b. Afektif
Karakter: Kerja keras, bertanggung jawab, santun dan jujur
Sosial : Bekerja sama dengan teman kelompok.
c. Psikomotor
Membaca isi teks nonsastra dengan teknik membaca ekstensif.
D. Tujuan Pembelajaran a. Kognitif
Proses
Siswa dapat menentukan ide pokok paragraf dalam teks nonsastra.
b. Afektif
Karakter: Kerja keras, bertanggung jawab, santun dan jujur
Sosial : Bekerja sama dengan teman kelompok.
c. Psikomotor
Siswa mampu membaca isi teks nonsastra dengan teknik membaca ekstensif.
E. Materi Pembelajaran
Pengertian teks nonsastra
Ide pokok paragraf
F. Metode dan Model Pembelajaran
Metode : Learning community (Masyarakat Belajar)
Model : Contextual Teaching and Learning (CTL) G. Langkah-langkah Pembelajaran:
Tahapan Kegiatan Waktu karakter
Kegiatan Awal 10 Menit
1. Mengucapkan salam dan berdoa 2.Absensi
3.Menyiapkan psikologi siswa dan memotivasi siswa untuk belajar
4.Menyampaikan tujuan pembelajaran: kognitif (Produk dan proses); psikomotorik; dan afektif (keterampilan sosial dan prilaku berkarakter
Relegius
2. Siswa menanyakan materi yang belum dipahami
3. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok
4. Siswa membaca ekstensif teks nonsastra 5. Siswa menentukan ide pokok paragraf teks
nonsastra.
jawab santun dan jujur
Kegiatan akhir 10 Menit
1. Guru memberikan evaluasi
2. Guru bersama siswa menyimpulkan atau merangkum materi pembelajaran
3. Guru merefleksi kegiatan pembelajaran (menghargai prestasi).
4. Guru menutup pembelajaran dan menyampaikan pesan- pesan moral
Refleksi
H.Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat : spidol
Bahan : buku LKS
Sumber : artikel dari media cetak (koran) atau elektronik (internet)
Indikator 1. Menemukan ide pokok
paragraf dalam teks nonsastra
Tugas
kelompok uraian 1. Catatlah ide pokok paragraf dalam teks nonsastra
Penilaian afektif siswa selama proses pembelajaran berlangsung
No. Aspek Sikap
1. Menjadi pendengar yang baik 2. Bekerja sama dengan teman kelas
Makassar, Agustus 2014 Mahasiswa
Suharti
10533 6493 10
Mata Pelajaran : Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas/Semester : X /I ( Ganjil)
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
A. Standar Kompetensi Membaca :
Memahami berbagai teks bacaan nonsastra dengan berbagai teknik membaca.
B. Kompetensi Dasar
Menemukan ide pokok berbagai teks nonsastra dengan teknik membaca ekstensif.
C. Indikator a. Kognitif
Proses
Membaca isi teks nonsastra dengan teknik membaca ekstensif.
Produk
Menentukan ide pokok paragraf dalam teks nonsastra.
b. Afektif
Karakter: Kerja keras, bertanggung jawab, santun dan jujur
Sosial : Bekerja sama dengan teman kelompok.
c. Psikomotor
Membaca isi teks nonsastra dengan teknik membaca ekstensif.
D. Tujuan Pembelajaran a. Kognitif
Proses
Siswa dapat menentukan ide pokok paragraf dalam teks nonsastra.
b. Afektif
Karakter: Kerja keras, bertanggung jawab, santun dan jujur
Sosial : Bekerja sama dengan teman kelompok.
c. Psikomotor
Siswa mampu membaca isi teks nonsastra dengan teknik membaca ekstensif.
E. Materi Pembelajaran
Pengertian teks nonsastra
Ide pokok paragraf
F. Metode dan Model Pembelajaran
Metode : Learning community (Masyarakat Belajar)
Model : Contextual Teaching and Learning (CTL) G. Langkah-langkah Pembelajaran:
Tahapan Kegiatan Waktu karakter
Kegiatan Awal 10 Menit
1. Mengucapkan salam dan berdoa 2.Absensi
3.Menyiapkan psikologi siswa dan memotivasi siswa untuk belajar
4.Menyampaikan tujuan pembelajaran: kognitif (Produk dan proses); psikomotorik; dan afektif (keterampilan sosial dan prilaku berkarakter
Relegius
2. Siswa menanyakan materi yang belum dipahami
3. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok
4. Siswa membaca ekstensif teks nonsastra 5. Siswa menentukan ide pokok paragraf teks
nonsastra.
jawab santun dan jujur
Kegiatan akhir 10 enit
1. Guru memberikan evaluasi
2. Guru bersama siswa menyimpulkan atau merangkum materi pembelajaran
3. Guru merefleksi kegiatan pembelajaran (menghargai prestasi).
4. Guru menutup pembelajaran dan menyampaikan pesan- pesan moral
Refleksi
H. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat : spidol
Bahan : buku LKS
Sumber : artikel dari media cetak (koran) atau elektronik (internet)
Indikator
kelompok uraian 1. Catatlah ide pokok paragraf dalam teks nonsastra
Penilaian afektif siswa selama proses pembelajaran berlangsung
No. Aspek Sikap
1. Menjadi pendengar yang baik 2. Bekerja sama dengan teman kelas
Makassar, Agustus 2014 Mahasiswa
Suharti
10533 6493 10
No Nama Siswa Pertemuan Tes Siklus
No Nama Siswa
1 1462 Ahmad Kurniawan 80
2 1463 Ahmad Yasir 50
3 1464 Aksan Maulana 38
4 1465 Amri 88
5 1466 Andi Rezkhy Elza Safitri 75
6 1467 Andika 75
7 1468 Arfian 50
8 1469 Aslan 80
9 1470 Budi Darmawan 63
10 1471 Dendi 75
11 1472 Derlisa Furi 50
12 1473 Dian Fadilla 75
13 1474 Fani Sonia Utami 38
14 1475 Fitri Angreni 75
15 1476 Harfia 50
16 1477 Hasnita Rastan 50
17 1478 Herwandi 80
18 1479 Ical Tenriwakkal 88
19 1480 Imran 50
20 1481 Muhammad Asrul 75
21 1483 Renaldi 80
22 1484 Ridi Liadi M 88
23 1485 Riska Yanti 63
24 1487 Susi Susanti 80
25 1488 Umi Fatira 80
26 1489 Vera Harianti 63
27 1490 Wiratno 80
28 1491 Yusril Ashar 50
29 1492 Yustika 75
30 1493 Zulkarnain 75
Jumlah Rata-Rata 67,9
1 1462 Ahmad Kurniawan 63
2 1463 Ahmad Yasir 80
3 1464 Aksan Maulana 75
4 1465 Amri 75
5 1466 Andi Rezkhy Elza Safitri 80
6 1467 Andika 80
7 1468 Arfian 95
8 1469 Aslan 95
9 1470 Budi Darmawan 75
10 1471 Dendi 80
11 1472 Derlisa Furi 75
12 1473 Dian Fadilla 88
13 1474 Fani Sonia Utami 88
14 1475 Fitri Angreni 63
15 1476 Harfia 88
16 1477 Hasnita Rastan 88
17 1478 Herwandi 75
18 1479 Ical Tenriwakkal 88
19 1480 Imran 63
20 1481 Muhammad Asrul 63
21 1483 Renaldi 75
22 1484 Ridi Liadi M 88
23 1485 Riska Yanti 63
24 1487 Susi Susanti 63
25 1488 Umi Fatira 80
26 1489 Vera Harianti 88
27 1490 Wiratno 75
28 1491 Yusril Ashar 88
29 1492 Yustika 75
30 1493 Zulkarnain 75
Jumlah Rata-Rata 78,2
Nilai
∑ 30 2039 -13,4 1838,26 6743,1
1. Nilai rata-rata 2. Nilai Variansi
( ̅) =
∑ .∑=
∑ (= = ,
=
67,9=
,=
232,5= ,
=
,=
√8,01= 2,83
(Analisi data statistik pendidikan, Subama, 2005: 81)
1. Nilai rata-rata 2. Nilai Variansi
= ,
=
,=
√3,36= 1,83
Nonsastra Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua Kabupaten Wajo
2 Antusias siswa dalam
mendengarkan pembelajaran guru
15 20 23 19,3 64,4 %
3 Siswa aktif dalam kegiatan bertanya dan berkomentar
5 9 7 7,0 23,3 %
4
Siswa antusias dalam kegiatan pembelajaran membaca ekstensif teks nonsastra
21 25 27 22,3 74,4 %
5 Siswa antusias dalam menemukan ide pokok
25 25 27 25,6 85,5 %
6.
Siswa aktif dalam diskusi kelompok
13 15 17 15 50 %
Siklus II
No Komponen yang diamati
pertemuan
Rata-rata persentase
1 2 3
1 Siswa yang hadir 29 30 30 29,6 98,8%
2 Antusias siswa dalam
mendengarkan pembelajaran guru
24 26 27 25,6 85,5 %
3 Siswa aktif dalam kegiatan bertanya dan berkomentar
10 15 18 14,3 47,7 %
4
Siswa antusias dalam kegiatan pembelajaran membaca ekstensif teks nonsastra
25 28 29 27,3 91,1 %
5 Siswa antusias dalam menemukan ide pokok
25 26 30 27 90 %
6.
Siswa aktif dalam diskusi kelompok
15 17 20 17,3 57,7 %
LAMPIRAN 6
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU SIKLUS I
No Kegiatan
Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan
III Ket
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
1 Guru membuka pelajaran
2 Guru melakukan apersepsi
3 Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran
4 Guru menjelaskan materi
pelajaran
5 Guru membagikan contoh teks
nonsastra
6 Guru menerapkan metode
learning community
7
Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan ide pokok
8 Guru memberikan pujian/
penghargaan kepada siswa
9 Pemberian PR untuk melatih
siswa mengerjakan tugas
10 Guru membimbing siswa
membuat kesimpulan tentang pelajaran
11 Guru menutup pelajaran
LEMBAR OBSERVASI KEGIATAN GURU SIKLUS II
No Kegiatan
Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan III Ket Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
1 Guru membuka pelajaran
2 Guru melakukan apersepsi
3 Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran
4 Guru menjelaskan materi
pelajaran
5 Guru membagikan contoh
teks nonsastra
6 Guru menerapkan metode
learning community
7 Guru membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan ide pokok
8 Guru memberikan pujian/
penghargaan kepada siswa
9 Pemberian PR untuk melatih siswa mengerjakan tugas
10 Guru membimbing siswa membuat kesimpulan tentang pelajaran
11 Guru menutup pelajaran
LAMPIRAN 7
DOKUMENTASI
Tanggul Jebol, Blanakan Terendam Banjir
Subang, Pikiran Rakyat – Sebanyak 1.148 rumah warga di Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang sudah tiga hari terakkhir terendan banjir akibat jebolnya tanggul Kalibata dan luapan air sungai ciasem. Banjir juga merendam sekitar 500 hektar sawah dan 250 hektar tambak ikan di daerah tersebut.
Informasi yang dihimpun banjir menggenangi dua desa di Kecamatan Blanakan, yakni Desa Tanjungtiga dan Desa Muara. Di Desa Tanjungtiga, banjir merendam 395 rumah yang berada di Dusun Tanjunglaut dan Sukabaru.
Sementara di Desa Muara, banjir menggenangi 753 rumah di Dusun Sindanglaut 1, Sindanglaut 2, dan Sukamanah.
“Ketinggian banjir sempat mencapai 50 cm dan kini masih tersisa sekitar 30 cm.” kata Camat Blanakan, Nono Suparno, Selasa (25/12).
Nono menuturkan, banjir terjadi akibat jebolnya tanggul Kalibatang sepanjang 10 meter di Desa Tanjungtiga pada Sabtu (22/12) lalu sehingga melimpahkan air dan sungai Ciasem ke sawah dan permukaan warga.
Selain merendam rumah-rumah warga, banjir tersebut juga menyebabkan 250 hektar tambak ikan dan udang gagal panen serta merendam 500 hektar sawah yang baru disemai sepuluh hari.
“Sampai sekarang, warga memilih bertahan di rumahnya masing-masing meskipun dalam keadaan banjir. Jika ketinggian air sudah setinggi pusar, baru nanti akan dievakuasi.” Ujar Nono.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Subang, Yayat Sudrajat didampingi Kasi Bantuan Sosial, Tito Purwanto mengaku sudah menurunkkan sejumlah petugasnya ke lapangan. Tak kurang dari seribu karung sudah dusalurkan untuk menahan limpasan air sungai Ciasem di titik jebolnya tanggul.
PAN Tetapkan Irwandi Wakil Ketua DPRD Bone
MAKASSAR- Kader muda Partai Amanat Nasional ( PAN ), Irwandi Natsir ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPRD Bone menggantikan almarhum Andi Abdullah. DPD PAN Bone sudah menerbitkan surat keputusan tentang pengusulan Irwandi sebagai Wakil Ketua DPRD Bone kepada DPRD Bone.
Penentuan pimpinan dewan penggant Abdullah dibahas dalam rapat harian pengurus DPW PAN Sulsel di Makassar, Sabtu, 13 Februari. Rapat dipimpin langsung Ketua DPW PAN Sulsel, Ashabul Kahfi.
Ashabul Kahfi menetapkan penentuan wakil ketua DPRD Bone sepenuhnya menjadi kewenangan DPD PAN Bone. DPW, kata dia mendukung langkah-langkah DPD Bone dalam menentukan pengganti Abdullah itu.
“Saya mendengar ada dua versi surat yang sampai kek DPRD Bone.
Tetapi sesuai aturan yang berlaku yang sah adalah yang ditandatangani ketua dan sekretaris DPD,” kata Kahfi.
Kahfi juga meminta pelaksana tugas Ketua DPD PAN Bone, Doddy Amiruddin bisa menengahi persoalan di internal PAN Bone. Kahfi yakin anggota DPRD Sulsel itu bisa menyelesaikan konflik di PAN Bone.
Seperti diketahui, DPRD Bone menerima dua surat calon wakil ketua DPRD Bone dari PAN. Surat pertama yang ditandatangani wakil ketua dan wakil
sebagai wakil ketua DPRD sudah sesuai mekanisme karena yang bersangkutan anggota DPRD terpilih yang paling besar perolehan suaranya di pemilu legislatif.
Pada pemilu legislatif, mantan Ketua Kepmi Bone itu mengumpulkan 2.800 suara.
”Kami juga sudah konsultasi dengan DPP. Mereka mengatakan mekanisme penentuan PAW pimpinan dewan berdasarkan perolehan suara itu sudah tepat,” kata Irwandi saat jumpa pers di Warkop Makassar, Sabtu, malam 13 Februari.
Kaluku Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, anak kedua dari tiga bersaudara, buah kasih sayang pasangan Ayahanda Usman dengan Ibunda Asia. Penulis memulai pendidikan formal dari SD 233 Lauwa pada tahun 1998, dan tamat pada tahun 2004. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Pitumpanua Kabupaten Wajo dan tamat pada tahun 2007. Penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Pitumpanua, hingga akhirnya tamat pada tahun 2010. Kemudian pada tahun 2010 penulis melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Universitas Muhammadiyah Makassar pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Atas ridho Allah SWT, dan dengan kerja keras, pengorbanan serta kesabaran, pada tahun 2014 Penulis mengakhiri masa perkuliahan S1 dengan judul: “ Peningkatan Keterampilan Membaca Ekstensif Teks Nonsastra dengan Metode Learning Community Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Pitumpanua Kabupaten Wajo”.
foto