BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. PEMBAHASAN
1. Hasil Belajar Ranah Kognitif
Hasil belajar pada hakekatnya merupakan perubahan tingkah laku siswa pada tingkatan pengetahuan. Hasil belajar ranah kognitif mencakup 6 aspek yang meliputi aspek pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, evaluasi. Hasil belajar ranah kognitif dalam penelitian ini dilakukan dengan cara memperoleh data dengan hasil tes hasil belajar siswa pada siklus I dan tes hasil belajar siswa pada siklus II. Tes akhir yang dilakukan biasa dikenal dengan istilah post test I dan post test II. Pada tes hasil belajar (test kognitif I) diperoleh hasil rata – rata kelas sebesar 77,61 termasuk dalam kategori tinggi, tetapi hanya 12 siswa yang mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) dan sebanyak 9 siswa yang belum mencapai KKM dengan total siswa 21 siswa. Skor nilai tertinggi yang didapatkan siswa pada siklus I hanya sebesar 96. Pada hasil belajar (test kognitif II) diperoleh hasil rata – rata kelas mencapai 85,76, terdapat 19 siswa yang mampu mencapai nilai KKM dan hanya sebanyak 2 siswa yang belum mencapai KKM. Skor nilai tertinggi yang didapatkan siswa pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 100.
Hasil belajar merupakan suatu proses belajar siswa yang menghasilkan suatu perubahan masing – masing individu dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan sikap. Selama pelaksanaan tindakan berlangsung pada siklus I, terdapat banyak hal yang membuat hasil belajar siswa yang didapatkan pada ranah kognitif rendah. Terdapat
banyak faktor yang membuat hasil belajar siswa rendah yaitu dari segi siswa, selama proses pembelajaran berlangsung siswa masih terlihat bingung dengan penggunaan media gambar sehingga mengakibatkan banyak kelompok yang asyik „mengobrol‟ sendiri.
Waktu yang banyak terbuang dikarenakan penjelasan dengan media gambar agar tidak salah konsep yaitu menjelaskan sesuai dengan gambar yang diberikan. Faktor guru yang tidak dapat mengontrol siswa dan mengorganisasikan siswa dengan baik selama proses pembelajaran mengakibatkan materi tidak dapat tersampaikan dengan baik kepada siswa, hal tersebut menjadi refleksi guru bersama siswa pada akhir pertemuan pada siklus I, sehingga dapat mengambil sikap dalam pembelajaran pada sikus II.
Perubahan dalam masing – masing siswa dalam proses pembelajaran siklus II, seperti sudah tidak terlihat bingung dikarenakan sudah terbiasa dengan menggunakan media gambar. Siswa tidak mengobrol lagi saat mengerjakan Lembar Kerja Siswa sehingga waktu yang digunakan sangatlah efisien. Selain itu guru yang sudah akrab atau mengetahui sifat masing-masing siswa dan mengetahui kemampuan masing-masing siswa sehingga dapat mengontrol siswa dengan baik dan pembelajaran berjalan dengan baik. Selain itu dengan peningkatan nilai kognitif sesuai dengan hasil yang diharapkan yaitu data awal hanya 30% siswa yang tuntas, sedangkan pada siklus I yaitu 57,14% dan pada siklus II mencapai 90,48%. Hal ini membuktikan bahwa materi yang diterima dapat
dimengerti dan dipahami oleh siswa. Beberapa fakta tersebut membuktikan bahwa metode picture and picture membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XA SMA Gama Yogyakarta. Berikut merupakan grafik presentase ketuntasan hasil belajar siswa dalam ranah kognitif yang mencapai nilai 75 terlihat pada gambar 4.14 :
Gambar 4.14 Grafik Persentase KKM
Tabel 4.6. Hasil Belajar Ranah Kognitif
No Kriteria
Skor tes hasil belajar siswa
(Siklus I)
Skor tes hasil belajar siswa
(Siklus II)
1 Nilai siswa terendah 55 55
2 Nilai siswa tertinggi 96 100
3 Jumlah siswa 21 21
4 Jumlah siswa yang tidak mencapai nilai 75
9 (42,86%)
2 (9,52) 5 Jumlah siswa yang mencapai
75 12 (57,14%) 19 (90,48) 6 Rata-rata nilai 77,61 84,76 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Data Awal Siklus I Siklus II
2. Hasil Belajar Ranah Afektif
Hasil belajar ranah afektif diperoleh menggunakan lembar observasi, yang digunakan untuk melihat dan mengamati sikap dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Observasi juga dilakukan untuk mengamati aspek afektif siswa meliputi antusias siswa dalam menerima pertanyaan guru, aktif dalam diskui kelompok, aktif dalam mencari dan mencatat hal-hal penting, mempresentasikan hasil diskusi dan menanggapi hasil presentasi kelompok lain.
Hasil belajar ranah afektif melihat sikap, respon, minat siswa dalam pembelajaran biologi vertebrata dengan metode picture and picture. Serta interaksi antara siswa dengan guru merupakan salah satu indikator yang diamati dalam penelitian ini. Data yang diperoleh pada hasil belajar ranah afektif melihat 10 aspek, yaitu 1) siswa memperhatikan guru saat memberikan penjelasan, 2) siswa antusias menerima pertanyaan dari guru, 3) siswa aktif dalam diskusi kelompok, 4) siswa mengerjakan dengan baik lembar kerja siswa yang sudah diberikan, 5) motivasi siswa saat mengikuti proses belajar, 6) siswa mencatat hal-hal penting saat prose pembelajaran, 7) siswa aktif mencari jawaban dari buku dan sumber lainnya, 8) siswa mempresentasikan hasil diskusi dengan antusias, 9) siswa menanggapi hasil presentasi kelompok lain, 10) siswa menerima dengan baik penghargaan yang diberikan oleh guru.
Sesuai dengan target yang diharapkan data awal belum dapat terukur tetapi hasil yang diharapkan adanya peningkatan pada kategori tinggi.
Dimana pada siklus I dan siklus II aspek afektif yang diperoleh lebih dari 66,68. Hal tersebut dapat dilihat pada grafik di bawah ini :
Gambar 4.15 Grafik Hasil Belajar Ranah Afektif
Gambar 4.16 Grafik Kategori Hasil Belajar Ranah Afektif
3. Motivasi Siswa
Motivasi belajar diartikan sebagai serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu dan bila ia tidak suka maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelak perasaan tidak suka. Motivasi siswa pada penelitian kali ini dibagi menjadi dua yaitu motivasi awal pada saat siswa belum menerima pelajaran dengan metode picture and picture dan
0 20 40 60 80 100 Siklus I Siklus II
Afektif Siswa
0 20 40 60 80 100Tinggi Sedang Rendah
Siklus I
motivasi akhir siswa pada saat setelah menerima pelajaran dengan metode picture and picture.
Hasil perhitungan pada motivasi awal didapatkan pada kategori sangat tinggi dengan presentase 28,57 % dan kategori tinggi 71,43 %. Sedangkan pada siklus II kategori sangat tinggi mencapai 52,38 % dan kategori tinggi 47,62 %. Sesuai dengan hasil yang diharapkan adanya peningkatan pada kategori sangat tinggi dan tinggi. Hal tersebut menunjukkan tercapainya target.
Sehingga terjadi peningkatan motivasi siswa pada materi biologi vertebrata dengan metode picture and picture. Dapat dilihat pada grafik 4.17 terjadi peningkatan motivasi siswa dari motivasi awal ke motivasi akhir. Hal ini membuktikan bahwa motivasi siswa meningkat setelah menggunakan metode picture and picture. Pada grafik 4.18 kategori sangat tinggi mengalami peningkatan hal ini juga membuktikan bahwa motivasi belajar siswa meningkat.
Gambar 4.17 Grafik Motivasi Belajar Siswa
70 72 74 76 78 80 82 84
Motivasi Awal Motivasi Akhir
Motivasi
Gambar 4.18 Grafik Kategori Motivasi Belajar Siswa