BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan
Penilaian kinerja keuangan perusahaan menggunakan Du Pont System.
Menurut Harahap (2010:33) Dengan memakai Du Pont System ini dapat dilihat kenaikan ataupun penurunan dari tiap-tiap unsur laporan keuangan dengan pendekatan integrative dan menggunakan komposisi laporan keuangan sebagai elemen analisisnya yang menguraikan hubungan pos-pos laporan keuangan secara lebih detail.
1. Pada gambar IV.1 bagan Du Pont PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan dapat dijelaskan menunjukkan bahwa :
a. Nilai NPM pada tahun 2012 ke tahun 2013 dari 22,74% jadi 25,83%
mengalami peningkatan sebesar 3.09% dan telah mencapai standar industri yaitu 20% hal ini dikarenakan terjadinya peningkatan laba dan pendapatan sehingga efesiensi operasional perusahaan menjadi lebih baik.
Nilai NPM pada tahun 2013 ke tahun 2014 dari 25,83% menjadi 27,99% mengalami peningkatan sebesar 2,16% dan telah mencapai standar industri yaitu 20% hal ini terjadi karena perusahaan dapat mengatur total biaya pada tahun 2014 menjadi meningkat yaitu dari Rp. 586.602.467.634 yang awalnya pada tahun 2013 sebesar Rp.489.245.699.981. hal ini menunjukkan bahwa perusahaan melakukan perubahan efesiensi operasional perusahaan. Maka nilai NPM pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 cukup baik dan telah mencapai standar rata-rata industri karena total biaya perusahaan
sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan perusahaan yang pada akhirnya menyebabkan NPM perusahaan meningkat. Peningkatan ini menunjukkan perusahaan mampu menerapkan efektifitas dalam melakukan kegiatan operasional perusahaan.
b. Nilai TATO pada tahun 2012 ke tahun 2013 mengalami peningkatan dari 0,37x menjadi 0,41x. Kenaikan TATO ini dipengaruhi oleh kenaikan asset yang cukup besar pada tahun 2012 ke 2013 yaitu dari Rp.4.195.895.746.272 menjadi Rp. 4.579.297.077.615 ini berarti perusahaan mampu memutarkan asetnya untuk menghasilkan pendapatan yang baik.
Nilai TATO pada tahun 2013 ke tahun 2014 juga mengalami peningkatan dari 0,41x menjadi 0,43. Kenaikan TATO ini dipengaruhi oleh kenaikan asset yang cukup besar pada tahun 2013 ke 2014 yaitu dari Rp. 4.579.297.077.615 menjadi Rp.4.855.667.611.581 ini berarti perusahaan mampu memutarkan asetnya untuk menghasilkan pendapatan yang baik. Maka nilai TATO pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 dikatakan cukup baik karena kenaikan asset yang cukup besar sebanding dengan kenaikan pendapatan yang tidak terlalu tinggi dan perusahaan mampu menyeimbangkannya.
c. Nilai ROI pada tahun 2012 ke tahun 2013 perusahaan yaitu 8,41%
menjadi 10,59% mengalami peningkatan sebesar 2,18% dipengaruhi oleh nilai NPM yang meningkat dan diikuti oleh TATO yang mengalami peningkatan.
Nilai ROI pada tahun 2013 ke tahun 2014 dari 10,59% menjadi 12,03% mengalami peningkatan sebesar 1,44% dipengaruhi oleh nilai NPM yang mengalami peningkatan yang diikuti nilai TATO yang meningkat. Maka nilai ROI pada tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 meningkat dari tahun ke tahun dan telah memenuhi standar BUMN. Ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam mengelola aktiva untuk menghasilkan laba bersih dapat dikatakan bahwa kinerja perusahaan tersebut cukup baik.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari analisis dan pembahasan yang telah dilakukan terhadap laporan keuangan PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) pada tahun 2012-2014 pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa:
a. Dari Return On Investment (ROI) pada tahun 2012-2014 mengalami peningkatan dan memenuhi standar BUMN yang telah ditetapkan yaitu 10%. Peningkatan ini disebabkan oleh nilai NPM yang mengalami peningkatan dan juga diikuti dengan TATO yang mengalami peningkatan sehingga kinerja perusahaan bisa dikatakan cukup baik. Menurut Munawir (2010:89) Kinerja keuangan yang baik akan menghasilkan tingkat ROI yang meningkat dari periode ke periode. Maka dapat dinyatakan bahwa manajemen perusahaan sudah mampu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan karena terjadinya peningkatan ROI dan telah sesuai dengan standar BUMN yang ditetapkan .
b. Net Profit Margin (NPM) pada tahun 2012 – 2014 bisa dikatakan baik karena dalam beberapa tahun terus mengalami peningkatan. Ini berarti perusahaan mampu menghasilkan laba yang baik dalam melakukan usaha jasa sehingga menunjukkan bahwa operasional perusahaan sangat efisien.
c. Total Asset Turnover (TATO) pada tahun 2012-2014 untuk menghasilkan penjualan dikatakan cukup baik. hal ini disebabkan karena perusahaan
mampu memutarkan asetnya dan sebanding dengan kenaikan pendapatan dalam operasional perusahaan.
5.2 Saran
1. Bagi Perusahaan
Adapun saran yang dapat peneliti berikan pada perusahaan guna untuk membantu perusahaan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan dijadikan sebagai bahan pertimbangan dimasa yang akan datang antara lain :
a. Dalam meningkatkan nilai Return On Investment (ROI) sebaiknya perusahaan melakukan peningkatan pada pendapatan yang sebanding dengan peningkatan total aktiva dan menekan biaya-biaya yang ada pada perusahaan dalam kegiatan operasional perusahaan tersebut sehingga laba bersih mengalami peningkatan dan pada akhirnya nilai ROI perusahaan juga meningkat.
b. Dalam meningkatkan Net Profit Margin (NPM) sebaiknya perusahaan harus menekan biaya-biaya kegiatan operasional perusahaan sehingga untuk meningkatkan laba bersih perusahaan, serta menurunkan biaya operasional relatif lebih besar dari pendapatan.
c. Dan untuk meningkatkan Total Asset Turnover (TATO) sebaiknya perusahaan dapat melakukan beberapa kebijakan atau tindakan sebagai berikut yaitu menambah modal dan mengusahakan adanya penambahan pendapatan yang lebih besar dari investasi tersebut. Dan penggunaan asset
yang perlu ditinjau kembali juga manajemen menberikan pengawasan yang lebih efektif.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Saran yang dapat diberikan oleh penulisnya untuk penelitian selanjutnya adalah sebaiknya menambah lagi beberapa referensi yang digunakan, untuk lebih memahami dan mengarahkan pembaca kepada maksud dan inti dari Du Pont System maka sebaiknya peneliti selanjutnya harus menganalisis secara komprehensif serta mengarah penelitian kepada faktor-faktor yang mengakibatkan kinerja naik atau turun sehingga dapat berguna dan menjadi masukan bagi perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Afriandi, Dedy, 2013. “Analisis Du Pont System Dalam Mengukur Kinerja Keuangan Pada PT. Indosat”. Skripsi. Universitas Sumatera Utara.
Harahap, Sofyan Syafri, 2001. Analisis Kritik Atas Laporan Keuangan, Jakarta, Salemba.
_____, 2006. Analisis Kritik Atas Laporan Keuangan, Jakarta.pt.raja grafindo.
Harmono, 2009. Manajemen Keuangan, Berbasis Balanced Scorecard, Pendekatan Teori, Kasus dan Riset Bisnis, Cetakan pertama. Jakarta : Bumi Aksara.
Jumingan, 2009. Analisis Laporan Keuangan, Jakarta, PT. Bumi Aksara.
Kasmir, 2010. Analisis Laporan Keuangan, Cetakan kelima, PT. Rajagrafindo Perkasa, Jakarta.
Muchlis, 2003. Manajemen Keuangan Modern, Analisis, Perencanaan dan Kebijaksanaan. Cetakan Ketiga Penerbit, Bumi Aksara. Jakarta.
Munawir, S. 2001. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Keempat, Yogyakarta, Liberty.
_______, 2004. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Ketiga Belas, Liberty.
_______, 2007. Analisis Laporan Keuangan, Yogyakarta, Liberty.
______, 2010. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Keempat, Yogyakarta, Liberty.
Raharjo, Budi, 2001. Akuntansi Keuangan Untuk Manajer Non Keuangan, Jakarta, Media.
Ridwan, Sudjaja dan Inge Brlian, 2002. Manajemen Keuangan, Edisi Keempat, Jakarta, Salemba Empat.
Sugiyono, 2007. Metode Penelitian Bisnis, Cetakan Kesepeluh, CV Alfabeta, Bandung.
Suhariadi, Nanang, 2011. “Analisis Du Pont System Dalam Mengukur Kinerja Keuangan Pada PT. UNITEX TBK”. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.
Syafrudin, Alwi, 2004. Alat alat Analisis Dalam Pembelanjaan Perusahaan, Yogyakarta, Liberty.
Syamsuddin, Lukman, 2001. Manajemen Keuangan Perusahaan, Jakarta : CV, Rajawali.
_______, 2009. Manajemen Keuangan Perusahaan, Konsep aplikasi dalam : perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan. Edisi Baru, Cetakan Sembilan, Jakarta, PT. Raja Grafindo.
Wahyuni, Tria, 2012. “Analisis Rasio Du Pont System Dalam Mengukur Kinerja Keuangan Pada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) Medan”. Skripsi.
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.