BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Pembahasan
1. Inovasi Pengumpulan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) di Masa Pandemi Covid-19
Sebelum Covid-19 melanda Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros aktif melakukan sosialisasi-sosialisasi di setiap Kecamatan di Maros dalam rangka pengenalan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai lembaga penyaluran dan pembayaran ZIS bagi mereka yang wajib zakat .
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di tengah Covid-19 hadir dengan beberapa terobosan terbaru dalam hal pengumpulan zakat dimana kita ketahui di tengah pandemi ini setiap lini perekonomian melemah namun tidak menutup kemungkinan untuk tetap membayar kewajiban sebagai seorang muslim. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros memiliki program kerja yang dikelola dalam pengumpulan dan pendistribusian zakat, namun di tengah pandemi ini justru menjadi suatu kendala dalam proses pengumpulan dan pendistribusian zakat. Kebijakan Protokol Kesehatan dan Work at home menjadi salah satu kendala terbesar selama masa Covid-19 karena setiap staf diwajibkan untuk bekerja di rumah masing-masing dan program kerja yang seharusnya berjalan dan dikerjakan di lapangan menjadi terhambat.
Dari situlah muncul ide-ide yang memungkinkan pengumpulan dan program kerja lainnya dapat kembali terlaksana dengan terobosan yang baru dan inovatif.
Kegiatan pengumpulan (fundraising) sendiri merupakan suatu kegiatan yang berfungsi menghimpun dana maupun sumber daya lainnya
dari masyarakat (baik individu, kelompok, organisasi, perusahaan maupun pemerintahan), yang digunakan untuk membiayai program serta kegiatan operasional lembaga yang pada akhirnya adalah untuk mencapai misi dan tujuan dari lembaga tersebut. Dengan begitu strategi penghimpunan dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi masyarakat atau calon donatur (muzakki) agar mau melakukan amal kebajikan dalam bentuk penyerahan dana atau sumber daya lainnya yang bernilai, yang akan disalurkan dan didayagunakan untuk mustahik (Purwanto, 2009).
Dari hasil penelitian dalam proses pengumpulan dana zakat, infak, sedekah (ZIS), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros melakukan kerjasama dengan pihak lain, diantaranya:
a. Pemerintah Daerah
Melakukan pendekatan dan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Maros seperti Bupati. Seiring berjalannya kerjasama antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dengan pemerintah dan Instansi lainnya maka keluarlah kebijakan Bupati berupa instruksi yang tertuang dalam surat edaran Bupati yang ditekankan kepada ASN diwajibkan mengeluarkan zakat profesinya di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros.
b. Kementerian Agama Maros dan MUI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros bersinergi bersama dengan Kementerian Agama Maros dalam pelayanan umat.
c. Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ)
Selain melakukan kerjasama dengan Pemerintah setempat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros juga membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di beberapa desa yang ada di Kabupaten Maros. Hal tersebut berfungsi membantu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros meningkatkan jumlah pengumpulan zakat maupun pendistribusian zakat untuk muzakki. Tak hanya itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros juga membentuk UPZ di masjid dan juga UPZ sekolah.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros melakukan berbagai inovasi dalam pengumpulan zakat pada masa pandemi Covid-19. Inovasi ini diwujudkan dengan berbagai langkah strategis sebagai bentuk untuk mendorong masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak dan sedekah (ZIS) saat pandemi.
Dalam penelitian ini, jenis inovasi yang dilakukan pihak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros ialah jenis inovasi tahap pengembangan yang artinya melanjutkan sebuah ide yang sudah ada sebelumnya dengan melakukan perbaikan dan peningkatan dari sebelumnya.
Berikut inovasi yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros dalam kegiatan pengumpulan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) selama masa pandemi Covid-19:
a. Inovasi pengumpulan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) selama masa pandemi Covid-19
1) Sosialisasi
Dari hasil penelitian hampir semua informan mengatakan bahwa langkah pertama yang mereka lakukan dalam meyakinkan masyarakat dalam pengumpulan zakat adalah dengan sosialisasi dan mengedukasi tentang zakat. Sosialisasi sangat diperlukan dalam menambah wawasan dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar zakat, program sosialisasi ini perlu terus dikembangkan pada semua kalangan, baik di kota maupun di desa dan juga harus melibatkan semua komponen masyarakat, seperti pejabat pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan praktisi zakat.
Sosialisasi selama masa pandemi Covid-19 sendiri dilakukan dengan dua cara, yaitu secara online dengan memanfaatkan platform media sosial dan dengan dilakukan secara langsung sejak dilonggarkannya masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).
Adapun langkah-langkah sosialisasi yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros, yaitu:
a) Memberikan sosialisasi tentang pentingnya berzakat, tentang manfaat dan hikmah dari zakat.
b) Memberikan edukasi dan pengetahuan tentang pentingnya berzakat melalui lembaga resmi amil zakat.
c) Memberi motivasi bahwa harta yang dikeluarkan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat.
d) Mengingatkan bahwa setiap harta yang kita miliki ada hak orang lain untuk disalurkan kepada yang membutuhkan (mustahik).
e) Memberikan kesadaran bahwa zakat yang dikeluarkan untuk kebutuhan mustahiq dan disalurkan secara tepat sasaran.
2) Media Promosi
Promosi adalah suatu bentuk kegiatan yang dilakukan suatu organisasi dalam hal ini Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros, dalam rangka mengumpulkan dan menghimpun dana zakat dari muzakki. Dalam melaksanakan kegiatan pengumpulan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros mengembangkan metode promosi guna memaksimalkan pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS), selain menyebarluaskan informasi diharapkan juga dapat meningkatkan jumlah pengumpulan zakat. Oleh karena itu, pihak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros menerapkan metode inovatif dalam rangka mengumpulkan dan menghimpun dana ZIS, yang meliputi:
a) Pengumpulan Langsung
Dalam metode pengumpulan langsung, cara yang digunakan yaitu dengan melibatkan secara langsung partisipasi muzakki. Dimana proses interaksi antara muzakki dan amil dapat terlihat langsung dan respon muzakki dapat dilakukan secara langsung, dalam hal ini muzakki dengan inisiatif sendiri datang ke kantor badan amil zakat untuk
menyalurkan zakat, infaq dan sedekahnya. Pengumpulan langsung ini sudah dilakukan jauh sebelum masa pandemi 19, namun selama dan pasca masa pandemi Covid-19 seperti sekarang muzakki bisa menyalurkannya langsung zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) dengan memperhatikan protokol kesehatan.
b) Pengumpulan Tidak Langsung
Pengumpulan tidak langsung adalah metode yang dilakukan tanpa melibatkan partisipasi secara langsung.
Bentuk pengumpulan terjadi melalui perantara media sebagai penghubung antara muzakki dan amil zakat, sehingga tidak ada interaksi secara langsung yang terjadi.
Hal ini dikembangkan di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros dimasa Covid-19, dimana memanfaatkan komunikasi yang baik yaitu dengan memanfaatkan platform media online baik itu Facebook, Instagram atau lainnya yang berisi poster ajakan dan program bantuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros selama pandemi Covid-19.
3) Pelayanan Muzakki
Dalam meningkatkan jumlah pengumpulan dana maka dilakukan dengan mewujudkan peningkatan mutu pelayanan kepada muzakki. Oleh sebab itu, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros memberikan kemudahan dalam bidang pelayanan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Adapun
layanan yang diberikan BAZNAS Maros dalam membayar zakat adalah sebagai berikut:
a) Layanan Konsultasi Zakat
Layanan konsultasi adalah layanan yang ingin menyalurkan zakatnya di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros, zakat baik dari muzakki perorangan maupun perusahaan melalui:
Telepon : (0411) 893 87 60 WhatsApp : 082231960614 b) Layanan Zakat Via Online Payment
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros menyediakan kemudahan layanan pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dan donasi lain melalui mekanisme online payment atau e-payment dengan bekerjasama dengan pihak perbankan syariah dan konvensional. Adapun Bank yang telah menjadi mitra Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros:
1) Bank Negara Indonesia (BNI), Rek. 036 406 26 44 2) Bank Rakyat Indonesia (BRI), Rek. 022 401 000
274 302
3) Bank Syariah Indonesia (BSI), Rek. 703 69 67 999 4) Bank Muamalat, Rek. 806 000 56 73
5) Bank Sulselbar, Rek. 010 003 000 006 555 8 Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) juga dapat disalurkan secara online dan praktis menggunakan website resmi
(baznasmaros.com/zakat) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros.
Gambar 4.2 Layanan Bayar Zakat Via Online
Muzakki dapat mengkonfirmasikan zakat atau donasi yang telah disalurkan ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros melalui pesan 082231960614.
c) Layanan Jemput Zakat
Selama masa Covid-19 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros juga memberikan pelayanan terhadap para muzakki atau donatur yang salah satu
layanannya adalah layanan jemput zakat termasuk infaq dan sedekah yang ingin disalurkan. Layanan ini sendiri ditujukan bagi para muzakki yang ingin menunaikan zakat, infaq, dan sedekahnya namun masih ragu untuk melakukan kontak langsung. Untuk layanan jemput zakat ini dapat menghubungi pihak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros via telepon (0411) 893 87 60 atau 082231960614.
b. Inovasi pengumpulan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) pasca masa pandemi Covid-19
1) Layanan Karung Gratis
Menurut Yusuf Al-Qardhawi Zakat pertanian berbeda dengan zakat kekayaan-kekayaan lainnya, seperti ternak, uang dan lainnya. Perbedaan itu adalah bahwa zakat pertanian tidak bergantung dengan waktu jatuh tempo satu tahun, karena benda yang dizakatkan itu merupakan produksi atau hasil yang diberikan oleh tanah, artinya jika produksi itu diperoleh, menunaikan zakatnya adalah hal yang wajib. Dalam zakat pertanian sendiri ditunaikan tidak harus menunggu haul, artinya setiap kali panen ada kewajiban zakat.
Adapun kadar zakat hasil pertanian yang pertama, jika tanaman padi diairi dengan air hujan atau dengan air sungai tanpa ada biaya yang dikeluarkan maka dikenai zakat sebesar 10%.
Kedua, jika tanaman padi tersebut diairi dengan air yang memerlukan biaya tambahan untuk pengairannya maka besar
zakat yang dikeluarkan adalah 5%. Nisab zakat pertanian adalah sebesar 5 wasaq atau sebesar 653 Kg gabah atau 522 Kg beras.
Layanan ini diperuntukkan bagi para Petani dalam hal ini Petani padi, yang dalam periode ini Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros mulai aktif dalam pengumpulan zakat pertanian yang belum terlaksana di periode sebelumnya, disini Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros berperan mensosialisasikan zakat pertanian kepada masyarakat apa itu zakat pertanian dan berapa yang harus mereka keluarkan dan salurkan kepada pihak BAZNAS Maros. Pihak BAZNAS memberi kemudahan kepada para petani dengan memberikan karung gratis yang bisa digunakan di masa panen, Zakat Pertanian di BAZNAS Maros juga mengalami peningkatan selama inovasi tersebut dilakukan.
2) Gerakan 10.000 Celengan
Gerakan 10.000 Celengan Menuju Maros Berzakat, yaitu salah satu program pengumpulan ZIS yang dimana Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros dalam hal ini memfasilitasi celengan yang disebar ke seluruh instansi-instansi maupun masjid-masjid yang ada di kabupaten Maros. Program ini juga biasa disebut Celengan Jum’at Sedekah karena program ini dilakukan setiap hari jum’at kemudian dikumpulkan lalu dihitung dan hasil pengumpulannya selalu dilaporkan melalui sosial media milik BAZNAS Maros yang kemudian di jum’at selanjutnya celengan akan disebar kembali dan dilakukan secara rutin.
Proses pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari muzakki di masa pandemi Covid-19 sangat berbeda dengan situasi sebelum pandemi. Dimana saat ini para petugas Amil Zakat di Kabupaten Maros diwajibkan untuk mengikuti peraturan protokol kesehatan yang dibuat oleh pemerintah guna menghindari penyebaran virus Covid-19. Seperti tidak berjabat tangan atau bersentuhan, harus Social Distancing atau menjaga jarak, para petugas juga dituntut harus selalu mencuci tangan dan tetap memakai masker. Inovasi pengumpulan yang terbaik saat pandemi Covid-19 adalah dengan mengembangkan lebih efisien layanan digital. Mulai dari pengumpulan yang biasanya dilakukan secara langsung maka mulai beralih ke layanan secara digital (digital fundraising). Hal tersebut dapat memudahkan muzakki untuk dapat terus berdonasi walaupun ditengah keterbatasan yang ada.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros saat ini terus meningkatkan pelayanan mereka melalui sistem online. Dengan layanan seperti membayar zakat via online, juga adanya layanan jemput zakat, sehingga masyarakat yang ingin berzakat namun khawatir keluar rumah juga dapat melakukan pembayaran zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dan juga telah mengembangkan zakat atau donasi digital berbasis mobile QR Barcode, dimana fasilitas tersebut sangat membantu muzakki dalam pembayaran zakat tanpa uang tunai (cashless) hanya cukup memindai barcode maka masyarakat dapat berzakat atau berdonasi dengan kemudahan.
Adapun untuk penyebaran informasinya memanfaatkan sosial media dengan mengembangkan platform sosial media yang dinilai lebih
dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, seperti Facebook, WhatsApp dan Instagram yang dinilai lebih mudah untuk diakses oleh para calon muzakki. Sehingga dengan kemudahan akses tersebut dapat menumbuhkan rasa empati untuk mengeluarkan zakatnya melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros dan menyebarkan brosur sehingga memudahkan proses penyebaran informasinya sampai kepada masyarakat.
Penyebaran informasi melalui media sosial merupakan salah satu inovasi yang dilakukan dan dimanfaatkan di masa pandemi dalam proses pengumpulan, dan hal tersebut dinilai ampuh menarik perhatian masyarakat, setelah adanya ketertarikan masyarakat melalui media sosial selanjutnya masyarakat tinggal memilih platform digital pembayaran yang memudahkan muzakki untuk melakukan pembayaran zakat, infaq, dan sedekahnya.
Dalam kegiatan pengumpulan untuk mencapai suatu tujuan tidak semudah seperti yang dibayangkan. Adapun kendala yang dihadapi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros selama proses pengumpulan di masa Covid-19 ini yaitu:
a. Kurangnya ruang gerak selama awal pandemi Covid-19 yang mengharuskan segala kegiatan dilakukan secara online dan dikerjakan di rumah (work at home).
b. Armada yang sudah mulai tua dalam layanan jemput zakat dan mendistribusikan zakat kepada yang terdampak Covid-19, dimana armada yang dimiliki Badan Amil Zakat Nasional
(BAZNAS) Kabupaten Maros sudah tidak bisa menjangkau daerah-daerah yang medannya ekstrim.
c. Masih adanya rasa ketidakpercayaan masyarakat kepada Badan Amil Zakat, ini merupakan tantangan terberat untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat luas bahwa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros mampu menjadi lembaga zakat yang bekerja dengan efektif dan efisien.
d. Kurangnya pemahaman tentang kewajiban menunaikan zakat, masyarakat kebanyakan hanya memahami tentang zakat fitrah, sedangkan zakat mal yang juga wajib dikeluarkan masih kurang dipahami.
e. Faktor lingkungan juga merupakan salah satu faktor penghambat atau kendala dalam proses pengumpulan.
2. Mekanisme Inovasi Pengumpulan Zakat di Masa pandemi Covid-19 Dalam Peningkatan Jumlah Muzakki di BAZNAS Kabupaten Maros
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mendorong masyarakat untuk berzakat dengan adanya pendekatan yang dilakukan oleh pihak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros adalah dengan melakukan silaturahmi secara bertahap dengan masyarakat luas baik secara online melalui media sosial ataupun sosialisasi langsung yang dilakukan sejak dilonggarkannya PPKM sehingga bisa berinteraksi langsung namun, dengan mematuhi protokol kesehatan dalam hal ini melakukan sosialisasi dan memahamkan tentang manfaat zakat bagi kesejahteraan. Sosialisasi dianggap sangat penting sebagai faktor pendorong masyarakat untuk berzakat di Badan Amil
Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros. Selain itu, faktor lainnya adalah dengan mengkampanyekan mengenai peran zakat dalam membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Hal tersebut membuat masyarakat percaya untuk menyalurkan dananya ke pihak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros.
Namun di masa pandemi ini, banyak masyarakat yang mungkin sebelum pandemi adalah seorang Muzakki namun selama Covid-19 dan terkena dampaknya membuat mereka mengalami kesusahan dalam hal finansial. Dan dapat dilihat dari laporan pengumpulan dari tahun 2018-2021 mengalami penurunan, ini dapat disimpulkan bahwa di masa Covid-19 ini banyak Muzakki yang juga ikut terdampak. Inovasi yang digagaskan selama pandemi ini dinilai sudah berhasil namun terbukti masih belum maksimal dalam peningkatan jumlah Muzakki di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros hal tersebut dapat dilihat dari laporan pengumpulan dari tahun 2018-2021 yang mengalami penurunan.
Tabel 4.3
Daftar Jumlah Muzakki Tahun 2018-2021
No. Tahun Jumlah Muzakki
1. 2018 892 Orang
2. 2019 950 Orang
3. 2020 576 Orang
4. 2021 311 Orang
(Sumber: BAZNAS Maros)
Proses pengumpulan masih tetap dilakukan sampai saat ini, walaupun jumlah pengumpulan yang tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya namun, pihak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros tetap memaksimalkan kinerjanya untuk membantu Mustahik yang terdampak Covid-19. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros menyalurkan dana zakat agar tepat guna di masa pandemi Covid-19 ini dengan melakukan asesmen kepada calon Mustahik, pihak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros sendiri memiliki tim khusus untuk mengobservasi dan menganalisa dengan tetap memperhatikan 8 asnaf penerima manfaat zakat, diantaranya:
a) Fakir, mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
b) Miskin, mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan.
c) Amil, mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
d) Muallaf, mereka yang baru masuk islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.
e) Riqab, budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya.
f) Gharimin, mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
g) Fisabilillah, mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.
h) Ibnu Sabil, mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah SWT.
BAB V PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dengan judul “Inovasi Pengumpulan Zakat, Infaq dan Sedekah di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Baznas Kabupaten Maros)” yang pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dengan pihak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros, maka dapat ditarik kesimpulan:
1. Inovasi pengumpulan dana ZIS yang diterapkan pihak Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros selama masa pandemi Covid-19, yaitu dengan melakukan Pendekatan sekaligus kerjasama kepada pemerintah dan pihak lainnya, Membentuk UPZ, Sosialisasi dan edukasi, Media promosi, Pelayanan Muzakki, Layanan Karung Gratis, serta sedekah di hari Jum’at yaitu Gerakan 10.000 Celengan, serta beberapa layanan yang dimanfaatkan selama pandemi Covid-19. Inovasi pengumpulan yang terbaik saat pandemi Covid-19 adalah dengan mengembangkan lebih efisien layanan digital. Mulai dari pengumpulan yang biasanya dilakukan secara langsung maka mulai beralih ke layanan secara digital (digital fundraising). Adapun untuk penyebaran informasinya memanfaatkan sosial media dengan mengembangkan platform sosial media milik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros.
2. Mekanisme inovasi pengumpulan zakat di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros dinilai berhasil dalam proses pengumpulan selama masa pandemi Covid-19. Namun, masih belum maksimal dalam peningkatan jumlah muzakki dan jumlah dana yang dinilai menurun dari tahun ke tahun. Transparansi informasi pendistribusian juga dilakukan guna menjaga kepercayaan Muzakki kepada amil dalam menyalurkan dana zakat agar tepat guna di masa pandemi Covid-19.
B. Saran
Berdasarkan pemaparan mengenai Inovasi Pengumpulan Zakat, Infaq dan Sedekah di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Baznas Kabupaten Maros) terdapat beberapa saran untuk pihak-pihak terkait, yaitu sebagai berikut:
1. Untuk pemerintah Kabupaten Maros, diharapkan untuk tetap menindaklanjuti mengenai surat edaran pengimbauan wajib zakat kepada seluruh masyarakat khususnya ASN Kabupaten Maros untuk membayar zakatnya kepada lembaga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros, guna mengoptimalkan pengumpulan dan pendistribusian zakat selama dan pasca pandemi Covid-19.
2. Untuk Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros, diharapkan untuk tetap memaksimalkan inovasi yang telah dilakukan selama pandemi Covid-19 dan mengupayakan melakukan sosialisasi secara berkala kepada masyarakat sehingga muncul kesadaran untuk membayar zakat.
3. Untuk Masyarakat Kabupaten Maros, diharapkan untuk ikut bekerja sama membantu Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros dalam mendayagunakan dana umat untuk mencapai kesejahteraan bersama dan untuk menuju Maros Kota Zakat.
DAFTAR PUSTAKA
Agustinova, D.E. 2015. Memahami Metode Penelitian Kualitatif Teori dan Praktik.
Jakarta: Calpulis.
Ahmadi, A. Salimi, N. 2008. Dasar-dasar Pendidikan Agama Islam. Ed. 1,Cet. 5.
PT. Bumi Aksara: Jl. Sawo Raya No. 18. Jakarta 13220 Al-Quran Al-Karim.
Amalia, dan Mahalli, K. 2012. Potensi dan Peranan Zakat Dalam Mengentaskan Kemiskinan Di Kota Medan. Jurnal Ekonomi dan Keuangan. Vol.
1.
Amanda, R. A., Malihah, F., Indiyastuti, S., Khumairah, N., Tulasmi., dan Mukti, T. 2021. Pendayagunaan Zakat Pada Masa Pandemi Covid-19.
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam. Vol. 7. No. 1.
Amarodin, M. 2020. Modernisasi Penghimpunan Dana Zakat di Era Industri 4.0 (Upaya Strategis dalam Optimalisasi Potensi Dana Zakat di Indonesia). Jurnal Eksyar (Jurnal Ekonomi Syariah). Vol. 7. No. 1.
Anonim. Cara Penyebaran Covid-19. (Online),
(https://www.who.int/publication/en/diakses 22 April 2021).
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Tentang Baznas, (Online),(http://baznas.go.id/, diakses 19 April 2021).
________. 2020. Laporan BAZNAS Dalam Penanganan Pandemi Covid-19.
Jakarta: Puskas BAZNAS.
________. Tentang Baznas, (Online), (http://baznas.go.id/, diakses 4 April 2021) Burhan Bungin. 2011. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media
Group.
Darmawan, A., dan Desiana. R. 2021. Zakat dan Pemerataan Ekonomi di Masa Pandemi Covid-19. Al- Azhar: Journal of Islamic Economics. Vol.
3. No. 1.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan R.I. Zakat . Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Balai Pustaka, Jakarta.
(online). (http://kbbi.kemendigbud.go.id/, diakses 18 April 2021) Fachruddin. HS. Ensiklopedi Al-Qur’an XXXVI. Jakarta: Rineka Cipta. 1992.
Fitriani, E. S., Agrosamdhyo, R., dan Mansur, E. 2020. Strategi Penghimpunan dan Penyaluran Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) Dalam Program Sebar Sembako Pada Masa Pandemi Covid-19 di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Bali. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi. Vol. 5. No. 9.
Hadari Nawawi, Nini Marini. 1996. Penelitian Terapan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Hafidhuddin, D. 2002. Panduan Zakat bersama Dr. KH. Didin hafidhuddin, Republika Jakarta.
Hafizah, G. D.2020. peran Ekonomi Dan Keuangan Syariah Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Likuid. Vol. 1. No. 1.
http://baznas.go.id/diakses 18 April 2021 http://forumzakat.org/ diakses 4 April 2021
Hutagalung. & Hermawan, D. 2018. Membangun Inovasi Pemerintah Daerah.
Yogyakarta: Deepublish.
Irfandi. 2020. Pendayagunaan Zakat Untuk Penanggulangan Pandemi Covid-19:
Perspektif Filsafat Hukum Islam. Al-Muamalat: Jurnal Hukum &
Perspektif Filsafat Hukum Islam. Al-Muamalat: Jurnal Hukum &