BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Dalam pembahasan menjelaskan terkait dari hasil penelitian menurut pemahaman oleh peneliti yang di tuangkan dalam pembahasan, sehingga dapat memberikan pemahaman terhadap pembaca terkait apa yang telah di teliti.
1. Konflik Kekerabatan Di Kelurahan Paccerakkang Kota Makassar
Dalam pandangan konflik – baik dalam hubungan kekerabatan ataupun interaksi sosial, manusia selalu dihadapkan pada konflik-konflik yang niscaya ada dalam kehidupannya. konflik merupakan proses yang bersifat instrumental dalam
79
pembentukan, penyatuan dan pemeliharaan struktur sosial. Munculnya konflik dalam kelurahan paccerakkang kota makassar, menyebabkan struktur sosial menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi yang ada pada lingkungannya. Konflik tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor :
a. Faktor Kecemburuan
Kecemburuan adalah salah satu sumber konflik terpenting dalam keluarga karena ketika individu memiliki sifat kecemburuan yang tinggi maka akan semakin bisa keluarga itu memilki konflik. Konflik yang terus-terus terjadi pada kelirahan paccerakkang kota makassar dikarenakan kecemburuan hanya karena masalah beli membeli barang.
Kecemburuan itu terus terjadi ketika individu membeli suatu barang yang mahal maka individu yang satunya pun ingin membeli barang tersebut, hingga akhirnya keluarga mereka terpecah belah. Konflik itu terus terjadi hingga merambat kepada keluarga inti mereka, anak-anaknya menjadi korban karena perebatan mereka hanya karena masalah tersebut.
b. Faktor Keegoisan
Manusia sebagai makhluk sosial tentu terkait dengan kehidupan bermasyarakat. Kehidupan individu akan terasa aman jika dalam kehidupannya mampu menyelaraskan antara hak dan kewajibannya sebagai makhluk hidup yang berakal. Pondasi utama yang perlu dibangun adalah dengan memperbaiki interaksinya dengan individu yang lain atau sesama
80
manusia dengan tidak membeda-bedakan dan menganggap semua manusia adalah sama yang memiliki tanggung jawab masing-masing. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan setiap individu akan menjadi sorotan dalam masyarakat terutama dalam lingkungan sekitar dimana individu tumbuh dan berkembang. Dalam kehidupannya setiap individu akan mendapatkan penilaian baik nilai positif maupun negatif dari orang-orang yang ada disekelilingnya, baik dari keluarga, tetangga maupun teman sesuai dengan kepribadiannya.
Pada dasarnya setiap manusia memiliki sikap egois baik dalam ukuran tinggi, sedang maupun sedikit. Egois sendiri merupakan sifat yang tumbuh alami dari dalam diri manusia. Karena kemurnian alaminya, sampai manusia tidak menyadari kehadiran sifat egois itu sendiri. Dan dari sifat egois ini dapat menimbulkan adanya suatu masalah khususnya dalam berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitarnya. Misalnya perbedaan pendapat yang sulit menemukan titik temu antara pihak yang satu dengan yang lain, dan pada akhirnya memberikan kerugian untuk dirinya maupun orang lain bahkan dengan keluarganya sendiri.Adapun seseorang dikatakan sebagai pribadi yang egois jika di dalam dirinya memiliki sikap seperti; merasa diri selalu benar dan hebat, suka membantah bila dinasehati, tidak suka mendengarkan sesuatu yang baik yang disampaikan, hidup yang amat sangat terlalu bebas tanpa aturan dan larangan, memuaskan diri sendiri, suka merugikan orang lain, tidak
81
perduli dengan orang-orang dan lingkungan disekelilingnya, dan semua hal negatif pada diri kita yang akan hadir dengan jelas.
2. Bentuk Penetrasi Konflik Kekerabatan Kelurahan Paccerakkang Kota Makassar
Penetrasi secara umum membahas mengenai tentang bagaimana proses komunikasi interpersonal dalam lingkungan dan keluarga sendiri. Bentuk penetrasi merupakan wujud usaha seseorang untuk memperbaiki maupun mengambil tindakan agar masalah yang dihadapi oleh keluarga paccerakkang kota makassar tidak berlangsung secara terus-menerus.
Dalam hal ini masyarakat sudah berusaha agar mereka tidak mengenai hal masalah beli membeli barang, bahkan saran dan maukan yang diberikan masyrakat setempat tidak dihiraukannya hingga masyarakat merasa jenuh karena perdebatan mereka. Ketua Rw pada kelurahan paccerakkang kota makassar sampai-sampai turun tangan karena masalah seperti ini. Dalam kesimpulan yang ia dapatkan dia mengatakan bahwasanya mereka bisa brdebat hingga bertahun-tahun lamanya dan hingga merambat pada keluarga inti mereka seperti anak-anak mereka dikarenakan ada pihak orang ketiga atau orang memprovokasikan mereka, informasi yang ia dapat bukan karena dari pendapat masyarakat melainkan ia mendengar sendiri dari pihak provokasi tersebut.
3. Solusi Meredakan Konflik Kekerabatan Di Kelurahan Paccerakkang Kota Makassar
82
Setiap seseorang pasti pernah mengalami yang namanya konflik, entah konflik pada diri sendiri, pada teman bahkan pada keluarga sendiri. Konflik merupakan proses sosial antara dua orang atau lebih dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik juga mencerminkan ketidakcocokan baik ketidakcocokan karena berlawanan atau karena perbedaan.
Konflik yang ada pada Kelurahan Paccerakkang Kota Makassar merupakan konflik yang bisa dikatakan sudah sangat lama dan berlarut-larut karena perdebatan dan permusuhan mereka kadang bisa sampai dua sampai tiga tahun lamanya. Ini disebabkan karena adanya perbedaan pendapat maupun ketidakcocokan pada keluarga tersebut.
Ketidakcocokan mereka karena saling iri satu sama yang lain, seperti halnya yang sudah dijelaskan bahwa kelaurga tersebut mengalami konflik yang lama hanya karena masalah beli membeli barang, dan tidak hanya itu keluarga tersebut juga berlaurt-larut dalam permusuhan disebbkan karena adanya satu masysrakat yang memprovokasikan mereka.
Solusi anak yang mempunyai intelektual yang tinggi mencari cara agar dapat menyelesaikan perdebatan mereka yang sudah cukup lama. Solusi yang mereka berikan membicarakan hal apa yang membuat mereka seperti ini, tetapi tidak juga berhasil.
Solusi yang kedua, mereka berusaha untuk mencari tau titik awal mulanya perdebatan yang terjadi pada keluarganya sendiri. Solusi yang mereka lakukan juga
83
tidak membuahkan hasil karena individu satu dan individu yang satunya pula tidak ingin mengalah dikarenakan keegoisan mereka amsing-masing.
Solusi yang ketiga, bisa dikatakan cukup membuhkan hasil dikarenakan perlahan-lahan mereka bercerita dengan kepaa dingin tanpa ada amarah sekalipun. Solusi yang ini cukup membuat mereka berbicara mengenai hal yang membuat mereka marah sehingga mengalami konflik tersebut.
Solusi ke empat, disini titik dimana seorang anak dengan susahnya mencari tau mengapa konflik itu berlarut-larut hingga bertahun-tahun hanya karena masalah beli membeli barang. Solusi yang terakhir ini ia baru tahu bahwa selama konflik ini terjadi satu individu lagi menceritakan gal-hal yang tidak pernah terjadi pada mereka yang mengalami konflik.
BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Dari pembahasan yang telah diuraikan di atas maka dapat ditarik kesimpulan yaitu sebagai berikut :
84
1. Konflik sudah tidak asing lagi pada lingkungan sesorang, setiap individu pasti pernah mengalami konflik. Konflik pada keluarga yang paling sering terjadi, konflik pada keluarga tidak asing lagi bagi suatu individu. Bahkan konflik itu sendiri dapat memecahkan keluarga yang dulunya saling bersama. Kondisi kehidupan sosial tertentu kalau dikaitkan dengan konflik, tentunya tidak sederhana, karena setiap konflik antaranggota dalam kehidupan sosial itu tidak selalu bentuk dan sifatnya sama (misalnya ada konflik individual atau kelompok, konflik terpendam atau terbuka, dan lain-lain). Dengan demikian memang ada variasi dalam konflik, baik atas dasar bentuk, sifat, penyebab terjadinya, maupun langkah penyelesaiannya.
2. Ketika konflik dalam keluarga terjadi maka anggota keluarga yang mempunyai kedudukan dan peran masing-masing akan mengalami masalah akibat tidak harmonisnya suatu keluarga tersebut. Konflik kekerabatan biasanya terjadi akibat salah satu dari anggota keluarga yang tidak sepaham dengan yang lainnya. Penyebab konflik adalah karena pihak-pihak yang terlibat masing-masing memiliki pendapat yang kuat, biasanya pendapat tersebut memiliki suatu pertimbangan atau alasan mengapa mereka sangat yakin akan pendapatnya masing-masing.
3. Solusi anak yang mempunyai intelektual yang tinggi mencari cara agar dapat menyelesaikan perdebatan mereka yang sudah cukup lama. Solusi yang mereka berikan membicarakan hal apa yang membuat mereka seperti ini, tetapi tidak juga berhasil. Solusi yang pertama, mereka berusaha untuk mencari tau titik awal
85
mulanya perdebatan yang terjadi pada keluarganya sendiri. Solusi yang mereka lakukan juga tidak membuahkan hasil karena individu satu dan individu yang satunya pula tidak ingin mengalah dikarenakan keegoisan mereka amsing-masing. Solusi yang kedua, bisa dikatakan cukup membuhkan hasil dikarenakan perlahan-lahan mereka bercerita dengan kepala dingin tanpa ada amarah sekalipun. Solusi yang ini cukup membuat mereka berbicara mengenai hal yang membuat mereka marah sehingga mengalami konflik tersebut. Solusi ke tiga, disini titik dimana seorang anak dengan susahnya mencari tau mengapa konflik itu berlarut-larut hingga bertahun-tahun hanya karena masalah beli membeli barang. Solusi yang terakhir ini ia baru tahu bahwa selama konflik ini terjadi satu individu lagi menceritakan hal-hal yang tidak pernah terjadi pada mereka yang mengalami konflik.
B. Saran
Setelah melakukan pembahasan dan pengambilan beberapa kesimpulan maka penulis perlu memberikan beberapa saran :
1. Kepada individu yang mengalami konflik sebaiknya menurunkan ego mereka masing-masing karena bukan hanya mereka yang mengalami konflik tetapi merambat pada silaturahmi anak-anaknya.
2. Kepada masyarakat yang memprofokasikan mereka seharusnya menjadi tetangga yang ingin di hormati tidak sepantasnya anda memprovokasikan mereka , karena dengan kelakuan anda keluarga mereka tidak dapat berkumpul layaknya keluarga inti.
86
3. Kepada suami dan anak-anaknya, walaupun mereka mengalami konflik dan perdebatan yang cukup lama anda tetap kerabat inti mereka yang harusnya saling menegur dan memberikan saran karena andalah kepala keluarga yang seharusnya menjadi pemimpin untuk istri-istri kalian.
4. Kepada anak yang memiliki intelektual yang tinggi maupun memiliki pendidikan yang tinggi anda berhasil memperbaiki keluarga anda yang sudah lama tidak berkumpul seperti biasanya.
87
Purnama, Mulyadi. 2016. Konflik-sosial-dalam-kekerabatan-kajian-antropologi-terhadap-tawuran-antar-kampung-di-bima-nusa-tenggara-barat.
Departemen Antropologi, FSIP, VI.
Puspitawati, H. (2003). Konsep dan teori keluarga. Bogor: Departemen Ilmu Keluarga Dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia- Institut Pertanian Bogor.
Syarifuddin, Fedyani. Ahmad. 1999. Keluarga dan rumah tangga. Satuan penelitian dalam perubahan masyarakat. Depok: Universitas Indonesia.
Singgih D. Gunarsa, Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja, (Jakarta; Gunung Mulia, 2003). Hal. 249.
Singgih D. Gunarsa, Psikologi Perkembangan Anak Dan Remaja, (Jakarta; Gunung Mulia, 2003). Hal. 255-256.
Utami, D. Reti &Novianti, E. Langgersari. 2018. Hubungan Kecemburuan Dengan Kualitas Hubungan Romantis Remaja Pengguna Instagram Usia. Journal Vol 2 No.1. Psikologi Universitas Padjadjaran.
Klein, D. M., & James M. White. (1996). Family theories-an indtroduction. London: Sage Publication Internasional Educational And Profesional Publisher. Kasim, Nur. 2011. Sejarah Dan Perkembangan Pemerintah Kota Makassar. Journal. Thessa, Roma. 2014. Kebijakan penyelesaian konflik antardesa di kabupaten sigi.
Jurnal administratie. Edisi 03.september 2014 vol.03. Jakarta: Bumi Aksara.
Tumongkol, S.M. (2012). Teori sosiologi suatu perspektif tentang teori konflik dalam masyarakat industri. Karya ilmiah.
Wardayaningrum, Damayanti. 2013. Komunikasi untuk penyelesaian konflik dalam keluarga. Lembaga dan pengembangan masyarakat. Universitas Al-Azhar Indonesia. Vol 2. No.1.
Lubis, Lumongga, Namora. 2011. Memahami Dasar-Dasar Konseling Dalam Teori dan Praktik. Kencana: Jakarta. Hal. 176-177.
Lestari, Sri. 2012. Psikologi Keluarga Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Kencana Prenada Media Group: Jakarta.
Hasana, Hukma. 2017. Konflik pada keluarga di kuantan singingi (keluarga yang mempunyai anak dan tidak mempunyai anak). Pekanbaru: Universitas Riau.
88
Hanin, Heyza. Egois, (http://inspirasina.blogspot.com/2014/02/egois.html), diakses 03 Desember 2014).
Farrington, K., & Chertok, E. (1993). Social conflict theories of the family. New York: Platinum.
Yusron, Razak. 2013. Sosiologi sebuah pengantar. Jakarta: Laboratorium sosiologi agama.
Sugiono. 2010. Metodologi penelitian sosial. Jakarta: Bumi Aksara. http://id.wikipedia.orang/hubungan.kekerabaran.2018.
copyright. 2015. Genggam internet.com. pengertian konflik-faktor-penyebab-dan macam-macamnya. Bandung: Remadja Karya.
Alhamdan. 2018. Macam-macam konflik sosial. Edukasi. http://www.gurupendidikan.co.id/konflik-sosial/2014. https://makassarkota.go.id/sejarah-kota-makassar/2013. https://makassarkota.go.id/geografis/ https://makassarkota.go.id/hidrologi-dan-klimatologi/ https://docplayer.info/59191574-Bab-vi-kota-makassar-a-profil-kota-makasar-1-letak-dan-kondisi-geografis.html. https://makassarmetro.com/2019/01/28/kelurahan-paccerakkang-mulai-getol-program-makassar-tidak-rantasa. https://histori.id/legenda-sejarah-asal-mula-nama-kota-makasar/2010. Rahmasari, Diana. 2018. Makalah penetrasi sosial. Yogyakarta.
89
L
A
M
P
I
R
A
90
N
Lampiran 1
Pedoman Wawancara (Individu) Nama Aktivitas Nama Informan Hari/Tanggal Waktu Lokasi : : : : :
Konflik Kekerabatan Keluarga
Pertanyaan Wawancara
1. Apakah yang melatar belakangi anda sehingga timbul konflik dalam keluarga anda?
2. Sejak kapan anda mengalami konfik pada keluarga anda sendiri?
3. Apa yang menjadi patokan anda sehingga selalu melakukan konflik pada keluarga anda?
91
Pedoman Wawancara (Keluarga) Nama Aktivitas Nama Informan Hari/Tanggal Waktu Lokasi : : : : :
Konflik Kekerabatan Keluarga
Pertanyaan Wawancara
1. Apakah anda selalu melihat konflik yang terjadi pada keluarga anda?
2. Apakah anda selalu memperingati keluarga anda mengenai tidak baiknya konflik antar keluarga sendiri?
3. Bagaimanakah cara anda mengatasi ketika konflik itu terjadi?
92
Pedoman Wawancara (Masyarakat) Nama Aktivitas Nama Informan Hari/Tanggal Waktu Lokasi : : : : :
Konflik Kekerabatan Keluarga
Pertanyaan Wawancara
1. Sejak kapan anda tinggal di lingkungan ini?
2. Apakah anda mengetahui konflik yang terjadi pada lingkungan ini? 3. Apakah anda merasakan keresahan ketika konflik keluarga itu terjadi?
4. Bagaimana solusi anda sebagai masyarakat untuk menghentikan konflik yang terjadi pada keluarga tersebut?
93 Lampiran 2 HASIL WAWANCARA 1. Identitas Diri - Nama : SardiRamli - Usia : 25 Tahun - Pekerjaan : KaryawanSwasta - Status : Keluarga ( Kerabat ) - Alamat : Jln. Paccerakkang Pertanyaan
1. Apakah anda selalu melihatkonflik yang terjadipadakeluargaanda?
Jarang
2. Apakah anda selalu
memperingatikeluargaandamengenaitidakbaiknyak onflikantarkeluargasendiri? Sudahberapa kali sayamemperingatinya. 3. Bagaimanakahcaraandamengatasiketikakonflikitute rjadi ? Sudahberapa kali sayamenegurtetapi yang namanyaperempuansusah untukdikasihtahu.
4. Apakah anda mengetahui latar belakang sehingga konflik itu terjadi?
Iyasayatahu,
hanyakarenamasalahbeli membelibarang.
2. Identitas Diri
- Nama :Sari Puspa - Usia :27 Tahun - Pekerjaan : Guru - Status : Anak
- Alamat : Jln. Paccerakkang Pertanyaan
1. Apakah anda selalu melihatkonflik yang terjadipadakeluargaanda?
Selalu
94 memperingatikeluargaandamenge naitidakbaiknyakonflikantarkelua rgasendiri? 3. Bagaimanakahcaraandamengatasi ketikakonflikituterjadi ? Sayatidakterlalumaumengomentarimasalahitubiar
orang tuasaya yang
punyamasalahtapisayatidakmauterlaluikutb icaratakutnyakeluargasayamakintidakbisab erkumpul,
walausayaseringmeasehatimereka. 4. Apakah anda mengetahui latar
belakang sehingga konflik itu terjadi?
Iyasayatahu,
merekasepertiituhanyakarenacemburu.
3. Identitas Diri
- Nama :Kadariah Rahman - Usia : 38 Tahun
- Pekerjaan : IbuRumahTangga - Status : Orang yang berkonflik - Alamat : Jln. Paccerakkang Pertanyaan 1. Apakah yang melatarbelakangiandasehinggatimbulkonf likdalamkeluargaanda? Sayatidakakanmemulaikalautidak di duluani.
2. Sejak kapan anda
mengalamikonfikpadakeluargaandasendiri ?
Sayasudah lama
tidakberbicaradengandiakarenadias elalucemburudenganapa yang sayabelidanapa yang sayapunya.
3. Apa yang menjadipatokanandasehinggaselalumelak ukankonflikpadakeluargaanda? Sayasendiritidakterlalupusingkalau diabelibarangseperti yang sayabelitapi yang bikinsayasampaimarahkare nadiacerita yang tidak-tidaksoalsaya.
4. Apaandatidakinginberinteraksisepertibias adengankeluargaanda ?
Sayatidakbisamenjawabnya.
4. Identitas Diri
- Nama : Dedy Marwan - Usia : 42 Tahun
95 - Pekerjaan : PNS
- Status : Keluarga (Kerabat) - Alamat : Jln. Paccerakkang Pertanyaan
1. Apakah anda selalu melihatkonflik yang terjadipadakeluargaanda?
Jarangkarenasayakerjadaripagisampaimala m.
2. Apakah anda selalu
memperingatikeluargaandamengenaitidak baiknyakonflikantarkeluargasendiri?
Walausayasepupunyasayatidakterlalu tau permasalahanmereka. Yang saya tau memangsaatinimerekalagitidakterlal ubaikkomunikasinya. 3. Bagaimanakahcaraandamengatasiketikak onflikituterjadi ? Sayatidakpernahbertatapmukauntuk membahasmasalahmereka. 4. Apakah anda mengetahui latar belakang
sehingga konflik itu terjadi?
Sayatidakterlalutahupermasalahanmereka yang sayadengar-dengarmerrkasepertiitukarenakeegoi sanmereka. 5. Identitas Diri - Nama :MarlinaNurdin - Usia :29 Tahun - Status : Masyarakat - Pekerjaan : IbuRumahTangga - Alamat : Jln. Paccerakkang Pertanyaan
1. Sejak kapan anda tinggal di lingkungan ini?
Sudah lama, sekitar 20 Tahun 2. Apakah anda mengetahui
konflik yang
terjadipadalingkunganini ?
Tahusekali
3. Apakah anda merasakan keresahan
ketikakonflikkeluargaitut erjadi?
Kankitatetanggankalaumereka rebut
apalahgisudahadumulutsayaresahsekali.
4. Bagaimana solusi anda sebagai masyarakat untukmenghentikankonfl
ik yang
Susah dek, biarditegurberapa kali jugakalaumaunyamerekatetapbegitukitasebagaitetan ggabisaapa, jadisayadiamsaja.
96 terjadipadakeluargaterse
but?
6. Identitas Diri
- Nama : Dianti Dana - Usia : 43 Tahun - Pekerjaan : RW
- Status : Masyarakat - Alamat : Jln. Paccerakkang Pertanyaan
1. Sejak kapan anda tinggal di lingkungan ini?
Sudah lama, sekitar 30 Tahun
2. Apakah anda mengetahui konflik yang terjadipadalingkungani ni? Sayasebagai RW sudahcukupbanyakmendengarkeluhanmasyarakatsete mpatdanRTnya. Sayajugapernahterjunlangsungketikamerekaberdebat.
3. Bagaimana solusi anda sebagai masyarakatsekaligus RWuntukmenghentika nkonflik yang terjadipadakeluargaters ebut? Sebagai RW sayamencobacaritahuakarpermaslaahanmereka, sayamencaritahusudahcukup lama, ada yang bilangkarenamasalahbarang, iyamemangbetultapidisisi
lain adamasalah yang
mengadudombamerekasehinggapermasalahanmerekas ampaibertahun-tahun. Sayapernahberbicaradenganmereka, sebenarnyamasalahnyahanyakarenamerekatidakingindi kalah. Tetapisayasebagai RW menjadipenengahdalammasalahmereka. 7. Identitas Diri
- Nama : Karmila Mansur - Usia : 30 Tahun - Pekerjaan : Wiraswasta - Status : Masyarakat - Alamat : Jln. Paccerakkang Pertanyaan
1. Sejak kapan anda tinggal di lingkungan ini?
97 2. Apakah anda mengetahui konflik
yang terjadipadalingkunganini?
Iya, tau 3. Apakah anda merasakan keresahan
ketikakonflikkeluargaituterjadi?
sayaorangnya masa bodoh,
kalaumerekaberdebatsayatidakterlaluikutc fampur.
4. Bagaimana solusi anda sebagai masyarakat
untukmenghentikankonflik yang terjadipadakeluargatersebut?
Sayatidakpernahikutcampur, tapi yang saya tau meskiistrimerekapunyamasalahsuami-suamimerekatetapsalingmenghargai. 8. Identitas Diri - Nama : Dg, Ngai - Usia : 46 Tahun - Pekerjaan : IbuRumahTangga - Status : Masyarakat - Alamat : Jln. Paccerakkang Pertanyaan
1. Sejak kapan anda tinggal di lingkungan ini?
15 Tahun 2. Apakah anda mengetahui konflik
yang terjadipadalingkunganini? Tau 3. Apakah anda merasakan keresahan
ketikakonflikkeluargaituterjadi?
Iyakarenamerekaberdebatbiasanyaberjam-jam tetapibaiknyamerekatidakadufisik. 4. Bagaimana solusi anda sebagai
masyarakat untukmenghentikankonflik yang terjadipadakeluargatersebut? Sebagaitetanggasayacumamenasehatiseadaanya. 9. Identitas Diri - Nama : Rismawati - Usia : 23 Tahun - Pekerjaan : Wiraswasta
- Status : Keluarga (Kerabat) - Alamat : Jln. Paccerakkang Pertanyaan
98
3. Apakah anda selalu melihatkonflik yang terjadipadakeluargaanda?
Jarang
4. Apakah anda selalu
memperingatikeluargaandamengenaitidakbaiknya konflikantarkeluargasendiri? Kalausayasecarapribaditidakterlal uikutcampur. 5. Bagaimanakahcaraandamengatasiketikakonflikitu terjadi ? Sayacumamemisahkanmereka. 6. Apakah anda mengetahui latar belakang sehingga
konflik itu terjadi?
Karenabarang, itusaja yang saya tau.
10. Identitas Diri
- Nama : Ranhy Kadir - Usia : 27 Tahun - Pekerjaan : Karyawan - Status : Keluarga
- Alamat : Jln. Paccerakkang Pertanyaan
1. Apakah anda selalu melihatkonflik yang terjadipadakeluargaanda?
Iya
2. Apakah anda selalu
memperingatikeluargaandamengenaiti dakbaiknyakonflikantarkeluargasendiri ? Selalu 3. Bagaimanakahcaraandamengatasiketik akonflikituterjadi ? Kadangsayasampaimarahkemerekakarenasud ahcapekmelihatmerekeberdebat, meskisaya tau mereka orang tuatapisayajugaberhakmarahkarenama salahkecil di besar-besarkan.
4. Apakah anda mengetahui latar belakang sehingga konflik itu terjadi?
99 Lampiran 3
DOKUMENTASI
WawancaraDenganKeluarga (Kerabat) Rabu 28 Agustus 2019
100
WawancaraDenganAnak Yang Berkonflik Sabtu 30 Agustus 2019
Wawancaradengan yang berkonflik Minggu 01 September 2019
101
WawancaraDenganKeluarga (Kerabat) Selasa 03 September 2019
102
WawancaraDenganMasyarakat Kamis 05 September 2019
WawancaraDenganMasyarakat Kamis 05 September 2019
103
WawancaraDenganKetua RW Minggu 08 September 2019
104
108
RIWAYAT HIDUP
Rahmawati, Lahir pada tanggal 07 Juni 1997, di Ujung Pandang Provinsi Sulawesi Selatan.Penulis merupakan Anak pertama dari tiga bersaudara, dari pasangan Abd.Rahman dan Kadaria. Penulis pertama kali masuk pendidikan Formal sekolah dasar di SD Inpres Paccerakkang Kota Makassar pada tahun 2003 dan tamat pada tahun 2009. Kemudian pada tahun yang sama (2009) penulis melanjutkan pendidikan ke SMP MTsN 02 Makassar 2012. Setelah tamat penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 21 Makassar dan tamat pada tahun 2015. Padatahun 2015 penulis terdaftar sebagai Mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Makassar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Sosiologi melalui Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB).