• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4. Pembahasan

Perkembangan perekonomian nasional yang mengalami perubahan yang cepat seiring dengan perkembangan perekonomian internasional yang juga berkembang pesat sehingga membutuhkan perbankan nasional yang tangguh maka diperlukan adanya pengaturan kegiatan lembaga bank yang komprehensif, jelas dan memberikan kepastiaan hukum.

Undang-Undang No. 10 tahun 1998 Tentang Perbankan, mencoba mengakomodir keinginan masyarakat Indonesia yang mengharapkan adanya bank syariah di Indonesia. Keberadaan bank syariah di Indonesia tentunya memerlukan peraturan yang mendukung. Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang perbankan dipertegas lagi dengan adanya Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang perbankan, mengatakan bahwa bank konvensional dapat melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. Undang-Undang No.10 tahun 1998 Tentang Perbankan telah menyebutkan bahwa bank dapat memberikan kredit dengan imbalan atau pembagian hasil keuntungan.

Bank Syariah Mandiri (BSM) berdasarkan Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang perbankan marupakan Bank Umum Syariah (BUS) nasional ke-2 yang mendasarkan kegiatan operasional perbankannya berdasarkan prinsip syariah setela Bank Muamalat Indonesia yang berdiri sekitar tahun 1992. Bank Syariah Mandiri (BSM) dalam melakukan

kegiatannya mendasarkan pada peraturan Bank Indonesia No 6/24/PBI/2004 tentang Bank Umum Yang Melaksanakan Kegiatannya Berdasarkan Prinsip Syariah, dengan ketentuan modal disetor untuk mendirikan suatu bank syariah sekurang-kurangnya sebesar satu triliun rupiah hal ini berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 7/35/PBI/2005 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bank Indonesia No.6/24/PBI/2004 Tentang Bank Umum Yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 8/3/PBI/2006 Tentang Perubahan Kegiatan Usaha Bank Umum Konvensional Menjadi Bank Umum Yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah Dan Pembukaan Kantor Bank Yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah Oleh Bank Umum Konvensional. Bank Syariah Mandiri (BSM) merupakan bank umum konvensional yang merubah kegiatan usaha menjadi bank umum yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah sehingga dalam pengajuan permohonan izin atau rencana dan atau penyampaian laporan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bank Indonesia No. 8/3/PBI/2006 wajib menggunakan format sebagaimana tercantum dalam lampiran Surat Edaran No. 8/8/DPbS.

Kegiatan Bank Syariah Mandiri (BSM) dalam pembiayaan total (Mudharabah) telah diatur dalam peraturan Bank Indonesia No 6/24/PBI/2004 pasal 36 (tiga puluh enam) mengenai kegiatan usaha yang meliputi penghimpunan dana dari masyarakat dan juga melakukan penyaluran dana. Pasal 36 (tiga puluh enam) butir (b) peraturan Bank

Indonesia No.6/24/PBI/2004 menyebutkan bahwa kegiatan menyalurkan dana malalui prinsip jual beli, prinsip sewa menyewa, prinsip pinjam meminjam dan prinsip bagi hasil, prinsip bagi hasil tersebut terdiri dari mudharabah dan musyarakah.

Penelitian ini membahas mengenai hubungan pelaksanaan pembiayaan mudharabah (bagi hasil) beserta risikonya terhadap eksistensi Bank Syariah Mandiri, dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pelaksanaan mudharabah mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel eksistensi bank syariah, sedangkan variabel risiko pelaksanaan mudharabah tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel eksistensi bank syariah.

Peningkatan pelaksanaan mudharabah berdampak nyata terhadap peningkatan eksistensi bank syariah pada tahun 2005 – 2009, kemungkinan disebabkan Bank Syariah Mandiri menunjukkan kinerja yang positif, pertumbuhan volume usaha Bank Syariah Mandiri cukup tinggi, penyediaan akses jaringan mengalami peningkatan dan menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas sehingga masih memiliki fundamental yang cukup kuat untuk memanfaatkan potensi membaiknya perekonomian nasional. (Direktorat Perbankan Syariah, Bank Indonesia, 2009).

Hasil penelitian ini juga sesuai dengan teori Elastisitas (Cantilon, 1767) yang menyatakan bahwa uang bisa bertambah pada waktu terjadi kegiatan ekonomi dan uang bisa berkurang pada waktu terjadi penurunan kegiatan ekonomi atau dengan kata lain adanya penambahan terhadap

penerimaan pendapatan bagi hasil (profit sharing) yang diterima oleh bank pada saat terjadi kenaikan kegiatan berupa pelaksanaan pembiayaan mudharabah akan berdampak pada tingkat eksistensi Bank Syariah Mandiri yang semakin tinggi. Begitu sebaliknya, tingkat eksistensi Bank Syariah Mandiri akan berkurang pada saat terjadi penurunan jumlah penerimaan pendapatan bagi hasil akibat pelaksanaan pembiayaan mudharabah yang semakin berkurang. Begitu juga dengan penelitian Purwanto (2007) yang menyatakan bahwa penyaluran dana pinjaman mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan penerimaan pendapatan.

Peningkatan risiko pelaksanaan mudharabah tidak berdampak nyata terhadap penurunan eksistensi bank syariah, kemungkinan Bank Syariah sudah mampu memikirkan cara-cara yang tepat dalam melakukan pembiayaan khususnya pembiayaan yang berkaitan dengan konsep Mudharabah (Ayu Nurhasanah, 2005).

Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Ikhwan Tri Maryono (2007) yang menyatakan bahwa risiko tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan keuntungan. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori permintaan (Samuelson, 1988) yang menyatakan jika harga naik maka jumlah output yang diminta akan turun atau dengan kata lain apabila risiko kredit (pembiayaan macet) yang dimiliki semakin besar maka pendapatan bagi hasil (profit sharing) yang diterima akan bekurang, sehingga tingkat eksistensi Bank Syariah Mandiri semakin rendah.

4.4.1. Implikasi Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pelaksanaan mudharabah mempunyai hubungan yang signifikan dengan eksistensi bank syariah, sehingga memberikan implikasi bagi Bank Syariah Mandiri (BSM) adalah : 1. Menjaga kepercayaan nasabah pembiayaan total (Mudharabah) dalam

segala kondisi baik pendapatan bagi hasil meningkat ataupun pendapatan menurun.

2. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pembiayaan total (mudharabah) dengan melakukan sosialisasi yang lebih intens dari pihak Bank Syariah Mandiri (BSM) tentang pembiayaan total (mudharabah) dengan segala kemudahan prosedurnya.

3. Untuk lebih banyak menarik minat masyarakat dalam menggunakan jasa Perbankan Syariah bukan Cuma melakukan sosialisai akan tetapi bank syariah langsung melakukan jemput bola artinya bank syariah langsung turun ke lokasi lokasi masyarakat, lebih banyak mengeluarkan produk yang lebih efektif dan dapat menjangkau masyarakat bawah seperti Shar’e di Bank Muamalat Indonesia, di samping itu lebih banyak melakukan pendekatan terhadap Tuan Guru dan tokoh masyarakat.

4. Harus memahami kondisi perekonomian Indonesia adalah ekonomi kerakyatan oleh karena itu Perbankan Syariah harus dapat lebih mengoptimalkan perkonomian yang berbasis kemasyarakatan artinya memberikan pembiayaan bagi hasil untuk kegiatan kegiatan ekonomi riil masyarakat seperi industri rumah tangga dan kegiatan kegiatan pertanian.

4.4.2. Perbedaan Penelitian Sekarang Dengan Penelitian Terdahulu

Perbedaan penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu terletak pada variabel, obyek, metode dan hasil penelitian itu sendiri. Berikut ini rangkuman perbedaan penelitian sekarang dengan penelitian terdahulu :

Tabel 4.8 : Rangkuman Perbedaan Penelitian Sekarang Dengan Penelitian Terdahulu

No Nama

Peneliti Variabel Penelitian Kesimpulan 1 Ikhwan Tri Maryono (2007) Pembiayaan musyarakah, risiko serta penyisihan kerugian, penerimaan keuntungan

Variabel pembiayan musyarakah mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan keuntungan. Berbeda halnya dengan variabel risiko dan penyisihan kerugian tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan keuntungan 2 Purwanto (2007) Penghimpunan dana, penyaluran dan pinjaman, perolehan pendapatan

Penyaluran dana pinjaman mempunyai hubungan positif yang signifikan dengan penerimaan pendapatan

3 Muhammad (2006)

Atribut proyek dan mudharib

Aspek-aspek yang dipertimbangkan dalam menyalurkan dana atas suatu proyek dalam bentuk mudharabah adalah biaya

pemantauan proyek, tingkat kesehatan usaha, usaha terus berkembang, kepastian pembayaran gading, jaminan proyek dan tingkat returnnya, tingkat resiko proyek dan sistem informasi akuntansi

4 Oemar Haziem (2003)

Eksistensi perbankan Kendala-kendala yang mempengaruhi eksistensi bank syariah di Indonesia adalah kendala fiqh (perbedaan pandangan

mengenai bunga), masalah hukum yang belum kuat, rendahnya sosialisasi bank syariah serta kendala operasional (keterbatasan jaringan syariah dan kurangnya sumber daya manusia0 5 Tiata Listyaning Karina (2010) Pelaksanaan mudharabah, risiko pelaksanaan mudharabah dan eksistensi bank syariah

variabel pelaksanaan mudharabah mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel eksistensi bank syariah, sedangkan variabel risiko pelaksanaan mudharabah tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan variabel eksistensi bank syariah

4.4.3. Keterbatasan Penelitian

Adapun keterbatasan pada penelitian ini adalah jangka waktu penelitian yang relatif singkat yaitu 5 (lima) tahun mulai tahun 2005 – 2009 (dalam tahunan), sehingga data penelitian yang didapat pun relatif sedikit. Untuk penelitian yang akan datang hendaknya memperpanjang waktu penelitian dalam bentuk triwulan, sehingga diperoleh data penelitian yang lebih banyak lagi.

Dengan data yang lebih banyak, metode penelitian dapat dikembangkan menjadi analisis regresi linier berganda, karena dengan menggunakan analisis regresi linier beganda dapat dibuktikan bahwa pelaksanaan mudharabah dan risiko pelaksanaan mudharabah berpengaruh atau tidak terhadap eksistensi bank syariah. Berbeda dengan metode penelitian ini yaitu korelasi product moment yang hanya bermanfaat untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau penanda awal bahwa variabel X mungkin berpengaruh terhadap Y.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan uraian dan analisa data yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Peningkatan pelaksanaan mudharabah berdampak nyata terhadap peningkatan eksistensi bank syariah pada tahun 2005 – 2009, hal ini menunjukkan bahwa Bank Syariah Mandiri memiliki kinerja yang positif, pertumbuhan volume usaha yang cukup tinggi, dan kesediaan akses jaringan yang tinggi, sehingga dapat menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

2. Peningkatan risiko pelaksanaan mudharabah tidak berdampak nyata terhadap penurunan eksistensi bank syariah pada tahun 2005 - 2009, hal ini menunjukkan bahwa Bank Syariah Mansdiri sudah mampu memikirkan cara-cara yang tepat dalam melakukan pembiayaan khususnya pembiayaan yang berkaitan dengan konsep Mudharabah.

5.2. Saran

Dari hasil pembahasan, maka saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut :

1. Bagi Bank Syariah Mandiri (BSM), hendaknya lebih meningkatkan pelaksanaan mudharabah dengan :

a. Menjaga kepercayaan nasabah pembiayaan total (Mudharabah) dalam segala kondisi baik pendapatan bagi hasil meningkat ataupun pendapatan menurun.

b. Melakukan sosialisasi yang lebih intens dari pihak Bank Syariah Mandiri (BSM) tentang pembiayaan total (mudharabah) dengan segala kemudahan prosedurnya.

c. Melakukan jemput bola artinya bank syariah langsung turun ke lokasi lokasi masyarakat, lebih banyak mengeluarkan produk yang lebih efektif dan dapat menjangkau masyarakat bawah, di samping itu lebih banyak melakukan pendekatan terhadap Tuan Guru dan tokoh masyarakat.

2. Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya memperpanjang jangka waktu penelitian dan menggunakan teknik analisis regresi linier berganda.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2002, Al- Quran dan Terjemahannya, Departemen Agama RI

______, 2000, Fatwa Dewan Syariah No: 07/DSN/-MUI/IV/2000, [email protected] (22 Agustus 2010).

______, 2009, Pedoman Penyusunan Usulan Penelitian dan Skripsi Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi UPN ”Veteran” Jawa Timur, Surabaya. ______, 2007, Pedoman Standart Akuntansi Keuangan No. 105, Ikatan

Akuntansi Indonesia.

______, 1992, Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 1992 ”Tentang Bank Berdasarkan Prinsip Bagi Hasil”, www.bi.go.id (22 Agustus 2010). ______, 1999, Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.32/33/KEP/DIR,

www.bi.go.id (22 Agustus 2010).

______, 1999, Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.32/34/KEP/DIR, www.bi.go.id (22 Agustus 2010).

______, 1992, Undang – Undang No. 7 Tahun 1992 ”Tentang Perbankan”, www.bi.go.id (22 Agustus 2010).

______, 1998, Undang – Undang No. 10 Tahun 1998 ”Tentang Perbankan Syariah”, www.bi.go.id (22 Agustus 2010).

______, 1999, Undang – Undang No. 23 Tahun 1999 ”Tentang Bank Indonesia”, www.bi.go.id (22 Agustus 2010).

Adiwarman, 2008, Sistem Perbankan Dual Banking System. Prenada Media, Jakarta.

Ali, Masyhud, 2006, Manajemen Risiko. Edisi Pertama, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Antonio, Muhammad Syafi’i, 2004, Bank Syariah dari Teori ke Praktik. Gema Insani, Jakarta.

Arifin, Zainul, 2002, Memahami Bank Syariah; Lingkup; Peluang; Tantangan dan Prospek. Alvabet, Jakarta.

Ascarya, 2007, Akad dan Produk Bank Syariah, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Hadiwigeno, Soetatwo, 1991, Lembaga – Lembaga Keuangan dan Bank. Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Jonathansarwono, 2002, ”Korelasi Product Moment” , www.jonathansarwono.info/korelasi/korelasi.htm (11 Oktober 2010)

Muhammad, 2002, Kebijakan Fiskal dan Moneter dalam Ekonomi Islam. Salemba Empat, Jakarta.

Nurhayati, Sri, 2008, Akuntansi Syariah di Indonesia, Salemba Empat, Jakarta. Riyanto, 1995, Manajemen Risiko. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Rosyidi, Suherman, 1998, Pengantar Teori Ekonomi (Pendekatan kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro), UR. Printing, Jakarta.

S. Harahap, Sofyan, Wiroso dan Yusuf, Muhammad, 2005, Akuntansi Perbankan Syariah, Edisi Kedua, Penerbit LPPFE – Usakti, Jakarta.

Siregar, Mulya dan Nasirwan, 2007, Perbankan Syariah Indonesia Januari, LPPFE – Usakti, Jakarta.

Sudarsono, Heri, 2004, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Edisi Kedua, Ekonosia Kampus UII, Yogyakarta.

Sugiyono, 2007, Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta, Bogor.

Sumarsono, 2004, Metode Penelitian Akuntansi, UPN ”Veteran” Jawa Timur, Surabaya.

Triyuwono, Iwan, 2001, Akuntansi Syariah ”Memformulasikan Konsep Laba Dalam Konteks Metafora Zakat”. Salemba Empat, Jakarta.

Umar, Husein, 2002, Research Methods In Finance and Banking. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Wibowo, Edy dan Untung, 2005, Mengapa Memilih Bank Syariah. Ghalia Indonesia, Bogor.

Www.syariahmandiri.co.id

Koran / Majalah :

Bagus, Candra, 2008, ”Sistem Syariah Alternatif Pembiayaan UMKM”, Majalah Info Bank, Edisi Mei – Juni.

Jurnal :

Haziem, Oemar, 2003, ”Kendala- Kendala Seputar Eksistensi Perbankan Syariah di Indonesia”. Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Cokroaminoto Yogyakarta.

Muhammad, 2006, ”Atribut Proyek dan Mudharib Dalam Pembiayaan Mudharabah Pada Bank Syariah di Indonesia”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Sekolah tinggi Ekonomi Islam Yogyakarta.

Skripsi & Tesis :

Maryono, Ikhwan Tri, 2007, Hubungan Pembiayaan Mudharabah dan Musyarakah, Risiko, dan Penyisihan Kerugian dengan Penerimaan Keuntungan Pada Bank Syariah Mandiri, S-1, Fakultas Ekonomi UPN ”Veteran” Jawa Timur, Surabaya.

Nurhasanah, Ayu, 2005, Pelaksanaan Perjanjian Pembiayaan Dengan Prinsip Bagi Hasil (Al – Mudharabah) Pada Bank Syariah Mandiri Cabang Pontianak, S-2, Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang.

Purwantoro, 2007, Hubungan Penghimpunan Dana Nasabah, Penyaluran Dana Pinjaman Serta Perolehan Pendapatan Dari Jasa Lain Terhadap Penerimaan Pendapatan Bank Syariah Mandiri Jakarta, S-1, Fakultas Ekonomi UPN ”Veteran” Jawa Timur, Surabaya.

Ta hun Jumla h p e mb ia ya a n mud ha ra b a h Jumla h re siko / ke rug ia n Pe la ksa na a n Mud ha ra b a h (X1) (Rp ) Jumla h p e nd a p a ta n b a g i ha sil (Y) Jumla h No n Pe rfo rming Fina nc ing (%) (X2) 2005 484.892.267 3.054.821 481.837.446 210.444.043 0,63 2006 1.107.124.003 2.717.736 1.104.406.267 310.064.787 0,34 2007 2.314.652.244 2.092.847 2.312.559.397 464.904.597 0,09 2008 2.926.071.071 736.258 2.925.334.813 703.877.398 0,58 2009 3.275.448.768 5.268.605 3.270.180.163 798.583.385 0,31

NPar Tests

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

5 5 5 2E+009 .3900 5E+008 1E+009 .21943 3E+008 .197 .207 .195 .179 .190 .173 -.197 -.207 -.195 .441 .462 .435 .990 .983 .992 N Mean Std. Deviation Normal Parametersa,b

Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)

x1 x2 y

Test distribution is Normal. a.

Calculated from data. b.

OUTPUT KORELASI PRODUCT MOMENT Correlations Correlations 1 -.324 .976** .594 .004 5 5 5 -.324 1 -.157 .594 .801 5 5 5 .976** -.157 1 .004 .801 5 5 5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N x1 x2 y x1 x2 y

Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed). **.

LAMPIRAN 5

PEDOMAN UNTUK MEMBERIKAN INTERPRETASI KOEFISIEN KORELASI

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 – 1,000 Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat

mudharabah resiko/kerugian

(Rp) bagi hasil (Y)

2005 484,892,267 3,054,821 210,444,043 210,444,043

2006 1,107,124,003 2,717,736 310,064,787 310,064,787

2007 2,314,652,244 2,092,847 464,904,597 464,904,597

2008 2,926,071,071 736,258 703,877,398 703,877,398

(%) (X2) 0.63 0.34 0.09 0.58 0.31

Dokumen terkait