• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.2. Pembahasan

Tabel 5.2. Distribusi Kasus Tumor Germ Cell Ovarium Berdasarkan

Histopatologi

Histopatologi Frekuensi Persentase (%)

Ganas (n = 24)

Distribusi kasus berdasarkan umur menunjukan bahwa tumor germ cell ovarium paling sering terjadi pada umur 20-45 tahun dengan jumlah 22 kasus. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sarwono10, bahwa hampir 70% tumor ovarium berasal dari germ cell pada umur sekitar 20 tahun. Berikutnya, pada umur < 20 tahun dengan jumlah 6 kasus dan > 45 tahun sebanyak 4 kasus. Disgerminoma ditemukan pada 75% penderita umur antara 10-30 tahun, 5% pada umur 10 tahun, dan jarang pada umur di atas 50 tahun. Mature cystic teratoma atau dermoid cyst dapat terjadi pada segala umur, tetapi insiden puncaknya terjadi pada umur 20-40 tahun.14 Insidensi neoplasma ovarium pada anak-anak adalah 2,6 per 100.000

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara perempuan. Yolk sac tumors terhitung sebanyak 1% dalam kejadian neoplasma tersebut dan lebih sering tercatat pada umur antara 18-25 tahun.15 Immature teratoma yang merupakan tumor germ cell ganas ditemukan sekitar 50% pada umur 10-20 tahun.10

Insidensi jenis histopatologi tumor jinak dan ganas menunjukan hasil yang bervariasi. Dalam penelitian ini, terdapat 24 kasus tumor germ cell ovarium tipe ganas dan 8 kasus tipe jinak. Hal ini sesuai dengan pernyataan Aminimoghaddam, dkk.16 bahwa tumor germ cell ovarium ganas memang tipe yang paling sering terjadi dengan persentase sebesar 80%. Namun, hasil yang berbeda dikemukakan oleh Forae & Aligbe17. Mereka melakukan penelitian terhadap 236 lesi ovarium di Nigeria dan didapati frekuensi tumor jinak dan ganas masing-masing adalah 84,7% dan 15,3%. Pada penelitian tersebut, mature cystic teratoma merupakan tumor jinak yang paling banyak dijumpai dengan persentase sebesar 62%

sedangkan tumor germ cell ovarium tipe ganas hanya 27,7% dari seluruh kasus keganasan yang ada. Alasan mengapa dijumpai hasil yang berbeda tidak dapat dijelaskan secara pasti, namun, hal ini kemungkinan terjadi karena variasi etnis dan jumlah sampel.17

Dalam penelitian ini, diketahui bahwa jenis histopatologi yang paling sering ditemukan adalah disgerminoma yaitu sebanyak 18 kasus (75%). Hal ini sesuai dengan pernyataan Baker & Oliva5 bahwa disgerminoma memang tipe yang paling sering terjadi (50% dari seluruh tumor germ cell ganas). Berikutnya, pada tumor jinak yang paling banyak dijumpai adalah mature cystic teratoma atau bisa disebut juga dengan dermoid cyst dengan jumlah sebanyak 8 kasus (100%).

Menurut Sinha & Ewies18, mature cystic teratoma adalah tumor jinak yang paling sering terjadi pada umur reproduktif (70%) dan postmenopause (20%). Yolk sac tumor atau Endodermal Sinus Tumors (EST) dengan gambaran khas Schiller-Duval bodies ditemukan pada 3 kasus (12,5%). Meskipun Berek & Novak4 mengatakan tumor ini adalah tumor ganas ketiga yang paling sering terjadi setelah disgerminoma dan immature teratoma, akan tetapi menurut Goyal, dkk19 berdasarkan laporan kasus, yolk sac tumor merupakan tumor ganas kedua yang paling banyak dijumpai setelah disgerminoma dengan persentase 70%.

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara Selanjutnya, tumor ganas yang ditemukan adalah tipe immature teratoma dengan jumlah 2 kasus (8,3%). Tumor ini termasuk tumor ganas yang sering terjadi dengan persentase kasus sebesar 53%.19 Jenis histopatologi yang terakhir ditemukan pada penelitian ini adalah Mixed germ cell tumors dengan jumlah 1 kasus (4,2%). Kebanyakan mixed germ cell tumors terdiri dari dua komponen germ cell. Insidensi kejadian berkisar antara 10-81%. Kombinasi yang paling sering ditemukan adalah disgerminoma dan yolk sac tumors namun pada penelitian ini kombinasi yang dijumpai adalah disgerminoma (40%) dan poorly differentiated choriocarcinoma (60%).20

Stadium tumor ditentukan melalui surgical staging. Pada penelitian ini ditemukan stadium yang tidak adekuat dikarenakan operasi awal pasien dilakukan di luar RSUP H. Adam Malik sehingga stadium tidak bisa ditegakan karena keterbatasan sumber daya manusia dan sarana yang memadai. Penderita tumor germ cell ovarium paling banyak ditemukan pada stadium I dengan jumlah 5 kasus (20,8%). Hal ini sesuai dengan pernyataan Zhao, dkk21 bahwa tumor germ cell ovarium biasanya didiagnosis pada stadium awal. Meskipun pada stadium awal biasanya asimptomatik namun tumor dapat ditemukan pada pemeriksaan ginekologik rutin. Perut membesar dan perdarahan postmenopause merupakan gejala yang sering dialami penderita tumor germ cell ovarium.22 Pendapat yang sama diungkapkan oleh Lintong23 dimana tumor germ cell ovarium dapat tumbuh dengan cepat dan sebagian besar ditemukan pada stadium IA. Akan tetapi, pernyataan yang berbeda dikemukakan oleh Rezkini bahwa hampir 70% kanker ovarium terdiagnosis pada stadium lanjut, baik sudah menyebar dalam rongga abdomen atas (stadium III) maupun lebih luas (stadium IV) dengan angka harapan hidup selama 5 tahun hanya sekitar 15-20%. Berdasarkan International Federation of Gynecologist and Obstetricians (FIGO), pada stadium I pertumbuhan kanker terbatas pada ovarium.

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa:

1. Penderita tumor germ cell ovarium paling banyak terdapat pada kelompok umur 20-45 tahun dengan jumlah kejadian sebanyak 22 kasus (68,8%)

2. Walaupun terdapat 13 kasus yang tidak mencantumkan stadium, stadium yang paling sering ditemukan adalah stadium IC dengan jumlah kejadian sebanyak 5 kasus (20,8%)

3. Berdasarkan jenis histopatologi, jenis yang paling sering dijumpai adalah disgerminoma dengan jumlah kejadian sebanyak 18 kasus (75%)

6.2. Saran

Dari seluruh proses penelitian yang telah dijalani oleh peneliti, maka dapat diungkapkan beberapa saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi semua pihak yang berperan dalam penelitian ini. Adapun saran tersebut yaitu:

1. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar menggunakan sampel dengan skala yang lebih luas sehingga menjadi representatif untuk menggambarkan populasi.

2. Pencatatan rekam medis mengenai stadium sebaiknya ditulis secara lengkap.

Hal ini dapat membantu para peneliti yang khususnya menggunakan data rekam medis pada penelitiannya.

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR PUSTAKA

1. Green AE, Garcia AA, Ahmed S. Ovarian Cancer. eMedicine [Internet]. 2016

May [cited 2016 May 7]. Available from:

http://emedicine.medscape.com/article/255771-overview.

2. Rambe IR, Asri A, Adrial. Profil Tumor Ganas Ovarium di Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Periode Januari 2011 Sampai Dengan Desember 2012. Jurnal Kesehatan Andalas.

2014;3(1):54.

3. Prat J, Cao D, Carinelli SG, Nogales FF, Vang R, Zaloudek CJ. Germ cell tumours. In: Kurman RJ, Carcangiu ML, Herrington CS, Young RH, editors.

WHO Classification of Tumours of Female Reproductive Organs. 4th ed.

Lyon: IARC; 2014. p. 57-68.

4. Berek JS. Berek & Novak’s Gynecology. 14th ed. USA: Lippincott Williams

& Wilkins; 2007. p. 1505-1520.

5. Baker PM, Oliva E. Germ Cell Tumors of the Ovary. In: Nucci MR, Oliva E, editors. Gynecologic Pathology. Boston: Elsevier Inc; 2009. p. 501-536.

6. Rezkini P. Hubungan Antara Usia Pasien dan Derajat Keganasan Tumor Ovarium Primer Tipe Sel Benih di Jakarta selama 10 tahun (1997-2006).

Jakarta: FKUI; 2009.

7. Cunningham FG, Leveno KJ, Bloom SL, Spong CY, Dashe JS, Hoffman BL, et al. Williams Obstetrics. 24th ed. USA: McGraw-Hill; 2014. p. 29-30.

8. Eroschenko VP. Atlas Histologi diFiore: dengan Korelasi Fungsional. 11th ed.

Jakarta: EGC; 2010. p.

9. Tortora GJ, Nielsen MT. Principles of Human Anatomy. 12th ed. USA: John Wiley & Sons, Inc; 2011. p. 901.

10. Busmar B. Kanker Ovarium. In: Buku Acuan Nasional Onkologi Ginekologi.

Jakarta: YBP-SP; 2006. p. 480.

11. Shaaban AM, Rezvani M, Elsayes KM, Jr. Baskin H, Mourad A, Foster BR, et al. Ovarian Malignant Germ Cell Tumors: Cellular Classification and Clinical and Imaging Features. Radiographics. 2014 May-Jun;34(3):777-798.

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara 12. Kojimahara T, Nakahara K, Takano T, Yaegashi N, Nishiyama H, Fujimori

K, et al. Yolk sac tumor of the ovary: a retrospective multicenter study of 33 Japanese women by Tohoku Gynecologic Cancer Unit (TGCU). Tohoku J Exp Med. 2013;230(4):211-217.

13. Mutter GL, Prat J, Schwartz DA. The Female Reproductive System, the Peritoneum and Pregnancy. In: Rubin R, Strayer DS, editors. Rubin’s Pathology: Clinicopathologic Foundations of Medicine. 6th ed. Philadelphia:

Lippincott Williams & Wilkins; 2011. p. 896-899.

14. Cakmak B, Nacar M, Ozsoy Z, Aliyev N, Koseoglu D. Mature cystic teratomas: Relationship between histopathological content and clinical features. Niger J Clin Pract. 2015 Apr;18(2):236.

15. Jones RG, Akande MY, Younes HK, Jagarpu J, Mba N, Savell VH, et al.

Yolk sac tumor of the ovary in a young girl with tuberous sclerosis: A case report and review of the literature. Gynecol Oncol Rep. 2014;10.

16. Aminimoghaddam S, Mohseni I, Afzalzadeh A, Esmaeeli S. Ovarian Malignant Germ Cell Tumor: A Case of Unusual Presentation as Molar Pregnancy. J Reprod Infertil. 2016;17(2):133.

17. Forae GD, Aligbe JU. Ovarian tumors among Nigerian females: A private practice experience in Benin-City, Nigeria. Adv Biomed Res. 2016;5:61.

18. Sinha A, Ewies AAA. Ovarian Mature Cystic Teratoma: Challenges of Surgical Management. Obstet Gynecol Int. 2016 Feb:7.

19. Goyal LD, Kaur S, Kawatra K. Malignant mixed germ cell tumour of ovary- an unusual combination and review of literature. J Ovarian Res. 2014;7:91.

20. Gaurish SK, Avinash J, Hardas S, Kulkarni MM, Barpande CP. Ovarian malignant germ cell tumor: A rare combination with five germ cell components. Indian J Pathol Microbiol. 2016;59:122.

21. Zhao T, Liu Y, Jiang H, Zhang H, Lu Y. Management of bilateral malignant ovarian germ cell tumors: Experience of a single institute. Mol Clin Oncol.

2015 Sep:383.

22. Bathesda. Ovarian Germ Cell Tumors Treatment. PDQ Cancer Information Summaries. US: National Cancer Institute; 2016.

23. Lintong, PM. Germ cell tumors ovarium. Jurnal Biomedik. 2010;2(1):2.

Universitas Sumatera Utara

Nama : Muhammad Akmal Ashrof

Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 23 April 1995 Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Alamat : Jl. Bahrum Jamil (Turi) No. 91, Teladan Timur, Medan

Riwayat Pendidikan :

1. Sekolah Dasar Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (2001-2007)

2. Sekolah Menengah Pertama Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya (2007-2010) 3. Sekolah Menengah Atas Presiden (2010-2013)

Pengalaman Organisasi :

1. Anggota Standing Committee on Public Health Pemerintahan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (SCOPH PEMA FK USU) (2015-sekarang)

Riwayat Kepanitian :

1. Panitia PORSENI FK USU 2014 2. Panitia PORSENI FK USU 2015

3. Panitia Pengabdian Masyarakat Akbar SCOPH PEMA FK USU 2016

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

No. Nomor Rekam

1. Distribusi Kasus Tumor Germ Cell Ovarium

Frequency Percent Valid Percent

II 1 4.2 4.2 25.0

III 4 16.7 16.7 41.7

IV 1 4.2 4.2 45.8

Tidak ada 13 54.2 54.2 100.0

Total 24 100.0 100.0

2. Distribusi Kasus Tumor Germ Cell Ovarium Berdasarkan Histopatologi Statistics

Histopatologi

N Valid 32

Missing 0

Histopatologi

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Disgerminoma 18 56.3 56.3 56.3

Yolk Sac 3 9.4 9.4 65.6

Immature 2 6.3 6.3 71.9

Mix 1 3.1 3.1 75.0

Mature

Teratoma 8 25.0 25.0 100.0

Total 32 100.0 100.0

Universitas Sumatera Utara

Dokumen terkait