• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

C. Penutup

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi ini. Berkat ridho Allah lah penulis mampu melewati hambatan-hambatan dalam penelitian dan penyusunan karya ini.

Penulis menyadari dalam karya ini masih banyak kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca guna perbaikan karya selanjutnya. Semoga skripsi ini dapat memberi sumbangsih pada perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam dunia pendidikan. Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca. Amin.

79

DAFTAR PUSTAKA

Amin, Ahmad. 1993. Meneladani Akhlaq Nabi. Bandung: Remaja Rosda Karya. Anwar, Rosihon. 2010. Akhlaq Tasawuf. Bandung: Pustaka Setia.

Aqib, Zainal. 2016. Model-Model, Media, Dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif). Bandung: Yrama Widya.

Dalyono, M. 2005. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Darsono, Max. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: Ikip Semarang Press. Djatmika, Rachmat. 1992. System Etika Islami. Jakarta: Pustaka Panjimas.

Dimyati, Mahfudh. 2011. The Implementation Of ‘Kagan Structure: One Stay Two Stray’ In Managing Class-Discussion In Speaking Class Of Grade Vii Of Junior High School: An Action Research on the First Year Students of SMP Negeri 13 Semarang in the Academic Year of 2011/2012. Skripsi.

Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Hopkin, David. 2008. Panduan Guru, Penelitian Tindakan Kelas. Terjemahan oleh Achmad Fawaid, 2011. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Huda, Miftahul. 2014. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ilyas, Yunahar. 2007. Kuliah Akhlaq. Yogyakarta: LPPI.

Isjoni, Dkk. 2007. Pembelajaran Visioner. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jabir, Abu Bakar. 1996. Pedoman Hidup Muslim. Jakarta: Litera Antar Nusa. Juwariyah, Siti. 2015. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran

Kooperatif Tipe Stad (Student Teams Achievement Division) Pada Pokok Bahasan Perjuangan Dakwah Nabi Muhammad Saw. Periode Mekah Mata Pelajaran Ski Kelas VII MTS Yasinta Salatiga Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi. Semarang: UIN Walisongo.

80

Margono, S. 2009. Metodologi Penelitian Tindakan, Jakarta: PT. Rineka Cipta. Muhaimin, Dkk..2004. Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan

Pendidikan Agama Islam Di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya. Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Teungku. 1999. Al-Islam. Semarang: Rizki

Putra.

Muhammad, Syaikh. 2009. Syarah Riyadus Shalihin Jilid 3. Jakarta: Darus Sunnah.

Nashir, Haedar. 2013. Pendidikan Karakter Berbasis Agama Dan Kebudayaan.Yogyakarta: Multi Presindo.

Nizar, Samsul, 2002, Filsafat Pendidikan Islam, Pendekatan Historis, Teoritis dan Praktis, Cet. Ke-1, Jakarta: Ciputat Pers.

Poerwadarminta, W.J.S. 2007. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Purwanto. 2009. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Qardahawi, Yusuf. 2003. Halal Dan Haram Dalam Islam. Surabaya: Bina Ilmu Offset.

Santi. 2011. Implementasi Strategi Pembelajaran Kooperatif Pada Matapelajaran PAI Di Sekolah (Study Kasus Di SMP Islam Al-Azhar 4 Komandon). Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Shoimin, Aris. 2014. 68 Model Pembelajaran Inovatif Dalam Kurikulum 2013.

Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sm, Ismail. 2008. Strategi Pembelajaran Berbasis Paikem. Semarang: Rasail Media Group.

Somadayo, Samsu. 2013. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Graha Ilmu. Sudjana, Nana. 2001. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Sukmadita, Nana Syaodih. 2005. Landasan Psikologi Proses Pendidikan.

Bandung: Remaja Rosdakarya.

Suprijono, Agus. 2001. Cooperatif Learning: Teori Dan Aplikasi Paikem.

81

Syah, Muhibbin. 2009. Pesikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.

Jakarata: Prestasi Pustaka.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Tentang System Pendidikan Nasional, 2004. Semarang: Aneka Ilmu.

Uwaidah, Syaikh Kamil. 1998. Faqih Wanita. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.

Wicaksana, Candra. 2014. Pembelajaran Aqidah Akhlaq Dengan Pendekatan Contextual Teaching And Learning (CTL) Siswa Kelas XI Di MAN Yogyakarta III. Skripsi. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

YAYASAN PEMBINA REHABISASI PEMBANGUNAN MASYARAKAT SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) SARASWATI SALATIGA Jl. Hasanudin No. 738 Salatiga 50721 telp. (0298) 326516 Fax. 0298 312224

email: [email protected]

RENCANA PELAKSANAAN PEMELAJARAN (RPP)

SATUAN PENDIDIKAN : SMK SARASWATI SALATIGA BIDANG STUDI KEAHLIAN : SEMUA PROGRAM KEAHLIAN PROGRAM STUDI KEAHLIAN : SEMUA PROGRAM STUDI KOMPETENSI KEAHLIAN : SEMUA KOMPETENSI KEAHLIAN

MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS / SEMESTER : X/2

ALOKASI WAKTU : 6 X 45 MENIT (3 Pertemuan)

ASPEK : AKHLAK

I. Standar Kompetensi :

9. (Akhlaq) Membiasakan perilaku terpuji II. Kompetensi dasar dan indikator

No Kompetensi dasar Indikator 9.1 Menjelaskan pengertian

adab dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan atau menerima tamu.

 Menjelaskan pengertian adab dalam berpakaian.

 Menjelaskan pengertian adab dalam berhias

 Menjelaskan pengertian adab dalam perjalanan.

 Menjelaskan pengertian adab dalam bertamu dan menerima tamu

9.2 Menampilkan contoh-contoh adab dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu atau menerima tamu.

 menunjukkan contoh adab dalam berpakaian.

 menunjukkan contoh adab dalam berhias.

 menunjukkan contoh adab dalam perjalanan

 menunjukkan adab dalam bertamu dan menerima tamu.

9.3 Mempraktikkan adab dalam berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu dan atau

 Mempraktikkan perilaku yang baik dan benar dalam berpakaian.

 Mempraktikkan perilaku yang baik dan benar dalam berhias.

menerima tamu dalam kehidupan sehari-hari.

 Mempraktikkan perilaku yang baik dan benar dalam perjalanan.

 Mempraktikkan perilaku yang baik dan benar dalam bertamu dan menerima tamu

III. Tujuan Pembelajaran : Diharapkan siswa mampu:

 Menjelaskan pengertian adab dalam berpakaian.

 Menjelaskan pengertian adab dalam berhias.

 Menjelaskan pengertian adab dalam perjalanan.

 Menjelaskan pengertian adab dalam bertamu dan menerima tamu. Diharapkan siswa mampu:

 Menunjukkan contoh adab dalam berpakaian.

 Menunjukkan contoh adab dalam berhias.

 Menunjukkan contoh adab dalam perjalanan.

 Menunjukkan adab dalam bertamu dan menerima tamu. Diharapkan siswa mampu:

 Mempraktikkan perilaku yang baik dan benar dalam berpakaian.

 Mempraktikkan perilaku yang baik dan benar dalam berhias.

 Mempraktikkan perilaku yang baik dan benar dalam perjalanan.

 Mempraktikkan perilaku yang baik dan benar dalam bertamu dan menerima tamu

IV. Materi Pembelajaran: Pengertian:

 Adab dalam berpakaian.

 Adab dalam berhias

 Adab dalam perjalanan

 Adab dalam bertamu dan menerima tamu Contoh-contoh adab dalam:

 Berpakaian

 Berhias

 Perjalanan

 bertamu atau menerima tamu Praktik adab dalam:

 Berpakaian

 Berhias

 Perjalanan

 Bertamu dan atau menerima tamu.

V. Metode Pembelajaran: Three stay three stray

A. Pertemuan Pertama

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

waktu Pendahuluan  Guru beserta peserta didik melakukan doa

bersama untuk mengawali pembelajaran.

 Guru memperkenalkan diri.

 Absensi untuk mengetahui kehadiran siswa.

 Apersepsi

10 menit

Inti  Eksplorasi

Untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan siswa tentang materi pembelajaran, guru mengawali dengan mengajukan pertanyaan:

 Apa yang kalian ketahui tentang Adab dalam berpakaian, Adab dalam berhias, Adab dalam perjalanan, Adab dalam bertamu dan menerima tamu?

 Elaborasi

 Guru menjelasan prosedur mengenai cara belajar dengan metode three stay three stray kepada siswa.

 Membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 6 siswa.

 Guru mengarahkan siswa untuk mendiskusikan materi yang akan dipelajari (pengertian: Adab dalam berpakaian, Adab dalam berhias, Adab dalam perjalanan, Adab dalam bertamu dan menerima tamu) dengan pembagian sub materi berbeda pada setiap kelompok.

 Guru menginstruksikan tiga orang dari tiap kelompok untuk mengunjungi kelompok lain untuk melakukan pertukaran informasi. Tiga orang yang tinggal dalam kelompok bertugas untuk menjelaskan hasil temuannya kepada tiga orang yang akan bertamu.

 Guru menginstruksikan agar siswa yang berkunjung ke kelompok lain kembali pada kelompoknya masing-masing dan mendiskusikan hasil temuannya dari kelompok yang dikunjungi.

 Guru mengarahkan untuk diskusi dikelas dan mempresentasikan hasil temuannya setelah berkunjung pada kelompok lain.

 Konfirmasi

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu

 Guru memberikan penguatan materi dan kesimpulan tentang materi yang dipelajari pada pertemuan ini

Penutup  Guru memberikan informasi tentang apa yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

 Guru memotivasi siswa untuk belajar.

 Menutup kegiatan pembelajaran dengan

membaca do’a kafarotul majelis.

5 menit

B. Pertemuan Kedua

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

waktu Pendahuluan  Guru beserta peserta didik melakukan doa

bersama untuk mengawali pembelajaran.

 Guru memperkenalkan diri.

 Absensi untuk mengetahui kehadiran siswa.

 Apersepsi

10 menit

Inti  Eksplorasi

Untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan siswa tentang materi pembelajaran, guru mengawali dengan mengajukan pertanyaan:

 Apa saja contoh adab dalam: Berpakaian, Berhias, Perjalanan, bertamu atau menerima tamu?

 Elaborasi

 Guru menjelasan prosedur mengenai cara belajar dengan metode three stay three stray kepada siswa.

 Membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 6 siswa.

 Guru mengarahkan siswa untuk mendiskusikan materi yang akan dipelajari (Contoh-contoh adab dalam: Berpakaian, Berhias, Perjalanan, bertamu atau menerima tamu) dengan pembagian sub materi berbeda pada setiap kelompok.

 Guru menginstruksikan tiga orang dari tiap kelompok untuk mengunjungi kelompok lain untuk melakukan pertukaran informasi. Tiga orang yang tinggal dalam kelompok bertugas

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi waktu untuk menjelaskan hasil temuannya kepada

tiga orang yang akan bertamu.

 Guru menginstruksikan agar siswa yang berkunjung ke kelompok lain kembali pada kelompoknya masing-masing dan mendiskusikan hasil temuannya dari kelompok yang dikunjungi.

 Guru mengarahkan untuk diskusi dikelas dan mempresentasikan hasil temuannya setelah berkunjung pada kelompok lain.

 Konfirmasi

 Guru memberikan penguatan materi dan kesimpulan tentang materi yang dipelajari pada pertemuan ini.

Penutup  Guru memberikan informasi tentang apa yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

 Guru memotivasi siswa untuk belajar.

 Menutup kegiatan pembelajaran dengan

membaca do’a kafarotul majelis.

5 menit

C. Pertemuan ketiga

Kegiatan Deskripsi kegiatan Alokasi waktu pendahuluan 1. Guru beserta peserta didik melakukan doa

bersama untuk mengawali pembelajaran. 2. Guru memperkenalkan diri.

3. Absensi untuk mengetahui kehadiran siswa. 4. Apersepsi

10 menit

Inti  Eksplorasi

Untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan siswa tentang materi pembelajaran, guru mengawali dengan mengajukan pertanyaan:

 Pernahkah kaian mempraktik adab dalam: Berpakaian, Berhias, Perjalanan, Bertamu dan atau menerima tamu? Jelaskan.

 Elaborasi

 Guru menjelasan prosedur mengenai cara belajar dengan metode three stay three stray kepada siswa.

 Membagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 6 siswa.

 Guru mengarahkan siswa untuk mendiskusikan materi yang akan dipelajari (Praktik adab dalam: Berpakaian, Berhias, Perjalanan, Bertamu dan atau menerima tamu.) dengan pembagian sub materi berbeda pada setiap kelompok.

 Guru menginstruksikan tiga orang dari tiap kelompok untuk mengunjungi kelompok lain untuk melakukan pertukaran informasi. Tiga orang yang tinggal dalam kelompok bertugas untuk menjelaskan hasil temuannya kepada tiga orang yang akan bertamu.

 Guru menginstruksikan agar siswa yang berkunjung ke kelompok lain kembali pada kelompoknya masing-masing dan mendiskusikan hasil temuannya dari kelompok yang dikunjungi.

 Guru mengarahkan untuk diskusi dikelas dan mempresentasikan hasil temuannya setelah berkunjung pada kelompok lain.

 Konfirmasi

 Guru memberikan penguatan materi dan kesimpulan tentang materi yang dipelajari pada pertemuan ini.

Penutup  Guru memberikan informasi tentang apa yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.

 Guru memotivasi siswa untuk belajar.

 Menutup kegiatan pembelajaran dengan

membaca do’a kafarotul majelis.

5 menit

VII. Media/Bahan/Sumber Belajar :

1. Depag (1996) Alquran dan Terjemahnya, Jakarta, Proyek Pengadaan Alquran

2. Sudarno,S.Ag(2009), PAI SMK Klas X , Surakarta;New Master

3. Buku teks MGMP 4. Internet

VIII. Penilaian dan butir soal : 1. Penilaian: TES TERTULIS 2. Butir soal:

SOAL:

1. Jelaskan pengertian adab berpakaian!

2. Sebutkan 3 contoh/tata krama berpakaian bagi wanita! 3. Sebutkan 3 larangan berhias dalam Islam!

4. Sebutkan masing-masing 2 point adab dalam perjalanan bagi pejalan kaki, pengemudi, dan penumpang!

5. Jelaskan menurut pendapat Anda, adab bertamu dan menerima tamu yang baik dan benar!

KUNCI JAWABAN 1. Pengertian adab dalam berpakaian

Pakaian yang Islami adalah pakaian yang dapat menutup aurat. bagi laki-laki harus dapat menutup bagian tubuhnya antara pusar dan lutut, sedangkan bagi wanita harus dapat menutup seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan. 2. Adab berpakaian bagi wanita

 Memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.

 Tidak menampakkan (memamerkan) perhiasannya, kecuali yang biasa nampak seperti cincin atau gelang.

 Menampakkan perhiasaan hanya dibolehkan bagi mahram dan suaminya.

 Memanjangkan kerudung sehingga menutupi dada.

 Tidak boleh memakai pakaian yang terlalu tipis sehingga membuat bagian-bagian tubuhnya terlihat membayang.

 Tidak boleh memakai pakaian yang terlalu ketat yang membuat lekukan-lekukan tubuhnya terlihat dengan jelas.

 Dilarang memakai pakaian yang seronok. 3. Larangan berhias dalam islam

 Laki-laki dilarang memakai cincin emas.

 Dilarang bertato dan mengikir gigi.

 Dilarang menyambung rambut.

 Jangan berhias secara berlebihan 4. Adab dalam bepergian

a. Bagi pejalan kaki hendaknya :

 berjalan disebelah kiri jalan dan di trotoar

 menyeberang di jembatan penyeberangan atau di zebracross

 menunggu lampu hijau bagi penyeberang atau saat yang aman untuk menyeberang.

 menjaga sopan santun dan tidak melakukan tindakan yang mengganggu ketertiban umum.

b. Bagi pengemudi kendaraan bermotor hendaknya :

 memerhatikan dan mentaati rambu-rambu lalu lintas.

 melengkapi perlengkapan berkendaraan, seperti SIM, STNK, dan helm (bagi pengendara sepeda motor.

 mengemudi dalam batas kecepatan yang sesuai dengan keadaan jalan raya.

 tidak membuang sampah sembarangan. c. Tata Krama bagi Para Penumpang Kendaraan Umum

 bermanis muka dan bertutur kata yang baik terhadap para penumpang yang lainnya.

 bersikap hotmat kepada penumpang yang lain, terutama kepada yang lebih tua.

 saling tolong menolong dengan sesama penumpang yang lain.

 jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang mengganggu dan merugikan para pemunpang lain.

5. Adab bertamu dan menerima tamu

a. Contoh dan praktik adab dalam bertamu

 Dalam bertamu didahului dengan niat untuk melaksanakan sunnah Rasul dan beribadah kepada Allah. Apabila ada keperluan sampaikan dengan cara yang baik. Sebaik-baiknya tamu adalah yang membawa kabar gembira dan menyenangkan tuan rumah yang didatangi.

 Sebelum berkunjung sebaiknya memberitahu dahulu bahwa kita mau bersilaturrahmi, baik melalui tepoh, SMS, surat maupun yang lainnya.

 Menggunakan pakaian yang sopan, rapi, dan menutup aurat dan berpenampilan yang Islami.

 Usahakan dalam bertamu itu ketika orang yang ditamuni dalam keadaan tenggang waktu. Jangan bertamu apabila orang yang ditamuni itu dalam keadaan sibuk, sedang tidur, dan waktu makan, karena apabila bertamu dan orang yang ditamuni itu sedang dalam keadaan tidak memungkinkan akan dapat mengganggu yang di tamuni.

 Ketika bertamu terlebih dahulu sebelum masuk memberi isyarat dengan salam, mengetuk pintu atau membunyikan bel, atau yang lainnya.

 Dalam bertamu, kalau memeang harus menginap,usahakan jangan sampai lebih dari tiga hari. Karena hal itu dapat mengganggu atau memberatkan tuan rumah.

 Hendaknya bersikap dan bertuturkata yang sopan, sehingga orang yang dikunjungi merasa senang serta menaruh hormat kepada tamunya.

 Jangan bertamu kepada orang wanita yang suaminya sedang tidak berada di rumah, karena dapat menimbulkan fitnah.

b. Contoh dan praktik adab dalam menerima tamu.

 Segaralah membukakan pintu bila ada tamu datang, menjawab salam serta segera mempersilahkan masuk. Dengan sikap yang baik dan muka yang menyenagkan.

 Tuan rumah menyambut tamu dengan pakaian yang sopan dan menutup aurat Karena kedatangan tamu akan membawa manfaat tersendiri.

 Tamu hendaklah dijamu, paling tidak disuguhi minuman atau makanan ringan.

 Tamu hendaklah diterima dengan rasa syukur dan rasa senang serta dengan wajah yang ceria.

 Bila tamu yang datang itu tidak kita inginkan, jangan sekali-kali menunjukkan sikap yang membuatnya tersinggung. Jika ingin menolaknya, maka tolaklah denga cara yang bijaksana.

Soal A benar dikalikan 10. Contoh 10x10=100 Soal B

1. Soal tidak dijawab sama sekali, poin : 0 2. Soal di jawab tetapi salah, poin : 5 3. Soal di jawab benar sedikit, poin : 10 4. Soal di jawab hampir benar, poin : 15 5. Soal di jawab sempurna benar, poin : 20 Hasil ahir di kalikan 5. Contoh 20x5 : 100

Salatiga, Mei 2017 Mengetahui

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Drs. H. Edy Triyanto Basuki, M.Pd Nur Hudha Sandi U, S.Pd.i NIP. 19600125 198403 1 006 NIP.

Dokumen terkait