BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
1. Proses Pembelajaran di Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong
Kegiatan pembelajaran di program Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong merupakan penanaman konsep belajar sepanjang hayat bagi
commit to user
peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan pada pembelajaran Kejar Paket C diharapkan siswa atau warga belajar mempunyai kesadaran yang baik untuk belajar. Siswa atau warga belajar dalam mengikuti pembelajaran harus bersifat lebih aktif, mandiri, kreatif, bertanggungjawab atas apa yang dilakukan dan mampu bekerja sama dengan baik. Dari hasil analisis data di atas menunjukkan bahwa keaktifan siswa dalam proses pembelajaran masih kurang, hal ini dapat dilihat dari kurangnya keberanian mereka untuk mengemukakan pendapat dalam menyelesaikan soal-soal latihan. Untuk mewujudkan tujuan itu peranan guru atau tutor sangatlah penting untuk menanamkan konsep yang diberikan atau materi yang sedang diajarkan. Namun tidak menutup kemungkinan justru kesadaran yang timbul dari dalam diri siswa itu sendiri memegang peranan yang lebih penting.
Kesadaran siswa atau warga belajar akan terbentuk seiring dengan kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan baik ketika berada di dalam kelas atau di tempat belajar maupun ketika mereka kembali ke masyarakat. Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara terhadap beberapa informan yang peneliti lakukan dalam kegiatan pembelajaran matematika diperoleh bahwa, dalam kegiatan pembelajaran matematika metode pembelajaran yang digunakan oleh guru atau tutor telah sesuai dengan prinsip-prinsip Kurikulum Pendidikan Luas Sekolah. Metode yang digunakan guru antara lain metode ceramah, tanya jawab, pemberian soal latihan, diskusi dan pemberian tugas. Sedangkan model pembelajaran yang digunakan adalah model tutorial maksudnya bahwa guru memberikan penjelasan satu per satu kepada siswa atau warga belajar dengan berkeliling sampai siswa itu mengerti tetang materi yang sedang dibahas.
Kegiatan pembelajaran terbagi dalam tiga tahapan yaitu tahap pendahuluan, inti dan penutup. Pada tahap pendahuluan guru atau tutor memulai kegiatan pembelajaran dengan mengucapkan salam dan menanyakan pekerjaan rumah yang telah diberikan sebelumnya. Kemudian
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
61
guru mengajak siswa untuk menyiapkan PR dan menanyakan apakah ada kesulitan mengerjakan soal-soal tersebut. Sering kali walaupun tidak ada yang mengajukan pertanyaan soal-soal tersebut dibahas oleh guru dengan menyuruh salah satu siswa untuk maju sambil mengecek hasil pekerjaan mereka.
Setelah selesai membahas PR guru atau tutor melanjutkan kegiatan pembelajaran dengan materi yang baru. Sebelum menjelaskan materi tersebut guru memberikan penjelasan mengenai tujuan dan pentingnya mempelajari materi tersebut. Selanjutnya dengan metode caramah yang diselingi dengan tanya jawab guru menjelaskan secara terperinci materi yang dibahas pada pertemuan tersebut. Setelah menjelaskan materi guru memberikan contoh-contoh soal dan penyelesaiannya, dengan tekun guru membimbing siswa atau warga belajar agar mengetahui bagaiman cara mengerjakannya. Sesekali guru menanyakan kepada siswa apakah ada yang belum jelas, bila ada yang belum jelas guru memberikan penjelasan dengan lebih pelan. Setelah tidak ada siswa yang bertanya maka guru memberikan soal-soal untuk latihan, mereka diperbolehkan diskusi dengan teman disekitarnya dengan harapan siswa dapat belajar bersama dan bekerja sama untuk menyelesaikan soal-soal tersebut. Penggunaan metode ceramah dan tanya jawab kurang dapat memotivasi siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.
Evaluasi terhadap proses pembelajaran matematika di Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong ini menurut hasil observasi dapat dikemukakan sebagai berikut :
a. Suasana kelas pada saat proses pembelajaran masih gaduh, hal ini
disebabkan oleh banyaknya anak-anak warga belajar yang ikut.
b. Tidak tersedia buku pegangan siswa.
c. Guru belum menggunakan variasi model pembelajaran sehingga belum
commit to user
d. RPP yang dibuat oleh guru belum menunjukkan secara tegas kegiatan
eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.
e. RPP yang dibuat oleh guru masih banyak yang kurang, misalnya
penulisan sumber belajar, penulisan kegiatan penutup, belum tegas melakukan refleksi.
Proses pembelajaran matematika di kelas Kejar Paket C berbeda dengan proses pembelajaran matematika di sekolah formal. Perbedaan yang sangat tampak adalah sebagian besar siswa kelas Kejar Paket C pasif, sedang siswa di kelas formal terlihat lebih aktif. Apabila terdapat siswa yang aktif itu hanya beberapa saja dan itupun beberapa siswa yang sama. Disamping itu dalam pembelajaran matematika Kejar Paket C guru atau tutor jarang membawa alat peraga, itupun jika membawa seadanya saja pada prinsipnya siswa dapat memahami materi yang sedang dibahas.
Dalam penyampaian materi guru harus memberikan gambaran yang lebih mudah dipahami tentang materi pokok yang akan diajarkan. Selanjutnya guru memberikan arahan kepada siswa atau warga belajar tentang kegiatan yang harus dilakukan, sehingga dari kegiatan ini siswa diharapkan mampu menyimpulkan inti materi yang sedang dibahas. Ketika guru mengajar mereka berkonsentrasi pada materi yang diajarkan, walaupun terkadang suasana itu pecah oleh mereka yang tertawa karena sesekali guru memberikan lelucon atau humor yang sesuai dengan bahasa atau kebiasaan mereka di kampung. Ketika guru meminta siswa untuk mengerjakan soal di depan kelas ada siswa yang bersedia maju tanpa harus ditunjuk oleh guru.
Dalam pembelajaran Paket C siswa atau warga belajar diharapkan kreatif dan mandiri. Kreatifitas siswa dalam kegiatan pembelajaran dapat dilihat dari keterlibatan mereka dalam memberikan pendapat terhadap pertanyaan yang diajukan oleh guru, juga dalam memberikan contoh- contoh. Kemandirian siswa dalam pembelajaran matematika di kelas Kejar Paket C ini sudah nampak, hak ini dapat diketahuai dari terselesaikannya
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
63
tugas-tugas mandiri yang diberikan oleh guru. Walaupun mungkin hasil pekerjaan mereka masih banyak terdapat kesalahan tetapi kebanyakan mereka sudah mengerjakannya.
Keberhasilan dalam belajar tidak lepas dari bagaimana kebiasaan belajar siswa ketika mereka belajar di rumah. Motivasi, dukungan dari orang-orang disekitar mereka mempengaruhi perkembangan jiwa mereka. Dari penelitian ini dapat diperoleh hal-hal berikut yaitu banyaknya pekerjaan sehari-hari sebagai petani menyita perhatian mereka untuk dapat belajar dengan baik. Keletihan setelah seharian bekerja juga membuat mereka malas belajar dan ingin cepat istirahat. Bahkan tidak jarang dari mereka yang tidak memikirkan belajar di rumah sama sekali, mereka menganggap belajar di sekolah atau di tempat belajar saja.
Kebiasaan belajar siswa juga dapat dilihat dari intensitas belajar mereka di rumah. Intensitas yang dimaksud di sini adalah frekuensi belajar. Frekuensi belajar diukur dengan banyaknya waktu belajar yang mereka gunakan di luar waktu pembelajaran. Padahal intensitas belajar ini sangat berpengaruh terhadap pemahaman siswa atau warga belajar terhadap materi yang telah diajarkan. Dari hasil wawancara dapat diketahui bahwa siswa Kejar Paket C Harapan ini rata-rata waktu belajar di rumah dalam satu hari kurang lebih 1-2 jam. Untuk pelajaran matematika sebagian besar mereka belajar jika hanya ada pelajaran matematika dan tugas dari guru saja.
Kemandirian belajar siswa atau warga belajar ketika di rumah menunjukkan hasil yang sukup baik. Hal ini dapat diketahui dari kebiasaan mereka mengerjakan soal-soal pekerjaan rumah, beberapa siswa mempelajari atau menyiapkan materi yang akan dipelajari. Sebagian besar siswa telah menyadari akan pentingnya menyiapkan materi pembelajaran yang akan diberikan oleh guru. Menurut mereka mempelajari terlebih dahulu materi yang akan diberikan guru akan membantu mereka memahami materi yang akan diajarkan oleh guru. Para siswa juga banyak yang
commit to user
mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh guruyang sifatnya mandiri, sehingga sebagian siswa terlibat secara aktif dalam pembahasan PR di kelas pada pertemuan berikutnya. Pola kerjasama siswa atau warga belajar ketika mereka belajar di rumah belum nampak. Apabila di rumah siswa lebih sering belajar dengan mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru secara mandiri. Hal ini terjadi karena kesibukan mereka di rumah masing-masing, walaupun secara geografis rumah mereka tidak terlalu jauh jaraknya satu sam lain, sehingga mereka merasa enggan utnuk belajar secara kelompok. Mereka belajar kelompok ketika berada di temapt belajar ketika sambil menunggu gurunya datang.
Dalam pembelajaran Paket C ini keberhasilan siswa tidak hanya diukur dari kemampuan kognitifnya saja, tetapi siswa juga harus bisa mengembangkan kemampuan sosialnya. Sebagaian besar siswa telah mengenal pendidikan sampai ke tingkat lanjutan. Sehingga dengan lingkungan tersebut dapat mendorong siswa untuk terus belajar atau bersekolah sampai tingkat lanjutan atas walaupun harus di Kejar Paket C. Sehingga ketika mengalami kesulitan dapat bantuan kepada tetangga sekitar yang lebih tahu. Dari situlah akan timbul interaksi yang baik antara siswa atau warga belajar dengan masyarakat yang akhirnya akan mempengaruhi kebiasaan belajar mereka.
Para siswa atau warga belajar telah menyadari betapa pentingnya mempelajari matematika dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun kebanyakan para siswa hanya memperoleh pengetahuan dari kelompok belajar saja dan tidak banyak yang memperoleh pengetahuan tambahan dari luar sekolah tempat belajar. Selain itu, masih banyak siswa yang belum menyukai pelajaran matematika dengan alasan pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit, sehingga mereka tidak berminat untuk belajar matematika. Jika mereka mengalami kesulitan dalam belajar misalnya mengerjakan soal-soal latihan maka mereka akan bertanya kepada
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
65
anak-anak mereka, teman atau tetangga terdekat. Atau setidaknya jika masih terjadi kesulitan maka akan mereka tanyakan kepada guru atau tutor pada pertemuan berikutnya.
2. Pelaksanaan Kurikulum Kejar Paket C Harapan Kecanatam
Gemolong
Dengan memperhatikan hasil wawancara dan dokumentasi perangkat kurikulum di Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong maka dapat disampaikan hal-hal sebagai berikut :
a). Struktur kurikulum program paket C sudah sesuai dengan kurikulum kesetaraan, karena memang Kurikulum pada program Kejar Paket C diambil sepenuhnya dari kurikulum kesetaraan yang diterbitkan oleh pemerintah.
b). Kurikulum program Kejar Paket C telah dikembangkan dengan mengacu pada Standar Isi Kesetaraan, Standar Kompetensi Lulusan, Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Namun demikian pengembangan itu belum sepenuhnya dilakukan oleh guru atau tutor. c). Silabus untuk mata pelajaran matematika pada program Paket C tersedia
dan lengkap seperti yang diterbikan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk Kurikulum Tingkat Satuan Pedidikan (KTSP).
d). Acuan yang digunakan untuk menyusun silabus untuk mata pelajaran matematika pada program paket C adalah Kurikulum yang mengacu pada Standar Isi Kesetaraan, Kurikulum yang mengacu pada Standar
Kompetensi Lulusan.
e). Yang menyusun Silabus untuk mata pelajaran matematika pada program paket C adalah tim pengembang kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dibentuk oleh penyelenggara program namun tidak dapat berjalan sesuai yang diharapkan karena keterbatasan kemampuan, sehingga
commit to user
silabus yang digunakan adalah silabus yang diterbitkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan.
f). Silabus mata pelajaran matematika sudah didokumentasikan dengan baik, ada silabus yang dibawa untuk pegangan guru, ada pula silabus yang disimpan di sekolah sebagai dokumentasi sekolah.
3. Kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran
matematika di Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong
Kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran di kelas Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong berasal dari beberapa faktor, dapat dikemukakan sebagai berikut :
a. Faktor lingkungan belajar
Faktor lingkungan yang dimaksud adalah suasana proses pembelajaran yang kurang kondusif. Suasana pembelajaran masih gaduh karena kebanyakan peserta didik mengajak anak-anak mereka ke tempat belajar.
b. Faktor sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana pendukung dalam proses pembelajaran matematika di Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong ini masih kurang memadai. Tidak tersedia buku pegangan siswa cukup menyulitkan guru dalam proses pembelajaran.
c. Faktor guru atau tutor
Pembelajaran di Kejar Paket C merupakan program khusus yang dirancang guna mencerdaskan kehidupan bangsa dan diperuntukan bagi warga Negara yang tidak atau belum mengenyam pendidikan formal. Sebagai sekolah yang dianggap asing, pelaksanaan kegiatan pembelajaran matematika berusaha dijalankan oleh guru atau tutor dalam tahap awal. Variasi model pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih kurang sehingga terkesan pembelajaran berjalan secara monoton dan membosankan, sehingga siswa belum terlibat secara aktif dalam
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
67
proses pembelajaran. Guru belum menyusun RPP yang digunakan untuk acuan proses pembelajaran dengan benar.
4. Rekomendasi solusi terhadap kendala yang muncul pada proses
pembelajaran matematika di Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong
Berdasarkan pembahasan dengan berbagai kendala tersebut maka peneliti memberikan rekomendasi usulan solusi atas kendala yang muncul tersebut sebagai berikut:
a. Suasana kelas dalam proses pembelajaran matematika di kelas Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong yang kondusif memungkinkan siswa merasa nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran. Solusi yang penulis sampaikan yaitu agar warga belajar tidak membawa anak-anak ikut masuk ke dalam kelas sehingga tidak membuat suasan menjadi gaduh.
b. Bahan belajar untuk proses pembelajaran di kelas Kejar Paket C Harapan
adalah buku pegangan siswa. Tidak tersedianya buku pegangan siswa sangat menganggu proses pembelajaran. Solusi yang penulis sampaikan adalah mengusulkan lewat kepala sekolah kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen untuk dapat membantu pengadaan buku pegangan siswa.
c. Mengikutsertakan guru atau tutor dalam kegiatan bintek atau workshop
yang berkaitan dengan metode dan variasi pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi guru yang bersangkutan.
d. Mengikutsertakan guru atau tutor dalam kegiatan bintek atau workshop
yang berkaitan dengan penyusunan RPP untuk meningkatkan kompetensi guru yang bersangkutan.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian-uraian dimuka dan data-data dari hasil penelitian di Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Proses Pembelajaran di Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong
. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran matematika di Kejar Paket C
terutama suasana pembelajaran berlangsung kurang kondusif, hal ini terjadi karena kebanyakan siswa membawa anak-anak ke dalam tempat pembelajaran. Guru menggunakan metode yang monoton sehingga terkesan siswa merasa jenuh. Metode yang digunakan oleh guru hanya metode ceramah dan tanya jawab sehingga kurang memancing motivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran.
Pembelajaran di Kejar Paket C merupakan program khusus yang dirancang guna mencerdaskan kehidupan bangsa dan diperuntukkan bagi warga Negara yang tidak atau belum mengenyam pendidikan formal. Sebagai sekolah yang dianggap asing, pelaksanaan kegiatan pembelajaran matematika berusaha dijalankan oleh guru atau tutor dalam tahap awal. Variasi model pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih kurang sehingga terkesan pembelajaran berjalan secara monoton dan membosankan. Guru belum secara khusus menggunakan metode yang dapat menggali kompetensi siswa, hal ini dipengaruhi oleh terbatasnya waktu untuk pelaksanaan pembelajaran.
2. Pelaksanaan Kurikulum Kejar Paket C Harapan Kecanatam Gemolong
Pengelola Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen telah melaksanakan kurikulum pembelajaran matematika di Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong telah sesuai dengan petunjuk dan panduan Pedoman Penyelenggaraan Program Paket C Umum sebagaimana
commit to user
diterbitkan oleh Direktorat Pendidikan Kesetaraan. Hal ini dapat diketahui dari hasil supervisi kepala sekolah terhadap pelaksanaan proses pembelajaran matematika.
3. Kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran matematika
di Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong
Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran matematika di Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong adalah :
1. Suasana kelas pada saat pembelajaran masih kurang kondusif.
2. Sarana dan prasrana kurang memadai terutama buku pegangan siswa.
3. Variasi model pembelajaran yang dilakukan oleh guru masih kurang.
4. RPP yang dibuat oleh guru kurang lengkap.
4. Rekomendasi solusi terhadap kendala yang muncul pada proses
pembelajaran matematika di Kejar Paket C Harapan Kecamatan Gemolong
Berdasarkan pembahasan dengan berbagai kendala tersebut maka peneliti memberikan rekomendasi usulan solusi atas kendala yang muncul tersebut sebagai berikut:
1. Menganjurkan kepada warga belajar tidak membawa anak-anak ikut masuk ke dalam kelas sehingga tidak membuat suasan menjadi gaduh.
2. Menyediakan buku pegangan siswa untuk proses pembelajaran di kelas
Kejar Paket C Harapan, sehingga setiap mendapatkan satu buku.
3. Mengikutsertakan guru atau tutor dalam kegiatan bintek atau workshop
yang berkaitan dengan metode dan variasi pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi guru yang bersangkutan.
4. Mengikutsertakan guru atau tutor dalam kegiatan bintek atau workshop
yang berkaitan dengan pembuatan RPP untuk meningkatkan kompetensi guru yang bersangkutan.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user
71
B. Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diharapkan mempunyai makna bagi setiap peneliti sebagai acuan bagi penelitian berikutnya. Adapun penelitian yang telah dilakukan ini mempunyai implikasi antara lain :
1. Implikasi Teoritis
a. Pembelajaran baik di sekolah maupun di masyarakat mempunyai peranan yang penting terhadap keberhasilan peserta didik. Kebiasaan belajar siswa tercermin dari intensitas belajar baik di rumah maupun di sekolah atau tempat belajar, keaktifan, kreatifitas dan kemandirian yang akhirnya akan membentuk pola belajar pserta didik.
b. Dengan metode ceramah, tanya jawab, latihan soal dan diskusi yang akan
membentuk pola kerjasama antar siswa sehingga siswa akan menghargai perbedaan individu.
2. Implikasi Praktis
a. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi guru atau tutor
untuk memahami karakteristik peserta didik pada Kejar Paket C, disamping itu akan memberikan kesadaran yang tinggi kepada guru atau tutor bahwa di Indonesia terdapat 3 jalur pendidikan yaitu informal, formal dan non formal. Kejar Paket C termasuk dalam pendidikan non formal sehingga tugas guru tidak hanya mendidik generasi penerus yang sekolah di pendidikan formal saja tetapi masih ada generasi penerus bangsa yang sekolah di pendidikan non formal yang juga membutuhkan pendidikan untuk meraih masa depannya.
b. Hasil penelitian dapat dijadikan masukan kepada orang tua dalam
mengarahkan dan membimbing anak-anaknya dalam meningkatkan prestasi belajar matematika. Mengenalkan Kejar Paket C bukan sekedar kelompok belajar atau kursus tetapi di dalamnya terdapat pembelajaran sama dengan sekolah formal lainnya.
commit to user
c. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan kepada pemerintah dan
instansi terkait bahwa Kejar Paket C lahir dari pemerintah seperti sekolah- sekolah formal lainnya dan mempunyai tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sehingga perlu dipikirkan juga tentang sarana dan prasarananya. Sarana dan prasarana yang memadai akan mempengaruhi berlangsungnya pembelajaran matematika dengan baik.
C. Saran/ Rekomendasi
Berdasarkan hasil penelitian yang dicapai, maka dapat dikemukakan berbagai saran demi perbaikan hasil selanjutnya. Adapun saran-saran tersebut sebagai berikut :
1. Untuk pemerintah
Agar pemerintah memberikan dana operasional pada Kejar Paket C Harapan agar secara khusus digunakan untuk penyediaan buku pegangan siswa.
2. Untuk Penyelenggara
Hendaknya selalu memberikan sosialisasi dan motivasi kepada warga belajar akan pentingnya sekolah walaupun di tempuh pada pendidikan non formal, untuk mengurangi banyaknya siswa yang membawa anak ke tempat belajar..
3. Untuk Guru
Guru atau tutor hendaknya selalu meningkatkan kemampuan dengan mengikuti workshop dan bintek tentang model-model pembelajaran dan pembuatan RPP.
4. Untuk siswa
Hendaknya siswa atau warga belajar harus mampu menanamkan prinsip belajar sepanjang hayat, sehingga akan meningkatkan kemauan dan kemampuan dalam pembelajaran matematika.
perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id
commit to user DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2000 . Undang-Undang Dasar 1945.
Andi Prastowo. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Jogjakarta : Ar-ruzz Media.
Bagus Nugroho. 2010. Analisis Perubahan Kurikulum SMA Mata Pelajaran
Matematika di Kabupaten Karanganyar. Tesis.
Djamarah. 2002 . Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta
Djuju Sudjana. 2006. Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: PT. ROSDA
E. Baker, B. McGraw, & P. Peterson. 2003. Evaluation of mathematics education
programs. International encyclopedia of education, 3rd Edition.
Elsevier.
Howe Kenneth R. 1992 . Liberal Democracy, Equal Educational Opportunity,
and the Challenge of Multiculturalism. American Educational
Research Journal Fall 1992, Vol. 29, No. 3, PP. 455-470
Karalis Thanassis and Dimitris Vergidis. 2004. Lifelong education in Greece:
recent developments and current trends. Int. J. of Lifelong
Education, Vol. 23, No. 2 (March–April 2004), 179–189
Malik Ibrahim. (2006). Evaluasi Program Fasilitator Desa Intensif di Kabupaten
Kendal. Jurnal Ilmiah Visi PTK-PNF, Vol 1. No. 2. 82-88
Mehmet Bilir. 2007. Non-formal education implementations in Turkey: issues and
latest challenges. Int. J. of Lifelong Education, Vol. 26, No. 6
(November-December 2007), 621–633
Mendiknas. 2003. UU Sistem Pendidikan Nasional no. 20 tahun 2003. Jakarta : Kementrian Pendidikan Nasional.
Mendiknas. 2005. Undang-Undang No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan. Jakarta : Kementrian Pendidikan Nasional.
Mendiknas. 2008 . Peraturan Pemerintahm No. 3 Tahun2008 tentang Standar proses Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C.
Jakarta : Kementrian Pendidikan Nasional
Muhammad Hasbi. (2006). Evaluasi Penyelenggaraan Program Pendidikan
Kecakapan Hidup Dalam Bidang Pendidikan Luar Sekolah. Jurnal
commit to user
Sudjana S. 2001. Pendidikan Luar Sekolah. Bandung: Falah Production.