BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3 Pembahasan
Pada bagian pembahasan ini, peneliti akan menguraikan analisis data ketepatan penggunaan preposisi. Sesuai dengan rumusan masalah yang pertama sudah didapatkan frekuensi penggunaan ketepatan preposisi pada rubrik Public
Speaking Harian Bernas yang sudah dijabarkan di atas, data yang ditemukan ada
101 kalimat meliputi 16 preposisi yang digunakan sebanyak 184 kali. Penggunaan preposisi dengan ditemukan paling banyak penggunaanya, yaitu 47 kali yang digunakan untuk menyatakan alat dan sifat perbuatan. Hal ini terjadi karena topik
pada rubrik Public Speaking membicarakan tentang materi presentasi public
speaking menyebabkan penggunaan preposisi dengan paling banyak ditemukan.
Kedua, pada penelitian ini masih ditemukan kesalahan penggunaan pada preposisi dari 3 kali, dan preposisi tentang 1 kali hasil tersebut didapat setelah dianalisis menggunakan teori dari beberapa pendapat. Penggunaan preposisi dari,
dan tentang yang kurang tepat menyebabkan ketidakefisienan atau pemborosan
kata yang membuat kalimatnya menjadi kurang efektif. Mulyati (2016: 52) mengatakan, bahwa kalimat efektif adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran dan gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain. Melihat dari penelitian terdahulu ketidakefisienan atau pemborosan kata kembali ditemukan walaupun berbeda penggunaannya, sebagai contoh.
Teori diberikan untuk memberikan pengetahuan, trik dan tips baik Public Speaking maupun Teknik Presentasi, sedangkan praktek merupakan aplikasi dari teori yang sudah diperoleh (12 Maret 2016, kal. 12:2).
Kalimat di atas mengandung kesalahan penggunaan preposisi dari yang menyatakan hal. Pada kalimat di atas, preposisi dari mengikuti kata kerja transitif di mana kalimat itu tidak memerlukan preposisi di antara predikat dan objeknya.
Putrayasa (2010: 54) mengatakan, bahwa kalimat efektif harus meliputi kesatuan, kehematan, penekanan, dan kevariasian.
Di dalam ilmu Public Speaking banyak diajarkan tentang cara, tips atau trik supaya dapat berbicara di depan umum dengan baik dan bena r, tidak hanya tentang kebahasaan tetapi juga tentang hal lain misalnya bahasa tubuh (19 Maret 2016, kal. 6:2).
Kalimat di atas mengandung kesalahan penggunaan preposisi tentang yang menyatakan berkenaan dengan..., sebaiknya dihilangkan karena kurang efektif dan ketidakhematan kata. Pada kalimat di atas, preposisi tentang mengikuti kata kerja
transitif di mana kalimat itu tidak memerlukan preposisi di antara predikat dan objeknya. Peneliti menemukan adanya faktor kehematan, kecermatan, dan kesatuan yang kurang diperhatikan dalam rubrik Public Speaking. Hal ini bisa terjadi karena bahasa dalam rubrik Public Speaking masih ada yang menggunakan bahasa lisan.
Kalimat-kalimat itu terasa biasa saja ketika disampaikan secara langsung, namun ketika dituliskan terlihat ketidakefisienannya. Selain itu, faktor-faktor di atas kurang diperhatikan karena situasi dan kondisi yang kurang mendukung, misalkan terburu-buru atau sedang sakit, ini bisa membuat sebuah kalimat menjadi kurang efetif.
43
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai jawaban atas masalah yang diteliti. Pertama, preposisi yang digunakan dalam rubrik Public Speaking Harian Bernas bulan Maret-April 2016 meliputi 16 preposisi, yaitu antara, bagi, dalam, dari, daripada, dengan, di, ke, kepada, mengenai, oleh, pada, sampai, supaya, tentang, untuk. Hasil ini sudah menjawab rumusan masalah yang pertama.
Kedua, ditemukan ada 2 preposisi yang kurang tepat penggunaannya, yaitu preposisi dari 3 kali, dan tentang 1 kali yang disebabkan karena kurang efektif dalam merangkai kalimat.
5.2 Implikasi
Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, hasil penelitian terhadap rubrik Public Speaking ini menunjukkan bahwa preposisi yang digunakan cukup bervariasi. Penggunaan preposisi pada rubrik Public Speaking inisudah bagus, walaupun masih ditemukan beberapa penggunaan preposisi yang kurang efektif pada preposisi dari, dan tentang. Oleh karena itu, perlu diperhatikan oleh penulis dan editor untuk menguasai kaidah penggunaan preposisi dan keefektifan kalimat. Hal ini menjadi penting karena penggunaan preposisi juga dapat mempengaruhi pembaca dalam memaknai kalimat.
5.3 Saran
Berdasarkan hasil penelitian mendapatkan hasil yang baik namun, peneliti ingin memberikan saran kepada redaksi/editor surat kabar, penulis, dan peneliti lain. Bagi redaksi/editor penggunaan preposisi sudah baik hanya masih ditemukan struktur penulisan yang kurang sesuai, karena peneliti tidak menganalisis kaidah struktur penulisan ini bisa menjadi koreksi.
Bagi penulis rubrik Public Speaking surat kabar Harian Bernas, secara penggunaan preposisi sudah baik hanya karena peneliti tidak menganalisis struktur penulisannya ada baiknya untuk lebih teliti pada kaidah penulisan, agar kalimatnya lebih baik ketika dibaca oleh pembaca surat kabar. Bagi peneliti lain, penelitian ini masih relevan untuk diteliti lebih dalam lagi disarankan jika ingin melakukan penelitian sejenis untuk meneliti struktur kalimat atau penggunaan lainnya. Walaupun peneliti menyadari penelitian ini belum sempurna dan masih banyak kekurangannya, tapi peneliti berharap melalui penelitian ini peneliti dapat memberikan kesempurnaan atau perbaikan bagi penelitian sebelumnya.
45
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan, dkk. 2010. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia: Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Arifin, E. Zaenal & Junaiyah H.M. 2008. Sintaksis. Jakarta: PT Grasindo.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Basrowi & Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta.
___________. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: PT Rineka Cipta.
___________. 2009. Sintaksis Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses. Jakarta: PT Rineka Cipta.
___________. 2011. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indobnesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.
___________. 2012. Seputar Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Hasan, M. Iqbal. 2002. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian &
Aplikasinya. Bogor: Ghalia Indonesia.
Hediansyah, Haris. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Hikmat, Mahi M. 2011. Metode Penelitian: Dalam Persfektif Ilmu Komunikasi
dan Sastra. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Kountour, Ronny. 2003. Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis. Jakarta: PPM.
Moleong, Lexy J. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mulyati. 2015. Terampil Berbahasa Indonesia. Jakarta: Prenadamedia Group. Muslich, Masnur. 2010. Garis-garis Besar Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
Nurhayati, Tri Kurnia. 2005. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Jakarta: Eska Media Press.
Putrayasa, Ida Bagus. 2010. Kalimat Efektif: Diksi, Struktur, dan Logika. Bandung: PT Refika Aditama.
Ramlan, M. 1980. Kata Depan atau Preposisi dalam Bahasa Indonesia. Yogyakarta: U.P. Karyono.
_________. 2008. Kalimat, Konjungsi, dan Preposisi Bahasa Indonesia dalam
Penulisan Karangan Ilmiah. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Sangadji, Etta Mamang & Sopiah. 2010. Metodologi Penelitian: Pendekatan
Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: C.V Andi Offset.
Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta.
Supriyatmoko, Irawan. 2010. Materi Public Speaking. Yogyakarta: Penerbit Universitas Atmajaya.
Suryawati, Indah. 2014. Jurnalistik Suatu Pengantar. Bogor: Ghalia Indonesia. Suwarna, Dadan. 2012. Cerdas Berbahasa Indonesia: Berbahasa dengan
Pemahaman dan Pendalaman. Tangerang: Jelajah Nusa.
Syahroni, Ngalimun, Dwi Wahyu Candra Dewi, & Mahmudi. 2013. Bahasa
Indonesia di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
Tamburaka, Apriadi. 2013. Literasi Media: Cerdas Bermedia Khalayak Media
Massa. Jakarta: Rajawali Pers.
Tanjung, H. Bahdin Nur & H. Ardial. 2005. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Proposal, Skripsi, dan Tesis) dan Mempersiapkan Diri Menjadi Penulis
Artikel Ilmiah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis: Sebagai Suatu keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa Bandung.
Penelitian yang Relevan
Anggita, Aloysia Yuanita. 2013. “Pemakaian Konjungsi pada Kolom Tajuk Surat Kabar Harian Jogja Bulan Agustus Tahun 2012”. Skripsi. Yogyakarta: PBSID Universitas Sanata Dharma.
Yanuarti, Afriyani. 2012. “Analisis Kesalahan Penggunaan Preposisi dan Konjungsi pada Karangan Narasi Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Mojotengah Wonosobo Tahun pelajaran 2011/2012”. Skripsi. Yogyakarta: PBSID Universitas Sanata Dharma.
48
49
Rubrik Public Speaking Harian Bernas
Tanggal 12 Maret 2016
Rubrik Public Speaking Harian Bernas
Tanggal 19 Maret 2016
Rubrik Public Speaking Harian Bernas
Tanggal 26 Maret 2016
Rubrik Public Speaking Harian Bernas
Tanggal 02 April 2016
Rubrik Public Speaking Harian Bernas
Tanggal 06 April 2016
Rubrik Public Speaking Harian Bernas
Tanggal 16 April 2016
55
Preposisi Kutipan Kalimat/ Data Analisis Antara Dalam setiap presentasi pasti
diharapkan terjadi interaksi yang baik
antara presentator dan audiens.
Preposisi antara menyatakan adanya dua pihak, yaitu presentator dan audiens.
Bagi Dua hari kemudian yaitu Kamis 10 Maret dan Jumat 11 Maret 2016 saya berkesempatan menjadi Trainer dalam Pelatihan Public Speaking dengan materi khusus Presentation Skill bagi Widyaiswara dan Staf Bapelkes (Balai Pelatihan Kesehatan) Semarang di Gedung Bapelkes, Salaman, Magelang.
Preposisi bagi menyatakan peruntukan, yaitu
Widyaiswara..
Dalam SELAMAT pagi para pembaca Harian Bernas, khususnya yang selalu
bersama-sama saya dalam Rubrik Public Speaking ini.
Preposisi dalam menyatakan tempat berada, yaitu Rubrik.
Dua hari kemudian yaitu Kamis 10 Maret dan Jumat 11 Maret 2016 saya berkesempatan menjadi Trainer dalam Pelatihan Public Speaking dengan materi khusus Presentation Skill bagi Widyaiswara dan Staf Bapelkes (Balai Pelatihan Kesehatan) Semarang di Gedung Bapelkes, Salaman, Magelang.
Preposisi dalam menyatakan berada dalam suatu situasi, yaitu Pelatihan.
Namun pihak penyelenggara ingin memberikan bekal dan pencerahan kepada para Widyaiswara tentang kemampuan menyampaikan presentasi agar ada wawasan baru dalam cara mengajar.
Preposisi dalam menyatakan tempat berada, yaitu cara mengajar.
Dalam bahasan edisi lalu saya
menyampaikan tentang kemampuan apa yang harus dimiliki oleh seorang Presentator atau orang yang
menyampaikan presentasi.
Preposisi dalam menyatakan tempat berada, yaitu bahasan.
Apalagi kalau memang dalam pekerjaan sehari-hari kita harus melakukan presentasi.
Preposisi dalam menyatakan tempat berada, yaitu
pekerjaan. Jangan sampai karena tidak
memahami poin utama yang harus dipresentasikan, kita justru tidak menyampaikan hal yang penting
dalam presentasi.
Preposisi dalam menyatakan berada dalam suatu situasi, yaitu presentasi.
Kalau hal ini terjadi, maka pesan yang
ada dalam materi presentasi kita juga
tidak tersampaikan dengan baik, dan tujuan presentasi juga tidak tercapai.
Preposisi dalam menyatakan tempat berada, yaitu materi.
Tanya jawab ini merupakan dinamika
dalam sebuah presentasi, sehingga
prosesnya harus dapat berjalan lancar dan memuaskan dua pihak, yaitu penanya dan presentator.
Preposisi dalam menyatakan berada dalam suatu situasi, yaitu sebuah presentasi.
Dari Teori diberikan untuk memberikan pengetahuan, trik dan tips baik Public Speaking maupun Teknik Presentasi, sedangkan praktek merupakan aplikasi dari teori yang sudah diperoleh.
Preposisi dari menyatakan hal, yaitu teori sebaiknya dihilangkan karena diikuti objek sehingga tidak perlu.
Itu tadi sedikit cerita saya mengenai Presentasi, sebagai awal dari bahasan kita tentang Presentasi.
Preposisi dari menyatakan hal, yaitu bahasan.
Dari cerita saya tersebut kita dapat melihat bahwa kemampuan
menyampaikan presentasi sangat diperlukan, baik ketika mengajar atau memaparkan suatu hal di depan audiens.
Preposisi dari menyatakan hal, yaitu cerita.
Banyak hal yang kita dapatkan dari belajar Public Speaking tersebut dalam kaitannya dengan Presentasi.
Preposisi dari menyatakan hal, yaitu belajar.
Presentasi ini merupakan salah satu bentuk dari public speaking, maka mau tidak mau seseorang yang akan menyampaikan presentasi sebaiknya belajar tentang Public Speaking sehingga benar-benar memahami dan menguasai teknik bagaimana berbicara didepan umum.
Preposisi dari menyatakan hal, yaitu public speaking sebaiknya dihilangkan karena diikuti objek sehingga tidak perlu.
Apa yang sudah saya sampaikan di depan merupakan sebagian dari sekian banyak hal yang di dalam Ilmu Public Speaking yang harus dikuasai seorang presentator.
Preposisi dari menyatakan hal, yaitu sekian banyak hal.
Edisi kali ini dan beberapa edisi ke depan kita masih akan membahas tentang Presentasi yang merupakan salah satu bentuk dariPublic Speaking.
Preposisi dari menyatakan asal hal atau keadaan, yaitu
Public Speaking sebaiknya
dihilangkan karena diikuti objek sehingga tidak perlu. Intonasi yang baik akan membuat
dinamika bicara seorang Presentator sehingga akan menghindarkan audiens dari kebosanan karena irama bicara kita monoton.
Preposisi dari menyatakan keadaan, yaitu kebosanan.
Seorang Public Speaker termasuk seorang Presentator harus mempunyai kemampuan atau dapat mengucapkan kata dari bahasa manapun.
Preposisi dari menyatakan hal, yaitu bahasa.
Sebagai public speaker seorang presentator harus dapat mengucapkan kata dari bahasa manapun yang dipergunakan.
Preposisi dari menyatakan hal, yaitu bahasa.
Daripada Tubuh kita berbicara terlebih dahulu
daripada mulut kita saat kita berbicara
didepan umum.
Preposisi daripada
menyatakan perbandingan, yaitu tubuh kita berbicara terlebih dahulu daripada mulut kita.
Dengan Selamat menikmati akhir pekan, dan kita akan bertemu lagi minggu depan tetap dengan bahasan tentang
Presentasi, apa yang harus kita lakukan dan kita persiapkan.
Preposisi dengan menyatakan alat, yaitu bahasan.
Dua hari kemudian yaitu Kamis 10 Maret dan Jumat 11 Maret 2016 saya berkesempatan menjadi Trainer dalam Pelatihan Public Speaking dengan materi khusus Presentation Skill bagi Widyaiswara dan Staf Bapelkes (Balai Pelatihan Kesehatan) Semarang di Gedung Bapelkes, Salaman, Magelang.
Preposisi dengan menyatakan alat, yaitu materi.
Hari pertama diisi dengan teori Dasar- Dasar Public Speaking, Teknik Presentasi, Olah Vokal, Produksi Suara, Membuat Paparan dan diakhiri dengan praktek membuat Paparan.
Preposisi dengan menyatakan alat, yaitu teori.
Hari pertama diisi dengan teori tentang Dasar-Dasar Public Speaking, Teknik Presentasi, Olah Vokal,
Produksi Suara, Membuat Paparan dan diakhiri dengan praktek membuat Paparan.
Preosisi dengan menyatakan cara, yaitu praktek.
Praktek Presentasi dilaksanakan pada hari kedua, diawali dengan Praktek Free Style atau Berbicara Bebas tentang sebuah benda yang dipilih dan dilanjutkan dengan Praktek Presentasi dengan paparan.
Preposisi dengan menyatakan cara, yaitu Praktek.
Praktek Presentasi dilaksanakan pada hari kedua, diawali dengan Praktek Free Style atau Berbicara Bebas tentang sebuah benda yang dipilih dan dilanjutkan dengan Praktek Presentasi dengan paparan.
Preposisi dengan menyatakan cara, yaitu Praktek.
Praktek Presentasi dilaksanakan pada hari kedua, diawali dengan Praktek Free Style atau Berbicara Bebas tentang sebuah benda yang dipilih dan dilanjutkan dengan Praktek Presentasi
dengan paparan.
Preposisi dengan menyatakan alat, yaitu paparan.
Banyak hal yang kita dapatkan dari belajar Public Speaking tersebut dalam kaitannya dengan Presentasi.
Preposisi dengan menyatakan alat, yaitu Presentasi.
Pembaca setia rubrik ini, setelah saya sampaikan sedikit prolog tentang Presentasi, minggu depan saya akan melanjutkan dengan bahasan yang lebih luas dan tentunya lebih lengkap.
Preposisi dengan menyatakan alat, yaitu bahasan.
Seorang presentator harus bisa menuangkan dan menyampaikan pikiran kepada orang lain dengan berbicara secara runtut dan jelas sehingga pesan yang ingin
disampaikan kepada lawan bicara dapat diterima dengan baik dan efektif.
Preposisi dengan menyatakan cara, yaitu berbicara.
Seorang presentator harus bisa menuangkan dan menyampaikan pikiran kepada orang lain dengan berbicara secara runtut dan jelas sehingga pesan yang ingin
disampaikan kepada lawan bicara dapat diterima dengan baik dan efektif.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu baik.
Di dalam ilmu Public Speaking banyak diajarkan tentang cara, tips atau trik supaya dapat berbicara di depan umum dengan baik dan benar, tidak hanya tentang kebahasaan tetapi juga tentang hal lain misalnya bahasa tubuh.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu baik.
Olah Vokal juga merupakan hal yang harus dikuasai oleh seorang
presentator, dengan Olah Vokal yang baik maka apapun yang ingin
disampaikan akan dapat terucapkan dengan baik pula.
Preposisi dengan menyatakan alat, yaitu Olah Vokal.
Olah Vokal juga merupakan hal yang harus dikuasai oleh seorang
presentator, dengan Olah Vokal yang baik maka apapun yang ingin
disampaikan akan dapat terucapkan
dengan baik pula.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu baik pula.
Saat menyampikan presentasi seorang presentator juga harus menggerakkan tubuh dengan natural, luwes dan sesuai apa yang disampaikan artinya gerakan tubuh kita menggarisbawahi apa yang kita ucapkan.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu natural.
Lalu tidak boleh dilupakan dan harus dikuasai adalah bagaimana seorang presentator bisa menjaga Kontak Mata
dengan audiens saat sedang
menyampaikan presentasi.
Preposisi dengan menyatakan pelaku, yaitu audiens.
Berapapun jumlah audiens dan luas venue yang dipakai untuk presentasi, presentator harus tetap menjaga kontak mata dengan khalayak.
Preposisi dengan menyatakan pelaku, yaitu khalayak.
Kemampuan lain yang harus dimiliki oleh orang yang menyampaikan presentasi adalah kemampuan bertutur atau berbicara secara runtut, agar apa yang kita sampaikan benar-benar tersusun dengan baik sehingga kita mudah menyampaikannya dan audiens mudah memahami apa yang kita sampaikan.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu baik.
Kemudian selain kemampuan bertutur, seorang Presentator juga harus
memiliki kemampuan berucap yaitu dapat mengucapkan setiap kata
dengan baik dan benar.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu baik.
Dengan berujar maka seorang Presentator dapat mengekspresikan kata yang diucapkan.
Preposisi dengan menyatakan cara, yaitu berujar.
Untuk itu kita harus benar-benar dapat memilih tempo bicara dengan tepat.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu tepat. Dapat mengekspresikan dengan benar
apa yang kita sampaikan saat melakukan presentasi adalah
kemampuan yang juga harus dimiliki oleh seorang presentator.
1. Preposisi dengan
menyatakan sifat perbuatan, yaitu benar.
Berikutnya seorang Presentator juga harus mempunyai kemampuan
melafalkan setiap kata yang diucapkan
dengan baik dan juga benar.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu baik.
Kalau misalnya menemukan kata-kata yang asing dan merasa sulit
mengucapkan, cara untuk membuat mudah melafalkannya adalah dengan mengucapkannya berulang-ulang.
Preposisi dengan menyatakan cara, yaitu mengucapkannya.
Artikulasi ini berhubungan dengan berucap, salah satu kemampuan yang sudah sedikit saya bahas didepan.
1. Preposisi dengan menyatakan cara, yaitu berucap.
Nah, para pembaca saya akhiri dahulu pembahasan kita pada edisi kali ini dan minggu depan saya masih akan melanjutkan dengan menyampaikan bahasan tentang Presentasi, terima kasih.
Preposisi dengan menyatakan alat, yaitu menyampaikan.
Bahasan kali ini akan melengkapi bahasan edisi edisi sebelumnya, yaitu tentang kemampuan apa yang harus dimiliki oleh seorang presentator sehingga dapat menyampaikan presentasi dengan baik.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu baik.
Ekspresi bicara akanmembuat seorang public speaker terlihat lebih menarik ketika sedang berbicara di depan umum, bandingkan dengan yang tidak berekspresi.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu yang tidak berekspresi.
Dengan ekspresi yang tepat kita dapat
menyampaikan pesan dengan tepat pula.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu
ekspresi. Dengan ekspresi yang tepat kita dapat
menyampaikan pesan dengan tepat pula.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu tepat.
Kemampuan mengucapkan setiap kata
dengan tepat dan benar juga
merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang presentator.
1. Preposisi dengan
menyatakan sifat perbuatan, yaitu tepat.
Mengucapkan atau melafalkan dengan benar dan tepat kata yang kita pilih saat menyampaikan presentasi akan membuat audiens memahami isi presentasi kita.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu benar..
Jika seorang presentator dapat mengatur jeda dengan tepat, maka audienspun akan dapat menerima dan memahami pesan dengan tepat pula.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu tepat.
Olah Vokal atau bagaimana kita mengolah vokal termasuk memproduksi suara juga harus dikuasai oleh seorang presentator, sehingga pada saat melakukan presentasi pesan yang disampaikan melalui suara dapat diterima dengan baik oleh audiens.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu baik.
Volume atau keras pelannya suara harus dijaga supaya pas sehingga terdengar dengan jelas oleh audiens.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu jelas.
Kecepatan suara kita kata juga harus diolah dengan baik agar pengucapan katanya juga baik.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu baik.
Baik pembaca yang budiman, edisi kali saya sudah menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan presentasi, semoga bermanfaat.
Preposisi dengan menyatakan alat, yaitu presentasi.
Sebelum kita melakukan presentasi sebaiknya kita mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan
memperhatikan berbagai hal yang pastinya akan membantu penampilan kita sebagai presentator.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu baik.
Jadi perhatikan dan siapkan dengan baik apa yang akan kita sampaikan tentang Profesi, Jabatan atau
Pengalaman agar menarik atensi dan menimbulkan kepercayaan audiens.
1. Preposisi dengan
menyatakan sifat perbuatan, yaitu baik.
Kita juga harus memperhatikan tujuan kita menyampaikan Presentasi, agar kita dapat melakukan presentasi sesuai
dengan tujuan kita.
Preposisi dengan menyatakan alat, yaitu tujuan.
Berapapun waktu yang ada kita harus dapat memanfaatkan dengan efisien dan efektif.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu efisien dan efektif.
Jangan lakukan hal itu, tetapi atur dan manfaatkan waktu yang ada dengan baik.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu baik.
Kita harus dapat memilih dan mengatur materi dengan baik dan sistematis sesuai dengan prioritas informasi yang akan dipresentasikan.
Preposisi dengan menyatakan sifat perbuatan, yaitu baik.
Kita harus dapat memilih dan mengatur materi dengan baik dan sistematis sesuai dengan prioritas informasi yang akan dipresentasikan.
2. Preposisi dengan menyatakan alat, yaitu prioritas.
Kalau hal ini terjadi, maka pesan yang ada dalam materi presentasi kita juga tidak tersampaikan dengan baik, dan tujuan presentasi juga tidak tercapai.
Preposisi dengan menyatakan cara atau sifat perbuatan, yaitu baik.
Memang tampilan gambar atau