BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil pengujian diketahui bahwa arus kas yang berasal dari aktivitas operasi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap devidend payout ratio yang dibagikan oleh perusahaan, sedangkan laba bersih yang diperoleh perusahaan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap devidend payout ratio perusahaan. Hasil penelitian ini mendukung teori keuangan yang menyatakan bahwa jumlah deviden yang dibagikan merupakan kelebihan dana dari aktivitas operasi diatas keperluan investasi untuk menghasilkan laba dimasa yang akan datang karena hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arus kas operasi berpengaruh signifikan terhadap devidend payout ratio. Hasil penelitian ini tidak mendukung Smoothing Theory yang menyatakan bahwa jumlah deviden yang dibayarkan tergantung kepada keuntungan sekarang karena hasil penelitian menunjukkan bahawa secara parsial laba bersih tidak berpengaruh terhadap DPR.
Dari segi teori, hasil penelitian ini mendukung teori keuangan yang menjelaskan bahwa besarnya dana yang bisa dibagikan sebagai deviden merupakan kelebihan dana yang diperoleh dari operasi perusahaan (yaitu E + penyusutan) diatas keperluan investasi untuk menghasilkan laba dimasa yang akan datang, karena hasil penelitian menunjukkan bahwa arus kas operasi berpengaruh signifikan terhadap DPR. Penelitian ini tidak mendukung smoothing theory yang menyatakan bahwa jumlah dividen yang dibagikan tergantung keuntungan sekarang karena dari hasil penelitian diperoleh laba bersih tidak berpengaruh secara parsial terhadap DPR.
56
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan dalam bab empat, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah laba bersih tidak memiliki pengaruh terhadap devidend payout ratio perusahaan perkebunan go publik di Bursa Efek Indonesia, sebagaimana ditunjukkan oleh angka signifikansinya sebesar 0,480 < 0,05 setelah dilakukan uji t. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa informasi laba bersih bukanlah merupakan hal utama yang perlu diperhatikan dan dijadikan tolok ukur yang lebih baik oleh manajemen dalam membuat keputusan untuk menentukan besarnya DPR. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian terdahulu.
Arus Kas Operasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap DPR.
Perusahaan perkebunan go publik di Bursa Efek Indonesia, sebagaimana ditunjukkan oleh angka signifikansinya sebesar 0,004 > 0,05 setelah dilakukan uji t, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam menentukan besar DPR perusahaan maka arus kas operasi dapat dijadikan salah satu tolak ukur bagi manajemen.
Dari segi teori, hasil penelitian ini mendukung teori keuangan yang menjelaskan bahwa besarnya dana yang bisa dibagikan sebagai deviden merupakan kelebihan dana yang diperoleh dari operasi perusahaan (yaitu E + penyusutan) diatas keperluan investasi untuk menghasilkan laba dimasa yang akan datang karena hasil penelitian menunjukkan bahwa arus kas operasi berpengaruh signifikan terhadap DPR. Penelitian ini tidak mendukung smoothing theory yang
menyatakan bahwa jumlah deviden yang dibagikan tergantung keuntungan sekarang karena dari hasil penelitian diperoleh laba bersih tidak berpengaruh secara parsial terhadap DPR.
5.2 Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Keterbatasan-keterbatasan tersebut antara lain :
1. Penelitian ini hanya mengambil dua buah variabel yaitu laba bersih dan arus kas operasi sebagai variabel independen, namun sebenarnya masih banyak variabel lain yang dapat mempengaruhi devidend payout ratio.
2. Periode pengamatan dalam penelitian ini terbatas karena hanya mencakup tahun 2011 – 2015.
3. Penulis melakukan pengamatan pengaruh laba bersih dan arus kas operasi terhadap kebijakan deviden dengan mengabaikan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi harga saham seperti inflasi, kontrol kepemilikan, ukuran perusahaan, umur korporasi dan lain-lain.
5.3 Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti mencoba memberikan saran baik bagi pihak perusahaan, calon investor dan investor serta peneliti selanjutnya.
1. Bagi Perusahaan
Untuk meningkatkan kepercayaan pemegang saham terhadap perusahaan, maka perusahaan harus mampu menunjukkan kinerja perusahaan yang bagus
58
dan menyampaikan informasi yang cukup kepada investor mengenai perkembangan perusahaan. Pengumuman mengenai dividen merupakan informasi yang penting yang harus disampaikan oleh perusahaan pada pemegang saham.
2. Bagi Investor dan Calon Investor
Untuk mengetahui kinerja perusahaan sebelum melakukan investasi sebaiknya para investor maupun calon investor mencari tahu mengenai profil perusahaan.
Profil perusahaan dapat diperoleh melalui Bursa Efek Indonesia dan Instansi Pemerintah yaitu Bapepam sebagai pihak yang menentukan kebijakan di Bursa Efek Indonesia dalam menjamin keakuratan data informasi keuangan dan memberikan informasi yang berkualitas dengan sarana teknologi yang canggih sehingga kualitas laporan keuangan perusahaan lebih akurat dan relevan.
SPSS, Andi Jogyakarta
Agustina, Ratna Dwiati, 2008, Kemampuan Arus Kas, Laba dan Akrual untuk Memprediksi Arus Kas dan Laba Masa Depan. Skripsi Universitas Brawijaya : Malang
Amril M. Said, 2008, Analisa Pembuktian Laporan Keuangan atas Penyajian Laporan Keuangan, Jakarta: Penerbit Djambatan
Atmaja, Lukas Setia, 1994, Manajemen Keuangan, Buku Satu, Yogyakarta:
Penerbit Andi Offset
Beaver, P.C., Jung, R.C. and Cupp, E.W. (Eds) 1997. Helminths and Helminthic Infections. In: Clinical Parasitology. 9th edition,. Lea & Febiger.
Philadephia
Bernard, Victor L. 1994. ``Earnings Quality, Book Value, and the State of Financial Statement Analysis.'' In S. Butler, ed. Earnings Quality.
Norman, OK: The Center for Economic and Management Research Brigham, Eugene F.dan Joel Houston, 2004. Financial Management, Edisi 10,
Jilid 1, Alih Bahasa Ali Akbar Yulianto, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Cho, Jang Youn dan Kooyul Jung, 1991. “Earnings Response Coefficient : A Synthesis of Theory and Empirical Evidence”, Journal of Accounting Literatur. Vol. 10
Efraim Ferdinan Giri, 1993, Akuntansi Keuangan Menengah 1, Jakarta:
Gunadarma
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Hermi, 2004, Hubungan Laba Bersih dan Arus Kas Operasi Terhadap Dividen Kas pada Perusahaan Besar Barang Produksi di Bursa Efek Jakarta pada Periode 1999-2002”. Media Riset Akuntansi, Auditing dan Informasi Vol. 4 NO.3
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2002. Standar Akuntansi Keuangan. PSAK No. 9 : Penyajian Aktiva Lancar dan Kewajiban Jangka Pendek. Jakarta : Salemba Empat
60
______________________. 2007 . Standar Akuntansi Keuangan . Edisi 2007.
Jakarta: Salemba Empat
Ikatan Akutansi Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat
Jogiyanto Hartono, 2004, Analisis dan Desain,Yogyakarta: Andi Offset
Kasmir. 2009. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada King, R. D. dan J. C. Langli. 1998. Accounting Diversity and Firm Valuation.
International Journal of Accounting
Manurung, Adler Haymans, 2007, Reksadana Investasiku. Jakarta: PT. Kompas Media Nusantara
Martono & D.Agus Harjito. 2007. Manajemen keuangan.Yogyakarta : Ekonisia.
Riyanto, Bambang, 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Yogyakarta:
Edisi Keempat, Cetakan Ketujuh, BPFE Yogyakarta
Rochaety E, dkk. 2007. Metodologi Penelitian Bisnis: Dengan Aplikasi SPSS, Edisi Pertama. Jakarta: Penerbit Mitra Wacana Media
Ross, S. A., R.W. Westerfiled, J. Jaffe, B.D. Jordan. 2007. Modern Financial Management. Edisi ke 8. McGraw-Hill. Boston
Sartono, Agus, 2004, Manajemen Keuangan, Teori dan Aplikasinya, Edisi Kedua, Yogyakarta: BPFE UGM
Skousen. 2006. Akuntansi Intermediate, Jakarta: Salemba Empat
Soemarso. 2005. Akuntansi Suatu Pengantar. Edisi Revisi, Jakarta: Salemba Empat
Stice, Earl K, et al., 2004. Accounting Intermediate. Edisi 15. Jakarta : Salemba Empat
Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Kunatitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta
Sutrisno, 2003, Manajemen Keuangan (Teori, Konsep, dan Aplikasi), Edisi Pertama, Yogyakarta: Cetakan Kedua, EKONISIA
www.bei.co.id www.idx.co.id